Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Yoga Kecewa Dengan Pengakuan Cha


__ADS_3

Malam pun tiba, Cha membaringkan tubuhnya diatas kasur. Hari ini dia merasa lega. Saat ini Binyu menjadi ancaman buat nya. Tapi Cha bersyukur karena baju sekolah yang tertinggal di mobil Binyu, sudah ada ditangan cha.


Dia pun mulai mengantuk, tapi dia teringat buku yang dikasih Yoga. Kemudian Cha bangkit dan berjalan menuju meja belajar. Dia membuka buku Yoga dan melihat secarik kertas. Lalu Cha membuka dan membacanya. Ternyata itu adalah sebuah puisi yang ditulis Yoga untuk cha.


Hai Cha, aq sengaja menulis puisi ini untuk mu, ini adalah ungkapan perasaan ku yang tidak bisa aq buang. Awaaaaaas jangan tersentuh 😋.


Ketika pertama ku melihatmu


Hatiku terasa gak karuan


Ada rasa yang tersembunyi di relung hati


Ada rasa yang tak pernah kubayangkan


Perasaan yang muncul dengan sendiri


Ku coba menepis, namun tak kunjung hilang


Ketika malam ditemani rembulan


Wajahmu selalu terbayang di pikiranku


kulukis wajahmu di khayalanku


Senyummu mampu menyihir hatiku yang beku


Kau telah mencuri hatiku


Menumbuhkan benih cinta di relung hatiku


Membuatku merasakan rindu yang mendalam


Rindu yang selalu membuatku merana


Kuingin menjadikan mu kekasih hidupku


Menikmati indahnya dunia ini


Berbagi suka dan duka


Izinkanlah aq menemani hidupmu


Karena kau lah pertama bagiku


Kaulah cinta pertamaku


Semoga kamu suka ya Cha dengan puisi dadakan dari ku. Awaaaaaas jangan baperan ya Cha hehehe.


Cha menggenggam erat kertas puisi itu, ada kebahagiaan yang dirasakannya, tapi ada pula kebimbangan dipikirannya. Cha masih memikirkan perasaan sahabatnya terhadap Yoga. Tak bisa dipungkiri hati Cha merasa terharu dengan penuturan dari Yoga melalui puisinya. Cha menangis tapi bibirnya tersenyum lebar, menangis karena bahagia. Diapun beranjak ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya, menutup matanya sambil mendekap kertas surat Yoga. Cha pun tidur terlelap.

__ADS_1


Pagi harinya seperti biasa Cha sudah beres-beres dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia berharap Binyu tidak datang lagi kerumahnya atau menjemputnya. Cha berpamitan sama mamanya. Sedangkan papanya Cha sudah berangkat berlayar kemaren sore.


Tidak ada yang istimewa dari keberangkatan papanya, seakan-akan papanya tidak pernah datang. Mereka sudah terbiasa dengan kedatangan dan kepergian papanya yang singkat di rumah.


Cha berjalan melalui jalan belakang rumahnya. Dia menyangka ternyata mobil Yoga sudah ada di situ. Yoga membuka kaca jendelanya, dan memanggil Cha menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


Ada yang tidak diketahui Cha belakang ini. Ternyata Yoga secara diam-diam menyuruh orang mengikuti dan memantau keadaan Cha. Karena Yoga merasa Cha dalam keadaan yang tidak nyaman. Sehingga dia terus memantau Cha dari jarak jauh. Yoga juga mengetahui tentang kejadian di villa, karena orang suruhannya selalu melaporkan tentang kejadian yang dialami Cha, bahkan tentang Binyu dan Irfan, Yoga juga mengetahuinya.


"Cha....ayok naik, kita berangkat bareng," kata yoga yang berada di dalam mobil.


Cha masuk kedalam mobil dan duduk di belakang bersama Yoga. Dia bersikap biasa aja bertemu Yoga, dan berusaha menyembunyikan perasaannya.


"Kenapa kamu kemari?" tanya Cha


"Jemput kamu, kan sekarang kita udah berteman, jadi aq pengen berangkat bareng temenku," kata Yoga.


Tidak ada sahutan dari Cha. Dia hanya melirik sekilas kearah Yoga dan kembali melihat kearah jalanan.


"Mmm, Cha, kamu sudah baca kan puisi dari aq. Gimana menurut kamu?" tanya Yoga penasaran.


"Gimana apa nya Ga," Cha balik bertanya.


"Ya aq cuma ingin kamu tau, bahwa perasaan ku tulus Cha dan aq sudah berusaha untuk menghilangkannya tapi gak bisa Cha," yoga menggenggam tangan Cha dan meletakkan nya diatas pahanya.


"Ga, aq seneng ternyata ada yang begitu sangat mencintaiku dan menginginkan ku, tapi...," Cha membuang nafasnya sambil menunduk.


"Tapi apa Cha? Aq yakin kamu juga punya perasaan kan ke aq Cha, iya kan...?," tanya Yoga yang menatap Cha.


"Bagaimanapun kehidupan kamu, aq tau semuanya Cha dan aq menerimanya, kita jalani dulu ya, mau kan Cha..," kata Yoga dengan wajah memohon.


"Kita temenan aja ya Ga, mungkin tidak saat ini, tapi kalau emang kamu takdir ku, kita pasti berjodoh, iya kan," Cha memberi semangat kepada Yoga agar tidak merasa sedih atas keputusan Cha.


"Baiklah, aq akan menunggumu Cha, sampai kapan pun. Tidak ada yang bisa menggantikan mu di hatiku," kata Yoga tegas.


Cha menatap mata Yoga, disana terlihat keseriusan dari ucapan Yoga. Cha pun menganggukan kepalanya tanda setuju.


Akhirnya mereka sampai juga di sekolah. Mereka berjalan bersama seperti sepasang kekasih. Dari jauh ada seseorang yang memandang mereka dengan tidak suka, dia adalah Binyu. Binyu masih sangat terobsesi terhadap Cha. Dia ingin menjadikan Cha sebagai pelampiasan nafsunya, setelah dia bosen, dia akan menjual Cha ke rumah bordir. Itu lah keinginan Binyu.


Selain Binyu ternyata Irfan juga melihat kedatangan Cha dan Yoga, ada rasa cemburu yang bersarang di hatinya. Dia terlihat tidak menyukai pemandangan pagi hari ini.


"Ck apa-apaan mereka jalan berdampingan begitu, buat sakit mata gw aja ngelihatnya," kesel Irfan. Lalu dia berlalu memasuki ruangannya.


"Udah sampai, gih masuk kelas," kata Yoga yang melihat Cha intens. Lalu Yoga pun berlalu masuk ke dalam kelasnya.


Cha pun masuk ke dalam kelas tanpa memperdulikan ucapan Yoga. Dia merasa gak enak dilihat sama teman-temannya.


Didalam kelas dia melihat Irfan sudah berada di tempat duduknya.


"Ekhemm, gimana tidur mu Cha tadi malam?" tanya Irfan.

__ADS_1


"Alhamdulillah Fan, ketakutan gw berkurang, makasih ya Fan, kalau gak ada Lo, gw gak tau gimana jadinya," Cha mendatangi tempat duduk Irfan.


"Ngomong-ngomong kamu dekat dengan Yoga?"


"Mmmm ya dekat Fan, kenapa bertanya seperti itu Fan?" tanya Cha.


"Sedekat apa Cha...? Apa kalian punya hubungan spesial? Dia kan Ketua OSIS disekolah ini ya," Irfan menatap Cha menyelidik.


"Kita temanan kok Fan, Oh ya, menurut kamu gimana ya Fan, apa hari ini gw jadi nemui Binyu..?" Cha kebingungan.


"Kayaknya gak usah aja deh Cha, aq takut kamu kenapa-napa, lebih baik menghindar aja," Irfan memberikan pendapatnya kepada Cha.


"Tapi....gimana kalau nanti dia sudah nunggu di depan sekolah Fan?" Cha menatap Irfan


Irfan mengangkat kedua bahunya "Ya terpaksa kamu tidak bisa mengelak lagi Cha, tapi kamu harus bisa langsung share Lok ke aq," kata Irfan.


"Heumm, kayaknya aq harus pikirkan cara lain Fan buat menghindarinya," Cha meninggalkan bangku Irfan dan beralih ke mejanya sendiri. Cha sibuk berkutat dengan pikirannya.


"Apa gw harus cerita sama Yoga ya, mana tau dia punya cara. Gw coba deh kirim pesan ke dia," pikir Cha. Akhirnya Cha mengirim pesan ke Yoga. Dia meminta Yoga menemuinya jam istirahat di taman belakang sekolah.


Yoga menerima pesan dari Cha. Dia mengerutkan dahinya, tapi dia sudah mengetahuinya dan inilah yang ditunggunya dari Cha.


Jam istirahat pun tiba, Cha yang awalnya pengen kekantin bareng Irfan jadi batal, karena dia lebih memilih bertemu dengan Yoga di taman belakang.


Cha sudah menunggu Yoga ditaman. Ternyata Yoga belom nongol juga.


"hadewww kenapa lama banget kamu Yoga....," gerutu Cha kesel.


Dari kejauhan Yoga berlari mendatangi Cha di bangku taman sekolah.


"Maaf yanx, tadi aq ke kantor dulu nganter buku tugas anak-anak tadi. Kamu udah lama nunggu?" tanya Yoga yang ngos ngosan karena berlari mengejar waktu. Lalu dia duduk disamping Cha. Dia menghadap ke arah Cha memandang wajah Cha yang cemas.


"Ya lumayan sih, Ga, gw pengen ngomong sesuatu sama Lo, gw pengen jujur sama Lo. Kata Cha sambil meremas tangannya.


"Kamu mau ngomong apa yanx, aq pasti jadi pendengar yang baik," kata Yoga yang mengambil tangan Cha dan meletakkannya di atas pahanya.


"Gw sama Binyu udah tidak berhubungan lagi, ternyata Binyu laki-laki brengsek. Gw hanya dijadikan pelampiasan nafsunya saja," kata Cha


"Apa kamu juga tidur sama dia, Cha..?" tanya Yoga penasaran dan menatap Cha dengan tajam.


Cha tak berani menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tertunduk. Dia tidak berani menatap mata Yoga. Dia khawatir Yoga akan merasa jijik dengannya.


Yoga sontak melepaskan genggaman tangannya. Dia merasa kecewa dengan pengakuan Cha. Tapi dia ingin mendengarkan penjelasan detail dari Cha.


"Berapa kali kalian melakukannya Cha? Kenapa bisa terjadi, hah Cha..!?" tanya Yoga emosi karena dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.


"Maaf Ga, gw gak bermaksud melakukannya. Gw dijebak Ga, gw juga tidak sadar ketika melakukannya, maaf maaf," kata Cha terisak isak.


Yoga memeluk Cha dan mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Maaf aq tidak bermaksud mengungkit nya yanx, aq shock aja mendengarnya. Aq tidak rela jika kamu dimiliki orang lain," Yoga memegang kedua bahu Cha dan menatap mata Cha.


"Apa saja yang sudah dilakukan laki-laki bajingan itu sama kamu yanx, jujur sama aq," kata Yoga yang menginginkan penjelasan Cha.


__ADS_2