
Cha dan Shanti akhirnya kembali ke tempat Ina menunggu, mereka di ikuti oleh Imran dan Ghani.
Tak berselang lama, datanglah pesanan Cha. Begitu juga pesanan ketiga cowok itu.
"Asyik akhirnya datang juga pesanan kita," kata Shanti dan Cha bersamaan.
"Ghani yang dari tadi memperhatikan Cha, menyunggingkan senyumnya.
"Eh, kalian mesan ini juga?" tanya Ina yang menatap ke arah Dino.
"Mereka yang mesan Na, aku ngikut aja," jawab Dino.
"Ya udah yuk makan," ajak Ina.
Mereka makan sambil ngobrol. Ina ngobrol bareng Dino. Sedangkan Cha dan Shanti hanya menjadi pendengar yang baik. Namun sesekali Cha melirik ke arah Ina.
"Dasar ganjen," bathin Cha yang tak suka melihat Ina terlalu dekat sama laki-laki yang baru dikenal.
Imran melihat Cha yang melirik Ina, dia berinisiatif untuk mengajak Cha ke pantai.
"Cha, nanti habis makan, kita jalan yuk ke pantainya," ajak Imran sambil menikmati makanannya.
Cha menoleh kearah Imran dan menghentikan mengunyahnya.
"Tanya Shanti deh, mau gak dia," Cha melihat ke Shanti.
"Loh kenapa tanya ke gw Cha! Kan Imran nya yang ngajak Lo, aneh aja deh," jawab Shanti ketus.
Kenapa nih Shanti, kok jawab nya ketus gitu," bathin Cha yang memicingkan matanya melihat Shanti.
Suasana jadi tak enak karena sikap Shanti yang mulai tidak nyaman. Cha mencoba untuk tidak memperdulikannya. Dia terus menyantap makanannya dan tak menggubris jawaban Shanti.
Ghani merasa ada yang tidak nyaman dengan keadaan Cha dan Shanti. Akhirnya dia berinisiatif membuka obrolan.
"Wah ternyata enak ya mie rebus ini, pas banget dengan udara dingin begini," ucap Ghani sambil melirik ke arah Cha dan Shanti.
Namun berbeda dengan Imran, dia merasa aneh dengan tingkah Ghani.
"Tumben nih anak bisa merangkai kata begitu. Ada apa nih?" bathin Imran dengan melihat ke arah Dino sambil menunjuk ke arah Ghani.
Dino yang tak sengaja melihat Imran, dia pun menoleh ke Ghani setelah dapat kode dari Imran.
"Kalian mau ke pantai ya?" tanya Dino kepada Ghani.
"Iya nih, mau jalan-jalan aja sekitar pantai," malah Imran yang menjawabnya.
"Ya udah gih sana jalan berempat biar rame," usir Dino dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Dino menyuruh mereka berempat jalan bersama, agar dia bisa bebas berduaan dengan Ina. Dino yang dari awal ketemu, sudah tertarik dengan Ina. Dia ingin lebih dekat sama Ina.
"Iya jalan aja gih, kami nunggu kalian aja disini," sambung Ina yang mendukung usulan Dino.
Cha dan Shanti saling pandang memandang. Shanti ogah-ogahan menanggapi ucapan Ina.
"Gimana, kok malah diam-diam aja?" tanya Ghani lagi.
"Ya udah, kami jalan dulu ya kak Na," ucap Cha pamit ke kakaknya.
"Lah Shanti kenapa masih disini?" tanya Ina yang bingung, karena Shanti tak ikut beranjak.
"Ayok Shan kita jalan," ajak Imran yang sudah menunggu nya berdiri.
Shanti menoleh ke arah Imran. Dan dia juga melihat Cha yang sudah jalan duluan. Akhirnya dengan langkah berat, Shanti berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan beriringan bersama Imran.
Sepanjang jalan, Shanti dan Imran banyak bercerita tentang masing-masing. Berbeda dengan Cha dan Ghani. Cha lebih banyak diam dan memperhatikan ke depan dan sesekali ke arah pantai. Ghani yang pendiam bingung mau memulai percakapannya dari mana.
Disamping kebingungannya, Ghani melihat sebuah delman yang sedang istirahat. Dia pun mengajak Cha untuk berkeliling pantai menggunakan delman.
"Cha, naik delman yuk. Kayaknya seru tuh jalan-jalan di pantai dengan delman," ajak Ghani yang menunjuk sebuah delman.
Cha melihat delman yang ditunjuk Ghani. Dia pun bersemangat untuk mencobanya. Karena di kotanya tidak pernah naik delman.
"Mau...!" seru Cha dengan senang. Cha melihat kebelakang mencari sahabatnya Shanti. Dia melihat Shanti lagi asyik ngobrol sama Imran sambil berjalan.
"Shan.....!" teriak Cha.
"Kenapa?" tanya Shanti.
"Itu tuh..., naik yuk," ajak Cha yang menunjuk kearah delman.
Shanti pun berlari menghampiri sahabatnya. dia tersenyum dan berbisik.
"Sorry ya tadi," bisik Shanti dengan wajah sendunya.
"Udah lupakan. Kita kesini buat senang-senang, yuk naik delman," ucap Cha sambil tersenyum ceria.
"Gimana kalian mau naik delman gak, biar kita kesana!" ajak Ghani menatap satu persatu.
"Mau dong...," jawab Shanti. Lalu Shanti menarik lengan sahabatnya menuju ke delman.
"Pak, kita arep numpak gerbong iki. Pira regane?" tanya Ghani ke supir delmannya.
(Pak, kita mau naik delman ini, berapa uang sewanya ya?")
"Oh babak iki sesame mung 35.000 wae," jawab si bapak delman.
__ADS_1
(Oh ini sekali putaran sewanya hanya 35.000 saja).
"Ya pak, arep numpak gerbong iki, mubeng pantai iki," balas Ghani yang ngerti bahasa Jawa.
(Ya sudah pak, kami mau naik delman ini ya muter-muter pantai).
"Oh boleh mas, mbak. Ayo naik," suruh pak delman.
Cha dan Shinta duluan naik. Kemudian diikuti oleh Ghani dan Imran. Mereka duduk saling berhadapan. Sekilas Cha melirik Ghani yang terus melihat kearah nya. Hingga tanpa sengaja pandangan mereka bertemu. Cha merasa risih dan salah tingkah dilihatin terus.
Sepanjang jalan, Cha dan Shanti menikmati pemandangan pantai. Didalam delman mereka berempat saling bertukar cerita. Dan diantara mereka, Imran lah yang banyak bertanya dan menceritakan.
Mereka melewati Ina dan Dino yang asyik ngobrol berdua. Cha melambaikan tangannya dan berteriak memanggil kakaknya.
"Kak Ina.....!" teriak Cha dengan melambaikan tangannya ke Ina.
Ina yang mendengar suara samar-samar, melihat kearah depan nya. Dia melihat Cha dan yang lain menaiki delman.
"Loh itu kan mereka, wah gak ngajak-ngajak," seru Ina sambil membalas lambaian tangan Cha.
"Kamu mau naik delman Namun? Gimana kalau kita berduaan aja naik delmannya setelah mereka, gimana mau ndak?" tanya Dino yang juga ikut melihat kearah mereka.
"Ayo, aku mau coba!" seru Ina penuh semangat.
"Kita tunggu mereka ya, biar gantian nunggu disini," balas Dino.
Ina pun mengangguk setuju. Mereka melanjutkan obrolan yang tadi tertunda karena mendengar teriakan Cha.
Sedangkan di dalam delman, Imran terus bertanya tentang Cha. Tapi dia bertanyanya kepada Shanti. Sehingga membuat Shanti kesal.
"Nih orang, nanyai Cha malah sama gw, bukan orangnya langsung. Padahal kan Cha di depannya. Gak bener banget nih cowok," bathin Shanti.
"Jawab aja yang asal," bisik Cha yang tau ketidaksukaan sahabatnya dengan Imran.
"Cha, habis ini kalian kemana?" tanya Ghani spontan.
"Kami langsung pulang. Bukannya kalian tadi kemari bersama teman kalian ya?" tanya Cha.
"Iya, tuh yang kumpul dipondok sana," tunjuk Ghani.
"Kenapa Cha, mau kenalan sama mereka?" tanya Imran dengan pedenya.
"Ah nggak, tadi cuma nanya aja kok," ngeles Cha.
"Emang boleh kenalan sama mereka?" tantang Shanti yang tiba-tiba berbicara.
"Apa-apaan nih si Shanti," bathin Cha tak percaya dengan ucapan Shanti.
__ADS_1
"Emang Lo mau kenalan Shan sama mereka?" tanya Cha sambil mengerutkan alisnya.
"Ya kenapa nggak," jawab Shanti.