Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kesepakatan Bertiga


__ADS_3

Cha meminta pendapat sahabatnya, apakah mereka mau melihat dulu kontrakan itu atau tidak.


"Kayaknya, kita lihat dulu aja deh Cha, biar tau gimana kondisi rumahnya," balas Mbak Ani.


"Tapi hari ini kita bukannya ada jam kuliah ya Wi?" tanya Cha.


"Eh iya ya Cha. Gw gak ngeh kalau kuliah hari ini," jawab Dewi.


Cha melihat jam dindingnya ternyata sudah jam 10.00 pagi. Dia pun bergegas bersiap-siap buat ke kampusnya.


"Eh Wi, buruan. Lo mau kuliah gak? Atau Lo mau dikost aja?" Cha bertanya sambil bersiap-siap.


"Cha, kayaknya gw sama Mbak Ani nungguin Lo disini aja deh. Lagi gak pengen kuliah gw. Nitip absen ya Cha," jawab Dewi yang ogah-ogahan.


"Ya udah Dewi biar sama Mbak aja Cha disini. Nanti kalau kamu sudah pulang baru kita lihat kontrakannya, gimana?" tanya Mbak Ani yang menengahi obrolan Cha dan Dewi.


"Iya Mbak, kalau gitu aku berangkat dulu ya Mbak."


"Lo berangkat sendiri atau naik ojek Cha?" Dewi pun bertanya.


"Gw naik gojek aja Wi, tar gw suruh aja gojeknya masuk kedalam biar gak ketemu sama si Dino jahat itu," Cha membenahi buku-buku yang mau dibawanya kuliah.


"Kenapa gak bareng kak Ghani aja Cha? Sapa tau dia mau ke kampus juga."


"Gak ah Wi, gw gak mau ngerepotin Ghani. Lagian tuh si Dino kan lagi dikost Ghani. Mana mungkin Ghaninya pergi bareng gw," jawab Cha.


Cha memesan ojek online untuk berangkat ke kampus. Selama menunggu gojek datang, Cha mengirim pesan ke Zain.


"Zain, mereka setuju untuk gabung satu rumah. Tapi, aku hari ini ke kampus dulu, habis tuh baru rencananya lihat kontrakan," pesan Cha.


Zain pun menerima pesan dari Cha dan membalas pesannya.


"Iya sayang, kamu hati-hati berangkat ke kampus. Ingat harus fokus kuliahnya biar cepat tamat dan cepat nikah sama aku," goda Zain dengan membalas pesan Cha.


"Kamu ini ya, kalau aku ngajak nikahnya sekarang, kamu mau?" tantang Cha.


"Beneran Cha..!! Aku mau banget biar bisa punya anak banyak!" balas Zain dengan semangat.


"Iya, nanti kalau aku udah tamat kuliahnya ya, apa kamu bakalan nungguin aku?" balas Cha.


"Of course baby, aku akan menunggumu sampai kapanpun. Cuma kamu yang aku mau!" balas Zain lagi.


Tiba-tiba Zain melakukan panggilan vc dengan Cha. Cha kaget melihat dilayar ponselnya ada vc dari Zain. Dia pun mengangkat video Zain.


"Hai sayang..!" sapa Zain sambil tersenyum.


"Kamu gak ke kantor Zain?" tanya Cha yang melihat Zain nyantai dikamarnya.


"Aku kan pemiliknya, jadi gak perlu kekantor baby! Aku mau lihat wajah kamu, kangen!" Zain memberikan ciuman dari layar handphonenya.


"Ihhhh Zain, kamu suka banget sih godain aku!" Cha memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Baby, beberapa hari lagi aku akan bernagakt ke Indonesia. Dan aku membawa pasukan, yaitu Mama dan Papa ku. Mereka mau berkenalan sama kamu sayang."


"Loh kenapa mendadak Zain! Aku takut ketemu sama ortu kamu. Lagian mau ngapain ketemu mereka, kayak mau melamar aja," kesal Cha karena Zain mendadak memberitahukannya.


"Ya mau kenal kamu sayang. Aku gak maksa kamu buat cinta sama aku. Yang pasti aku akan menunggu sampai kamu bersedia menikah denganku sayang," balas Zain tersenyum. Padahal dalam hati Zain merasa sedih karena Cha masih mengharapkan Yoga cinta pertamanya.


"Maaf ya Zain. Kamu jangan bersedih ya. Kalau takdir membuat kita emang berjodoh, pasti aku akan menjadi milikmu," Cha mencoba menghibur Zain.


"Iya sayang, gak masalah. Ya udah, kamu mau ke kampus kan. Hati-hati dijalan. Oh ya jam berapa kamu selesai kuliahnya. Biar nanti suruhanku saja yang menjemputmu ke kampus dan mengantar kamu ke kontrakan," ucap Zain.


"Nanti aku khabari kamu ya Zain, aku berangkat dulu. Daa Zain..," Cha menyudahi tlp nya.


"Tunggu ciumannya mana sayang?" tanya Zain.


"Iya Zain emmmuach," ucap Cha malu malu.


"Emmmuach," balas Zain.


Akhirnya tlp pun mati. Saat yang sama gojek pesanan Cha datang. Cha menyuruh Dewi mengajak gojeknya masuk kedalam kost-kostan. Lalu Cha bergegas meninggalkan kostannya menuju kampus.


Sementara Dewi dan Mbak Ani menunggu Cha didalam kamarnya. Mereka menghabiskan waktu dengan bersantai dan sibuk dalam pikiran masing-masing. Tak ada obrolan yang terjadi antara mereka berdua. Hingga suara ketukan membuyarkan lamunan mereka.


"Siapa tuh Wi?" tanya Mbak Ani ketakutan.


"Gak tau e Mbak. Teman kost Cha kali Mbak," jawab Dewi.


"Ndak mungkin Wi. Cha orangnya tidak bergaul disini. Coba kamu aja Wi yang buka. Mbak takut kalau pacar Mbak yang datang mencari kekamar Cha."


"Ya udah, aku lihat dulu ya Mbak," ucap Dewi. Dewi berjalan kearah pintu dan membuka sedikit pintu kamarnya.


"Cha nya ada?" tanya laki-laki itu.


"Cha sedang ke kampus. Kamu siapa?" tanya Dewi curiga.


"Oh...saya teman Cha Dino. Tadi penasaran aja, seperti melihat Cha keluar dari kamar ini," balas laki-laki itu.


Dewi yang mendengar nama Dino, langsung terkejut diam bak seperti patung tak bisa berbicara. Dia mulai ketakutan karena kehadiran Dino didepan kamar Cha. Dewi spontan menutup pintu kamar Cha dan menguncinya. Dia pun berlari kearah Mbak Ani.


"Kamu kenapa Wi, kayak lihat setan aja," celetuk Mbak Ani melihat Dewi seperti ketakutan.


"M...mbbb..bak, didepan ada laki-laki yang bernama Dino. Dia mencari Cha. Aku gak sengaja bilang dia ke kampus! Gimana dong ini Mbak? Aku takut dia mengincar Cha lagi!" seru Dewi ketakutan.


"Ya ampuuun Wi...!! Gimana dong ini? Mbak juga bingung. Coba deh kamu hubungi Cha. Jangan kasih dia balik dulu kekost. Mending kita aja yang nyamperin dia ke kampusnya sekalian lihat kontrakan itu," balas Mbak Ani yang juga kebingungan.


Dewi pun buru-buru menghubungi Cha. Namun tak dijawab juga.


"Duh Cha..., angkat dong!" kesal Dewi. Dewi mencoba lagi menghubungi Cha, namun tak juga direspon.


"Gimana Wi, nyambung gak?" tanya Mbak Ani.


"Belom Mbak, nih aku coba lagi, takut diabalik kekost," ucap Dewi yang mencoba terus menghubungi Cha.

__ADS_1


Dewi terus menghubunginya hingga akhirnya Cha pun mengangkat tlpnya. Dewi merasa bersyukur Cha mengangkat tlpnya. Dewi menceritakan kejadian tadi dan meminta Cha untuk menunggu mereka dikampus agar bisa melihat kontrakan itu.


"Ya udah, gw tunggu kalian dikampus aja ya. Tar Lo sama Mbak Ani langsung aja ke kantin," balas Cha yang juga ketakutan.


"Ok, kami siap-siap sekarang bergerak kesana ya. Lo tunggu aja," sahut Dewi.


Obrolan mereka selesai, karena Dewi dan Mbak Ani bersiap-siap pergi dari kost-kostan itu menuju kampus. Mereka tidak memesan grab online, mereka memilih naik bus. Dewi dan Mbak Ani keluar dari kost-kostan tanpa bertemu dengan Dino.


"Mbak, ngeri juga ya ketemu laki-laki itu, bisa-bisa kita dijual juga sama dia," celetuk Dewi merasa ngeri.


"Iya Wi. Kasihan banget Cha ya. Ternyata masalah dia lebih rumit dibanding kita berdua. Cha hebat, mentalnya kuat juga menghadapi berbagai macam masalah. Mbak salut sama dia," Mbak Ani memuji sikap Cha yang dewasa dan mampu menjalani hidupnya dengan semangat.


Dewi hanya mengangguk saja mengiyakan ucapan Mbak Ani.


Mereka naik bus menuju kampus. Dalam perjalanan, mereka hanya diam dan tidak membahas apapun, hingga sampai di depan kampus. Dewi dan Mbak Ani turun dari bus dan masuk kedalam kampus.


"Cha nunggu kita dimana Wi, katanya?" tanya Mbak Ani.


"Kita disuruh langsung ke kantin aja Mbak. Dia nunggu disana," jawab Dewi.


mereka berjalan melewati ruangan kelas. Sampai menuju kantin. Sesampainya dikantin, Dewi dan Mbak Ani mencari keberadaan Cha.


"Tuh dia Mbak," tunjuk Dewi kearah Cha yang sedang duduk nyantai dipojokan kantin.


"Mana?" tanya Mbak Ani.


"Ayo kesana!" Dewi mengajak Mbak Ani menghampiri Cha dimejanya.


"Lama ya Cha nunggunya?" tanya Dewi merasa gak enak.


"Ya lumayan sih. Emang kalian naik apa?" tanya Cha bingung.


"Kami naik bus Cha. Maklum ngirit," jawab Mbak Ani.


"Oh..., trus gimana ceritanya kok bisa dia tau gw tinggal dikamar itu Wi?" tanya Cha penasaran dengan kejadiannya.


"Katanya sih dia seperti melihat Lo keluar dari dalam kamar. Makanya dia mencoba mendatangi kamar Lo buat memastikan benar gaknya yang nempati itu Lo," balas Dewi.


"Kayaknya gw gak bisa lama-lama disitu Wi, Mbak. Kita harus segera pindah. Kalau bisa malam nih kita pindah. Sekarang kita ketempat kontrakannya melihat rumah itu," ajak Cha.


"Iya Cha, Mbak juga gak mau lama-lama disana, takut mantan Mbak nyari-nyari keliatan!" sahut Mbak Ani.


"Lo udah dapat alamatnya Cha?" tanya Dewi.


"Kita dijemput sama orang suruhan dia Wi. Sekarang sudah menunggu kita didepan kampus. Tadi gw udah ngabari dia, kita mau lihat kontrakannya," ucap Cha.


"Emang siapa Cha yang mau ngantar kita?" tanya Mbak Ani yang tidak tau apa-apa.


"Itu loh Mbak, calon Cha kan orang kaya raya, jadi dia yang mencari rumah buat kita dan bodyguard nya yang akan membawa kita ke kontrakan," Dewi menjawab kebingungan Mbak Ani.


"Oh...hebat kamu Cha bisa punya calon kaya raya," balas Mbak Ani kagum dengan Cha.

__ADS_1


"Udah yuk sekarang kita jalan biar cepat selesai," ajak Cha.


Mereka meninggalkan kampus dan menuju ke area parkir. Dimana sudah ada mobil yang menunggu mereka bertiga. Saat Cha melihat bodyguard Zain menyamperin Cha, mereka diajak masuk kedalam mobil. Mereka bertiga masuk kedalam dan pergi menuju kontrakan.


__ADS_2