
Ina, Shanti dan Cha menuju ke Malioboro Mall. Sepanjang perjalanan, Cha selalu menoleh kebelakang memantau Ina. Selain memantau Ina, Cha juga memantau Dino, apakah cowok itu mengikuti mereka atau tidak.
Sesampainya mereka di Malioboro, Shanti dan Ina memarkirkan motornya di dekat parkiran Mall.
"Kita parkir disini aja ya kak," ucap Shanti sambil memarkir motornya.
"Iya kakak ngikut Shanti aja dimana mau parkirnya," balas Ina mengikuti Shanti meletakkan motornya.
Setelah mereka memarkirkan motornya, mereka menuju Mall Malioboro.
"Shan, katanya bunda mau ketemu kita di Keraton, ini kenapa malah ke Mall nya?" tanya Ina yang merasa bingung.
"Bentar kak, Shanti hubungi dulu bunda. Tadi kita disuruh ke Mall dulu. Nanti kalau Mereka udah menuju arah Malioboro, bunda akan menghubungi kita kak, biar kita naik mobil bareng bunda," ucap Shanti mengarang dan membohongi Ina. Dia pun melirik ke Cha meminta dukungan.
"Oh..berarti kita nunggu di dalam dong Shan? Kalau gak Lo hubungi bunda aja bentar lagi, sapa tau bunda lupa," saran Cha menatap kearah Shanti sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ya udah yuk kak kita ke dalam aja nunggu nya," ajak Cha kepada Ina.
"Ayok lah biar ngadem didalam sambil cuci mata, mana tau ada yang nyantol dikantong," ucap Ina.
"Hahaha, yang pas dikantong ya kak," sahut Shanti tertawa menanggapi ucapan Ina.
"Betul itu, mana tau ada yang pas. Selagi di dalam nunggunya, puasin cuci matanya," sambung Cha sembari berjalan menuju Mall.
Sesampainya mereka di dalam Mall,Cha mengajak Ina ke pameran baju batik. Kebetulan di dalam Mall, sedang ada pameran batik dan aksesoris.
Mereka bertiga berjalan menyusuri outlet-outlet pameran.
"Wah Shan, cakep nih baju batiknya, yuk beli ini kembaran kita," ajak Cha untuk membeli batik itu bersama.
"Gak ah, gw males kembaran gitu, jawab Shanti cuek. Shanti melihat-lihat batik yang lainnya tanpa memperdulikan perasaan Cha.
"Kenapa sih Shan, kamu sekarang berubah banget. Gw salah apa ya?" tanya Cha dalam bathinnya sambil menatap Shanti.
Ina dan Shanti berbarengan melihat outlet aksesoris. Sedangkan Cha sedang melihat pakaian batik. Cha memutuskan untuk membeli beberapa batik dan sepatu. Lalu dia mencari keberadaan Ina dan Shanti.
Saat Cha berjalan, dia melihat Dino berjalan dengan perempuan sexy yang berada di cafe tadi.
"What..! Mereka disini juga? bathin Cha yang menatap Dino dari jauh.
Cha buru-buru mencari Ina dan Shanti. Dan dia berhati-hati sambil mengendap-endap berjalannya. Tak jauh dari Dino, Shanti dan Ina sedang memilih aksesoris. Lalu Cha mencari jalan agar sampai ke Shanti tanpa kelihatan sama Dino.
"Haduh Shan.., hah hah hah," Cha ngos-ngosan dihadapan Shanti.
"Lo kenapa Cha, kayak orang dikejar setan aja," celetuk Shanti sambil memilih aksesoris.
"Ayok Shan, kita pergi dari sini. Dino lagi ada disini bersama perempuan itu. Mereka ada di outlet ujung," ucap Cha memberitahukan keberadaan Dino.
"Mana? Serius Lo..," tanya Shanti gak percaya. Dia mencari keberadaan Dino dengan mengedarkan pandangannya. Mereka bersembunyi dibalik pakaian batik sambil mengintip ke arah Dino.
Shanti menutup mulutnya, dia ketakutan tak percaya bahwa Dino si penjual perawan berada dihadapan mereka.
"Ayo Cha, kita samperin kak Ina. Kita harus segera pergi dari sini, buruan," ajak Shanti ketakutan.
__ADS_1
Mereka mencari Ina di bagian baju batik. Akhirnya mereka menemukan Ina dan segera mendatanginya.
"Kak Na yok, udah ditlp bunda nih. Katanya mereka gak jadi ke keraton. Dan bunda nyuruh kita sekarang kerumah," ajak Shanti tergesa-gesa.
"Loh kenapa? Ada masalah apa Shan?" tanya Ina bingung.
"Gak tau kak, yuk buruan sudah ditunggu bunda," ajak Shanti ketakutan. Shanti ketakutan karena melihat Dino berjalan kearah mereka.
Shanti yang mengetahui kedatangan Dino, langsung menarik tangan Ina dan Cha ke luar dari Mall itu. Mereka menuju parkiran. Sampai diparkiran mereka langsung meninggalkan Mall Malioboro.
Saat mereka keluar dari parkiran, Shanti gak sengaja bertatap mata dengan Dino yang sedang berdiri di depan Mall. Namun Shanti secepatnya mengalihkan pandangannya kearah lain dan langsung meninggalkan Mall itu.
"Ya ampun Cha, syukur Lo ngelihat Dino tadi. Kalau gak bisa ketahuan kalau kita bohong tadi," ucap Shanti bersyukur.
"Berarti kita masih dilindungi Allah SWT dari orang jahat, Shan," balas Cha yang duduk dibelakang Shanti.
Ina merasa heran melihat tingkah Shanti dan Cha yang seperti orang ketakutan.
"Ada apa dengan mereka berdua ya? Hmmm aneh," gumam Ina sambil mengendarai motornya.
Akhirnya mereka sampai juga di kediaman Shanti. Shanti sengaja turun duluan dari motor menemui mamanya. Dia berlari masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar bundanya.
Shanti melihat bundanya sedang duduk didepan meja rias. Dia pun menyamperin bundanya. Lalu sahnti tanpa membuang waktu, menceritakan semuanya kepada mamanya. Mamanya pun mengerti ketakutan anaknya.
Akhirnya mamanya Shanti keluar dari dalam kamarnya bersama Shanti menemui Ina dan Cha.
"Akhirnya sampai juga ya nak Ina dan Cha kemari. Udah pada makan?" tanya mamanya Shanti sambil duduk dihadapan mereka.
"Udah Bun, tadi kami makan diluar," jawab Ina sopan.
"Maaf Tante, tapi kami harus balik ke hotel karena baju kami disana semua," jawab Ina dengan senyum.
"Ya udah kak, kita ke hotel aja sekarang. Seperti rencana kita kemaren, kita balik dulu ke hotel, setelah itu kita kerumah Shanti. Iya kan!" ucap Cha mengingatkan Ina.
"Iya kamu benar. Seperti rencana kemaren, kita ke hotel dulu. Kalau begitu sekarang kita berangkat ke hotel. Shanti mau ikut atau menunggu disini?" tanya Ina yang melihat ke arah Shanti.
"Kayaknya Shanti nunggu dirumah aja kak, biar bisa menyiapkan kamar buat kak Ina dan Cha," ucap Shanti menolak ajakan Ina.
"Ya udah Tante kalau begitu kami pamit dulu, biar cepat selesai urusan nya dihotel. Takut ke sorean nanti sampai disini," balas Ina yang berpamitan kepada mamanya Shanti.
"Iya, kalian hati-hati dijalan ya, jangan lama-lama ke mari takut kesorean.
Akhirnya Ina dan Cha pergi meninggalkan rumah Shanti. Sepanjang jalan antara Ina dan Cha tidak ada komunikasi sama sekali. Mereka asyik dengan pikiran masing-masing. Hingga sampai di hotel.
Ina dan Cha segera berberes-beres pakaian mereka.
"Cha, kok kakak aneh ya melihat sikap Shanti beberapa hari ini. Apa kamu gak ngerasa dia berubah?" tanya Ina penuh selidik.
"Kenapa kakak berpikiran seperti itu? Kayaknya biasa aja deh, gak ada yang berubah," jawab Cha yang menyembunyikan perubahan sikap Shanti.
"Beneran kok, kakak ngerasa dia berubah. Apa karena Ghani?" ucap Ina to the point. Dia menatap lekat kearah Cha.
"Loh emang Ghani kenapa kak, gak ada masalah Lo. Itu mungkin perasaan kakak aja," tukas Cha yang masih bersikap santai.
__ADS_1
"Ya mudah-mudahan sih perasaan kakak keliru
Tapi kalau nanti Shanti benar berubah, kakak harap kamu pindah dari rumah nya," saran Ina yang khawatir dengan adiknya.
"Iya kak. Udah siap nih semuanya. Periksa jangan sampai ada yang ketinggalan kak. Kakak udah ambil tiket pesawatnya kan. Malam ini, kita gak usah kemana-mana ya, lebih baik istirahat biar besok bisa bangun cepat," ucap Cha.
"Iya, yuk turun kebawah," ajak Ina.
Mereka pun keluar dari dalam kamar menuju lobby untuk cekout. Ina menyuruh Cha menunggu di lobby. Sementara Ina memesan grab untuk membawakan barang-barang mereka.
Selang beberapa menit, grab nya pun tiba. Ina menemui supir grabnya dan memberitahukan kalau grab itu membawa barang mereka. Sedangkan Ina dan Cha mengikuti dari belakang.
Selesai urusan barang-barang kelar dimasukkan dalam grab, mereka meninggalkan hotel. Ina dan Cha mengikuti mobil grab dari belakang hingga sampai ke rumah Shanti.
Mobil grab pun berhenti dan memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Shanti.
Shanti melihat kedatangan Ina dan Cha. Dia pun menemui mereka berdua.
Ina membayar uang grab setelah barang-barang mereka di letakkan di teras rumah Shanti.
"Terima kasih banyak ya pak," ucap Ina kepada pak supir.
"Iya mbak sama-sama," balas si supir itu.
"Sini kak, Shanti bawa sebagian kedalam kamar. Shanti udah siapkan kamar untuk Cha disini," kata Shanti dengan kesenangan.
Cha melihat perubahan di diri Shanti.
"Tadi jutek, sekarang udah berubah lagi jadi manis," aneh nih Shanti," bathin Cha.
"Mama kamu kemana Shan?" tanya Ina sambil mengedarkan pandangannya kesana kemari.
"Mama baru aja pergi kak. Makan malam kita udah disiapkan sama bibi. Tadi mama request sama bibi buat masak daun singkong di tumbuk," jawab Shanti sambil membawa barang mereka.
"Wah enak tuh Shan, jadi kangen Medan gw. Kangen masakan mama ya kak," kenang Cha mengingat masakan mamanya yang tiada duanya.
Ina hanya mengangguk saja. Di dalam hatinya, dia juga merasakan rindu dengan masakan mamanya yang jauh darinya.
"Nah, ini kamar kamu Cha," kata Shanti memperlihatkan kamar yang akan ditempati Cha.
"Gw suka kamarnya adem," balas Cha tersenyum.
"Yuk masuk, silahkan kak Ina dan Lo Cha, kalau mau beres-beres, gw tinggal dulu. Nanti makan malam gw panggil ya," ucap Shanti meninggalkan mereka berdua.
Ina pun menutup pintu kamar itu dan menelisik isi dari kamar itu.
"Lumayan rapi. Tapi sepreinya kakak kurang suka," celetuk Ina.
"Ya nantikan bisa aq ganti kakak sepreinya," sahut Cha yang merasa tak suka dengan sikap Ina.
"Ya ya ya, terserah kamu aja deh. Kan kamu yang mau tinggal disini," balas Ina.
"Udah ah, aq mau rebahan dulu kak, ngantuk nih seharian tadi diluar mulu," ucap Cha. Dia pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.
__ADS_1
"Hahhh nyamannya...," Cha memejamkan matanya untuk beristirahat.
Sedangkan Ina, dia sedang mencoba menghubungi mamanya di Medan.