
Binyu tersenyum senang kala melihat wajah Cha yang tegang ketakutan. Sangat menyenangkan bagi Binyu bisa membuat Cha spot jantung.
"Mmmm abang kenapa kemari...? Ada perlu apa?" tanya Cha yang cemas
"Sayang, emang kamu gak kangen ya sama abang, kita kan udah janjian hari ini ketemu. Tadi abang ke sekolah kamu, tapi abang tidak lihat kamu ketika pulang sekolah, abang pikir sayang sakit, makanya abang kemari. Abang khawatir sayang.." Binyu memperlihatkan wajah cemasnya kepada Cha. Padahal itu hanya lah akal-akalannya saja supaya Cha mau percaya lagi sama dia.
"Ok besok pulang sekolah kita ketemuan bang disekolah. Cha gak mau membahasnya disini. Karena Cha juga ingin menyelesaikan semuanya. Jadi lebih baik sekarang abang pulang, nanti mama Cha curiga," Cha berbicara dengan tegas, walaupun sebenarnya di dalam hatinya dia sudah cemas.
"Iya deh sayang, besok kita jalan ya sayang. Abang pengen berduaan sama kamu besok," Binyu mengerlingkan matanya sebelah memberikan isyarat yang tersirat.
"Iya besok kita ketemu," Cha mengatakan dengan suara yang pelan, karena dia takut mamanya akan mendengar.
"Abang mau pamit sama calon mertua, gih panggil mama kamu sayang," kata Binyu.
Cha masuk ke dalam rumah memanggil mamanya. Tapi mamanya lagi bertelponan sama kakaknya didalam kamar.
"Ma, temen Cha mau balik, dia mau pamit," kata Cha.
"Bilang aja mama lagi terima tlp, udah gak usah pamit," mama Cha mengusir nya dari dalam kamar agar tak mendengarkan percakapan mereka.
Cha keluar dan menemui Binyu. "Ya udah bang pulang aja, mama lagi tlp nan sama kakak," Cha mengusir Binyu dari rumah.
"Besok jangan lupa ya sayang kita ketemuan. Dan abang juga mau ngasih kejutan sama kamu," Binyu menatap Cha dan menyunggingkan bibirnya dengan senyuman misteri.
Cha hanya mengangguk dan berfikir "kejutan apa? Apa yang direncanakannya?"
Binyu pergi meninggalkan rumah Cha lalu menuju mobilnya. Sepanjang jalan dia bersiul-siul kegirangan, seakan akan mendapatkan menang undian.
"Semoga besok berjalan dengan lancar," gumam Binyu. Besok Binyu sudah merencanakan sesuatu untuk Cha. Hal yang sangat menguntungkan buat Binyu.
"Hallo, tenang bro semoga besok lancar, Lo tunggu aja khabar dari gw. Siapkan stamina Lo buat besok Wkkkkkkk," Binyu berbicara dengan seseorang diseberang tlp. Ada rencana yang Cha tidak ketqqqqCha masih memikirkan apa maksud dar dperkataan Binyu. Dia mulai mondar mandir didalam kamar nya hingga dering ponsel mengejutkannya.
"Eh buset...sapa lagi nih yang telpon, tau gw lagi puyeng," kesel Cha. Lalu Cha melihat ponselnya. Ternyata Binyu yang menghubungi nya.
"Aduh gimana nih, angkat nggak, angkat nggak," Cha terus mondar mandir sambil memegang ponselnya.
Akhirnya Cha mengangkat ponselnya juga karena dia juga penasaran apa keinginan Binyu.
"Hallo. Assalamu'alaikum bang," kata Cha.
"Wa'alaikumussalam Sayang abang..., gimana khabar kamu Cha?" tanya Binyu basa basi.
__ADS_1
"Ba..baik bang, ada apa ya bang menghubungi Cha?" Cha bertanya balik.
"Loh emang abang gak boleh menghubungi kamu, kamu kan pacar abang?" kata Binyu.
Uweeek Cha rasanya mual mendengar kata bualan Binyu. Muak banget dia melihat Binyu sekarang. Ntah kenapa dia jijik jika mengingat apa yang terjadi dengan mereka.
"Maaf ya bang, Cha saat ini mau fokus belajar karena bentar lagi mau lulusan sekolah. Besok aja kita bahas ya bang pas ketemuan," Cha berusaha tenang menjawab omongan Binyu.
"Mmm ok deh sayang, besok kita ketemuan. Persiapkan stamina kamu ya sayang, besok abang ada kejutan yang menyenangkan," kata Binyu menyeringai diseberang tlp.
"Iya bang," Cha langsung mematikan ponselnya tanpa basa basi. Karena dia males mendengar suara Binyu.
"Oh ya ampuuun gimana gw bisa menjalani hubungan dengan tuh cowok brengsek," gumam Cha sambil menepuk-nepuk kepalanya karena merasa bodoh.
Cha langsung kepikiran untuk menghubungi Yoga. Dia harus membuat strategi dengan Yoga. Jangan sampai kecolongan lagi seperti kemaren. Hampir saja dia menjadi pemuas ranjang teman-teman Binyu.
Cha menghubungi Yoga, tapi tidak diangkat. Hingga beberapa deringan pun tak diangkat Yoga.
"Yoga...kemana kamu...!" Cha mencoba menghubunginya lagi tetep tak ada jawaban.
Cha melempar ponsel nya ke tempat tidur, dia merasa kesel, yang pasti rasa campur aduk. Hingga ponselnya berdering. Cha langsung menyambar ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi. Dia buru-buru mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum Ga..Syukurlah kamu mengangkatnya," kata Cha semangat.
"Kamu kemana sih Ga, aq dari tadi udah bingung nih," kata Cha.
"Maaf sayang, tadi lagi ngobrol sama mama di ruang tv, kamu kenapa bingung, apa ada yang mengganggu pikiranmu yanx?" tanya Yoga.
"Iya, aq dari tadi ketakutan Ga, masalahnya tadi sore Yoga datang kerumah dengan alasan minjem buku aq. Dia ngaku abang temen qu. Terus dia ngajak aq besok ketemuan," kata Cha menjelaskan nya.
"Terus kamu menyanggupinya yanx?" jawab Yoga langsung yang sudah menebak jawaban Cha.
"Ya ampun yanx kenapa kamu mau aja diajak besok ketemuan sama si brengsek itu..!" Seru Yoga. Tapi dia berusaha tenang agar Cha tidak ketakutan.
"Jadi aq harus gimana dong Ga, kalau aq undur terus untuk bertemu dia, dia akan nekat menemui mamaqu, aq takut Ga....Aq harus menyelesaikan semua ini," kata Cha.
"Ya udah yanx, aq coba menghubungi Bimo dulu. Nanti aq akan menghubungi mu balik. Sabar ya yanx, kita pasti bisa mencari solusinya," Yoga menyudahi tlp nya. Dia segera menghubungi Bimo sahabatnya.
Cha masih merasa tidak tenang. Dia terus memikirkan kata-kata Binyu.
"Lama banget Yoga ngobrolnya, cepetan dong Ga tlp aq balik," Cha gak sabaran mendengar hasil percakapan Yoga dan Bimo.
__ADS_1
Hingga setengah jam berlalu belom juga ada khabar dari Yoga.
Cha mulai gelisah, dia keluar kamar menuju meja makan membuat capuccino susu. Cha mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dia pun bergidik karena keadaan sunyi. Bulu kuduk nya pun merinding. Dia buru-buru masuk ke dalam kamarnya.
Pukul sudah menunjukkan jam 22.00 malam, tapi Yoga belom juga menghubunginya. Hingga akhirnya ponsel Cha berdering. Cha melompat ke atas tempat tidur dan langsung mengambil ponselnya.
"Hallo Ga, kemana aja sih, kenapa lama banget kasih khabarnya? Aq udah bingung nih." Cha menjawab tlp nya dengan menggebu-gebu.
"Sabar yanx, satu-satu dong nanya nya, mana duluan nih yang mau aq jawab yanx?" tanya Yoga tersenyum diseberang.
"Habis kamu lama banget sih ngabari aq. Aq takut ga..!" seru Cha dengan manja.
"Hehehe, ngomong-ngomong, kamu nih udah menerima cintaku blom Cha...?" tanya Yoga menggoda.
"Idih Yoga....,sempat-sempatnya kamu nanyain itu. Tar aq jawab kalau kita udah lulus sekolah," kata Cha dengan wajah cemberut.
"Waduh lama banget yanx..., keburu aq kepincut perempuan lain," Yoga terus menggoda Cha. Dia tidak ingin Cha kepikiran dengan hal yang membuat nya takut.
"Ya udah gih sono," kata Cha kesel. "Dasar play boy," gumam Cha. Tapi masih bisa di dengar Yoga. Yoga senyum-senyum sendiri di kamarnya. Rasanya dia ingin sekali memeluk kekasih hatinya saat ini. Tapi apalah daya, Cha nya jauh berada di rumahnya.
"Hehehe jangan ngambek dong yanx. Ya udah kita bahas solusi masalah kamu aja ya yanx biar kamu cepat tidurnya," kata Yoga.
"Heum, gimana hasil percakapan kalian tadi Ga, aq harus bagaimana besok?" tanya Cha penasaran.
"Gini yanx, tadi aq udah menghubungi Bimo, dia mau bantu kita. Jadi ceritanya besok kamu temui aja laki-laki itu. Aq dan Bimo akan mengikuti mobil dia dari belakang. Tapi aq sama Bimo naik motor. Dan ingat kamu jangan gugup, harus sesantai mungkin menghadapinya. Kita akan lihat apa rencana laki-laki itu. Standby ponsel mu dan selalu sharelok ya dimana pun kamu dibawanya," Yoga menjelaskan rencana nya dengan Bimo.
"Tapi aq takut Ga, ntah kenapa aq udah gak suka menemuinya," kata Cha merasa jijik kala mengingat Binyu.
"Ini demi kebaikan kamu yanx, semuanya harus selesai hari itu juga. Biar kamu tenang menjalankan ujian nanti. Ingat beberapa hari lagi kita akan ujian, kamu harus fokus yanx." Yoga memberi semangat agar Cha tidak ketakutan.
"Iya udah besok aq akan menemuinya. Makasih ya Ga, udah bantu aq buat kasih solusinya. Sampai ketemu besok Ga," Cha menyudahi tlp nya.
"Kamu jangan khawatir ya Cha, mudah-mudahan besok berjalan sesuai rencana kita. Aq akan selalu ada buatmu yanx," Yoga terus menenangkan hati Cha.
"Iya Ga sekali lagi makasih, ini solusi terbaik untuk masalah besok," kata Cha.
"Tidur yang nyenyak ya yanx, jangan lupa mimpiin aq muach hehehe." Yoga cengengesan disebrang tlp dan dia memberikan kecupan bibir melalui tlp nya, dan tlp pun mati.
Cha terdiam terpaku mendengar Yoga menciumnya dari tlp. Hatinya berbunga-bunga. Rasa seneng bercampur rasa takut. Belum sempat dia menjawab ucapan Yoga, tlp nya udah mati. Dia menatap ponselnya dan memberikan kecupan juga.
"Emmmuach selamat tidur juga ya Ga, mimpiin aq juga," Cha tersenyum melihat ponselnya yang udah mati. Akhirnya Cha membaringkan tubuhnya di kasur dengan perasaan yang berbunga-bunga sambil membayangkan adegan mesum yang terjadi antara dia dengan Yoga.
__ADS_1
"Duh kenapa otak qu jadi mesum begini, akh...bisa-bisanya dalam keadaan begini aq malah mikirin yang begituan," gumam Cha
Akhirnya Cha merebahkan tubuhnya diatas kasur menunggu hari esok, dia pun memejamkan matanya hingga akhirnya Cha tertidur dengan pulas.