
Shanti juga heran kenapa sahabatnya ini senyum-senyum sendiri dan tidak sadar sampai jadi cibiran siswi dan siswa disini. "Cha......., malah diem lagi ditanya", kata Shanti.
"Apaan sih Shan, ganggu orang lagi bahagia aja", kata Cha dengan cuek nya.
"Pasti lo ada apa-apa nya nih sama bang Binyu, hayo ngaku lo", tanya Shanti.
Cha diem aja, dia bingung mau jujur apa nggak. Tar kalau jujur, Shanti nya malah menggoda nya terus, tapi klu diem aja, tar dikatain gak sahabatan, gimana ya pikir Cha.
"Mmmmm Shan, bang Binyu itu orang nya romantis juga ya", kata Cha.
"Lah kenapa lo bisa ngomong begitu, emang apa yang sudah dilakukan bang Binyu sama lo?" tanya Shanti.
"Tadi pas lo keluar duluan dari mobil, bang Binyu mengungkap kan cinta nya sama gw, dan dia mencium kening gw Shan, duhhhh romantis banget gak sih itu Shan....", kata Cha dengan semangat 45 menceritakan nya sama Shanti.
"Wah.....keren banget Cha, tapi lo gak pingsan kan pas dikecup kening Lo sama bang Binyu?" tanya Shanti. "Yeeeeee, ya gak lah Shan", jawab Cha. "Hehehehe, lo beruntung banget ya Cha dapet bang Binyu, udah cakep, kaya, baik, pekerja keras lagi, gw jadi pengen kayak lo Cha", kata Shanti sambil merangkul Cha.
__ADS_1
"Gw juga blom tau Shan gimana perasaan gw sama bang Binyu", Cha diem sambil berfikir. "Cha, jalani aja dulu, sapa tau dengan berjalan nya waktu perasaan lo itu ketahuan, apakah cinta atau hanya suka", Shanti mencoba menasehati Cha.
Sebagai sahabat, Shanti merasa seneng akhirnya Cha pacaran, secara Cha selalu menginginkan perhatian dari keluarga nya, tetapi tidak pernah didapat nya. Hanya materi dan kewajiban orang tua nya saja yang diterima Cha. Shanti berharap, dengan adanya Binyu, hari-hari Cha menjadi ceria dan semangat.
"Shan, menurut lo, bang Binyu itu orangnya baik gak sih?". tanya Cha.
"Mmmmm, kalau dari wajah nya sih kayak nya orang nya baik Cha, dewasa secara usia nya juga sudah 25 tahun, terus lembut dan perhatian sama lo", jawab Shanti.
"Tapi...., bukannya kalau kita tidak baik pacaran sama cowok yang lebih matang dari kita ya seperti bang Binyu?", tanya Cha.
?"Gak juga sih Cha, tergantung cowok nya, beneran sayang atau hanya untuk mainan doang", jawab Shanti.
Sepulang sekolah Cha dijemput sama Binyu. Binyu sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Cha yang sudah melihat mobil Binyu, langsung menyampirinya.
"Hai bang, udah lama nunggu ya?" tanya Cha.
__ADS_1
"Nggak kok Cha, abang baru aja sampai disini", jawab Binyu.
"Ekhemm ekhem, gw dicuekin nih", kata Shanti. Cha dan Binyu bersamaan menoleh ke arah Shanti, dan bersamaan menjawab,
"Eh sorry Shan gak ngeh", jawab mereka kompak.
"Duh kompak nih yeeeeee jawab nya, serasi amat", goda Shanti kepada Cha dan Binyu. "Ya udh deh Cha gw pulang bareng Rima aja, karena ada perlu", kata Shanti. Padahal gw ogah pulang bareng mereka, bisa jadi obat nyamuk tar duduk sendirian dibelakang, bathin Shanti.
"Beneran Shan gak mau bareng kita aja nih?" tanya Cha.
"Beneran kok Cha, nyantai aja kali Cha", jawab Shanti cuek. Akhirnya mereka berdua berpisah dengan Shanti.
"Cha, kita ke taman bentar ya, ada yang ingin abang berikan ke Cha", kata Binyu. Cha tidak menjawab, tetapi hanya memberikan anggukan kepala saja. Dalam hati Cha bertanya kira-kira apa ya yang mau diberikan bang Binyu.
Akhirnya mereka sampai di taman, Binyu dan Cha mencari tempat yang nyaman buat ngobrol berdua. Binyu mengajak Cha duduk di dekat kolam, lalu Binyu berkata, " Mmmmm Cha, dari kemaren abang gak bisa tidur karena menahan rindu sama kamu, gak sabar pengen cepat ketemu hari ini sama kamu", Binyu diem sejenak. "Cha, mau kah kamu menjalani hari-hari yang indah dengan abang?" tanya Binyu sambil menggenggam tangan Cha.
__ADS_1
Lalu Binyu mengeluarkan kotak kecil dalam saku nya dan mengeluarkan isi nya. Sebuah kalung yang mewah dan ada inisial Binyu dan Cha, BLoveC. Binyu langsung memakai kan kalung itu ke leher Cha. Cha merasa tersanjung dan sangat bahagia mendapat kan surprise seperti ini.
"I LOVE U CHA..........!!" teriak Binyu. Syukurnya taman lagi sepi, kalau tidak bisa heboh, pikir Cha.