Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Berita jelek tentang Cha di Kampus


__ADS_3

Dewi ternyata memperhatikan Ghani yang dari tadi memandang Cha terus. Lalu tatapannya beralih ke Cha yang cuek. Akhirnya Dewi pun sengaja berdehem untuk menyadarkan Ghani.


"Ekhem ekhem," kak Ghani makanannya kenapa gak di makan?" Dewi sengaja bertanya.


Cha menoleh ke piring Ghani yang ternyata belum di sentuh sama sekali.


"Ah iya, ini mau dimakan," jawab Ghani salah tingkah.


Dewi cekikikan melihat Ghani yang salah tingkah karena dipergokin.


Lagi-lagi Dewi melirik ke Cha yang ternyata tak memperdulikan adanya Ghani.


"Cha, ayo cepat di habiskan. Kita masih ada jam kuliah nanti," ucap Dewi mengingatkan Cha.


"Iya Wi, gw tau kok. Sabar ya," balas Cha.


"Kalian masih ada jam kuliah lagi?" tanya Ghani.


"Iya kak," jawab Dewi.


"Kalau begitu, Kakak akan antar kalian setelah makan," Ghani menawarkan dirinya untuk mengambil hati Cha.


"Gak usah kak. Gak enak ngerepotin kak Ghani terus," Dewi gak mau sahabatnya ini dekat sama Ghani. Karena Cha akan segera menikah.


Cha masih terlihat acuh tak acuh Dia tidak ingin menanggapi tawaran Ghani. Cha yakin Dewi akan menanganinya.


"Jangan menolak kebaikan orang lain Wi. Itu tidak baik, jadi biarkan saya yang antar kalian kembali ke Kampus," tekan Ghani yang tak ingin di bantah.


Dewi menoleh ke Cha meminta tanggapan Cha. Tapi dia hanya mengedikkan bahunya tanda pasrah dan menerima tawaran Ghani.


Setelah mereka menyelesaikan menyantap makanannya, Ghani pun mengantarkan keduanya ke Kampus.


"Ayo kak Ghan, kita balik sekarang," ajak Dewi.


"Cha, kamu udah selesai makannya? Kalau belum, aku akan menunggunya," ucap Ghani.


"Udah kok, ayo kita kembali sekarang aja.Takut kehujanan nanti," Cha pun mengajak ulang Ghani.


Setelah membayar ke kasir, mereka bertiga keluar dari cafe itu. Cha berjalan berdampingan dengan Dewi. Sementara Ghani berjalan di belakang mereka berdua.


Sesampainya di tempat parkiran mobil, Ghani membukakan pintu untuk Cha.


"Ayo masuk Cha," ucap Ghani.

__ADS_1


Cha pun masuk tanpa menoleh ke arah Ghani. Ghani meminta Cha duduk di depan. Sedangkan Dewi memilih di belakang.


Mobil pun segera meninggalkan cafe itu. Karena jarak cafe dengan Kampus tidak terlalu jauh, mereka sampai dengan cepat.


Saat ini ketiganya sudah berada di Kampus. Cha dan Dewi berjalan menuju ruangan kelasnya. Sementara Ghani menunggu keduanya di dalam mobil.


"Cha, Lo lihat gak tadi. Kak Ghani tuh kelihatan banget ya kalau suka sama Lo," celetuk Dewi.


"Masa sih Wi?" tanya Cha yang berpura-pura gak mengetahuinya.


"Isshhh Lo ini Cha. Masa gitu aja gak tau sih," kesal Dewi.


"Ya gw mana begitu memperhatikan orang lain Wi. Lagian siapa dia gw perhatikan. Bisa-bisa Zain marah kalau gw memperhatikan yang lainnya," balas Cha.


"Terus menurut Lo gimana Cha?" tanya Dewi yang kepengen tau.


"Maksudnya gimana apanya Wi?" Cha malah balik bertanya.


"Ya kalau kak Ghani suka sama Lo, Lo gimana?" tanya Dewi.


"Biasa aja kali Wi, gak ada masalah. Lagian jangan biarkan dia yang memiliki perasaan. Yang penting perasaan gw ke dia gak ada, jelas kan," tegas Cha.


Dewi pun menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Cha. Dia tidak lagi bertanya. Karena bagi Dewi itu adalah urusan Ghani dan Cha. Dewi hanya tidak ingin ada yang tersakiti.


Mereka berdua terus berjalan hingga sampai di depan ruangan kelas. Cha pun melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


Berita tentang Cha menggunakan kata pelet sudah menyebar di area kampus. Cha tak menyangka dia bisa terkenal secepat ini.


Cha tidak perduli dengan gosip itu. Dia tidak merasa melakukannya. Tatapan Mahasiswa yang lainnya tidak di hiraukannya. Cha tetap melaksanakan kuliahnya dengan tenang.


Ghani yang saat ini berada di dalam mobil, mendapat khabar dari temannya yang masih berada di Kampus.


"Ghani, ada berita tentang Lo yang kena pelet sama Cha. Apakah itu benar?" tanya temannya melalui pesan.


Ghani mengerutkan keningnya bingung dengan pesan temannya itu.


Kenapa Maslaah tadi justru menjadi besar. Ghani merasa ada yang memang sengaja membuat Cha tidak di sukai di Kampus itu.


Lalu Ghani pun membalas pesan itu dan mengatakan jika itu tidak benar.


"Berita itu tidak benar. Gw baik-baik aja. Cha tidak pernah melakukannya. Lo dapat info dari mana?" tanya Ghani dan mengirimkan balasan pesan.


Ghani pun keluar dari dalam mobil. Dia berjalan memasuki Kampus. Ghani akan mencari orang yang sudah menyebarkan berita fitnah itu.

__ADS_1


Ghani terus berjalan hingga dia sampai di depan ruangan Cha. Dia melihat Cha yang terlihat tenang dan santai. Seperti orang yang tidak punya masalah. Ghani merasa legah karena Cha tidak terpancing emosinya.


Dia sengaja menunggu Cha sampai jam kuliahnya selesai. Menunggu beberapa menit hingga Dosen keluar dari ruangan itu. Ghani masih tetap menunggu Cha.


Sedangkan Cha yang masih berada di dalam ruangan kelasnya, sedang merapikan buku-bukunya.


"Cha udah selesai, ayo kita pulang," ajak Dewi yang sudah menghampiri Cha di mejanya.


"Iya Wi, bentar nih dikit lagi," balas Cha.


Setelah selesai, mereka berdua keluar dari dalam ruangan kelas itu. Tapi mereka terkejut saat melihat Ghani yang setia menunggu Cha.


"Loh kak Ghani belom pulang? Kenapa.masih disini," Dewi kaget melihat kehadiran Ghani.


*Iya, saya ada perlu sama Cha," jawab Ghani.


"Emang ada apa ya kak Ghan?" tanya Dewi penasaran.


"Bisa tinggalkan kami berdua Wi?" tanya Ghani.


Dewi menoleh ke arah Cha. Dia meminta jawaban Cha. Lalu Cha menganggukkan kepalanya meminta agar Dewi meninggalkan mereka berdua.


Dewi pun pergi dari hadapan Cha dan Ghani. Dia sedikit menjauh dari keduanya.


"Ada apa Ghani? Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Cha yang tidak ingin basa basi.


"Apa kamu sudah mendengar berita itu?" Ghani malah balik bertanya.


"Sudah dan aku tidak perduli," tegas Cha.


"Tapi itu membuat namamu jelek Cha!" seru Ghani.


"Ah biarkan saja. Toh lama kelamaan mereka akan diam. Dan berita itu akan menghilang di bawa angin," balas Cha.


"Itu harus diselesaikan Cha. Karena semua orang akan menilai berita itu benar. Bahwa kamu menggunakan pelet buat mendapatkan aku!" protes Ghani dengan sikap Cha.


"Terus aku harus gimana Ghani!" seru Cha.


"Aku akan bantu kamu untuk mendapatkan siapa yang menyebarkan berita bohong itu."


"Aku rasa itu tidak perlu. Orang yang menyebarkannya pasti dia yang tadi berada di kantin," tekan Cha memberitahu.


"Ya pasti dia. Aku akan mencarinya dan meminta dia untuk membersihkan nama kamu," ucap Ghani meyakinkan.

__ADS_1


"Terima kasih Ghani," balas Cha.


Lalu mereka berdua diam sejenak tanpa ada yang berbicara lagi.


__ADS_2