Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Dewi menjadi kekasih Rudy


__ADS_3

Zain tidak ingin mengatakan yang sesungguhnya terhadap Cha bahwa yang menghubunginya adalah sosok yang pernah menjadi cinta pertamanya.


"Kalau gitu ayo kita tidur," ajak Zain.


"Aku tidak tidur di sini Bang, aku akan tidur bersama Dewi."


"Loh dimana orangnya?" tanya Zain yang mengira Cha akan tidur bersamanya.


"Dia lagi keluar bersama Rudy. Dan aku meminta dia untuk datang ke sini kalau urusan mereka sudah selesai," jawab Cha yang masih betah di dalam dekapan Zain.


"Ya sudah kalau gitu, kita nonton saja gimana?" tanya Zain yang meminta pendapatnya Cha.


"Itu lebih baik," balas Cha. "Oh ya Bang, kamu tidak menghubungi Mama dan Oma?" tanya Cha dengan menengadahkan wajahnya ke atas.


"Besok saja sayang, Abang akan menghubungi mereka. Abang lagi ingin berduaan denganmu tanpa ada gangguan sebelum Dewi datang," jawab Zain.


Zain memang sengaja tidak menghubungi Mama dan Omanya. Tapi dia selalu memberi khabar terhadap Papanya. Zain tidak ingin mendengar banyak protes dari Mamanya. Jika dia harus menghubungi Omanya, tidak mungkin dia tidak menghubungi Mamanya.


"Apa ada yang kamu sembunyikan Bang?" tanya Cha curiga.


"Tidak sayang, buat apa menyembunyikannya darimu?" Zain berusaha memperlihatkan wajah santainya.


"Hah, baiklah. Aku percaya sama kamu Bang," balas Cha.


"Itu harus sayang. Kamu harus percaya sama Abang ya," pinta Zain dengan sungguh-sungguh.


Mereka pun menghabiskan waktu berdua dengan menikmati sajian televisi yang membuat mereka terhibur. Waktu tak terasa sudah hampir larut malam. Lalu terdengar suara ketukan dari luar.


"Cha...., apa kamu sudah tidur?" tanya suara dari luar yang tak lain adalah Dewi.


"Bang, itu Dewi sudah datang. Aku pindah ya ke kamar sebelah?" tanya Cha.


"Hmmmm, padahal Abang pengen tidur berdua dengan kamu. Tapi malam ini gak apa-apa. Abang relakan kamu tidur bersama sahabatmu," ucap Zain yang berpura-pura sedih.


"Ih.....kamu Bang, besok-besok kita juga akan tidur bersama. Udah ya, aku pindah ke sebelah," balas Cha yang tertawa kecil dengan kata-kata Zain.


"Baiklah, aku antar ke depan ya," pinta Zain.


Keduanya beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke pintu kamar. Lalu Meka membuka pintu kamar dan terlihat keberadaan Dewi dan Rudy.


"Udah selesai Wi masalahnya?" tanya Cha menggoda Dewi dengan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Dewi tersipu malu dengan menoleh ke arah Rudy. Lalu dia pun mengangguk mengiyakan ucapan Cha.


"Ya sudah kalau gitu, kami masuk ke kamar dulu ya," Cha mengajak Dewi berjalan ke arah kamar mereka yang berada di sebelah kamar Zain.


Cha dan Dewi masuk ke dalam kamar. Dan Cha langsung memberondong Dewi dengan pertanyaan.


"Gimana hasilnya Wi?" tanya Cha penasaran.


"Ah Lo mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Dewi meledek.


"Asem Lo Wi. Gw serius nih!" kesal Cha.


"Hahaha, Lo kepo banget ya?" tanya Dewi yang terus mengulur waktu untuk menjawab pertanyaan Cha.


"Udah ah males gw nanyain lagi," kesal Cha. Lalu dia meninggalkan Dewi dan berjalan ke arah tempat tidur. Cha naik ke atas tempat tidur dan mencoba membaringkan tubuhnya.


Namun Dewi menahannya dan tersenyum melihat Cha yang kesal dengan sikapnya.


"Jangan marah dong..., gw akan cerita kok. Tapi gw sedikit malu karena ini pertama kali buat gw Cha," jelas Dewi supaya Cha tidak ngambek.


"Baiklah, gw akan dengan sabar mendengarnya. Sekarang ceritakan, gw pengen tau," perintah Cha sepeti atasan terhadap bawahan.


"Ih....Lo ini kayak bos aja, nyuruh gw menjelaskan sesuatu," ledek Dewi.


"Kapan mau ceritanya nih?" tanya Cha yang gak sabaran.


"Ya ampun Cha.....sabar dong!"


Kemudian Dewi pun mulai menceritakan kejadian tadi saat bersama Rudy. Dewi bercerita secara detail.


"Jadi kalian benaran udah jadian?!" tanya Cha berseru girang.


"Heum, kami sudah jadian Cha," jawab Dewi membenarkan pertanyaan Cha.


"Ya Allah Wi....., gw seneng banget mendengarnya," ucap Cha dengan rasa tak percaya dengan berita gembira ini.


"Gw juga gak nyangka Cha kalau dia memiliki perasaan terhadap gw," balas Dewi.


"Emang Lo punya perasaan terhadap Rudy?" tanya Cha menyelidik.


"Jujur saat pertama gw melihat dia yang mengantar ke sana-sini, ntah kenapa gw merasa senang melihat dia. Tapi gw takut untuk mengatakan itu cinta. Makanya gw diam aja dan tidak berusaha mendekatinya. Gw takut kecewa nantinya jika mengatakan perasaan gw terhadapnya duluan," ungkap Dewi tanpa rasa malu.

__ADS_1


"Gw seneng banget Wi. Kapan dia akan melamar Lo? Emang dia tidak ngajak Lo buat nikah?" tanya Cha penasaran.


"Heum, dia mau langsung nikahin gw. Tapi gw kan harus cerita dulu sama Ibu. Dan dia juga harus berkenalan dengan Ibu dan Tika dulu," jawab Dewi.


"Terus kapan rencana dia ngomong sama Ibu Lo?" tanya Cha terus.


"Kemungkinan setelah acara selesai Cha. Gw maunya dia ngobrol dengan Ibu saat di Jogja saja. Males gw kalau harus di rumah Pamannya Ibu," jawab Dewi.


"Lo tau kan kalau Rudy ngobrol sama Ibu di rumah itu. Bisa jadi bahan gosip," lanjut Dewi.


"Ya sih. Ok lah Wi lebih baik sekarang kita tidur. Besok Lo pagi-pagi harus kembali ke sana," ajak Cha.


"Iya Cha, gw udah bilang kok sama Rudy besok dia datang ke sini jemput gw," balas Dewi.


"Ceile.....yang baru jadian, perhatian banget," goda Cha senyum-senyum.


"Isssssh Lo ni. Kayak gak gitu aja sama si Zain," balas Dewi yang tak mau kalah.


"Iya-iya, ayo ah tidur. Gw dah ngantuk nih."


"Iya gw mau mimpi indah malam nih. Mimpi sama Mas Rudy, hihihihihihi," sambung Dewi dengan cekikikan.


"Huhhhhh," balas Cha.


Mereka berdua tertawa bahagia, lalu berbaring dan memejamkan mata. Malam pun terus berlalu hingga pagi menyapa.


Dewi terbangun kala mendengar ketukan di pintu kamar mereka. Dia melihat jam di dinding yang menunjukkan sudah pagi. Dewi buru-buru turun dari tempat tidur dan berlari ke pintu. Lalu dia membuka pintu kamar itu dan melihat Rudy yang sudah sangat rapi.


"Loh kenapa belum siap Wi?" tanya Rudy ketika melihat Dewi yang masih terlihat kucel dengan baju tidurnya.


"Ah iya maaf, aku baru saja bangun," jawab Dewi. "Kalau gitu, aku siap-siap dulu. Nanti aku akan menghubungimu jika sudah selesai," ucapnya.


"Baiklah, aku akan menunggu di dalam kamar saja," balasnya. Lalu Rudy meninggalkan kamar itu dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sementara Dewi segera bersiap-siap. Dia pun masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia mulai berdandan dengan tampilan cantiknya. Setalah itu Dewi menghampiri Cha dan membangunkannya.


"Cha, ayo bangun! Aku harus kembali ke rumah. Rudy sudah menungguku di depan," ucap nya memberitahu sambil menggerakkan bahu Cha.


"Iya Wi, Lo duluan aja. Ntar lagi gw bangun ya," balas Cha yang ogah-ogahan bangun.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya Cha. Nanti kamu menyusul ya," ucap Dewi.

__ADS_1


Lalu Dewi meninggalkan Cha yang masih tertidur. Dia keluar dari dalam kamar dan mengetuk pintu kamar Rudy. Sesaat kemudian Rudy membukakan pintu kamarnya dan melihat Dewi yang terlihat cantik.


__ADS_2