
Lalu Cha mengangguk dan mengelus tangan Binyu yang berada di pinggangnya.
"Sayang, kamu mau kan kita balikan lagi, dan abang harap kamu jangan dekat-dekat dengan Yoga karena abang cemburu kalau kamu dekat dia," Binyu pura-pura cemburu padahal dalam hatinya tertawa-tawa mengejek Cha.
"Kenapa abang harus cemburu, dia kan teman sekolah Cha bang..." jawab Cha polos.
"Emang abang gak boleh cemburu ya sayang? Kamu kan pacar abang, wajar dong kalau abang cemburu, mmmm emang kamu gak suka ya kalau abang cemburu?" Binyu memanyunkan bibirnya, dalam hati dia cekikikan berkata begitu.
"Cha seneng kalau abang cemburu, itu artinya abang sayang dan cinta sama Cha, iya kan bang?" Cha mencari kebenaran dari kata-kata Binyu.
"Bener banget sayang, abang cintaaaaaa banget sama kamu, kamu tambah cantik aja sayang, jadi makin cinta deh abang," lagi-lagi Binyu menggombal.
Cha tersipu malu mendengar kata bualan Binyu, pipinya pun merona. Lalu tiba-tiba Binyu sudah menyatukan bibirnya ke bibir Cha. Cha yang mendapat serangan mendadak, diam terpaku, kaget dan langsung melepaskan diri dari Binyu.
"Ma..maaf bang, jangan seperti ini, kita kemari mau bahas hubungan kita. Lagian Cha juga ada yang ingin ditanyakan ke abang," kata Cha yang duduk disebelah Binyu.
Binyu mengerutkan keningnya melihat kearah Cha. Dia berpikir, "apa yang mau ditanyakan nih cewek, apa dia mau bertanya tentang Anggita?" Binyu sudah siap dengan jawabannya jika menyangkut Anggita.
"Kamu mau nanyain apa sayang, tanya aja, abang siap menjawabnya dengan sejujur jujurnya hehehe," Binyu pura-pura cengengesan menghilangkan kegugupannya.
"Abang janji jujur sama Cha ya, jangan ada yang disembunyikan," kata Cha berharap Binyu jujur.
Binyu pun mengangguk-angguk kepalanya, dia lalu menggenggam tangan Cha dan menatap mata Cha. "Tanyakan apa yang ingin kamu tanya" kata Binyu.
"Mmmm bang beberapa hari yang lalu ketika Cha berangkat ke sekolah, Cha melihat abang jalan sama seorang perempuan, mmm siapa perempuan itu bang?" tanya Cha.
__ADS_1
Binyu pura-pura berfikir dihadapan Cha, lalu dia tersenyum melihat Cha. "Oh....itu, kamu pasti lihat abang di cafe ya sayang? Dia itu sepupu abang yang tiba-tiba datang ke Kota Me***, tapi dia gak sendiri kok sayang, dia sama Papa dan Mamanya, mmmm, mereka tinggal di tempat Tante abang, nah abang disuruh papa buat nemuin mereka. Terus sepupu abang itu kemaren maksa abang buat ngenalin kamu sayang..Rencananya abang mau bawa kamu kerumah Tante, tapi abang lagi ada kunjungan dari Pusat. Ternyata mereka hanya beberapa hari disini. Pas waktu abang kosong, malah mereka pulang ke Ja*****," jelas Binyu panjang kali lebar. Dia berharap Cha mempercayai ucapannya.
"Maaf ya sayang, abang beberapa hari kemaren tidak bisa kasih khabar sama kamu. Tapi setelah selesai urusan abang, tiba-tiba abang dapat berita yang menyakiti hati abang. Sebenarnya abang sangat kecewa, tapi rasa cinta abang ke kamu sangat besar, abang tidak bisa meninggalkan kamu dalam keadaan sedih, maaf atas kecerobohan abang ya sayang," Binyu memperlihatkan wajah melasnya.
Cha merasa terharu dan bersalah atas pemikirannya mengenai Binyu. Dia menyesal sudah tidak mempercayai Binyu. Cha menangis mendengar penuturan Binyu, ternyata Binyu laki-laki yang baik. Cha tidak berani menatap kearah Binyu, dia menundukkan wajahnya sambil menangis.
"Heii sayang kenapa menangis...! Abang minta maaf karena tidak mengabari kamu sayang, maaffff," Binyu kembali memperlihatkan wajah sendunya sambil mengatupkan kedua tangannya memohon maaf dari Cha.
Cha mendongakkan wajahnya keatas dan melihat wajah Binyu yang sedih.
"Cha merasa bersalah sama abang, seharusnya Cha tidak boleh mencurigai abang, maaf atas tuduhan Cha, maaf karena curiga sama abang," kata Cha sambil terisak.
"Hahahaha, kena nih cewek, gampang banget gw bohongin, dasar anak ingusan mau aja di kibulin" bathin Binyu sambil menyunggingkan bibirnya.
"Sayang..., udah ah jangan sedih lagi, itu wajar kamu curiga sama abang, kan abang pacarnya Cha, abang gak marah kok kalau Cha curiga, malah seneng lagi. Itu tandanya Cha sayaaaang banget sama abang, iya kan sayang...?" Binyu mengelus pipi Cha.
"Berarti abang mau nerima Cha apa adanya kan? Dan kita baikan lagi...?" tanya Cha tetep dalam pelukan Binyu.
Binyu diam sejenak mendengar kata-kata Cha.
Dia melepaskan pelukannya dan menatap mata Cha.
"Abang akan nerima kamu apa adanya, Abang anggap itu bukan kesalahan kamu, tapi kesalahan abang yang membuat kamu stress sehingga banyak pikiran dan mudah goyah. Abang janji sayang, gak akan ninggalin kamu," kata Binyu yang penuh drama.
"Terima kasih bang karena menjadi lelaki yang penuh kasih sayang," kata Cha yang labil. Cha tidak tau apakah Binyu tulus sama dia atau ada maksud lain. Yang dia lihat saat ini adalah Binyu sangat menyayanginya dan tulus mencintainya.
__ADS_1
"Ekhem sayang, abang ada sesuatu untuk kamu," Binyu mengambil paper bag dan memberikannya kepada Cha.
"Apa nih bang, hadiah ya buat Cha....?" tanya Cha mengerutkan dahinya.
"Bukalah pasti kamu suka sayang," kata Binyu.
"Wah......bagus banget sayang, indah banget, Cha suka hadiahnya," Cha melihat kotak musik yang sangat bagus pemberian Binyu.
"Abang memberikan itu tanda cinta abang sama kamu, kalau kamu kangen sama abang, kamu bisa nyalakan kotak musik itu ya sayang," Binyu mengecup kening Cha sekilas.
Cha tersipu malu mendapatkan kecupan di keningnya. Padahal kotak musik itu pilihan Anggita untuk hadiah ulang tahun teman kantor Binyu. Karena kemaren Binyu meminta Anggita menemaninya mencari hadiah, alasan Binyu ingin memberikan hadiah ulang tahun buat anak sahabat nya di kantor. Sungguh Binyu sangat pinter memerankan perannya sebagai cowok player.
Tiba-tiba Binyu mendekatkan wajahnya ke Cha dan langsung me***** bibir Cha dengan rakus. Dia meraba punggung Cha dan mencoba membuka baju Cha. Tapi Cha tersadar dan dia langsung mendorong Binyu pelan.
"Maaf bang jangan lakukan ini," kata Cha memohon
Binyu yang mendapat penolakan, merasa geram melihat sikap Cha," sialan nih cewek, udah bekas aja, sok jual mahal. Arrrgggg sepertinya gw harus memakai cara lain ini, bathin Binyu menggerutu.
"Maaf sayang, abang hanya ingin membuktikan rasa cinta dan sayang abang ke kamu. Maaf abang ingin kamu percaya, abang sayang.... banget sama kamu," kata Binyu sambil menundukkan wajahnya. Binyu sangat pandai berekting. Dia ingin membuat Cha merasa bersalah karena menolaknya.
"Cha percaya kok sama abang, terima kasih udah sangat menyayangi dan mencintai Cha," kata Cha sambil memberanikan diri memegang wajah Binyu.
Binyu menatap wajah Cha dan bersorak gembira karena Cha memberikan lampu hijau atas perlakuannya.
Cha mengambil hadiah dari Binyu. "Makasih ya sayang hadiah nya indah dan bagus banget," kata Cha.
__ADS_1
Binyu hanya menganggukkan kepalanya saja tanda jawaban dari nya.