
Cha dan Zain akhirnya sampai di kota tujuan yaitu Jogja. Zain mengantar Cha kembali ke rumah dimana ada Dewi dan keluarganya.
Sepanjang jalan menuju rumah itu, Cha diam dan masih merasakan kesedihan meninggalkan keluarganya di Medan.
"Zain, kapan kamu balik ke Paris? tanya Cha tiba-tiba.
"Besok aku akan kembali ke Paris. Kenapa sayang?" tanya Zain.
"Aku ingin cepat kembali ke Medan," jawab Cha.
"Sabar ya, sebentar lagi kita akan sering ketemu dengan keluarga kamu Cha," ucap Zain menghibur Cha.
"Iya Zain."
Tak terasa mereka sampai di rumah itu. Cha sengaja tidak mengabari kalau dia akan kembali ke Jogja saat ini. Dia ingin memberikan kejutan kepada sahabatnya itu.
Zain dan Cha keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah itu. Cha pun mengetuk pintunya. Tak berapa lama, pintu pun di buka lebar oleh Dewi. Dia terkejut melihat kedatangan Cha.
"Cha......! Kok gak kasih khabar kalau pulang?!" Dewi langsung memeluk sahabatnya itu.
"Aku pengen ngasih kejutan Wi," balas Cha yang juga memeluk Dewi.
"Duh aku pangling lihat kamu. Berubah tambah cantik," puji Dewi dengan tersenyum.
"Eh ada tuan Zain," Dewi menjadi canggung.
"Ayo kita masuk, mana semua orang Wi?" tanya Cha saat masuk ke dalam rumah.
"Ibu sama adikku sedang keluar Cha. Ada acara dari sekolahnya," jawab Dewi.
Lalu Asisten rumah tangga datang menghampiri Zain dan Cha.
"Tuan Zain, mau saya buatkan minuman apa?" tanya si bibi.
"Saya minta Capuccino susu anget bi," jawab Zain.
"Nona Cha mau minum apa?" tanya si bibi.
"Samakan aja bi sama Zain," jawab Cha.
"Baik non."
Lalu si bibi pergi meninggalkan Cha dan Dewi serta Zain.
"Zain, kamu mau istirahat, masuk aja ke kamar langsung," suruh Cha.
__ADS_1
"Iya, aku tunggu di kamar ya," balas Zain.
Zain pun meninggalkan Cha dan sahabatnya. Dia berjalan ke arah kamar Cha yang sudah lama tidak di tempati. Tetapi si bibi sudah tau kalau hari ini mereka akan kembali ke Jogja. Jadi kamar tersebut di bersihkan dahulu sebelum mereka sampai.
Sementara Cha dan Dewi masih berada di ruang tengah.
"Cha, gimana kemaren di Paris? Lo ketemu sama keluarga tuan Zain? Bagaimana mereka?" tanya Dewi yang penasaran.
"Iya Wi, gw ketemu sama mereka. Mereka sangat baik dan sayang sama gw. Gw ngerasa mendapatkan kasih sayang yang tak pernah gw dapat dari keluarga gw sendiri," jawab Cha tersenyum.
"Terus, mereka merestui hubungan kalian kan?" tanya Dewi lagi.
"Iya Wi, Mama Zain sangat menyayangi gw. Mereka malah menyuruh gw untuk tinggal di Paris," jawab Cha.
"Wahhhh, gw senang mendengar kalau Lo akhirnya menemukan kebahagiaan Cha."
"Makasih ya Wi. Gimana dengan Kampus kita?" tanya Cha.
"Lo tau gak Cha. Si Ghani nanyain Lo terus. Dia selalu ke ruangan kita mencari Lo. Kasihan dia Cha, mengharapkan Lo banget," ungkap Dewi.
"Masa sih? Gw sepertinya harus nemui dia deh Wi. Gw mau bilang kalau sebentar lagi gw akan menikah," ucap Cha yang membuat Dewi terkejut.
"Apa Cha...! Lo mau nikah...serius nih Cha....?" tanya Dewi tak percaya.
"Selamat ya Cha, gw senang banget mendengarnya. Ini khabar yang sangat menggembirakan," balas Dewi terharu.
"Makasih Wi, do'ain semoga semua berjalan lancar ya," Cha langsung memeluk Dewi membagikan kebahagiaannya.
"Tentu Cha aku akan do'akan yang terbaik untukmu," balas Dewi.
"Makanya gw mau menemuinya, biar dia tidak berharap terhadap gw, Wi."
"Terus kapan rencana Lo menikah? Dan pernikahannya dimana?" tanya Dewi.
"Dua bulan lagi Wi. Pernikahannya dilaksanakan di Medan. Keluarga Zain akan datang dari Paris ke Medan," jawab Cha.
"Gw pengen menghadirinya, tapi Lo tau kan Cha keadaan kami. Ini aja gw bersyukur di kasih tempat tinggal sama tuan Zain," ucap Dewi penuh syukur.
"Gak apa Wi, nanti gw juga akan kembali ke Jogja lagi kok. Kan harus menyelesaikan KKN kita. Dan rencananya keluarga gw juga akan pindah ke Jogja, Wi," balas Cha yang memberitahu tentang kepindahan keluarganya.
"Kapan Cha?" tanya Dewi.
"Setelah pernikahan gw Wi, mereka akan ke Jogja," jawab Cha.
Lalu si bibi datang memberikan capuccino susu anget sama Cha dan Zain. Namun Zain tidak ada lagi bersama mereka.
__ADS_1
"Bi anter aja minumnya ke kamar. Zain sudah di kamar," suruh Cha.
"Oh iya non, saya permisi dulu," balas si bibi yang membawa gelas minuman Zain.
"Ya udah, Lo istirahat dulu Cha. Ntar lagi juga Ibu dan adik gw pulang," ucap Dewi.
"Baiklah Wi, gw ke kamar dulu ya. Oh ya ini ada oleh-oleh buat Lo dan keluarga," Cha menyerahkan oleh-oleh untuk Dewi dan keluarganya.
"Ah Lo repot-repot Cha. Tapi makasih ya, ini akan gw simpan dengan baik," ucap Dewi dengan senang hati menerimanya.
Kemudian Cha pergi dari ruangan itu. Dia pun menyusul Zain ke kamarnya. Cha berjalan menuju kamar. Lalu dia membuka pintu kamar itu. Cha melihat Zain sudah terbaring di atas tempat tidurnya.
Cha pun segera membersihkan tubuhnya dan menyusul Zain tidur di atas tempat tidur.
Setelah beberapa jam mereka tertidur berdua, Cha terbangun dan melihat jam di dinding sudah menunjukkan sore menjelang malam. Cha bangkit dari tempat tidur. Dia keluar dari dalam kamarnya menuju meja makan.
Kebetulan di meja makan ada Dewi yang sedang memakan buah.
"Eh elo Wi. Mereka sudah kembali?" tanya Cha.
"Sudah Cha, barusan aja. Mungkin lagi istirahat di kamar," jawab Dewi sambil mengunyah buahnya.
"Nanti aja gw nemuin Ibu. Si bibi masak apa ya malam ini" tanya Cha kepengen tau.
"Gw juga belum tau Cha. Nih Lo makan buah dulu, biar perut gak kosong," suruh Dewi.
Cha pun mengambil buah yang sudah di potong-potong Dewi. Dia mengunyahnya dengan santai.
"Cha, oleh-olehnya gw suka banget. Bagus dan adik gw juga suka banget. Sampai dia gak mau menggunakannya karena sayang di pakai, terlalu bagus katanya," ujar Dewi.
"Hehehehe, bisa aja si Tika. Gw pengen lihat wajah Tika sekarang. Pasti banyak berubah," ucap Cha penasaran.
"Dia tambah gendut Cha. Lo pasti gemes lihatnya," balas Dewi.
"Tika emang gemesin, persis adik gw waktu kecil si Sika," ucap Cha mengingat adiknya.
Mereka ngobrol santai sampai terdengar suara adzan Maghrib. Lalu Cha dan Dewi kembali ke kamar masing-masing.
Cha masuk ke dalam kamarnya dan melihat Zain sudah duduk di sofa menunggunya.
"Zain, kirain kamu masih tidur," ucap Cha saat masuk ke dalam kamarnya.
"Aku udah bangun sayang. Nih nungguin kamu ngilang terus," sindir Zain yang kesal karena ditinggal Cha terus.
Cha pun tersenyum lalu dia menghampiri Zain dan duduk diatas pangkuan Zain. Perlakuan Cha membuat Zain tersenyum dan merasa tergoda.
__ADS_1