
Zain menggenggam tangan Cha berjalan kearah mobil. Mereka berdua keluar dari Mansion dan menjelajah ke Kota Paris dimana banyak tempat-tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.
Saat ini Zain membawa Cha ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Paris yaitu Galeries Lafayette.
Galeries Lafayette merupakan pusat perbelanjaan yang sangat besar di Paris. Dimana Mall ini menyediakan berbagai merek fashion ternama dunia seperti Luis Vuitton, Prada, Calvin & Klein dan banyak yang lainnya lagi. Selain itu Mall ini juga menyediakan baju, aksesoris, tas, sepatu sampai alat-alat rumah tangga. Tempat ini memiliki kubah mall yang indah di atriumnya. Di lantai 2 dan 3 atrium mall terdapat cafe dan starbuck, jadi bisa duduk ngopi sambil memandangi interior mall. Selain atrium mall, bisa juga naik ke rooftop mall di lantai 8 jika ingin melihat pemandangan paris dari atas.
"Kita mau kemana Zain?" tanya Cha yang masih memandang keluar jendela. Dia benar-benar takjub dengan pemandangan jalan yang dilewatinya, begitu bersih, indah dan rapi tertata.
"Aku mau ajak kamu untuk belanja biar kamu tidak memikirkannya lagi," jawab Zain.
"Kebetulan sekali Zain, aku ingin mencari baju yang pas buat nanti menghadiri pernikahannya," balas Cha.
Zain yang mendengarnya hanya diam saja. Dia tidak menjawab ucapan Cha. Lama diperjalanan tak membuat Cha menjadi bosan. Dia justru menikmati pemandangan yang belom pernah dilihatnya di Indonesia. Hingga akhirnya mereka sampai di Galeri Lafayette.
Illustrasi Galeria Lafayette
Cha menatap takjub dengan keindahan bangunan Mall yang dihadapannya.
"Zain bagus banget Mallnya. Aku gak sabar pengen belanja," ucap Cha antusias.
"Ayo kita masuk. Kamu bebas mau belanja apa saja. Asal kamu bahagia, aku pun bahagia," balas Zain dengan senyumannya.
Mereka pun memasuki Mall tersebut. Cha melihat banyak sekali pengunjungnya. Cha mulai bingung, kemana harus memulai melangkahkan kakinya, karena baginya semua yang ada di Mall itu sangat memikat perhatiannya.
"Ayo kita kesana Zain, aku ingin melihat gaun," ajak Cha menuju salah satu Bukit.
"Baiklah, ayo sayang," sahut Zain.
Cha membawa Zain untuk memasuki Butik tersebut.
"Bonsoir Mesdames et Messieurs, y a-t-il quelque chose que nous pouvons vous aider?" tanya salah satu pelayan toko.
"(Selamat malam Tuan dan Nona, ada yang bisa kami bantu)?" tanya salah satu pelayan toko.
"Veuillez choisir la meilleure robe de cette boutique pour ma future femme," jawab Zain saat mereka memasuki Butik itu.
"(Tolong pilihkan gaun terbaik di Butik ini untuk calon istri saya)," jawab Zain saat mereka memasuki Butik itu.
__ADS_1
"Oui Monsieur."
"Allez mademoiselle s'il vous plait. Nous vous montrerons les meilleures collections de robes de notre boutique," si pelayan mengajak Cha masuk ke dalam untuk melihat gaun terbaik Toko mereka. Sedangkan Zain menunggu duduk manis di sofa.
"(Baik Tuan)."
"(Mari Nona silahkan. Akan kami perlihatkan koleksi-koleksi gaun terbaik dari Butik kami)," si pelayan mengajak Cha melihat gaun terbaik mereka.
"Pergilah sayang, pilih sesuai keinginanmu ya," Zain menyuruh Cha mengikuti pelayan toko itu.
Lalu Cha masuk kedalam untuk melihat gaun yang pas dengan seleranya. Setelah beberapa kali mencoba gaun-gaun yang cantik dan super super mewahnya, akhirnya Cha mendapatkan gaun yang sangat pas ditubuhnya dan sesuai warna kesukaannya.
Setelah mendapatkan gaun itu, Cha berjalan menghampiri Zain yang sedang menunggunya di sofa.
"Gimana syaang, sudah dapat gaun yang sesuai selera kamu?" tanya Zain yang langsung berdiri menyambut Cha.
"Sudah Zain, nih tinggal dibayar aja," jawab Cha.
"Ya sudah, ayo kita bayar," ajak Zain.
Mereka menuju meja kasir dan memberikan membayar gaun yang dipilih Cha.
"Merci Monsieur et Madame, n'hésitez pas à revenir dans notre boutique," ucap pelayan Butik tersebut sambil menunduk kepalanya sedikit.
Lalu Cha dan Zain keluar dari Butik, mereka menuju area cafe yang ada di mall itu.
"Zain, aku laper. Ayo kita makan disini aja," ajak Cha saat melihat sebuah cafe yang unik.
"Aku juga udah laper nih sayang, mari kita masuk kedalam," Zain mengajak Cha kedalam cafe.
Setelah menikmati makan malam berdua, mereka melanjutkan jalan-jalan di Kota Paris. Zain mengajak Cha keliling-keliling menikmati udara malam sepanjang jalan. Lalu Zain juga mengajak Cha berjalan kaki di Montmartre.
Montmartre adalah kawasan wisata di Paris Utara. Berada di bukit dengan nama yang sama dengan kawasan ini. Suasananya seperti kota tua yang antik dan klasik, kontras dengan metropolitan paris. Deretan bangunan, toko dan cafe berdempetan dengan jalanan batu yang sempit berliku kadang menanjak menjadi ciri khas kawasan ini.
Montmartre juga dikenal karena Sacre-coeur Basilica berkubah putih dipuncaknya dan sebagai distrik klub malam. Disini juga ada pertunjukan oleh musisi atau pementas jalanan menjadi pemandangan biasa. Beberapa objek lainnya adalah Gereja St. Pierre, Place du tetre, Vineyard dan dua kincir angin kuno.
Stasiun Abbessess (M12) menjadi akses langsung menuju pusat Montmartre.
Mereka berdua sangat menikmati perjalanan mereka. Cha sangat senang bisa berjalan kaki santai bersama Zain dimalam hari. Semua kesedihan yang dirasakannya tadi, hilang sekejap dengan menikmati keindahan malam hari di Kota Paris.
__ADS_1
"Zain, ini benar-benar menyenangkan, aku pasti merindukan moment seperti ini jika kembali ke Indonesia," ucap Cha sambil tetap berjalan kaki.
"Kalau begitu tinggallah disini Cha. Jangan kembali ke Indonesia. Supaya kamu selalu menikmati keindahan malam di Kota Paris," balas Zain yang merangkul pinggang Cha.
"Kita tidak ada ikatan Zain. Dan aku masih ingin menamatkan kuliahku. Lagian, orang tuaku berada di Indonesia," sahut Cha.
"Itu semua tak masalah Cha, asal kamu mau. Aku akan urus semuanya," tantang Zain.
Cha terdiam dan tetap berjalan kaki. Dia tidak menjawab ucapan Zain.
"Zain ayo kita duduk disitu, aku ingin minum kopi dan beristirahat sebentar. Ya lumayan juga jalan kaki, hehehe," ucap Cha yang sudah mulai kecapean.
"Sini biar aku gendong, biar kamu gak capek sayang," goda Zain.
"Ihhhh Zain, kamu itu suka banget godain aku. Ayo kesana, aku masih kuat berjalan," sebel Cha.
"Hahaha, godain kamu terus buatku senang Cha. Kamu tuh gemesin tau!" Zain mencoel hidung Cha.
Cha tersipu malu diperlakukan Zain seperti itu. Dia pun berjalan duluan meninggalkan Zain. Zain berlari menyusul Cha.
"Hei sayang, tunggu!" seru Zain.
"Ayo cepatan Zain, keburu diambil orang tempat duduknya," ucap Cha yang berjalan cepat.
Akhirnya mereka sampai di tempat tongkrongan pinggir jalan. Cha langsung duduk dan meluruskan kakinya di hadapan Zain. Sedangkan Zain memesan minuman ke pelayan cafe tersebut.
"Bonsoir Mesdames et Messieurs. Que voulez-vous commander?" tanya si pelayan.
"(Selamat malam Tuan dan Nona. Mau pesan apa)?" tanya pelayan itu.
"J'ai commandé des collations aux pommes de terre et deux boissons au chocolat," jawab Zain.
"(Saya pesan cemilan ringan kentang dan minuman coklat dua)," jawab Zain.
"Bien monsieur, attendez un moment," ucap pelayan itu.
"(Baik Tuan, tunggu sebentar)," ucap pelayan itu. Lalu si pelayan pergi dan masuk kedalam cafe.
Cha dan Zain saling menatap, dan Zain memberikan senyuman yang menawan kepada Cha.
__ADS_1
"Aku membawa kamu keluar dari Mansion untuk menghiburmu Cha. Supaya kamu tidak memikirkannya," ucap Zain sambil menggenggam tangan Cha.
"Terima kasih Zain, malam ini aku benar-benar senang dan happy," balas Cha dengan senyuman.