Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Pengumuman Penerimaan Maba


__ADS_3

Mereka berdua asyik menonton film kesukaan Ina. Sedangkan Cha masih memikirkan perubahan sikap Shanti.


"Oh ya kak, besok pengumuman lulus gak nya aq masuk ke universitas itu. Berarti besok kita ke sana ya untuk informasinya?" tanya Cha.


"Oh iya ya, kakak hampir lupa. Ya udah besok pagi jam sembilan setelah sarapan kita berangkat ke sana. Shanti juga kan besok pengumumannya ya?" tanya Ina kembali.


"Ya udah kak, aq tidur duluan ya. Badan qu capek banget seharian jalan," ucap Cha yang melangkah ke tempat tidur.


Cha membaringkan tubuhnya disamping Shanti. Sekilas dia melihat ke arah sahabatnya itu yang sudah tertidur pulas.


"Sepertinya Lo berubah Shan," bathin Cha. Dia pun tidur menuju alam mimpinya.


Berbeda dengan Ina. Dia sangat menikmati film nya. Sesekali dia berkirim pesan dengan Dino. Dino sudah mengutarakan perasaannya dengan Ina. Tapi Ina belom siap menerima Dino. Karena dia takut kecewa.


Pagi yang cerah, hari yang dinantikan Cha dan Shanti tiba juga. Cha terbangun mendengar bunyi dering ponselnya. Dia mengucek matanya untuk menetralkan penglihatannya dan kesadarannya. Cha mengambil ponselnya dari dalam tas. Dia melihat panggilan dari no yang tak di kenal.


"Isssh siapa sih ini pagi-pagi tlp gak ada namanya," kesal Cha melihat layar ponselnya.


Shanti yang mendengar Cha ngedumel, dia pun membuka matanya dan bertanya.


"Kenapa Lo Cha, pagi-pagi dah sewot aja!" ucap Shanti sinis.


Cha diam aja tak menanggapi pertanyaan Shanti. Dia sedang menimbang-nimbang mau diangkat atau tidak tlp nya. Akhirnya Cha mengangkat tlp nya dan beranjak dari tempat tidur menuju balkon.


"Assalamu'alaikum hoooaamm. Siapa ya ini?" tanya Cha sambil menguap.


Namun yang menelpon tidak menjawab salam dari Cha. Dia malah terkekeh mendengar Cha menguap.


"Hei, anda kalau tlp tanggung jawab. Pagi-pagi dah bangunin anak orang, gak ada kerjaan apa!" kesal Cha yang masih menguap lagi.


Sedangkan orang di marahin malah terkekeh tidak berhenti. Dia merasa senang mengerjain Cha pagi-pagi begini.


"Isssssh nih orang dari kemaren kerjanya diam aja kalau tlp. Maunya apa sih?" ketus Cha marah.


"Maunya kamu sayang," jawab orang yang diseberang.


Cha terdiam mematung mendengar suara laki-laki yang menjawabnya.


"Siapa dia, sepertinya aq kenal suara ini, tapi siapa ya?" pikir Cha yang masih memegang ponselnya ditelinga.


"Hei cantik kenapa diam aja. Gimana Khabar kamu sayang?" tanya laki-laki itu.


"Eh..anu ma..maaf ini dengan siapa ya. Kok panggil-panggil sayang. Emang kita kenal ya?" tanya Cha dengan bodohnya.


"Kenal dong, bahkan kita sudah pernah berciuman. Masih ingat gak kamu?" tanya laki-laki itu dengan menggoda Cha.


"Hahhh...kapan, dimana?" tanya Cha bingung.


"Ya udah kamu coba ingat-ingat dulu. Nanti kita sambung lagi ya tlp nya. Jaga diri kamu disana ya sayang. Aku kangen banget sama kamu," ucap laki-laki itu dengan mengakhiri tlp nya.


Cha ingin yang ingin bertanya malah terhenti karena tlpnya sudah dimatikan dari sana.


"Isshhh apa-apaan sih dia. Main matiin seenak jidatnya saja," Cha ngomel-ngomel sendiri. Dia pun masuk ke dalam kamar setelah ngomel-ngomel di depan ponselnya sendiri.


Shanti melirik sekilas ke arah Cha. Dia merasa heran, Cha sering menerima tlp dari seseorang. Rasa tidak suka mulai muncul di diri Shanti. Dia kembali teringat dengan Yoga cinta pertamanya. Dia sudah bertekad untuk mendapatkan Yoga bagaimanapun caranya. Walaupun harus mengkhianati sahabatnya sendiri.


Cha menyamperin Shanti yang masih duduk diatas tempat tidur.


"Shan, gak mandi Lo?" tanah Cha basa basi.


"Lo aja duluan. Gw masih pengen duduk disini dulu," jawab Shanti singkat.

__ADS_1


"Oh...kalau gitu gw duluan deh mandinya. Hari ini kita mau ke kampus kan buat lihat informasi pengumuman lulusnya," kata Cha.


"Iya syukur Lo ingetin. Gw hampir aja lupa pengumumannya," jawab Shanti dengan tersenyum.


"Namanya juga sahabat Shan, jadi harus saling mengingatkan, bener gak?" ucap Cha sambil berlalu meninggalkan Shanti yang menatap nya dengan penuh arti.


Setelah mereka selesai bersih-bersih, mereka sarapan pagi di restauran yang sudah tersedia menu sarapan pagi.


"Kak, nanti habis sarapan kita langsung kan ke kampus?" tanya Cha sambil berjalan.


"Iya, biar cepat kelar urusan kakak disini. Karena besok rencana kakak harus balik ke Jakarta. Jadi hari ini setelah tau lulus atau tidak nya, baru kita ke rumah Shanti," jelas kakaknya.


"Shan, kamu sudah bilang kan ke mama kamu, gw jadi tinggal dirumah Lo," ucap Cha mengingatkan sahabatnya.


"Sudah, tapi gw gak bilang hari ini kita kerumah. Lihat situasi aja ya. Kalau semua urusan selesai hari ini, nanti gw kasih tau ke mama gw," ucap Shanti dengan memperlihatkan senyum palsunya.


Mereka bertiga menikmati sarapan pagi dengan suasana hati yang berbeda-beda. Setelah selesai sarapan, mereka pergi meninggalkan hotel menuju universitas yang dituju.


Sesampainya disana, Cha melihat banyak mahasiswa yang sudah berseliweran. Cha dan Shanti bingung mau melihat pengumumannya dimana. Mereka memutuskan untuk bertanya dengan mahasiswa yang melewati mereka.


Cha melihat ada beberapa mahasiswi yang sedang berkumpul di dekat taman kampus.


"Permisi mbak, kalau mau lihat pengumuman lulus penerimaan mahasiswa baru dimana ya?" tanya Cha kepada mereka yang sedang berkumpul.


"Oh, kamu mahasiswa baru daftar ya?" tanya salah satu diantara mereka.


"Iya mbak. Kira-kira dimana ya kami bisa lihat informasinya?" tanya Cha kembali dengan senyumannya.


"Kalian lurus aja, habis tuh belok ke kanan. Trus kalian bisa lurus aja, nanti juga ketemu tuh papan pengumuman," jawab salah satu nya dengan senyum yang mencurigakan.


"Oh makasih ya mbak," ucap Shanti dan Cha bersamaan.


Mereka pergi kearah yang di infokan mahasiswa tadi. Mereka berdua berjalan lurus kedepan. Ina tidak ikut serta dengan mereka, dia memilih memojok menerima tlp dari Dino. Dia menyuruh Cha dan Shanti yang melihat pengumuman kelulusan mereka.


"Ah itu perasaan Lo aja kali. Udah buruan kita lihat pengumumannya," jawab Shanti cuek.


Mereka terus mengikuti arah yang di beritahu mahasiswi tadi. Mereka tidak tau bahwa mahasiswi tadi sedang mengerjai mereka berdua. Arah yang di beritahu mereka bukan menuju ke papan pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Tapi menuju ke toilet kampus dimana ditoilet itu juga ada papan pengumuman.


'BAGI YANG MENJAGA KEBERSIHAN TOILET, AKAN MENJADI GANTENG DAN CANTIK.'


Beberapa mahasiswi tadi tertawa terbahak-bahak. Mereka puas mengerjai mahasiswa yang akan masuk ke universitas mereka.


Sedangkan Cha dan Shanti masih terus berjalan hingga mereka di toilet kampus.


"Loh kok jadi kemari sih. Ini udah mentok loh jalannya," kata Cha bingung melihat jalan nya berakhir dan tidak ada mahasiswa berkumpul untuk melihat pengumuman.


"Iya yang kita malah ketoilet," heran Shanti melihat sekelilingnya.


"Sialan kita dikerjain sama tuh cewek. Kampret juga tuh orang," ucap Cha kasar mengumpat mahasiswi tadi.


"Udah gih Lo tanya tuh sama cowok yang keluar dari toilet," suruh Shanti.


"Yeee, ogah ah. Masa gw nyamperin cowok yang baru keluar dari toilet," kesal Cha sambil melipat tangannya di dada.


Mereka asyik berdebat tanpa mengetahui bahwa ada seorang cowok yang sedang memperhatikan keduanya dari depan toilet.


Cha yang merasa ada memperhatikan nya, dia menoleh ke arah orang yang memperhatikannya.


"Elo....!" sapa Cha kaget melihat cowok itu.


Shanti menoleh ke arah yang dilihat Cha. Dia pun kaget melihat kehadiran cowok itu.

__ADS_1


"Lo kok disini?" tanya Shanti heran.


"Hai..kita ketemu lagi ya," balas cowok itu yang tak lain adalah Ghani. Ghani adalah salah satu mahasiswa idola dikampusnya. Banyak mahasiswi yang tertarik dengan Ghani. Tapi Ghani terkenal dengan sikap dinginnya dan cuek.


"Lo ngapain disini?" tanya Cha mengulang pertanyaan Shanti.


"Gw yang harusnya nanya, kalian ada perlu apa ke kampus ini?" tanya Ghani balik.


"Kami mau lihat pengumuman penerimaan mahasiswa baru," jawab Cha yang lupa kalau mereka pernah membohongi Ghani dan temennya.


"Loh bukannya kalian kuliah di UII, kenapa mau lihat pengumuman penerimaan maba?" tanya Ghani heran sambil memicingkan matanya curiga. Dia melihat ke arah Cha.


"Upsss," Cha menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena ketahuan bohong.


"Jangan bilang kalian calon maba disini? Oh..tidak kalian sudah membohongi kami," ucap Ghani geleng-geleng kepala tak percaya dengan kedua cewek yang berani berbohong.


"Biasa aja kali," celetuk Shanti cuek.


"Jadi kalian daftar kuliah disini? Kalau begitu yuk aku anter ke pengumuman penerimaan maba," ajak Ghani yang berjalan duluan.


Cha dan Shanti saling menatap. Mereka mengikuti Ghani dari belakang. Hingga mereka sampai di kerumunan mahasiswa maba.


"Tuh pengumuman nya," tunjuk Ghani kepada mereka berdua.


Mahasiswi yang seangkatan dengan Ghani melihat kearah Cha dan Shanti.


"Siapa tuh cewek, kok bisa sama Ghani?" kata cewek itu kepada temannya.


"Iya Sik akrab banget deh," celetuk temannya.


"Yuk kita samperin Ghani, gw penasaran sama tuh cewek. Gak biasanya Ghani mau jalan sama cewek dikampus kita," ucap cewek pertama.


Mereka menyamperin Ghani yang sedang sendirian menunggu Cha dan Shanti yang melihat pengumumannya.


"Hai Ghani," sapa kedua cewek itu.


Ghani cuek diam saja tanpa menghiraukan kehadiran mereka berdua.


Tiba-tiba Cha dan Shanti datang menyamperin Ghani dengan wajah yang berbeda. Cha dengan wajah yang gembira sedangkan Shanti dengan wajah cemberut.


"Gimana hasilnya?" tanya Ghani menatap Cha.


"Gw lulus......!" teriak Cha dengan girang dan tak sengaja memeluk Ghani.


Ghani yang dipeluk diam terpaku. Sedangkan Shanti dan kedua cewek itu melotot, kaget melihat tingkah Cha memeluk Ghani.


Cha yang sadar dengan sikapnya, langsung melepaskan pelukannya.


"Eh ma..maf gw kebablasan. Habis gw seneng banget bisa lulus di jurusan yang gw inginkan," ucap Cha malu sambil menunduk tak berani menatap ke arah Ghani.


Ghani menyunggingkan senyumnya. Dia kaget tapi merasa hatinya bahagia.


"Si cewek cuek ternyata lucu juga, sangat manis," bathin Ghani menatap Cha intens.


Sedangkan Shanti merasa benci dan iri melihat kelulusan Cha dan kedekatan mereka.


Lalu Ghani mengajak Cha dan Shanti meninggalkan tempat itu tanpa rasa bersalah karena meninggalkan cewek yang tadi menyapa Ghani.


"Sialan gw dicuekin sama dia," gerutu cewek itu sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


Cha dan Shanti menemui Ina di depan kampus. Ghani mengantar mereka menemui Ina.

__ADS_1


Sesampainya di depan kampus, Cha melihat kakaknya sedang ngobrol dengan seorang cowok yang tidak cah ketahui karena cowok tersebut membelakangi mereka.


__ADS_2