
Zain sedikit terkejut dengan sikap Cha yang menggodanya.
"Sekarang kamu sudah mulai berani ya sayang," ucap Zain tersenyum.
"Kenapa tidak, kita akan segera menikah kan?"
"Tentu sayang, kita akan segera menikah. Apa kamu sudah tidak sabar?" tanya Zain menggoda.
"Ya aku sudah tidak sabar ingin selalu bersama denganmu Zain."
"Kita akan selalu bersama. Aku senang karena kita akan segera menikah," ucap Zain.
"Ya, aku juga sangat senang Zain. Dan aku masih tak percaya jika kita akan menjalani hidup bersama," terang Cha.
"Aku laper sayang, ayo kita cari makan di luar berdua. Sebelum aku kembali ke Paris, kita nginap di hotel, gimana?" tanya Zain.
"Aku ngikut kamu aja Zain. Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Cha balik.
"Ayo, kita cari makan dulu, setelah itu baru kita ke hotel."
"Aku akan bersiap dulu, dan mengabari Dewi kalau malam ini kita akan ke tempat saudara kamu. Aku tidak nyaman jika Dewi tau kita tinggal di hotel," jelas Cha.
"Ya sayang, aku tunggu kamu disini."
Lalu Cha keluar dari dalam kamarnya dan berjalan ke arah kamar Dewi. Cha pun mengetuk pintu kamar Dewi.
"Tok tok tok, Wi....!" panggil Cha.
"Masuk aja Cha, gak di kunci kok," sahut Dewi dari dalam kamarnya.
Lalu Cha membuka pintu kamarnya Dewi. Dia pun masuk ke dalam dan melihat Dewi yang sedang merapikan bajunya ke lemari.
"Apa aku mengganggumu Wi?" tanya Cha.
"Nggak kok Cha. Ada apa?" tanya Dewi balik.
"Malam ini kami harus ke tempat saudara Zain. Karena besok dia akan kembali ke Paris. Kemungkinan aku tidak kembali kesini," jelas Cha.
"Loh kalian tidak makan dulu Cha?" tanya Dewi lagi.
"Tidak Wi, kami makan disana saja. Zain sudah memberitahukan kedatangan kamu," ucap Cha yang terpaksa berbohong.
__ADS_1
"Ya sudah hati-hati di jalan," balas Dewi.
"Tentu, besok aku akan pulang siang, karena Zain ingin membeli sesuatu untuk di bawa ke Paris titipan Omanya," ungkap Cha.
Zain dan Cha memang berencana ke Malioboro besok. Karena sang Oma meminta di belikan batik bagus dari Jogja.
"Iya, besok aku di rumah kok Cha," balas Dewi.
Setelah percakapan singkat itu, Cha keluar dari dalam kamar Dewi. Dia kembali ke kamarnya menemui Zain.
"Ayo kita pergi sekarang!" ajak Cha.
"Ayo sayang."
Cha dan Zain keluar dari dalam kamarnya dan berjalan ke halaman depan. Lalu mereka masuk ke dalam mobil. Zain melajukan mobilnya keluar dari rumah itu. Mereka mencari cafe yang ada dijalanan. Zain dan Cha ingin menikmati malam ini dengan berdua.
Setelah beberapa menit mobil melaju, akhirnya mereka menemukan cafe yang bagus untuk di singgahi.
"Kita makan disini aja ya sayang," ucap Zain.
"Iya Zain."
Lalu Cha dan Zain turun dari mobil. Mereka berjalan ke cafe itu. Saat mereka memasuki cafe itu, Cha melihat pengunjung yang berpasangan.
"Mungkin sayang, ayo kita duduk disana," ajak Zain saat melihat meja yang kosong.
Zain mengajak Cha ke arah meja itu. Kemudian mereka duduk disana.
Pelayan pun datang menghampiri keduanya. Dan memberikan buku menunya.
"Silahkan Mas, Mbak ini buku menunya. Kalau mau pesan bisa panggil saya disana," ucap pelayan itu ramah.
"Baik Mbak, terima kasih nanti akan saya panggil," balas Cha.
Setelah itu si pelayan pergi meninggalkan meja Cha dan Zain.
Mereka pun melihat buku menu itu. Cha melihat menu-menu makanan yang ada. Begitu juga dengan Zain.
Setelah beberapa saat, Zain dan Cha sudah memesan makanan yang diinginkan mereka. Hingga beberapa menit kemudian makanan yang di pesan mereka datang. Sang pelayan membawa makanan yang sudah dipesan.
"Ini Mbak makanannya, kalau ada yang kurang ataupun mau di pesan lagi, bisa panggil saya ya," ucap pelayan itu sambil meletakkan makanan itu di atas meja.
__ADS_1
Setelah itu si pelayan pergi meninggalkan Cha dan Zain.
"Wah Zain, aku jadi gak sabar pengen melahap makanan ini. Sepertinya ini lezat banget," ucap Cha saat melihat hidangan itu.
"Ayo kita makan sayang, aku juga sudah laper," ajak Zain.
Mereka segera menikmati hidangan makanan yang sudah di sajikan. Cha makan dengan lahap, karena memang dari tadi sudah kelaparan. Zain pun sama, karena menunggu Cha yang berada di luar kamar, dia harus menahan rasa lapernya.
Mereka berdua menikmati makanannya dengan sangat nikmat. Diselingi dengan obrolan, Zain dan Cha betah berlama-lama di cafe itu.
Hingga beberapa jam kemudian, akhirnya keduanya memutuskan untuk ke hotel. Mereka akan menginap di hotel malam ini. Zain ingin menghabiskan waktu berdua dengan Cha di hotel sebelum dia kembali ke Paris esok hari.
"Sayang, kita akan cari hotel yang berada di Malioboro saja. Biar besok tidak terlalu jauh saat kita jalan-jalan ke Malioboro," ucap Zain yang menginginkan hotel di Malioboro.
"Iya Zain, aku ngikut kamu aja."
Lalu Zain membawa mobilnya melaju ke arah Malioboro, mereka mencari hotel yang bagus dan berada di daerah Malioboro.
Setelah berkeliling mencari hotel yang pas, akhirnya mereka menemukan hotelnya. Zain pun memarkirkan mobilnya di area parkiran.
Lalu Zain mengajak Cha masuk ke hotel untuk beristirahat. Zain memesan kamar ke Resepsionis nya. Setelah mendapatkan kunci kamarnya, mereka segera naik ke lantai dua.
Sesampainya mereka di lantai dua, Zain mencari kamarnya. Tak jauh dari tangga, Zain menemukan kamar mereka. Akhirnya Zain mengajak Cha masuk ke dalam
Cha pun mengikuti Zain masuk ke dalam kamar. Dia duduk di sofa sambil melihat ponselnya. Sementara Zain pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan tangannya.
Setelah itu Zain keluar dari dalam kamar mandi. Dia menghampiri Cha yang sedang santai di sofa.
"Sayang kamu lagi apa?" tanya Zain yang duduk di sebelah Cha sambil memeluknya.
"Aku lagi mengirim pesan sama Sika, Zain."
"Oh..., gimana keadaan disana?" tanya Zain lagi.
"Mereka baik kok Zain. Sika lagi ngobrol sama kak Ina."
"Mereka pasti tidak sabar menunggu pernikahan kita sayang," ucap Zain.
"Ya Zain, Sika ingin segera ke Jogja. Dia sudah tidak sabar bisa bersama denganku. Dia merindukanku Zain," jelas Cha.
"Aku sangat menyayangimu dan keluargamu. Bagiku mereka sudah ku anggap keluargaku sekarang. Apalagi kita sebentar lagi akan menikah," balas Zain.
__ADS_1
Zain dan Cha saling berpelukan dan ngobrol santai. Mereka sangat bahagia dengan hubungan mereka yang berhasil mencapai jenjang pernikahan. Zain dan Cha sudah merencanakan banyak hal. Kehidupan yang baru akan segera mereka masuki dan jalani berdua.