
Cha tak sempat mendengar obrolan Mamanya dan Zain. Dia semakin penasaran dengan apa yang terjadi saat Cha masuk menemui Sika. Namun rasa penasaran itu akan di sampaikan saat waktunya tiba.
Cha berusaha menampilkan senyum manisnya dihadapan Zain dan Mamanya. Walaupun sakit rasanya setelah mengetahui niat Mama dan Kakaknya, namun Cha berusaha tak mengetahuinya.
"Mana Sika?" tanya Mamanya.
" Ada di dalam Ma, lagi siap-siap. Bentar lagi juga ke sini," jawab Cha.
Tak lama kemudian, Sika ke luar menghampiri Cha dan Zain.
"Ma, Sika ikut sama kak Cha dan Zain ya. Bosen dirumah melulu," ucap Sika yang tak memperdulikan tatapan Mamanya.
Sika tau, Mamanya tidak mungkin menolak permintaan Zain. Itu di karenakan, Mamanya punya niat yang membuatnya bahagia.
"Iya, jangan aneh-aneh ya kalau jalan sama mereka. Dan jangan menyusahkan," ucap Mamanya yang memberikan peringatan terhadap Sika.
"Ah Mama, kak Zain dan kak Meka gak mempermasalahkannya kok, benar kan kak?" Sika meminta dukungannya.
"Iya Tante, gak apa. Saya senang kalau Sika bisa senang jalan bareng kamu," ucap Zain yang mendukung perkataan Sika.
"Yes, gw di dukung sama Kakak ipar yang paling tampan," bathin Sika.
"Ya sudah, kalian hati-hati dijalan ya dan jangan terlalu lama pulangnya ya Cha," ucap Mamanya.
"Iya Ma, Assalamu'alaikum," ucap Cha sambil menyalami tangan Mamanya.
"Wa'alaikumussalam," jawab Mamanya.
Zain dan Sika juga melakukan hal yang sama, mereka berpamitan dan menyalami tangan Mamanya Cha.
Lalu ketiganya meninggalkan teras rumah itu dan masuk ke dalam mobil. Zain membawa mobilnya pergi ke sebuah Mall yang besar di Kota Medan.
"Kak Zain, nanti kita berpisah aja ya di Mall. Karena Sika mau nonton bareng teman-teman Sika," ucap Sika memberitahu.
"Teman kamu ada berapa Sika yang ketemuan?" tanya Cha.
"Ada empat orang kak. Mereka menunggu Sika di depan bioskopnya," jawab Sika.
"Ya udah, nanti Kakak anter kamu kesana. Tapi ingat, jangan aneh-aneh. Dan kalau mau pulang khabari Kakak," pesan Cha memperingati Sika.
"Siap Bos," ucap Sika semangat.
Zain sedari tadi hanya diam saja. Dia tidak ingin membicarakan sesuatu yang penting di hadapan Sika. Karena bagaimanapun, Sika masihlah anak kecil yang tidak baik ikut campur urusan orang dewasa.
"Zain, kamu kenapa diam aja?" tanya Cha heran.
__ADS_1
"Nggak, aku lagi mikir. Nanti Mama dan Oma pasti sangat senang bisa berkunjung ke Medan," kilah Zain yang berusaha menutupi sesuatu.
"Beneran, nggak ada yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Cha.
"Nggak Cha, nanti aja aku ceritakan ya," jawab Zain dengan suara rendah.
"Kak Zain pasti mikirin tentang pernikahan Kakak sama kak Cha, bener kan?" tanya Sika yang menebaknya.
"Hahaha, lucu banget ya Sika ini, main tebak aja. Oh ya Sika, mau gak kalau nanti Kakak sudah menikah sama kak Cha, kamu ikut bareng kita tinggal di Paris?" tanya Zain.
"Wahhhh, mau banget kak. Beneran nih?" tanya Sika yang merasa senang.
"Benaran, makanya do'ain ya, biar semua dilancarkan," jawab Zain.
"Pasti kak, Sika akan me do'akan yang terbaik untuk kalian berdua," balas Sika.
Mereka bertiga asyik ngobrol di dalam mobil. Hingga tiba di sebuah Mall yang besar. Zain memarkirkan mobilnya di basement.
Setelah itu Zain dan Meka serta Sika keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke Mall.
"Kak, teman-teman Sika udah pada kumpul diatas. Yuk anterin Sika ya," pinta Sika yang mengajak keduanya.
"Oh udah sampai toh mereka. Kakak nanti nunggu kamu di cafe lantai 3 aja ya, nanti Kakak kasih tau nama cafenya," ucap Cha.
"Ok kak, Oh ya kak, Sika minta jajan dong! Tapi kalau Kakak punya uang sih," pinta Sika dengan berbisik yang merasa gak enak.
"Hehehehe, gak zong banget sih kak. Ada dikit, tapi kan gak salah kalau Kakak mau nambahin," ucap Sika yang mencoba merayu Cha.
"Pinter ya sekarang merayu Kakak," ucap Cha yang merasa gemas melihat tingkah adiknya ini.
"Hehehe, kalau mau minta sesuatu itu, emang harus merayu dulu kak, biar dikasih," balas Sika.
"Oh gitu ya."
"Iya loh," balas Sika.
Lalu tanpa di duga, Zain memberikan beberapa lembar uang merah ke tangan Sika.
"Ini buat tambahan jajan Sika," beri Zain.
"Duh kak Zain, Sika kan mintanya sama kak Cha. Sika jadi gak enak nih," Sika merasa canggung jadinya.
"Udah gak apa-apa. Ambillah dan gunakan dengan baik," pesan Zain.
"Wah....terima kasih kak Zain...!" seru Sika yang merasa senang.
__ADS_1
"Makasih ya cuma sama kak Zain aja nih," sindir Cha.
"Ih...Kakak, makasih juga buat kak Cha ya. Kalian emang yang terbaik untuk Sika," puji Sika.
Lalu mereka berjalan ke arah bioskop. Dimana teman-teman Sika sudah menunggunya.
"Nah, itu mereka kak," tunjuk Sika ke arah teman-temannya.
Sika menghampiri teman-temannya dengan sangat gembira.
"Sorry ya kelamaan," ucap Sika.
"Tumben Lo bisa keluar," ledek temannya yang lain.
"Iya nih Sika, kok bisa Lo keluar jalan sama teman?" tanya temannya yang lainnya.
"Gw pergi sama Kakak gw, tuh mereka ada disana," tunjuk Sika ke arah Zain dan Cha.
"Waowww Sika...,cakep banget tuh cowok," puji teman perempuan.
"Dia itu calon Kakak ipar ku, tau...!" ucap Sika.
"Oh ya! Wah beruntung banget ya Kakak Lo dapet cowok tampan begitu."
"Iya Sik, gw aja mau tuh sama cowok begituan, cakep tau," puji temannya yang lain.
"Udah, ayo kita masuk. Dari pada lihatin calon orang mending kita cari yang lain," ajak Sika supaya menghindari pandangan mereka terhadap Zain.
"Iya, iya, ayo masuk," ajak lainnya.
Mereka semua masuk ke dalam bioskop untuk menonton film yang sudah di beli tiketnya.
Sedangkan Zain dan Cha, mereka berjalan-jalan di sepanjang Mall. Zain mengajak Cha untuk berbelanja baju buat si bungsu.
"Sayang, aku ingin membeli baju buat si bungsu dan Mama kamu," ajak Zain.
"Buat apa Zain...?" tanya Cha.
"Aku hanya ingin memberi saja. Mereka kan keluarga kamu sayang,"jawab Zain.
"Kamu melakukan ini bukan karena ada hal yang tak nyaman bukan?" pancing Cha.
"Tidak sayang, ini murni keinginanku," balas Zain.
"Baiklah, ayo kita masuk ke dalam Butik itu," ajak Cha.
__ADS_1
Zain dan Cha memasuki Butik yang sangat terkenal untuk baju anak-anak. Zain memilih beberapa baju untuk adiknya Sika.
Setelah itu mereka pergi ke Butik baju dewasa. Disana Zain membeli beberapa baju dewasa untuk Mamanya Cha dan Kakaknya Cha.