
Dewi mengajak Cha agar ikut bersama keluarganya menghadiri pesta pernikahan keluarga Ibunya.
"Gimana Cha, Lo mau ikut kan?" tanya Dewi yang menunggu jawaban Cha.
"Apa gak merepotkan kalian nantinya kalau gw ikut Wi?" tanya Cha.
"Ya gak lah! Malah gw dan Ibu senang kalau Lo ikut biar gw ada temannya disana," jawab Dewi.
"Mmmm, baiklah. Gw aja ikut bersama kalian ke Klaten," balas Cha.
"Asyeeek akhirnya gw punya teman disana. Nanti gw ajak deh jalan-jalan di Klaten sana. Kita juga bisa jalan ke Solo karena jaraknya sudah dekat," jelas Dewi.
"Gw ngikut aja deh Wi," balas Cha tersenyum.
Dewi pun langsung memeluk Cha dari samping. Dia merasa senang karena Cha akhirnya mau ikut bersamanya. Dan juga sudah memaafkannya.
"Oh ya Cha, gw boleh nanya gak? Tapi gw gak mau Lo marah kayak tadi ya."
Dewi sedikit khawatir dengan hal yang akan di tanyakannya.
"Iya, emang Lo mau nanya tentang apa Wi?" tanya Cha penasaran.
"Apa Lo gak pernah punya perasaan sama Ghani?" tanya Dewi was-was.
"Mmmm, kenapa Lo tanyakan hal itu?" Cha masih bertanya lagi.
"Gw pengen tau aja Cha. Secara dia itu kan tampannya imbang dengan Zain. Dan dia juga laki-laki yang cool tidak banyak berinteraksi sama perempuan. Berarti dia kan tipe laki-laki setia," jawab Dewi.
"Gw akui dia emang tampan Wi, tapi perasaan gw ke dia tidak ada. Karena gw hanya mencintai Zain," balas Cha dengan tegas.
Sebenarnya Cha tau dari awal kalau Ghani tertarik dengan dirinya. Cha bisa merasakannya lewat perhatian yang di berikan Ghani kepadanya. Selain itu, Ghani juga sering mencuri pandang terhadap Cha ketika bertiga dengan Dewi. Makanya Cha bisa menyimpulkan perasaan Ghani seperti apa terhadapnya. Dan Cha sengaja menjauh dan tidak memberi kesempatan kepada Ghani untuk mendekatinya.
"Lo emang beruntung banget ya Cha, banyak laki-laki yang menyukai Lo. Mereka semua termasuk laki-laki kaya dan tampan. Hahhh seandainya ada pangeran tampan yang tertarik dengan gw. Gw akan merasa bahagia.....banget," ucap Dewi berangan-angan.
"Aaamiiin, gw do'ain ya Wi. Semoga ada pangeran tampan yang melamar Lo nanti," balas Cha mengulangi ucapan Dewi.
"Makasih Cha. Semoga aja itu harapan gw di kabulkan Allah SWT ya," kekeh Dewi.
"Udah yuk sekarang tidur. Gw dah ngantuk Wi. Besok kita ada jam kuliah pagi kan?" ucap Cha mengingatkan Dewi.
"Oh iya, hampir aja gw lupa," balas Dewi dengan menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Udah gih sana Lo balik ke kamar. Gw mau tidur. Dah malam juga nih."
"Iya iya, gw balik ke kamar deh. Besok kita berangkat bareng ya," pinta Dewi.
"Heuuuummm," balas Cha.
Lalu Dewi pun keluar dari dalam kamar Cha. Dia berjalan kembali ke kamarnya.
Sementara Cha yang memang sudah mengantuk, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Cha pun memejamkan matanya hingga dia terlelap.
Hari semakin malam, suara hewan-hewan kecil terdengar seperti alunan musik yang mengantarkan Cha tidur dengan lelapnya.
Hingga pagi menyapa, matahari yang begitu cerah memberikan cahayanya yang terang. Cha pun terbangun dari tidurnya. Dia mengucek-ngucek matanya dan melihat cuaca yang cerah dari balik tirai jendelanya.
Cha turun dari tempat tidurnya dan dia berjalan ke arah kamar mandi. Di dalam kamar mandi Cha berendam dengan aroma teraphynya. Dia merilekskan tubuhnya dengan wangian lavender.
Setelah beberapa menit menghabiskan waktunya di kamar mandi, Cha pun selesai dan keluar dari dalam kamar mandi. Lalu Cha memakai pakaiannya dan bersiap-siap untuk ke Kampus.
Di dalam kamar Dewi, sama halnya dengan Cha. Dewi juga bersiap-siap mau ke Kampus. Kemudian Dewi keluar dari dalam kamarnya. Dewi melihat si bibi sedang menghidangkan sarapan pagi mereka.
"Bi, sarapannya udah siap ya?" tanya Dewi basa basi.
"Oh ya sudah biar saya juga panggilkan Ibu dan Tika untuk sarapan bareng."
"Baik non," balas si bibi.
Sebelum si bibi sampai di depan pintu kamar Cha, ternyata Cha keluar dari dalam kamarnya. Cha pun bingung melihat si bibi yang diam mematung.
"Loh bi kenapa diam disini?" tanya Cha heran.
"Eh iya non, tadi bibi rencananya mau nyuruh non Cha untuk sarapan," jawab si bibi.
"Oh...kalau gitu ayo kita keruang makan sekarang," ajak Cha.
"Iya non."
Si bibi berjalan duluan di depan. Sementara Cha mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di ruangan itu, Cha belum melihat kehadiran Dewi dan keluarganya.
"Oh ya bi, apa Dewi tadi sudah kemari?" tanya Cha.
__ADS_1
"Iya non, tadi non Dewi sudah kemari. Tapi dia langsung ke kamar Ibunya," jawab si bibi.
"Ya udah bi, saya tunggu disini aja mereka," balas Cha.
Cha pun mengambil tempat duduknya. Dia menunggu Dewi dan keluarganya untuk gabung di meja makan.
Lalu tak berapa lama, Dewi dan keluarganya keluar dari dalam kamar Ibunya. Mereka terlihat kompak dan bahagia. Walaupun hidup hanya bertiga, tapi Cha bisa melihat keharmonisan dalam keluarga Dewi.
"Pagi Tika....!" sapa Cha duluan.
"Eh Mbak Cha, pagi juga. Mbak terlihat cantik banget hari ini," puji Tika.
"Isssh anak kecil udah pinter memuji," balas Dewi kesal.
"Yeeee, bilang aja gak suka kalau Tika muji Mbak Cha," ledek Tika.
"Udah jangan ribut. Gak baik di meja makan ribut-ribut," nasehat Ibunya yang menengahi kedua anaknya.
"Hehehe iya Bu," balas Dewi cengengesan.
"Ayo kita maka, kalian mau ke Kampus kan. Tika juga mau ke Sekolah," ucap Ibunya.
"Baik Bu," balas Dewi dan Tika dengan patuhnya.
Lalu mereka pun sarapan pagi dengan hikmat. Tidak ada pembahasan yang terjadi di meja makan. Semua diam dan me ikmati sarapannya.
Setelah itu Cha dan Dewi berpamitan dengan Ibunya Dewi. Tapi sebelum mereka keluar dari rumah itu, tiba-tiba si bibi menghampiri Cha dan berkata kalau di teras ada laki-laki yang datang menjemputnya.
Cha mengernyitkan keningnya bingung. Dia tidak merasa akan ada yang datang menemuinya.
"Siapa emangnya bi?" tanya Cha penasaran.
"Saya juga gak tau non. Tapi orangnya ganteng banget. Kayak Tuan Zain sangat tampan," puji si bibi.
Cha dan Dewi saling menoleh. Mereka berdua bingung dengan kedatangan seseorang.
"Emang Lo ada ngasih tau alamat ini Cha sama teman di Kampus?" tanya Dewi heran.
"Gak ada loh Wi. Masa gw berani ngasih tau tempat tinggal kita," jawab Cha.
Mereka berdua bingung siapa yang datang. Ada rasa takut akan orang lain yang mengetahui tempat ini.
__ADS_1