Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Pertemuan Zain dengan Binyu


__ADS_3

Cha tidak perduli dengan tatapan mereka. Saat ini yang ada dipikiran Cha hanya ingin hidup tenang tanpa adanya masalah. Berbeda dengan Dewi, dia balik menatap mahasiswa-mahasiswi yang mulai keganjenan di hadapan Zain. Dia tidak mau Zain sampai menduakan Cha. Karena Dewi sangat menyayangi Cha seperti saudaranya sendiri.


"Siapa tuh cowok, cakep banget ya, tuh kan anak Sastra Jepang cewek yang jalan sama tuh cowok!" ucap salah satu mahasiswi.


"Gw kenal tuh cewek, yang sering jalan sama Ghani dianya," celetuk temannya.


"Wah gila ya tuh cewek playgirl juga ternyata," sambung mahasiswi lainnya.


"Eh lihat tuh, bukannya dia cewek yang sering sama Ghani ya? Terus siapa cowok itu?" tanya mahasiswa lain.


"Hahaha, dia kan cantik. Wajar saja banyak yang suka sama tuh cewek," sahut temannya.


"Gimana tuh si Ghani ya? Bisa nyungsep dia kalau lihat tuh cewek jalan sama cowok super duper ganteng kayak gitu," balas mahasiswa lainnya.


Saat yang bersamaan, Ghani berpas-pasan sama Cha dan Dewi. Dia menatap kearah Meka dengan tatapan banyak pertanyaan, lalu dia menatap kearah Zain dengan tatapan tajam tak bersahabat.


"Eh kak Ghani..!" sapa Dewi.


"Hai," balas Ghani tersenyum kecut. Ghani berhenti sejenak, lalu dia pergi dari hadapan Cha dan Dewi.


Cha tau, Ghani masih tersinggung dengan ucapan mereka kemaren yang menuduhnya bersekongkol dengan Dino dan Imran karena mereka berdua adalah sahabat Ghani. Namun Cha tak perduli, dia hanya ingin tenang saat berada dikampus dan tidak memikirkan hal yang buruk.


"Sayang, aku akan tunggu kamu dimobil. Nanti kalau kamu sudah selesai kuliah, temui aku dimobil ya," ucap Zain. Lalu dia meninggalkan Cha dan Dewi didepan kelas mereka.


Zain terus melangkah sampai kedepan kampus hingga dia tidak sengaja bertemu dengan sahabat lamanya Binyu.


Kisah tentang Binyu.


Waktu Binyu harus membayar kerugian akibat taruhannya yang kalah dari Zain, dia memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan usaha Papanya. Binyu memulainya dari start awal berkarier menjadi seorang CEO. Semenjak dia menjalani statusnya sebagai CEO, Binyu terkenal sebagai orang yang ramah tapi tegas dan dingin terhadap perempuan.


Sikap Binyu yang dingin terhadap perempuan karena, dia dikhianati oleh calon istrinya Anggita. Dan di dihadapkan dengan masalah sepupunya laki-laki yang setress akibat ditinggal nikah mantannya. Sehingga membuat Binyu tidak menyukai sosok perempuan. Selain itu yang membuat Binyu terpukul adalah, saat Mamanya ketahuan tidur bareng sahabat Papanya hingga berujung perceraian. Itu membuat Binyu semakin memblokir yang namanya perempuan.


Saat Binyu menemani sahabatnya yang gila ke club', mereka ditawarin oleh salah satu mucikari yang terkenal dengan penghasil perempuan cantik bahkan sampai yang perawan. Mucikari itu memperlihatkan foto Cha dan beberapa perempuan lainnya. Saat Binyu melihat foto Cha, dia langsung mengambilnya dan menanyakan siapa nama cewek yang difoto.


Binyu sempat terkejut melihat foto Cha disodorkan dkehadapannya. Ternyata Cha menjadi sasaran mereka untuk dijual karena memiliki body yang sempurna. Binyu langsung meminta kepada mucikari itu untuk membawanya kehadapan Binyu. Binyu penasaran dengan mucikari tersebut yang bisa mendapatkan foto Cha.


Binyu teringat masa lalu nya bersama Cha. Gadis lugu yang dipacarinya. Binyu tersenyum kala mengingatnya. Cha yang lucu dan mampu membuat Binyu memikirkannya saat dia kembali ke Jakarta. Binyu sangat bersemangat saat mengetahui Cha juga berada di Jogja. Dan dia juga mengetahui dimana Cha kuliah.


Dan disinilah Binyu saat ini. Berada didepan kampus Cha. Saat Binyu keluar dari mobil dan berjalan ke arah ruangan kelas kuliah, tidak disangka dia berhadapan dengan Zain sahabat lamanya. Orang yang dulu menginginkan Cha menjadi pemuas nafsunya, justru sekarang Zain menjadi bucinnya Cha.


"Hallo Zain, lama kita tak bertemu. Bagaimana khabarnya?" tanya Binyu sambil mengulurkan tangannya.


"Ngapain kamu kemari? Bukannya kamu sedang menjalankan Perusahaan Bokap Lo di Jakarta?" tanya Zain yang tak suka melihat Binyu diJogja.


"Hahaha Zain..Zain..! Kamu sendiri ada urusan apa? Bukannya selama ini kamu berada di Paris?" Binyu melemparkan pertanyaan yang sama.


"Bukan urusanmu, jika gw berada disini."

__ADS_1


"Apa kamu juga mengejar Cha? tuduh Binyu secara langsung.


"Jangan coba-coba menyentuhnya, kalau tidak Lo akan berurusan sama gw," ancam Zain yang tanpa ekspresi.


"Hahaha, jangan egois Zain. Dia itu mantanku. Dan gak ada yang bisa melarang gw untuk kembali merajut kasih dengannya," balas Binyu yang tak mau kalah.


"Jangan mimpi Lo..! Dia tidak akan melirik kearah Lo lagi. Dan jangan dekati Cha," tegas Zain.


"Baiklah, bagaimana kalau kita bersaing secara sehat dan jantan.Tenang Zain, gw bukan Binyu yang seperti dulu. Kali ini gw serius ingin mendapatkan Cha kembali," ucap Binyu dengan santai.


"Gw gak akan biarkan Lo mendapatkannya," balas Zain dengan tegas.


"Ayolah Zain.., gw gak main-main Zain..Gw sudah berubah. Gw bukan Binyu yang dulu Lo kenal. Bagaimana kalau tar malam kita minum kopi di Malioboro," ajak Binyu dengan senyum mengembang.


"Terserah Lo," balas Zain.


"Gw tunggu Lo di Hotel Ibis Malioboro. Lo masih nyimpen no gw kan bro?" tanya Binyu.


"Heum," balas Zain.


"Sampai ketemu nanti malam Zain," Binyu meninggalkan Zain yang masih berdiri menatap punggung Binyu dari belakang.


Lalu Zain kembali masuk kedalam mobil dan menunggu Cha dimobil. Satu jam berlalu, Zain menunggu Cha di dalam mobil, dia pun mulai bosan. Dia masih memikirkan ucapan Binyu.


"Apa benar dia sudah berubah? Bagaimana kalau Cha tau dia di Jogja saat ini?" bathin Zain sambil menatap keluar dari jendela.


Lalu Cha dan Dewi datang menghampiri mobil Zain. Cha mengetuk pintu kaca mobil Zain. Karena saat mereka datang, Zain sedang melamun. Zain tidak sadar jika Cha dan Dewi datang menghampiri mobilnya.


"Sekarang ayo kita makan siang, aku sudah laper Cha," ajak Zain.


"Ayo Zain, aku juga laper banget. Oh ya tadi aku melihat kamu sedang ngobrol dengan seseorang, siapa dia Zain?" tanya Cha curiga.


"Ah bukan siapa-siapa, tadi mahasiswa disini ngobrol denganku. Ayo berangkat." Zain mengalihkan pertanyaan Cha.


Cha tadi sempat melihat Zain berbicara dengan seorang laki-laki. Tapi Cha tidak bisa jelas melihatnya karena laki-laki tersebut berdiri menyerong. Tapi Cha seperti melihat sosok Binyu, mantannya dulu. Tapi Cha merasa itu tak mungkin.


Saat dia bertemu Zain, Cha bertanya tentang sosok laki-laki itu. Zain mengatakan itu mahasiswa kampus ini. Cha pun mempercayainya.


Mereka pun meninggalkan kampus Cha dan pergi mencari cafe yang tak jauh dari kampus. Selang beberapa menit, mereka menemukan cafe yang bagus. Lalu Zain menyuruh bodyguardnya menuju cafe tersebut. Mobil pun diparkirkan di area cafe.


"Ayo turun Cha, kita makan siang dulu," ajak Zain yang menggenggam tangan Cha. Mereka masuk kedalam cafe itu.


Didalam, cafe itu tidak begitu ramai, sehingga membuat Zain senang karena tidak berisik. Cha melihat ada tempat duduk sofa yang nyaman, dia mengajak Zain dan Dewi duduk di sofa tersebut.


"Ayo Wi,kita duduk disana aja. Gw gak suka terlalu mencolok tempat duduknya. Disana tenang dan nyaman," ajak Cha terhadap Dewi.


Cha dan Dewi berjalan dukuan, sedangkan Zain berada dibelakang Cha.

__ADS_1


Saat ini Zain mendapat informasi bahwa Binyu mengetahui tempat tinggal Cha. Maka diapun berencana membawa Cha langsung ke Apartement yang dikasihnya sama Cha atas nama Cha sendiri. Zain berniat ingin membawa Cha besok. Karena malam ini dia masih punya urusan dengan sahabatnya Binyu.


Mereka sudah sepakat untuk bertemu nanti malam di Hotelnya. Zain berharap apa yang dikatakan Binyu benar adanya. Bahwa dirinya sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi.


"Zain kamu kenapa sering bengong gitu sih?" tegur Cha saat melihat Zain diam.


"Ah, gak juga Cha. Kadang-kadang aja, aku bengong Cha. Tapi beneran baru beberapa hari ini aja. Mungkin karena aku terlalu mikirin Perusahaan di Paris," jawab Zain sedikit berbohong.


"Ya udah, kamu mau pesan apa nih? Biar aku catet!" seru Cha.


"Aku nurut kamu aja sayang, yang penting enak dan samakan dengan menu pilihan kamu," ucap Zain.


"Lo Wi mau pesan makanan apa?" tanya Cha terhadap Dewi.


"Gw seperti biasa aja Cha," sambung Dewi.


Lalu Cha memanggil pelayannya dan menyerahkan kertas pesanan kepada pelayan.


"Tunggu sebentar ya Mbak, Mas," ucap pelayan saat selesai membacakan satu persatu menu-menunya.


Pelayan itu pergi dari meja Cha dan memberikan kertas tersebut ke kasir.


Tiba-tiba Zain mendapatkan tlp dari orang suruhannya. Zain mengangkat klp tersebut.


"Tuan, Dino dan Imran saat ini sudah diamankan di kantor polisi atas penggrebekan yang dilakukan diclub malam kemaren," info dari suruhannya.


"Bagaimana dengan yang perempuan?" tanya Zain.


"Saat penggrebekan, perempuan itu sedang dibooking dan di bawa ke hotel. Dan Dino serta Imran kedapatan menyimpan sabu-sabu saat penggrebekan," jelas orang suruhannya.


"Kerja yang bagus. Biarkan perempuan itu. Tapi kalian tetap awasi. Jangan sampai dia berbuat lebih maju," tegas Zain.


"Siap tuan. Dan saat ini Dino dan temannya dipenjara selama 10 tahun Tuan, karena terbukti menggunakan narkoba dan sebagai mucikari di kamous-kampus," info dari orang suruhannya.


"Lanjutkan tugas kali. Mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Satu lagi, awasi laki-laki yang bernama Ghani, dia satu kampus dengan Cha. Saya mau informasi tentang dia juga," perintah Zain.


"Siap Tuan, akan kami laksanakan."


Lalu tlp pun selesai. Zain melirik kearah Cha yang sedang ngobrol dengan Dewi. Hatinya merasa khawatir karena kehadiran Binyu mantan dari Cha.


"Apakah Cha akan kembali ke dia, kalau mereka bertemu?" bathin Zain.


Lalu Zain kembali ketempat duduk nya. Dia bergabung dengan Cha.


"Kalian sedang membahas apa?" tanya Zain.


"Kami masih membahas tentang bagaimana mau bicara dengan Ibunya Dewi nantinya," jawab Cha.

__ADS_1


"Cha, kayaknya malam ini aja kita sampaikan ke Ibu gw. Biar kita tau bagaimana keputusannya nanti," sambung Dewi.


Mereka berdua berniat ingin menyampaikan niat pindahan ke Apartemen, malam ini juga. Karena bagi Cha dan Dewi, waktunya sangatlah mendadak. Jadi harus segera diselesaikan.


__ADS_2