
Setelah Cha dan Zain masuk ke dalam kamar, Keluarga Dewi kembali berdebat mengenai keikutsertaan keponakannya yang bernama Dina.
"Lha yen Dina melu pak? Sapa ngerti Dina bisa bejo duwe bojo kaya Nak Cha," ucap istrinya yang ngotot menyuruh Dina ikut.
"(Emang kenapa sih Pak kalau dina ikut sama mereka. Sapa tau Dina bisa ikut mendapatkan keberuntungan punya suami seperti Nak Cha."
"Kok angel di critakake? Dina ora ngerti dheweke. Lan aja gawe wong liya ora kepenak mbak. Dheweke tamu kita," balas suaminya yang kesal melihat sikap istrinya.
"(Kamu ini kok susah banget di bilangin. Dina itu gak kenal sama mereka. Dan jangan membuat orang lain tidak nyaman Bu. Mereka tamu kita)."
"Oalah, aku pengin Dina teka karo wong-wong mau. Mengko Ibu njaluk supaya Pak lan Dina nglilani teka," tegas istrinya.
"(Pokoknya Ibu pengen Dina ikut sama mereka. Nanti Ibu yang minta Pak sama mereka supaya memperbolehkan Dina ikut)."
"Terserah kamula Bu, aku capek bilangnya," balas suaminya yang sudah gak mau berdebat lagi dengan istrinya.
"Lah iya, Ibunya si Dewi juga gak melarang kalau Dina ikut. Kok malah kamu yang protes," ketus istrinya yang masih berlanjut ngomelnya.
Paman dari Ibunya pergi meninggalkan mereka. Dia memilih kembali ke kamar untuk beristirahat.
Sementara Dewi dan Ibunya juga meninggalkan Bibinya yang masih kesal. Mereka masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Di dalam kamar, Dewi mulai protes dengan sikap Neneknya itu.
"Bu, gimana dong! Masa Dina harus ikut sih. Dewi yakin, Cha juga gak pengen ada yang lain ikut. Apalagi Zain, dia mana mau orang lain yang gak di kenalnya ikut. Aku harus gimana ya Bu?" tanya Dewi bingung.
"Besok kalian pergi saja. Tidak usah pamit sama Nenekmu. Nanti biar urusan Ibu masalah Nenekmu. Ibu juga gak mau Dina ikut. Kamu tau kan dia anaknya gimana," balas Ibunya.
"Ya sudah, semoga saja besok si Dina tidak keganjenan mau minta ikut," kesal Dewi.
"Ya udah kalian tidur. Dah malam, Ibu mau menjahit baju buat di pakai hari pernikahan sepupu Ibu," suruh Ibunya.
"Ibu juga jangan lama-lama tidurnya. Besok akan membantu masak-maska disini," balas Dewi.
"Iya sayang," balas Ibunya lagi.
Lalu Dewi dan adiknya naik ke atas tempat tidur. Mereka berbaring dan memejamkan matanya hingga tak berapa lama, keduanya terlelap tidur.
Di kamar Cha dan Zain masih ngobrol. Mereka membahas rencana besok.
__ADS_1
"Bang, aku kok merasa gak nyaman ya tinggal disini? Apa lebih baik kita di hotel saja?" tanya Cha sambil duduk di samping Zain.
Mereka sudah naik ke atas tempat tidur. Tapi mereka sedang duduk berdampingan dan bersandar di kepala ranjangnya.
"Abang juga mikir seperti itu dek, besok kita bicarakan sama Dewi aja ya. Nanti kita tanyakan sama dia, baiknya bagaimana," jawab Zain.
"Ya sudah bang, sekarang lebih baik kita tidur. Besok kan mau jalan-jalan di sekitar Klaten," balas Cha yang sudah menguap.
"Kamu tidur duluan aja ya dek. Abang mau menghubungi Papa dulu," suruh Zain agar Cha segera tidur.
"Iya, aku tidur duluan ya bang."
Cha pun segera berbaring dan memejamkan matanya. Sementara Zain menghubungi Papanya yang berada di Paris.
"Assalamu'alaikum Pa, apa Zain mengganggu?" tanya Zain.
"Wa'alaikumussalam Zain. Kenapa malam banget kamu menghubungiku?" tanya Papanya balik.
"Zain hanya menanyakan tentang laporan Perusahaan yang Zain kirimkan ke Papa. Apa tindakan selanjutnya Pa?" tanya Zain.
"Papa akan mengeceknya besok Zain. Karena tadi Papa ada pertemuan dengan rekan bisnis dari Belanda."
"Ok Pa, besok khabari Zain, supaya bisa mengambil tindakan," balas Zain.
"Tentu, kamu dimana sekarang Zain?" tanya Papanya.
"Zain lagi bersama Cha di Klaten Pa. Kemungkinan besok kami mau mengikuti acara pernikahan disini," jawab Zain. "Gimana dengan Oma dan Mama? Apakah mereka sehat?" tanya Zain.
"Ya mereka sehat. Bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian di Indonesia?" tanya Papanya lagi.
"Cha sudah menyerahkan semuanya ke keluarga besarnya. Semoga semua lancar Pa," jawab Zain.
"Ok, baiklah kalau begitu Zain, ini sudah larut malam. Papa mau tidur," ucap Papanya.
"Iya Pa, good night," balas Zain.
"Good night too Zain," balas Papanya lagi.
__ADS_1
Lalu Zain menutup ponselnya. Dia kembali ke tempat tidur dan melihat Cha yang sudah tertidur pulas. Zain naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya sambil memeluk Cha dari belakang hingga akhirnya Zain pun terlelap.
Pagi pun tiba, suasana di rumah keluarga besar Dewi sudah sangat ramai. Gadis-gadis muda mulai berdatangan ke rumah itu dengan berbagai alasan. Sedangkan Cha dan Zain sudah keluar dari pagi bersama Dewi sebelum semua terbangun. Mereka naik mobil ingin jogging di tempat yang ramai orang beraktifitas jogging.
"Wah Wi, seru juga ya pagi-pagi gini udah keluar dari rumah. Terus gimana dengan Dina?" tanya Cha saat mereka duduk setelah berlari.
"Ah biarkan saja Cha. Itu urusan Ibu gw. Lagian gw juga gak suka dengan anaknya. Keganjenan banget menurut gw. Dan Lo hati-hati dengan perempuan disini yang bisa berbuat apa saja demi mendapatkan keinginannya.
"Emang apa yang akan mereka lakukan Wi?" tanya Cha lagi.
"Ya gw juga gak tau sih Cha pastinya. Tapi Lo harus tetap waspada, ok!"
"Hmmm, baiklah. Gw akan terus waspada saat disana."
"Makanya tadi pas gw dengar Lo bilang Zain ikut, gw sempat khawatir hal yang begini nih Cha," ucap Dewi.
"Maksud Lo, banyak yang menginginkan Zain?" tanya Cha balik.
"Gw rasa gak perlu di tanya lagi Cha. Itu sudah pasti. Secara suami Lo gantengnya paripurna. Siapa yang gak tertarik dengannya kecuali gw," jawab Dewi cengengesan.
"Huuuu," Cha pun menjitak kepala Dewi dengan pelan.
"Lah kan benar Cha. Dia itu idolanya perempuan disini pastinya. Oh ya, nanti malam acaranya akan di mulai. Lo ikut gw atau gimana?" tanya Dewi.
"Wi, kayaknya kami pindah ke hotel aja ya. Takut gw kenapa-napa kalau kami di sana. Lo ngerti kan maksud gw!" ucap Cha.
"Nah itu lebih baik. Lo dan Zain menjadi tenang kan. Dan Ibu gw juga bisa bilang ke Bibinya kalau kalian nginap di rumah saudaranya Zain yang kebetulan ada disini," balas Dewi.
"Syukurlah kalau Lo dan Ibu tidak mempermasalahkannya."
"Gw malah kepengen kalian nginepnya di hotel aja. Biar mereka tidak sibuk menarik perhatian Zain."
"Kalau gitu habis pulang ini, gw sama Zain langsung ke hotel ya. Ntar bilang aja, gw udah ke tempat saudara Zain. Dan masalah baju, nanti di jemput bodyguard Zain," ucap Cha.
"Itu lebih baik Cha," balas Dewi.
Lalu keduanya berjalan menghampiri Zain yang sedang membeli minuman untuk mereka bertiga.
__ADS_1