Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Makan Sate


__ADS_3

Zain yang masih terlelap tidur dibawah selimut, tidak mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Sedangkan Cha yang berada dalam kamar mandi, bersenandung menyanyikan lagu kesukaannya.


Liriknya


Hancur hatiku mengenang dikau


Menjadi keping-keping setelah kau pergi


Tinggalkan kasih sayang


Yang pernah singgah antara kita


Masihkah ada sayang itu


Memang salahku, yang tak pernah bisa


Meninggalkan dirinya 'tuk bersama kamu


Walau 'tuk terus bersama


Kan ada hati yang 'kan terluka


Dan ku tahu kau tak mau


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Mungkin tak mungkin 'tuk terus bersama


Jalani semua cinta yang tlah dijalani


Tapi bila itu yang


Kau pikir yang terbaik untukmu


Bahagiaku untuk dirimu


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Simpan sisa sisa cerita cinta berdua


Walau tak tersisa cerita cinta berdua


Still love her in my mind


Still love her forever


Memang salahku, yang tak pernah bisa


Meninggalkan dirinya 'tuk bersama kamu


Walau 'tuk terus bersama


Kan ada hati yang 'kan terluka


Dan ku tahu kau tak mau


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia

__ADS_1


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Cha terus melantunkan lagu itu, hingga tak terasa dia sudah menghabiskan waktu satu jam didalam kamar mandi. Tiba-tiba dari luar kamar mandi Zain mengetuk pintu kamar mandinya Cha.


"Cha....! Kenapa dari tadi gak selesai juga? Aku juga mau mandi nih!" ucap Zain dari luar.


"Bentar lagi Zain, kelar. Tunggu ya..!" teriak Cha dari dalam kamar mandi.


Zain kesal karena sejak dia bangun tidur, Cha belom juga selesai dengan acara mandinya. Saat Zain menunggu Cha disofa, Cha akhirnya keluar dari dalam kamar mandinya. Dia melihat Zain sedang menonton TV.


"Sorry ya Zain, kelamaan nunggu antriannya," guyon Cha tanpa melihat wajah kesal Zain.


Lalu Zain berdiri dan menghampiri Cha, dia memeluk Cha dari belakang. Zain menghirup aroma wangi lavender dari tubuh Cha.


"Heummm wangi banget kamu sayang," puji Zain sambil mengendus-endus rambut Cha.


"Ih...Zain, kamu gih mandi sana biar segar. Buruan, kita kan mau keluar makan sate," ajak Cha yang berusaha melepaskan pelukannya.


"Bentar dong sayang, aku pengen meluk kamu lamaaaa banget. Rasanya nyaman banget sepeti ini loh," ucap Zain yang kesenangan memeluk Cha


"Mau sampai kapan Zain...! Aku mau bersiap-siap nih," Cha cemberut.


"Iya-iya, aku mandi dulu ya sayang. Kiss nya mana?" pinta Zain.


"Gak ah, masih bau kamunya," tolak Cha.


Tanpa ancang-ancang, Zain langsung mencium pipi kanan-kiri Cha tanpa persetujuan Cha. Dan yang terakhir Zain mencium bibir Cha yang menjadi kesukaannya.


"Zaiiinn...!" protes Cha menjerit.


Zain langsung kabur masuk kedalam kamar mandi dan cekikikan didalam mendengar amukan Cha.


Cha yang awalnya kesal, menjadi lucu melihat sikap Zain yang langsung kabur. Cha pun senyum-senyum melihat kearah pintu kamar mandi.


"Dasar si Zain, sukanya mencuri ciuman," gerutu Cha.


Cha bersiap-siap untuk pergi bersama Zain mencari sate. Dia menunggu Zain di sofa sambil menonton serial kartum kesukaannya si Sinbi. Cha sangat fokus menonton, dia tidak menyadari kehadiran Zain dibelakangnya. Ternyata Zain sudah selesai mandi dan saat ini sedang berdiri dibelakang Cha


Cha yang merasa seperti ada orang berdiri dibelakangnya, langsung menoleh kebelakang. Dia melihat Zain senyum-senyum.


"Sejak kapan kamu disitu berdiri Zain?" tanya Cha.


"Iya kamu udah wangi banget," puji Cha yang mencium aroma tubuh Zain.


"Bentar lagi Maghrib, kita berangkat setelah Maghrib dulu ya cha," pinta Zain.


"Iya Zain, habis Maghrib kita berangkat," balas Cha.


Zain langsung duduk disamping Cha sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Cha. Zain sangat menikmati keadaan yang romantis ini. Mereka menghabiskan waktu menonton saat menunggu Maghrib.


"Cha, kenapa kamu tidak mencoba berdamai dengan masalalumu?" tanya Zain yang masih berbaring dipaha Cha.


"Maksudnya dengan Binyu ya?" tanya Cha.


"Ya, apa kamu tidak ingin me dengar pengakuan darinya? Aku tau kamu terluka dan sangat ketakutan, tapi cobalah membuka diri kamu untuk kehadiran masalalamu Cha," pinta Zain yang berharap Cha mau mencobanya.


"Aku akan pikir-pikir dulu ya Zain, karena tidak mudah menerima sesuatu yang sudah menyakitkan," balas Cha.


"Ya aku tau Cha. Semoga kamu bisa mencobanya," ucap Zain penuh harap.


Zain berharap Cha bisa mendengarkan permohonan maaf Binyu. Zain tau jika mereka sudah berbaikan, maka peluang untuk Binyu kembali dengan Cha ada. Namun Zain tidak mau egois, dia membuka tangan untuk bersaing secara sehat.


Saat mereka asyik ngobrol, terdengar suara adzan Maghrib. Zain dan Cha melaksanakan kewajiban mereka untuk sholat.


Setelah mereka selesai, Cha dan Zain keluar dari dalam kamar. Zain menunggu Cha di ruang tamu. Sedangkan Cha nyamperin Dewi didalam kamarnya.


Cha membuka pintu kamar Dewi tanpa mengetuk terlebih dahulu. Cha melihat Dewi masih menggunakan mukenanya. Cha pun masuk kedalam kamar Dewi. Dan dia menunggu ditempat tidur sampai Dewi selesai.


Setelah selesai, Dewi melihat kehadiran Cha diatas tempat tidurnya.


"Lo cantik banget, mau keluar ya kalian?" tanya Dewi sambil membenahi mukenanya.


"Iya Wi, Zain ngajak gw keluar. Lo mau nitip apa nanti?" tanya Cha.


"Bebaslah, yang penting makanan dan enak, hehehe."


"Ya udha kalau gitu, gw pergi dulu. Oh ya sampaikan sama Ibu, kalau gw pergi ya."


"Siplah."

__ADS_1


Setelah memebritahu kepada Dewi tentang dia yang mau keluar bersama Zain. Cha berlalu dari kamar Dewi. Dia berjalan kearah Zain dan mengajak Zain pergi.


"Ayo Zain berangkat, biar gak kemalaman," ajak Cha.


"Udah selesai pamit sama Dewi?" tanya Zain.


"Udah Zain, yuk."


Zain berdiri dari sofa dan berjalan mengikuti Cha. Mereka masuk kedalam mobil. Zain memberitahukan kepada bodyguardnya untuk mencarikan tempat tongkrongan yang asyik dan menunya sate.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Didalam mobil, Zain menerima pesan dari Binyu.


"Zain, gimana? Apa Cha mau bertemu dengan gw, bro?" isi pesan Binyu.


Lalu Zain membalas pesan dari Binyu.


"Sabar Bin, Cha nya lagi pikir-pikir dulu. Gw akan coba terus," balas Zain.


"Gw berharap sebelum kembali ke Jakarta, gw bisa ketemu sama dia," balas Binyu.


"Gw akan usahakan ya Bin, berdo'alah 😁," ucap Zain sambil mengirimkan emoticon nyengir.


"Ya gw berdo'a besok bisa ngobrol dengan Cha. Lo dukung gw kan bro?" tanya Binyu.


"Pasti Bin, untuk itu pasti gw dukung. Tapi kalau jadian, gw gak akan dukung. Inget kita bersaing secara sehat," Zain mengingatkan Binyu.


"Iya Zain. Gw gak akan berbuat curang kok. Lo sekarang dimana nih bro?" tanya Binyu.


"Lagi diluar bersama Cha. Dia kepingin makan sate. Ngidam kali dia ya!" balas Zain.


"Anak Lo maksudnya?" tanya Binyu sambil mengepalkan tangannya.


"Mungkin." balas Zain.


"Lo sering melakukannya sama Cha?" tanya Binyu menahan kesal.


"Gak lah, gw bercanda Binyu...! Cha lagi pengen aja makan sate. Lo mau ikut gabung?"


"Boleh, kalian dimana?"


"Blom tau Bin, karena bodyguard gw yang nyari tempatnya. Nanti kalau sudah sampai, gw sharelok. Dan sekarang kami sedang di jalan*********. Lo kemari aja," balas Zain.


"Ok gw langsung Otw ya."


Akhirnya balas-membalas pesan pun selesai. Dan tak lama kemudian, mobil pun sampai disebuah cafe yang romantis. Mobil diaprkirkan di dekat pintu masuk cafe. Zain langsung mengirim sharelok kepada Binyu.


"Tuh Bin lokasi kami berada. Datanglah," Zain mengirim pesan sama Binyu.


Binyu melihat ada pesan masuk dari Zain dan dia mengecek lokasi yang dikirimkan Zain. Lalu dia langsung bergerak kearah tujuan.


Sedangkan Zain dan Cha masuk kedalam cafe. Cha melihat ada tempat yang pas buat mereka berdua.


"Zain kesana aja yuk," ajak Cha.


Zain melihat tempat yang dipilih Cha. Lalu dia mengangguk setuju. Zain berjalan berdampingan dengan Cha. Hingga banyak mata pengunjung yang memandang kearah mereka berdua.


Saat Cha dan Zain sudah duduk, pelayan cafe datang memberikan buku menu kepada mereka. Lalu pelayan itu pergi meninggalkan meja yang ditempati Cha. Setelah memberikan buku menu dan tentang pemesanan, si pelayan pun pergi.


Zain dan Cha melihat menu-menu yang disajikan dicafe itu. Setelah menentukan menu pilihan, Zain memanggil sipelayan cafe.


Zain dan Cha memesan menu pilihan mereka. Cha yang sudah menginginkan sate, akhirnya memesan sate kacang untuk menu pilihannya.


"Mohon ditunggu sebentar ya Mbak, Mas. Kalau ada yang mau dipesan lagi, silahkan panggil saya dengan Dika," ucap pelayan itu.


"Baik Mbak," jawab Cha.


Setelah kepergian pelayan itu, dari depan pintu cafe, Binyu berdiri mencari keberadaan Zain dan Cha. Saat dia melihat keduanya, Binyu pun menghampirinya.


"Hai bro, hai Cha..!" sapa Binyu percaya diri.


Cha yang mendengar suara khas Binyu, terkejut dan bengong. Dia tidak tau apa mau melihat orangnya atau tidak.


"Loh cepat juga Lo nyampai," ucap Zain yang memecahkan kecanggungan keadaan.


"Ya kebetulan emnag dekat bro! Boleh aku gabung disini?" tanya Binyu sambil menatap Cha.


Zain diam, begitupun dengan Binyu. Mereka berdua menunggu jawaban dari Cha. Lalu Cha menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Binyu.


Binyu langsung memperlihatkan senyum mengembang dibibirnya. Dia merasa sangat senang dan tidak menyangka, kalau Cha mau duduk bersama dengan dirinya.


Zain sedikit was-was dengan kehadiran Binyu diantara mereka. Tapi dia mencoba bersikap biasa saja dihadapan Binyu dan Cha.

__ADS_1


"Kalian sudah lama sampai disini Zain?" tanya Binyu basa-basi. Padahal Binyu sudah tau, kalau mereka baru saja sampai.


"Ya begitulah," jawab Zain.


__ADS_2