Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kenyataan tentang Mbak Ani


__ADS_3

Sebelum mereka masuk, Cha menggenggam tangan Zain dan menarik nafasnya dalam.


"Sudah tenang saja. Pegangan lah yang kuat, jangan lepas tanganku Cha," ucap Zain yang berusaha menenangkan Cha.


Lalu mereka turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam salah satu night club' yang terkenal diJogja. Cha dan Dewi berpegangan tangan. Dan Cha memegang tangan Zain. Saat mereka masuk, lampu kerlap-kerlip menyambut kehadiran mereka, suara dentuman musik menggaung diseluruh ruangan. Mata Cha langsung tertuju kearah depan, dimana disana disuguhkan pemandangan yang membuatnya tercengang. Bagaimana tidak, banyak wanita-wanita sexy yang menari didepan para lelaki hidung belang. Mereka meliuk-liukkan tubuhnya menggoda para lelaki yang melihatnya.


"Zain, apa kamu sering ketempat ini?!" teriak Cha ketelinga Zain.


"Dulu sayang, tapi sejak mengenalmu, aku sudah tidak lagi menginjakkan kaki ketempat seperti ini!" sahut Zain berbisik ditelinga Cha sambil mengecup daun telinganya.


Cha langsung menoleh kearah Zain. Namun yang dilihat, pura-pura tidak ada kejadian. Zain senyum-senyum melihat wajah Cha yang marah.


Lalu dari samping, Dewi menarik-narik tangan Cha dan berkata,


"Cha, tempatnya kok serem banget sih...! Aku takut nih!" Dewi menggenggam erat tangan Cha penuh ketakutan.


"Iya Wi, gw juga takut nih. Tapi kita kan punya misi Wi!" teriak Cha.


Lalu Zain menarik tangan Cha menuju kearah tempat yang sudah dipesan Zain. Mereka berempat bersama bodyguard Zain duduk ditempat itu. Kemudian datang seorang wanita sexy dan cantik menghampiri Zain.


"Hai tampan...aku temani ya," pinta wanita itu yang langsung duduk dipangkuan Zain.


Cha langsung memasang wajah beringasnya kearah Zain.


Zain mendorong wanita itu saat bokongnya hendak mendarat dipaha Zain.


Lalu bodyguard Zain mengusir wanita itu dan meminta temannya yang lain menjaga tempat mereka duduk agar tidak diganggu wanita lain.


Cha merasa lega karena wanita itu tidak jadi menyentuh Zain. Zain bisa melihat wajah lega Cha. Dia pun tersenyum karena mengerti apa yang dipikirkan Cha.


Lalu bodyguard Zain membisikkan sesuatu ketelinga Zain. Kemudian Zain menatap Cha dengan lekat, lalu dia membisikkan sesuatu.


"Cha, kamu sudah siap melihat sebuah pertunjukkan?" bisik Zain.


Cha menoleh kearah Zain dengan pikiran bingung.


"Pertunjukkan apa Zain?" tanya Cha dengan membisikkan kembali ketelinga Zain.


"Pertunjukkan yang akan membuka mata kalian lebar-lebar," ucap Zain menyeringai.


Cha menoleh kearah Dewi dan membisikkan apa yang disampaikan Zain. Dewi mengernyitkan keningnya dengan banyak pertanyaan.


"Pertunjukkan apa Cha?" tanya Dewi.


Cha mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak mengerti.

__ADS_1


"Ya udah kita lihat aja apa yang akan diperlihatkan Zain," ucap Dewi.


Cha kembali menoleh kearah Zain dan membisikkan sesuatu, "Apa pertunjukkannya Zain?" tanya Cha penasaran.


Lalu Zain menunjuk kearah depan, dimana banyak perempuan-perempuan berpenampilan sexy yang sedang bergoyang meliukkan tubuh mereka.


Hingga beberapa saat, Cha dan Dewi melihat sosok yang mereka kenal. Cha dan Dewi sampai mengucek-ngucek mata mereka untuk memastikan penglihatan mereka yang salah. Semakin dikucek, semakin jelas pemandangan yang mereka berdua lihat.


"Wi, Lo lihat yang didepan sana?!" teriak Cha yang masih gak percaya.


"Iya Cha, gw lihat orang yang didepan sana," ucap Dewi dengan mulut menganga tak percaya.


"Kita samperin yuk Wi!" ucap Cha yang sudah tak tahan melihat pemandangan dihadapannya.


Ketika Cha hendak berdiri, Zain menahan pergelangan tangan Cha dan menggelengkan kepalanya tanda bahwa jangan melakukan tindakan yang menjadi masalah. Cha kembali terduduk dengan lemas. Dia tak menyangka bahwa Mbak Ani yang selama ini mereka anggap baik ternyata seperti itu.


Lalu bodyguard Zain membisikkan sesuatu untuk menjalankan aksi selanjutnya.


Setelah beberapa menit Mbak Ani tampil, dia pun turun. Ternyata dia turun karena sudah ada yang membooking nya.


Zain memgambil alat yang ada disalah satu telinga Zain dan memberikannya ketelinga Cha.


"Apa ini Zain?" tanya Cha bingung karena ada alat yang dipasang Zain ditelinga Cha.


"Dengarkanlah, kamu mau tau kan bagaimana dia?" tanya Zain.


Sedangkan ditempat lain, orang suruhan Zain sudah membooking Mbak Ani untuk menemaninya malam ini. Dan saat ini suruhan Zain itu yang bernama Adit sudah menunggu Mbak Ani disalah satu kamar yang ada di club' itu.


Suara pintu kamar diketuk dari luar oleh seseorang yaitu Mbak Ani.


"Tok tok tok," bunyi ketukan pintu.


Lalu pintu kamar terbuka dan Adit melihat Mbak Ani sudah berdiri dihadapannya.


Adit adalah sosok yang biasa saja, dia berperawakan gendut tapi tinggi dan kulit sawo matang, wajah biasa saja. Dia adalah orang suruhan Zain untuk melakukan kencan satu malam. Adit sudah memasang kamera dan alat microfon untuk didengar dan dilihat oleh Zain dan Cha didalam club'.


Kembali ke Cha dan Dewi. Selain alat pendengar, bodyguard Zain meletakkan leptop dihadapan Cha dan Dewi. Saat leptop dinyalakan muncul lah dilayar gambar ruangan kamar dimana sudah ada Adit. Cha dan Dewi sangat fokus menonton tayangan fulgar yang mereka tidak ketahui.


Dalam tayangan itu, Adit membuka pintu kamarnya dan terlihatlah sosok Mbak Ani. Cha dan Dewi terkejut sampai menutup mulut mereka dengan kedua tangannya.


Lalu Mbak Ani langsung masuk dan berhadapan dengan Adit. Dia mulai meraba dada Adit dan membisikkan sesuatu, dan Cha dapat mendengar bisikkan Mbak Ani.


"Ayo sayang, aku sudah gak tahan. Aku akan memuaskan mu malam ini," ucap Mbak Ani dengan jelas tanpa ada penekanan dari orang lain.


Dewi melihat gerakan Mbak Ani yang sepertinya sudah profesional.

__ADS_1


Lalu Adit sengaja mengajak Mbak Ani duduk diatas tempat tidur. Dia mulai menanyakan sesuatu kepada Mbak Ani.


"Kamu sexy sekali malam ini. Sudah lama aku ingin mencicipi tubuhmu, tapi kita tak berjodoh," ucap Adit.


"Masa sih? Kamu sudah sering kesini?" tanya Mbak Ani sambil tangannya membelai pusaka Adit.


"Owhhhh, sayang kamu agresif sekali. Pasti permainanmu sangat profesional. Aku ingin mencobanya," goda Adit.


"Kamu pinter sekali menggodaku. Malam ini aku akan memuaskan mu," jawab Mbak Ani.


"Kamu sudah lama disini. Tapi tak pernah melirikku. Aku pikir kamu pilih-pilih pelanggan," ucap Adit memancing.


"Aku gak pernah lihat kamu! Ya asal bayarannya sesuai service, pasti aku akan memuaskan tamu ku," balas Mbak Ani.


"Aku takut ada yang sudah membokingmu malam ini?" tanya Adit.


"Malam ini aku hanya untukmu baby," balas Mbak Ani sambil menjilati bibir Adit.


"Owhhhh sayang, kamu udah gak sabaran ya?" goda Adit sambil meremas dua gundukkan yang menyembul keluar.


"Ayolah, aku sudah ingin menikmati pusakamu yang sudah berdiri menantang," ucap Mbak Ani tanpa basa basi.


"Baby, aku perhatikan beberapa hari kemaren kamu tidak kelihatan diclub ini, kemana aja?" tanya Adit yang mulai memancing.


"Aku mencari mangsa buat Mami. Karena aku akan mendapatkan uang yang banyak. Kecuali kamu mau memberikan aku uang terus menerus, aku gak perlu berpura-pura menjadi orang baik baby," balas Mbak Ani yang sudah mulai merangsang akibat tangan jahil Adit meraba paha dalamnya.


"Berpura-pura baik sama siapa baby..!" Adit mulai meraba bagian dalam Mbak Ani.


Mbak Ani mendesah saat kewanitaannya diraba-raba sama Adit.


"Sama kedua targetku baby, mereka orang yang polos dan mudah dibodohi. Cukup dengan menunjukkan wajah melas dan sedih, mereka akan iba terhadapku. Dan aku akan membawa mereka kehadapan Mami," sahut Mbak Ani.


Ditempat lain, yaitu tempat Cha dan Dewi serta Zain, mereka melihat secara live bagaimana Mbak Ani menggerayangi orang suruhan Zain. Selain itu Cha juga mendengar jelas percakapan keduanya didalam kamar. Cha dan Dewi benar-benar terkejut dan terperangah melihat semuanya. Mereka ingin sekali memaki, membentak dan segala emosi, ingin diluapkan oleh kedua sahabat itu.


Tanpa mau melihat tayangan live blue, Cha memberikan leptop itu ke Zain. Lalu Zain menutup laptopnya dan menyerahkan ke bodyguardnya.


"Gimana, apa kamu masih berpihak terhadapnya Cha?" tanya Zain serius.


Cha menunduk dan menggelengkan kepalanya yang tak berani menatap Zain. Cha merasa malu karena sempat tidak mempercayai Zain.


"Maafkan aku ya Zain, karena tidak mempercayai ucapanmu. Aku salah menilai Mbak Ani," ungkap Cha.


"Cha, ini nyata atau bagaimana?" potong Dewi disela-sela percakapan mereka.


"Iya Wi, ini nyata. Kita gak mimpi kali ini," jawab Cha.

__ADS_1


"Ya ampuuun Cha..! Gw gak percaya dengan apa yang kita lihat Cha..!


__ADS_2