Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kenapa Jadi Begini...!


__ADS_3

Ketika Cha mengganti bajunya, tiba-tiba Binyu masuk ke dalam kamar hotel. Cha lupa mengunci kamarnya dari dalam. Binyu yang melihat tubuh polos Cha bagian atas, langsung naluri laki-lakinya berontak. Dia pun mendekat kearah Cha yang membelakanginya. Binyu mendekap Cha dari belakang. Cha terkejut, dan langsung memberontak. Tapi tenaga Binyu lebih kuat, dia terus menciumin punggung polos Cha.


"Aduh bang jangan seperti ini, please lepasin Cha..!" Cha terus berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Binyu. Cha mencubit tangan Binyu dengan kuat dan Binyu pun merasa kesatikan.


"Sayang sakiiiiit...! Kenapa dicubit tangan abang? Abang kan kangen sama Cha, masa gak boleh peluk Cha begini," kata Binyu pura-pura manyun agar Cha tidak marah.


Cha buru-buru memakai pakaiannya. Dan membalikkan badan lalu melihat Binyu yang mengusap-usap tangan nya bekas cubitan Cha.


"Habis abang sih pakai meluk-meluk segala. Tar bisa-bisa abang kebablasan," Cha menghampiri Binyu dan memeluk Binyu dari depan.


"Masa abang gak boleh sih bentar aja peluk sayang abang sendiri. Abang bisa nahan kok sayang, janji..," Binyu menunjuk kan jari kelingkingnya untuk berjanji.


"Ya udah ah yuk kita jalan-jalan. Abang udah sarapan blom? Cha pengen makan mie rebus telor, wuih...enak nih sambil menikmati pemandangan kebun teh, yuk ah keluar bang," Cha pun menarik tangan Binyu untuk pergi dari kamar.


Binyu yang diem aja, udah menahan rasa kesalnya karena tak terlampiaskan hasratnya, apalagi suasana dingin. Binyu mencoba menahan nya. Dia sudah punya rencana untuk membuat Cha tak berdaya di bawah nanti. Dia pun menyunggingkan bibirnya sedikit.


"Hehehe iya sayang, ayuk kita pesan makanan di cafe depan, abang juga udah laper nih. Tadi hanya sarapan roti aja," kata Binyu.


Mereka pun menuju ke arah cafe. Ternyata dicafe tersebut masih sepi. Mereka memesan mie rebus telur dan capuccino susu.


"Wah.....seger banget ya bang, Cha seneng banget. Kalau begini Cha betah nih lama-lama disini udaranya segar banget..!" Cha memandang hamparan kebun teh yang luas sambil menghirup udara segar di Pun***.


"Ya udah kita nginep aja disini sayang, besok pagi abnag anter kamu pulang, gimana? tanya Binyu penuh harap.


Cha langsung menoleh ke arah Binyu dan berkata, "Ih.....abang lupa ya, bisa-bisa Cha dimarahin mama. Pulang telat aja, mama udah marah, apalagi nih nginep, ih....bisa murka mama," jawab Cha sambil membayangkan mamanya yang murka. Dia pun bergidik ngeri membayangkannya.


"Hehehe sapa tau bisa kan sayang. Kita bisa menghabiskan waktu berdua disini," Binyu terus menghasut Cha agar mau nginep.


"No no no, kita pulang seperti biasa Cha pulang sekolah, ok bang....," Cha pun duduk di samping Binyu sambil menyandarkan kepalanya di pundak Binyu.


Makanan pun dateng, mereka menyantapnya dengan lahap. Mungkin karena cuaca dingin jadi bawaannya laper. Setelah itu mereka jalan-jalan ke kebun teh. Cha memetik tehnya dan menaruhnya di keranjang yang dipegang Binyu. Kalau keranjang nya sudah penuh, mereka akan memberikannya kepada petugas yang mengumpulkan keranjang lalu akan di beri cinderamata dari kebun teh tersebut.


"Wah.....ayuk bang semangat biar daun teh nya banyak dan keranjang kita penuh," Cha sangat bersemangat melakukannya. Dia sampai tidak memperdulikan Binyu yang sudah mulai bete.

__ADS_1


Binyu sudah mulai bosan mengikuti cha. Karena tujuan awal dia kesini hanya ingin bersenang-senang sama Cha di ranjang, bukan capein kaki buat telusuri kebun teh.


"Tenang Binyu, masih ada waktu. Bentar lagi Lo akan menikmati tubuh mulus nya," bisik setan yang ada pada diri Binyu. Dia pun mengangguk-angguk seperti orang bodoh.


Setelah capek menjelajahi kebun teh, akhirnya mereka selesai dan mendapatkan cindera mata dari petugas kebun teh tersebut. Lalu mereka kembali ke cafe untuk bersantai.


"Sayang, kamu mau pesan minum gak? tanya Binyu.


"Oh boleh bang, Cha haus banget nih dari tadi gak minum-minum," kata Cha yang cindera mata yang didapatnya.


Binyu pun memanggil pelayan untuk memesan minuman dan makanan.


Pesanan mereka akhirnya dateng. Binyu sengaja memesan double minuman untuk Cha. Yang minuman pertama dikasih Binyu untuk Cha. Dan minuman ke dua akan di kasih Binyu setelah selesai makan, karena diminuman terakhir Binyu akan menaruh obat perangsang untuk Cha.


"Loh banyak banget bang minum nya? Tau aja abang kalau Cha haus banget," kata Cha yang gak tau apa-apa.


"Iya sayang, abang sengaja mesan dua buat kamu, kasihan kamu kehausan gitu. Tapi ini dulu yang diminum, yang satu lagi habis kamu maem," Binyu memberikan gelas minuman itu ke pada Cha.


Binyu mulai menjalankan aksinya, dia akan menyuruh Cha langsung ke kasir untuk memesan tambahan kentang goreng. Disitulah Binyu akan memasukkan obat perangsang tersebut.


"Mmmm abang masih laper nih sayang, tadi kita lupa ya mesan kentang goreng. Mmm, sayang kamu ke kasir gih mesan kentang goreng buat tambahan. Kalau nunggu pelayan kemari kelamaan, jadi kamu ke kasir aja langsung ya...," Binyu menunjukkan wajah melasnya kepada Cha.


"Ya udah biar Cha yang mesan ke sana, abang mau pesan apa lagi selain kentang goreng?" tanya Cha yang siap-siap berdiri.


"Itu aja sayang sama tempe mendoannya ya seporsi aja," jawab Binyu.


Cha pun pergi melangkah menuju kasir. Lalu dia memesan pesanan Binyu. Di meja tempat mereka makan, Binyu menjalankan aksinya. Dia memasukkan obat tersebut ke dalam minuman Cha dan meletakkan minuman itu di meja Cha.


Cha datang menghampiri Binyu, dia langsung duduk. Tanpa mikir-mikir Cha yang masih merasa haus, langsung meminum minuman yang ada dihadapannya.


"Gimana sayang sudah dipesan kan?" tanya Binyu santai.


"Udah bang, bentar lagi juga dateng pesanan nya," kata Cha yang merasa lega sehabis minum.

__ADS_1


"Sayang tar kalau makanannya dateng, kita bawa aja ya ke hotel, abang capek mau rebahan. Kayaknya abang mau istirahat dulu sebelum kita pulang," Binyu pura-pura kelelahan didepan Cha. Dia berharap obatnya bereaksi pas mereka di dalam hotel.


"Oh...ya udah deh bang, kita istirahat di hotel aja, Cha juga mau selonjoran pegal habis jalan," kata Cha yang memijit-mijit kakinya.


Binyu mengangguk setuju. Akhirnya pesanan pun dateng. Binyu membayar makanan mereka dan beranjak dari sana bersama Cha menuju hotel. Sampai di hotel, Binyu langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk.


"Hahhh enaknya tiduran disini. Ayok sini Cha tidur bareng abang, nyaman banget sayang," Binyu melihat Cha yang masih diam berdiri di depan pintu.


"Aduh kenapa gw kok gerah begini ya, jadi pengen buka baju. Padahal udaranya disini dingin, kenapa ini," bathin Cha yang gelisah.


"Bang AC nya kenapa kurang dingin ya? Cha kegerahan nih," Cha mulai membuka kancing bajunya bagian atas dan mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.


Binyu yang melihat tingkah Cha mulai aneh, dia pun tersenyum. Dia mendekati Cha dan memeluknya. Dia langsung mel**** bibir Cha. Cha yang mendapat serangan tiba-tiba tidak memberontak, ntah kenapa dia justru malah meresponnya, lalu tubuhnya bahkan menginginkan lebih akibat sentuhan dari Binyu.


"Eummm, bang Cha pengen buka baju, gerah banget!" Cha buru-buru membuka bajunya sehingga dia polos tanpa busana. Dia tidak perduli ada Binyu dihadapan dia. Lalu Cha melihat kearah Binyu. Binyu pun yang sudah tau Cha tera******, dia juga membuka baju bagian atasnya. Binyu menelan ludah melihat tubuh Cha yang polos tanpa sehelai benang pun. Hasratnya mulai memberontak. Bagian bawahnya juga langsung me******. Dia sudah tidak tahan, ingin memakan Cha secepatnya.


Cha yang melihat tubuh polos bagian atas Binyu yang berotot sangat menggodanya, dia pun meraba dada Binyu. Cha seperti ****** yang kehausan belaian. Dia pun mulai men***** dada Binyu. Tangannya mengelus elus kepunyaan Binyu. Lalu dengan berani Cha membuka celana Binyu. Binyu yang sudah tidak tahan langsung membopong tubuh Cha ke atas tempat tidur. Dia mulai menggerayangi tubuh Cha, mulai dari mel**** bibir Cha sampai ke men****** buah da** cha. Susanan pun semakin panas. Binyu yang sudah terbakar gairah langsung membuka kaki Cha lebar-lebar dan mulai mengarahkan senjatanya.


"Binyu....ayok cepatan, masukkan..," kata Cha dengan suara mendesahnya.


Binyu tersenyum menatap Cha penuh gairah. Dengan sekejap senjatanya sudah menerobos masuk ke lu**** kenikmatan Cha.


"Binyu.......sakiiit," Cha menahan rasa sakitnya tapi dia menikmatinya.


Walaupun bukan Binyu yang pertama melakukannya, tapi Cha masih sangat sempit.


"Owhhhh Cha kamu sempit banget sayang...," rancau Binyu kenikmatan.


Mereka terus melakukan tanpa lelah, terdengar suara ******* yang sahut menyahut dari mereka berdua didalam kamar hotel, suasana semakin panas hingga akhirnya mereka mencapai puncaknya. Karena nikmatnya Binyu lupa untuk mengeluarkannya diluar, dia malah menembaknya ke dalam rahim Cha. Mereka pun terkulai lemas dan akhirnya tertidur sambil berpelukan.


Selang beberapa jam, Cha merasakan kepalanya yang sakit dan tubuhnya yang letih. Lalu Cha tersadar dan dia tersentak kemudian duduk. Dia terkejut dan menjerit.


"Aaaaaaaaaa, apa, apa yang sudah terjadi! Kenapa jadi begini? Gak mungkin, gak mungkin.....! teriak Cha histeris.

__ADS_1


__ADS_2