Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Pertemuan Cha dengan Dewi Sepupu Bimo


__ADS_3

Ayok...terus dukung ya karya ku ini. Biar tambah semungut jangan lupa kasih LIKE, VOTE, HADIAH dan juga Komentar nya, Kritik dan Saran juga boleh Loh...Biar penulis bisa semakin memperbaiki kualitas karya ku.


Ikutin terus ya ceritanya, kisah tentang perjalanan hidup Cha, kapan dan dimana dia akan menemukan kasih sayang yang tertunda.


Di ruang tamu, Binyu sedang berhadapan dengan mamanya Cha. Dia sudah menyusun rencana yang akan di sampaikan kepada mamanya Cha.


"Maaf tante, kedatangan saya ke mari ingin memberi tahukan tentang Cha," jelas Binyu tegas dengan menatap mama Cha.


Mama Cha yang juga menatapnya, menelisik penampilan Binyu dari atas sampai bawah. Sebagai seorang ibu yang tentunya sudah berpengalaman, memakan asam garam kehidupan. Menilai bagaimana sosok seorang Binyu.


"Ada apa dengan Cha? Ada hubungan apa kamu sama anak saya Cha, hah!" mama Cha berkata tegas sambil memicingkan matanya menatap Binyu.


"Begini tante, saya dan Cha selama ini berhubungan. Kami menjalani hubungan sudah lama sekali. Dan Cha juga sering ngajak saya bolos sekolah. Jadi kedatangan saya kemari ingin memutuskan hubungan saya dengan Cha. Karena saya tidak sanggup karena Cha selalu mengajak saya bolos kerja," Binyu mengarang cerita memutar balikkan fakta. Didalam hatinya berdoa semoga mamanya Cha termakan omongannya.


"Gak usah mengada-ngada kamu ya. Cha tidak pernah berpacaran. Jangan menyebar fitnah dirumah saya!" jelas mama Cha yang emosi mendengar ucapan Binyu.


"Saya tidak mengada-ngada tante, saya berani bersumpah. Dan Cha juga sudah tidak perawan lagi," kata Binyu santai tapi bibirnya menyunggingkan senyum mengejek.


"Apa!!" teriak mama Cha dengan emosi meledak-ledak. Karena anaknya dikatakan sudah tidak perawan.


"Keluar kamu dari rumah saya, kurang ajar kamu ya. Berani-beraninya mengatakan anak saya seperti itu, keluar....! teriak mama Cha lagi. Dia mengusir Binyu dari rumah.


"Ingat jangan kamu lagi datang kerumah saya kalau tidak saya laporkan kamu kepolisi," ancam mama nya.


Binyu yang tidak merasa takut, menanggapinya dengan tenang dan santai.


"Silahkan tante tanya sama anak tante yang sudah tidak suci lagi. Anak tante itu bukan anak baik-baik dan bukan mutiara yang berkilau sehingga dapat dibanggakan. Anak tante itu udah buruk dan rusak," Binyu terus menyulut emosi mamanya Cha.


"Astaghfirullahal'adzim...., keluar kamu.....!!" mama Cha mengambil pas bunga kecil dan mengacungkan nya ke udara hendak melemparkan benda itu ke wajah Binyu.


Binyu lari terbirit-birit karena takut kena sasaran emak-emak ganas. Dia pun berlari hingga masuk ke dalam mobilnya. Didalam mobil Binyu tertawa seperti orang gila. Dia puas sudah menjatuhkan Cha dan membuat mama nya Cha marah besar.


"Rasain Lo Cha, mau main-main dengan gw. Itulah akibat nya kalau Lo tidak menuruti kemauan gw," gumam Binyu didalam mobil.


Sedangkan dirumah Cha. Cha mendengar teriakan mamanya, dia langsung keruang tamu melihat keadaan mamanya.


"Ada apa ma, kenapa mama teriak-teriak?" tanya Cha was-was.


"Ini semua gara-gara kau. Laki-laki itu bilang kau sudah tidak perawan lagi" tuding mama Cha.


DEG

__ADS_1


Bagai disambar petir, Cha langsung lemas. Kakinya gemetaran seakan tak bisa berdiri dengan baik. Tapi dia teringat sama Yoga.


"Semoga Yoga bisa memberikan solusi terbaik buat qu. Ya aq harus menghubunginya," pikir Cha yang masih setia menemani mamanya yang dalam keadaan tidak baik.


"Itu gak benar ma! Dia pembohong. Cha kan udah jelasin sama mama kalau dia ngejar-ngejar Cha sampai kesekolah. Dia abangnya teman Cha ma disekolah. Jadi pasti dia mencari informasi dari adeknya, ma," Cha berusaha mencuci pikiran mamanya agar percaya sama dia.


Mamanya diam sesaat. "Apa bener laki-laki tadi berbohong. Gak mungkin anak ku seperti itu. Bener juga dia pasti tau semua tentang anakku dari adeknya," pikir mama Cha yang masih diam.


"Kalau mama tidak percaya, besok pulang sekolah Cha bisa ajak adeknya kemari ma, namanya Tia," bohong Cha.


"Baik, besok kamu bawa adeknya kemari. Mama ingin tau kenapa laki-laki itu berkata seperti itu," tantang mama Cha.


"I..iya ma, besok pulang sekolah kami kerumah. Mama bisa menanyakan semuanya," Cha berusaha tenang menjawab mamanya.


Cha mengantar mamanya istirahat di dalam kamar. Dan dia kembali kedalam kamar. Cha langsung menghubungi Yoga.


"Assalamu'alaikum Ga, nih aq Ga. Duh bahaya nih Ga. Binyu membongkar semuanya Ga. Dia mengatakan kalau aq sudah tidak perawan lagi Ga. Gimana ini Ga?" tanya Cha yang kebingungan.


"Wa'alaikumussalam Cha, ada apa? Kenapa, gimana dengan keadaan disana? Apa laki-laki itu sudah pulang, dan gimana dengan mama kamu yanx," cecer Yoga yang memberikan pertanyaan berentet.


"Mama qu, sudah aman. Tadi dia mengusir Binyu dari rumah."


"Iya Ga, Binyu membuka kedok qu Ga. Dia mengatakan bahwa aq sudah tidak perawan lagi. Tapi dia belum sempat menceritakan siapa yang melakukannya, karena keburu diusir mama qu yang marah besar," jelas Cha.


"Ya ampun Cha....,sampe segitunya dia dendam sama kamu yanx, hingga berkata begitu. Jadi bagaimana dengan mama kamu yanx?" tanya Yoga penasaran.


Cha menceritakan tentang Binyu yang dulu pernah datang kerumah dan bertemu mama nya. Dan juga menceritakan tentang kejadian tadi mulai dari awal hingga selesai penjelasan Cha terhadap mamanya.


"Jadi gimana menurut kamu Ga, apa yang harus aq lakukan. Siapa yang aq ajak kerumah buat nemuin mama besok?" tanya Cha.


"Ya udah ntar aq hubungi dulu Bimo. Karena Bimo selalu ada aja solusi yang bisa membantu masalah kita. Nanti malam kamu aq hubungi lagi ya yanx. Jangan lupa makan, tar kamu sakit karena kepikiran masalah ini," kata Yoga yang merasa prihatin dengan keadaan orang yang dicintainya.


Malam pun tiba, hujan mengguyur dengan deras. Namun tak membuat Cha tenang. Dia menunggu tlp dari Yoga. Hingga makan juga kepengen.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, Namun belom ada tanda-tanda ponselnya berdering. Cha memutuskan keluar kamar untuk mengambil makan malam nya dan memakannya di kamar. Ketika dia kembali ke dalam kamar, dia mendengar ponselnya berdering.


Cha buru-buru mengangkat tlp nya. Dan meletakkan makanannya diatas meja belajar.


"Halo Ga...,kenapa lama banget ngasih khabarnya," Cha menjawab dengan buru-buru sampe lupa mengucapkan salam.


"Sabar yanx, nih tadi Bimo lagi bujuk sepupunya yang satu sekolah sama kita agar mau membantu masalah ini," kata Yoga diseberang tlp.

__ADS_1


"Sepupu Bimo? Satu sekolah? Emang ada sepupu Bimo disekolah kita Ga?" tanya Cha berentet.


"Iya yanx, dia sekolah ditempat kita juga. Hanya beda kelas aja sama Bimo. Besok aq jemput kamu, kita berangkat bareng. Tar kita ketemuan sama cewek itu namanya Dewi," kata Yoga yang sudah mengantuk disebrang sana.


"Syukurlah, aq bisa tenang sekarang. Mudah-mudahan besok tidak ada kendala ya Ga, aq capek menghadapi ini," Cha merasa jenuh dengan masalah yang dihadapinya.


"Kamu harus semangat yanx, bentar lagi juga kita akan lulus sekolah. Kamu bisa lanjut kuliah di kota lain. Itu pun kalau mama kamu ngasih," Yoga juga ingin masalah ini selesai. Tapi dia tidak mau memperlihatkannya kepada Cha, agar Cha tidak down.


"Ya udah sampai ketemu besok ya yanx, kamu juga harus tidur biar besok fresh melewati semuanya," Yoga memberi semangat kepada Cha.


"Iya Ga, makasih selamat tidur," kata Cha.


"Selamat tidur Cha, mimpiin aq ya emmmuach," Yoga memberikan kecupan bibir melalui ponselnya.


Cha pun membalasnya, tapi setelah tlp dimatikan oleh Cha. Cha lupa dengan makan malamnya. Dia pun melihat meja tulisnya dan berjalan ke arah meja tulis untuk menghabiskan makan malamnya.


Menjelang pagi, udara yang sejuk karena malam kemaren hujan. Cha berpamitan dengan mamanya.


"Jangan lupa nanti bawa temen kau itu, mama pengen ketemu sama adeknya," tuntut mamanya kepada Cha agar ingat janji nya kemaren.


"Iya ma, nanti Cha tanya dulu. Apakah dia mau Cha ajak kerumah atau nggak. Mudah-mudahan dia mau ya ma," Cha mengiyakan ucapan mamanya.


Cha berjalan ke arah jalan belakang rumahnya. di sana sudah ada Yoga yang menunggunya.


"Ayok yanx masuk, aq udah janjian sama Dewi pagi ini di kantin sebelum masuk kelas," jelas Yoga.


Cha hanya diam saja mengikuti Yoga masuk ke dalam mobil. Mereka berangkat ke sekolah.


Disekolah sudah menunggu Bimo dan sepupunya yang bernama Dewi.


Dewi adalah salah satu perempuan yang menyukai Yoga. Tapi dia tau kalau Yoga hanya menyukai Cha. Bimo selalu mengingatkan Dewi agar tidak menggangu hubungan Cha dan Yoga.


"Hai Bim, dah lama nunggu ya?" tanya Yoga yang baru saja tiba disekolah bersama Cha.


"Nggak kok Ga, kita juga baru sampai kok," kata Bimo sambil melirik Dewi.


"Iya kami baru aja sampai disekolah," Dewi ikut nimbrung menjawabnya. Dia menatap Yoga dengan senyuman manisnya.


"Oh iya, kenalin Cha, Ga, ini yang gw bilang sepupunya gw, namanya Dewi kelas sebelah," Bimo memperkenalkan sepupunya kepada mereka berdua.


Akhirnya pertemuan Cha dan Dewi terjadi. Dewi yang melihat kearah Cha, ada rasa tidak suka dan cemburu. Sebenarnya dia tidak mau membantu Cha. Tapi karena ada Yoga, dia terpaksa melakukannya agar dilihat baik oleh Yoga. Dia masih menginginkan Yoga, makanya dia ingin membuat Yoga simpatik terhadapnya karena sudah membantu Cha.

__ADS_1


__ADS_2