Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Persaingan Antara Yoga dan Irfan


__ADS_3

Sika heran melihat kakak nya yang sepertinya ketakutan.


"Ada apa kak, kenapa ada abang-abang yang datang kerumah ini?" tanya Sika penasaran.


"Sik, laki-laki tadi suka sama kakak, dia ngejar-ngejar kakak. Tapi kakak gak mau," Cha berbohong agar Sika tidak mengetahui bahwa Binyu pacar Cha.


"Oh...., ngeri juga ya kakak, dikejar gitu," kata Sika yang polos.


Cha menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Sika. Lalu Cha mengajak Sika kembali ke kamar untuk mandi. Selang beberapa jam, mamanya Cha pulang. Dan syukurnya Binyu sudah tidak ada. Cha masih deg-degan apabila Binyu nekat kerumah lagi.


Malam pun tiba, Cha ingin menghubungi Irfan, tapi dia gengsi untuk memulainya. Hingga suara dering tlp mengagetkan Cha. Cha melihat layar handphonenya, tertera nama Binyu. Cha langsung menjauhkan tlp nya dari hadapannya. Cha membiarkan tlp nya berdering terus. Dia pergi ke kamar Sika untuk menghindari tlp.


Dikamar, Sika sedang belajar. Dan Cha nyelonong aja masuk kedalam.


"Loh kak kenapa? Kakak gak belajar, kan mau ujian tar lagi?" tanya Sika.


"Tadi kakak dah belajar, sekarang kakak pengen rebahan di kamar kamu, bolehkan, kakak gak ganggu kan Sika...? tanya Cha.


"Nggak loh kak, tidur sini juga boleh," kata Sika sambil tetap belajar.


Cha akhirnya rebahan dan terlelap tidur dikamar Sika. Sika yang melihat kakaknya sudah tertidur, membiarkan kakaknya dan menyelimuti kakaknya, dia pun berbaring di samping kakaknya hingga menjelang pagi.


Cha bangun dan merasa badannya segar kembali, dia melihat jam ternyata sudah harus bersiap berangkat. Hari ini Cha berangkat sekolah dari jalan belakang rumahnya. Cha pun berpamitan sama mamanya. Dia berjalan terus sambil was-was. Tak disangka Irfan dateng menjemputnya.


"Cha...!, ayok berangkat bareng," Irfan membuka pintu mobil bagian belakang mengajak Cha masuk.


Cha yang melihat Irfan di mobil, dia celingak-celinguk melihat apakah ada tetangganya yang melihatnya kalau masuk kedalam mobil.


"Huhh, ternyata aman," Cha langsung sigap masuk ke dalam mobil Irfan.


"Cha gimana, apa tadi malam pacar kamu menghubungi mu?" tanya Irfan membuka percakapan.

__ADS_1


"Iya Fan, dia menghubungi gw terus. Kayaknya gw harus nyelesaikan ini semua deh Fan. Gw gak mau hidup ketakutan gini terus," kata Cha sambil melihat ponselnya.


"Yup gw setuju, tapi inget kalau Lo mau ketemu dia, Lo harus kasih tau gw, biar gw bisa pantau Lo dari jarak jauh, gimana?" tanya Irfan.


"Ok Insyaallah gw akan kasih tau Lo," Cha kembali menatap ponselnya. Tiba-tiba ponsel Cha berdering, Cha pun kaget. Hampir saja ponsel nya terjatuh. Dia melihat nama Binyu tertera disana. Cha melirik Irfan.


"Angkat aja Cha, tapi loudspeakerin biar gw bisa denger apa yang disampaikannya, dan Lo harus tenang, ok," kata Irfan yang menggenggam tangan Cha.


"Assalamu'alaikum bang, a..ada apa ya?" tanya Cha gugup.


"Sayaaaang, kamu gak sekolah? Apa kamu sakit? Sayang, abang mau ketemu sama kamu, ada yang ingin abang jelaskan ke kamu Cha tentang kemaren. Kamu kenapa gak angkat tlp abang tadi malam Cha..?" tanya Binyu kesal. Tapi dia berusaha untuk menekan emosinya.


"I..iya bang, tadi malam Cha udah tidur, ngantuk banget karena Cha capek," kata Cha yang tidak mau membahas masalah kemaren.


"Ya udah nanti pulang sekolah abang jemput ya, abang kangeeeen sama kamu, kamu ngilang gitu aja," kata Binyu yang berusaha merayu Cha.


"Kalau hari ini jangan ya bang, besok aja. Karena Cha harus ijin dulu sama mama," Cha berusaha tenang. Padahal dia sudah sangat ketakutan, rasanya jijik jika mengingat perkataan Irfan tentang peristiwa kemaren.


"Mmm ya udah, besok pulang sekolah abang jemput ya sayang, kita ke hotel aja biar nyaman ngobrolnya, ya sayang..," Binyu berusaha membujuk Cha agar mau pergi bersamanya.


"I..iya bang besok kita ketemuan, udah dulu ya bang, Cha mau belajar," kata Cha singkat. Cha menarik napas tanda lega karena sudah selesai tlp nannya.


"Cha, besok Lo jalan aja sama dia, gw akan ikutin Lo dari belakang. Lo juga harus sharelok ke gw, dimana Lo berada jika gw kehilangan jejak Lo, ok. Lo tenang ya, gak akan terjadi apa-apa," Irfan berusaha meyakinkan Cha.


Cha menarik nafasnya dalam, begitu rumitnya situasi yang dialaminya saat ini. Mereka akhirnya sampai di sekolah. Ketika hendak masuk ke dalam sekolah, mereka berpas-pasan dengan Yoga. Yoga menatap tajam ke arah Irfan. Namun Irfan malah cuek aja. Ntah kenapa melihat Yoga, hati Cha merasa tenang, ada rasa rindu yang dirasakan Cha. Dia menatap Yoga sekilas, dan buru-buru melangkah masuk meninggalkan Yoga dan Irfan.


"Ada hubungan apa Lo sama Cha?" tanya Yoga to the point.


"Bukan urusan Lo, lagian Lo siapa bro nanya-nanya. Ada masalah kalau gw dekat sama Cha? Irfan menyunggingkan bibirnya menatap Yoga dengan tanda tanya.


Yoga tak menanggapinya. Iya berlalu begitu saja meninggalkan Irfan. Lalu dia menuju ke kelas Cha dan mendatangi Cha. Yoga langsung menarik tangan Cha keluar dari dalam kelas dan menuju ke ruangan basket. Yoga langsung memeluk Cha dengan erat dan berkata,

__ADS_1


"Cha, aq kangen banget sama kamu, kenapa kamu selalu menghindar dari ku. Apa kita tidak bisa menjalaninya," kata yoga masih tetep memeluk Cha.


Cha merasa tenang berada dalam pelukan Yoga. Dia ingin membalas pelukan Yoga, tapi...., dia teringat Shanti sahabatnya. Shanti ternyata mencintai Yoga. Cha mengetahuinya secara tidak sengaja, ketika Cha duduk di bangku Shanti dan tidak sengaja membuka buku tulis Shanti, di bagian belakang buku ada coretan tulisan AKU MENCINTAIMU YOGA, itulah kalimat yang tertulis. Dan itu terjadi sebelum kejadian antara Cha dan Yoga. Sehingga Cha melepaskan Yoga, namun hatinya masih menyimpan dalam perasaan itu.


"Huhuhuhu," Cha menangis dalam pelukan yoga.


"Cha, kamu kenapa menangis? Ada apa cha, katakan?" Yoga heran melihat Cha menangis, dia membelai wajah Cha dengan lembut.


Cha menggelengkan kepalanya, "Maaf, aq gak bisa Ga, gak bisa!" teriak Cha sambil menangis.


"Kenapa gak bisa..., apa salahku Cha hingga kamu tidak mau memberiku kesempatan. Aq sangat menyayangimu Cha, cuma kamu perempuan yang aq inginkan, dan cuma kamu yang ada di hatiku," kata Yoga sambil menunjuk-nunjuk dadanya.


Cha memeluk Yoga dengan erat, sejujurnya dia juga mencintainya, tapi dia tidak mau melukai perasaan Shanti sahabatnya.


"Aq gak bisa Ga, carilah yang lain," jangan memaksakan kehendak, mengertilah," Cha pergi meninggalkan Yoga, dia berusaha menenangkan perasaannya. Cha gak sengaja berpas-pasan dengan Irfan. Tapi Cha gak perduli, dia pergi meninggalkan Irfan. Irfan bingung melihat Cha yang sedih.


Tiba-tiba Yoga keluar dari ruangan basket. Karena tidak konsentrasi, dia pun menabrak Irfan.


"Ups sorry bro," kata Yoga sambil menunduk dan tidak melihat siapa yang ditabraknya.


"Hei bro.., jalan tuh lihat kedepan, bukan ke bawah. Emang Lo kehilangan uang, sampai jalan menunduk seperti orang sedang mencari sesuatu, cih," kata Irfan


Yoga menatap Irfan tajam. "Minggir Lo, jangan halangi jalan gw," kata Yoga ketus.


Irfan diam sambil melihat Yoga dengan tatapan menyelidik. Dia heran kenapa Yoga dan Cha dari ruangan basket.


"Eits tunggu, Lo sama Cha tidak ada hubungan kan, kenapa Lo dan Cha keluar dari ruangan yang sama, dan Lo apakan Cha sampai dia sesedih itu tadi, hah...! teriak Irfan sambil mencengkram kerah baju Yoga.


"Lepasin tangan Lo, itu bukan urusan Lo. Dan jangan ikut campur urusan gw sama Cha, ngerti Lo...," ancam Yoga sambil melepaskan tangan Irfan.


"Semua menjadi urusan gw, karena gw menginginkan Cha. Gw ingin dia menjadi kekasih gw dan Lo jangan coba-coba menyakiti Cha ataupun mendekatinya, kalau tidak, Lo akan berurusan dengan gw, ngerti Lo," Irfan pun mengancam Yoga balik.

__ADS_1


Yoga menatap Irfan dengan sengit dan tajam, mereka saling berhadapan dan saling memberikan tatapan tidak suka. Pancaran dari kedua tatapan menunjukkan aura persaingan untuk memperebutkan Cha.


Yoga pergi meninggalkan Irfan begitu saja, dia berhenti sejenak di depan kelas Cha, dia melihat Cha yang juga menatap kearahnya. Yoga tersenyum lembut kearah Cha, lalu dia pergi meninggalkan kelas Cha menuju kelas nya. Dia akan terus meyakinkan Cha dengan perasaannya. Ntah kenapa Yoga juga merasa Cha menyukainya, tapi seperti terhalang sesuatu, tapi Yoga tidak tau apa itu.


__ADS_2