
"Mereka terlihat mencurigakan, mmm" pikir Binyu.
Binyu masuk ke dalam mobil, dia pun meninggalkan area sekolah Cha.
Yoga dan Cha serta Bimo, sudah berada di dalam mobil. Cha akhirnya bernafas lega, tanpa sadar dia menggenggam tangan Yoga. Mereka juga pergi meninggalkan area sekolah menuju rumah Yoga.
Sebelum ke rumah Yoga, mereka mengantar Bimo terlebih dahulu. Kemudian Yoga dan Cha menuju ke rumah Yoga. Mobil memasuki pekarangan rumah yang luas. Dengan hiasan taman yang bersih dan bersih dan cantik karena banyak bunga yang ditanam di taman tersebut.
Yoga mengajak Cha keluar dari mobil. Ayok Cha, gak apa-apa, mama ku baik kok orangnya. Yoga menarik tangan Cha untuk masuk ke dalam rumah.
"Maaaaaaa, Yoga bawa pacar nih....!" teriak Yoga memanggil mamanya.
"Yuhuuuuu, kamu bawa mantu buat mama Ga?! mama Yoga juga teriak dari arah dapur. Mama Yoga lagi memasak puding kesukaan Yoga.
"Hehehe, ini mah mantunya, gimana cakep kan," yoga menaik-naikan alisnya melihat mamanya.
"What.....! Ga, kamu yang bener aja, ini mantu mama,?" teriak mamanya marah.
"Iya ma, cakep kan ma," kata Yoga heran.
"Hei anak ku yang ganteng penuh kharisma....kamu mau buat mama malu, hahhh. Masa kamu pacaran sama cowok sih Ga, kamu gay ya..?" semprot mamanya emosi melihat Yoga. Mamanya tidak mengetahui kalau Cha itu perempuan. Cha lupa membuka topinya, sehingga dia masih kelihatan seperti cowok.
"Hahahaha, mama, mama, dia nih cewek tulen loh ma... Lihat nih cantik kan ma mantu mama," kata Yoga semangat membuka topi yang dipakai Cha, sehingga rambut Cha tergerai panjang.
"Wahhh cantik sekali kamu sayang, siapa nama kamu?" tanya mama Yoga berbinar binar melihat wajah Cha yang imut.
Wajah Cha bersemu merah ketika Yoga memperkenalkannya sebagai calon mantu. Sehingga dia tidak sadar mamanya Yoga sedang bertanya karena Cha sedang melamun.
"Eh Tante maaf ngelamun, hehehe. Saya Varecha Yoka Tante tapi panggil saja saya Cha," Cha menyalami tangan mamanya Yoga.
"Panggil aja Tante, mama Vina," kata mama Yoga memperkenalkan namanya.
"Iya Tante Vina," kata Cha
"Mama sayang, jangan Tante ya..," mama yoga tersenyum hangat melihat Cha.
"I..iya mama," kata Cha yang gugup.
Mamanya Yoga senyum-senyum melihat sikap Cha yang salah tingkah. Dia pun melirik ke arah Yoga. "Ternyata anak saya bisa juga jatuh cinta," bathin mama Yoga senyum-senyum.
"Ayok Cha, cepat ganti bajunya, biar aq anterin kamu pulang," Yoga menarik tangan Cha menuju kamar nya.
__ADS_1
"Loh kenapa mantu mama harus ganti bajunya Ga? Kalian mau ngedate ya?" tanya mama nya.
"Tar aja ma, Yoga ceritain ke mama, sekarang nih Yoga harus cepat anterin Cha pulang."
"Ya....mama gak bisa ngobrol banyak dong sama Cha, padahal mama pengen ngajak Cha ke taman belakang," mama Cha cemberut seperti anak kecil yang gak dikasih mainan.
"Ih...mama, tar kapan-kapan deh Yoga bawa Cha kemari lagi," kata Yoga sambil menunjukkan jari kelingkingnya tanda janji.
"Janji ya Ga, kamu bakalan bawa Cha kerumah lagi, awas kalau gak. Mama kirim kamu keluar negeri," mama Cha mengancam Yoga.
"Idih emang anak nya dikira paket, dikirim ke luar negeri," cibir Yoga kesel.
Yoga menunggu Cha yang sedang berganti pakaian di dalam kamar Yoga.
Cha yang berada dalam kamar Yoga merasa takjub dengan nuansa kamarnya, warna dindingnya begitu teduh dipandang, romantis, simple. Cha melihat tempat tidur Yoga yang dilapisi warna biru langit, warna kesukaan Yoga.
"Cha udahan belom...? Jangan lama-lama tar mama kamu kecarian lagi," Yoga mengetuk ngetik pintu kamarnya.
"Iya Ga bentar lagi, nih dah mau kelar kok ganti nya," kata Cha dari dalam kamar. Setelah selesai Cha keluar dari kamar Yoga, Yoga selalu terpesona dengan tampilan Cha yang sederhana.
"Cantik," kata Yoga singkat.
"Apa Ga kamu bilang," Cha pura-pura tidak mendengar pujian dari Yoga.
"Tan.., eh mmm mama Vina, Cha pulang dulu. Tar lain waktu Cha kemari lagi ya," kata Cha sambil menyalami mamanya.
"Hmmm padahal mama udah seneng banget tadi ketemu kamu, kan mama jadi ada temennya disini, tapi kamunya malah pulang," mamanya Yoga ngambek.
"Eleuh eleuh si mama, kan Yoga dah janji tar bakalan bawa Cha lagi ke sini, ya kan Cha," Yoga memberi kode dengan memicingkan sebelah matanya.
Cha yang melihat kode dari yoga, mengangguk kepada mama Yoga.
Mereka keluar dari rumah dan dianter oleh mamanya Yoga sampai depan pintu. Mobil melaju ke rumah Cha. Yoga memarkirkan mobilnya di arah jalan belakang rumah Cha.
"Cha, coba cek apakah Binyu ada disekitar sini," kata Yoga yang ikut memperhatikan sekitar jalan.
Cha memperhatikan sekitar dan tidak ada penampakan mobil Binyu.
"Gw tidak melihatnya Ga, gw lebih baik turun sekarang," kata Cha yang masih fokus melihat sekitar.
"Ya udah, aq anter kamu ya yanx sampai gang. Aq khawatir kalau Binyu ada didepan gang sana," kata Yoga
__ADS_1
"Mmm, ya udh yuk anterin," Cha mengajak Yoga keluar dan mereka berjalan berdua ke arah gang rumah Cha. Cha tidak bisa tenang sebelum sampai ke rumahnya. Dia merasa Binyu tidak akan melepaskannya.
"Udah Ga, sampai sini aja, gak enak dilihat tetangga gw, bisa-bisa mereka menggosip gak bener nanti kalau lihat gw jalan berdua sama cowok," kata Cha.
"Baiklah, ntar kamu hubungi aq kalau sudah di rumah ya yanx." Kemudian Yoga memberikan kecupan bibir melalui tangannya kepada Cha. Cha tersenyum malu dan buru-buru membalikkan badan berlalu dari hadapan Yoga.
Yoga memperhatikan Cha dari belakang sampai Cha bener-bener masuk ke dalam rumah. Lalu dia pun pergi dari sana.
Mobil berlalu meninggalkan area belakang rumah Cha. Kemudian dia sengaja membelokkan mobilnya ke jalan bagian depan gang rumah Cha. Tapi baru saja mobilnya membelok, ternyata dia berpas-pasan dengan mobil Binyu. Mobil kedua nya berhenti sejenak, tapi tidak ada yang keluar dari masing-masing mobilnya.
Akhirnya mobil Yoga meneruskan masuk ke jalan depan gang rumah Cha. Dia terus melajukan mobilnya hingga kembali ke rumahnya.
Mobil Binyu tetep berhenti dan memarkirkannya dipinggir jalan. Dia ingin tau apakah Cha bersama Yoga. Binyu melihat dari kaca spion dalam mobilnya. Dia melihat kebelakang ternyata mobil Yoga tidak berhenti di depan gang.
Binyu berpikir, "Mmmm, apa mungkin Cha tidak sekolah hari ini? Apa dia sakit ya? Mmm, sepertinya aq harus kerumah Cha, tapi...apa ya alasannya? Ya udah aq datang aja kesana," gumam Binyu. Binyu pun mendatangi rumah Cha.
"Assalamu'alaikum permisi......"
"Wa'alaikumussalam, cari siapa ya..?" sahut mama Cha. Ternyata mama Cha sedang berada dirumah hari ini.
"Maaf Tante, apa Cha nya ada? Perkenalkan saya abang dari teman kelasnya Cha yang bernama Rismanti," kata Binyu menjelaskan.
"Ada perlu apa ya nemui Cha?" tanya mama Cha menyelidik
"Saya mau minjem buku Cha buat adek saya Tan, adek saya hari ini tidak masuk sekolah karena gak enak badan, jadi saya disuruh sama Risma buat ambil buku Cha," kata Binyu jelas tanpa ragu.
"Oh sebentar Tante panggilkan Cha dulu." Mama Cha masuk ke dalam rumah, memanggil Cha di depan kamarnya.
"Cha itu ada yang nyari kau, siapa itu? Kata nya abang temen mu mau minjem buku," kata mama Cha curiga.
Cha berfikir dan diam sejenak memikirkan siapa yang datang. Cha langsung pucat kala mengingat nama Binyu.
"Apakah itu Binyu?" pikir Cha
"Oh iya ma, mana orangnya," Cha berusaha tenang agar mamanya tidak curiga.
"Itu di depan teras. Jangan lama-lama kau menemuinya, tar apa kata tetangga lihat cowok datang kerumah padahal tidak ada bapaknya dirumah, dengar kau itu...," kata mamanya yang mengingatkan Cha.
"Iya ma," kata Cha. Dia pun pergi ke depan teras menemui orang tersebut. Ternyata benar dia adalah Binyu yang sengaja berbohong sama mamanya demi bertemu dengan Cha.
"Hai sayang, abang kangen banget sama kamu...," seru Binyu dan ingin memeluk Cha.
__ADS_1
Tapi Cha menahannya dengan menggunakan tangannya. Cha juga menggeleng-gelengkan kepalanya bahwa tidak boleh. Cha tidak tau apa maksud dari kedatangan Binyu ke rumah Cha. Cha merasa takut akan tingkah Binyu. Tapi sebisa mungkin dia bersikap tenang di hadapan Binyu. Mau menghindar juga sudah tidak bisa karena binyu sudah berada dirumahnya dan bertemu mamanya.