
Cha menangis sejadi-jadinya, dia menutup tubuhnya dengan selimut. Cha tidak berani menoleh kearah Binyu yang masih tidur. Sebenarnya Binyu sudah bangun. Dia hanya pura-pura memejamkan matanya. Tapi mendengar tangisan Cha, Binyu pun bangun dan duduk.
"Sayang kenapa menangis?" tanya Binyu menatap Cha.
"A..apa yang sudah kita lakukan bang..! Apa kita melakukannya?" tanya Cha dengan gugup. Iya tak percaya dengan keadaannya.
"Iya sayang, tadi habis kita pulang dari cafe, gak tau kenapa kamu tiba-tiba membuka baju kamu semuanya. Terus kamu mendekati abang dan langsung memeluk abang. Abang pikir kamu menginginkannya, jadi abang ya melakukannya," jawab Binyu tanpa merasa salah dan berdosa.
Binyu sengaja mengarang cerita agar Cha tidak menyalahkannya atas apa yang sudah terjadi. Akhirnya apa yang diinginkan Binyu terlampiaskan juga. "Hmmm nikmat banget nih cewek, masih sempit lagi. Gak seperti Anggita yang sudah longgar," bathin Binyu sambil menatap Cha.
Cha yang mendengar penjelasan Binyu, hanya bisa menangis. "Kenapa harus terjadi lagi...! kata nya abang janji gak akan melakukannya, tapi ini kenapa melakukannya haaaaaa! teriak Cha dihadapan Binyu.
"Abang sudah berusaha menolak sayang, tapi kamu terus memaksa abang melakukannya. Kamu yang membuka baju abang dan bahkan kamu menggerayangi abang," bohong Binyu.
Cha geleng geleng kepala, "Gak mungkin.....!" Cha menangis tersedu-sedu.
Binyu memeluk Cha dan mengusap-usap kepala Cha. "Sayang, abang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu sama kamu, abang janji Cha...," Binyu terus mengusap-usap rambut Cha guna menenangkannya.
"I..ini jam berapa bang?" Cha tersadar akan sesuatu.
"Sudah sore sayang, tadi kamu nyenyak banget tidurnya. Jadi abang gak tega bangunin kamu," kata Binyu keheranan.
Cha langsung lemas. Dia ketakutan dan bingung. "Gimana ini, pasti mama marah besar sama aq, Ya Allah....apa yang harus aq lakukan.... Aq takut mau pulang..," bathin Cha yang kebingungan. Dia sampai lupa dengan tubuhnya yang masih polos, karena ketakutan akan pulang kerumah.
Binyu yang melihat ekspresi Cha seperti orang ketakutan, dia pun bertanya, "Sayang, kamu kenapa? Kok wajah kamu pucat begitu, kamu kok ketakutan gitu, sayang..!" tanya Binyu yang heran melihat ekspresi Cha.
"Gimana ini, Cha takut pulang, Cha gak berani pulang, gimana bang, Cha pasti dimarahin mama, gimana, gimana!" Cha seperti orang stress berbicara sendiri karena memikirkan hal mengerikan yang akan terjadi.
__ADS_1
"Ya udah abang anter Cha sekarang. Kita pulang, kalau mama Cha marah, gak usah digubris. Bilang aja tadi kerja kelompok disekolah bareng Shanti. Udah yuk abang anter," Binyu langsung memakai bajunya dan bergegas keluar hotel meninggalkan Cha sendirian dikamar. Dia gak perduli dengan keadaan Cha, bagaimana nasib Cha nanti, dia masa bodo', yang penting keinginannya sudah tercapai.
Cha masih diam diatas tempat tidur, dia seperti orang gila yang ketakutan. Cha tidak lagi memikirkan tubuhnya yang sudah dijamah Binyu, tapi yang membuatnya ketakutan adalah mamanya yang akan murka kepadanya.
"Cha ayok buruan tar keburu malam!" Binyu menyadarkan Cha yang lagi kebingungan.
Cha pun tersentak, dia cepat-cepat bangkit dari tempat tidur dan memakai seragam sekolahnya. Dia pun langsung jalan cepat menuju mobil Binyu.
Dlaam perjalanan, Cha memilih diam. Didalam otaknya sedang berkecamuk memikirkan hal-hal yang akan terjadi, Hingga mereka sampai di depan gang rumah Cha. Cha pun keluar mobil tanpa berpamitan sama Binyu. Binyu cuek aja dengan sikap Cha. Dia pun melajukan mobilnya pergi dari area rumah Cha.
Cha berjalan lambat memasuki gang, kakinya gemetaran, keringat bercucuran di tubuhnya, tangannya mulai berkeringat dingin. Cha pun sampai di depan rumah. Dia sudah sangat ketakutan. Lalu dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok tok tok, "Assalamu'alaikum ma..," kata Cha dengan suara lemahnya.
Pintu langsung terbuka dan terlihat mamanya yang suka berdiri berkacak pinggang.
"Ampuuun ma....., sakiiit, ampuuun," Cha memohon-mohon sambil menangis.
"Gatal kau ya, kau pikir, mama gak tau kau tidak sekolah hari ini haaaa! Kemana kau hari ini seharian, bilang.....! mamanya Cha terus mencubit, memukul Cha tak berhenti.
"Sakiiiiit ma..., Cha pergi sama teman ma, Cha gak kemana-mana ma, cuma dirumah teman ma..," Cha meraung-raung kesakitan. Cha berusaha menepis tangan mamanya yang mencubit pahanya, tapi mamanya terus mencubit.
"Gak usah kau sekolah lagi, gak guna kau sekolah, sayang-sayangi uang aja kau sekolah, sini kau, anak kurang ajar kau ya...., gara-gara kau, mama malu disekolah kau ya. Wali kelas kau datang kerumah ini, udah beberapa kali kau bolos, kemana kau haaaa! Mama Cha menarik rambut Cha dan menyeretnya ke dalam kamar mandi.
"Awwww sakiiit ma, Cha gak mau ma..., jangan kurung Cha, ma...! Ampuuun...!" Cha menangis ketakutan. Cha takut gelap. Karena setiap dia melakukan kesalahan pasti dia dikurung dalam kamar mandi atau kamar dalam keadaan gelap.
"Jangan ada yang berani buka kamar mandi ini ya, awas aja kalau dibuka," ancam mama Cha kepada Sika.
__ADS_1
"Maaaaaaa bukaaaaaa," Cha berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi agar mau dibuka. Dia terus berteriak, tapi tidak ada yang menyahutinya. Sampai akhirnya dia kecapean karena menangis. Cha pun sesenggukan dan akhirnya tertidur di dalam kamar mandi karena lelah.
Menjelang malam, akhirnya Cha disuruh keluar. Mamanya Cha menyuruh Sika mengeluarkan Cha dan menyuruh nya untuk makan. Cha pun keluar, dia melihat mamanya yang berkacak pinggang menatap tajam kearahnya.
"Kau buat lagi tingkah kau begini. Kalau kau bolos sekolah lagi dan ketahuan berbohong sama mama, awas aja kau ya, mama usir kau dari rumah ini. Gak perduli mama, kau mau tinggal dimana, dari pada kau buat malu, mendingan kau pergi dari rumah ini. Ingat itu! teriak mama Cha yang penuh ancaman.
Cha pun mengangguk kan kepalanya, mengiyakan ucapan mamanya. Dia pun masuk kedalam kamarnya mengganti bajunya. Lalu dia merebahkan badannya yang sakit semua. Dia melihat pahanya yang biru-biru karena bekas cubitan mamanya. Mana lagi rambutnya sakit akibat ditarik mamanya tadi. Dia menangis terus menerus.
Lalu Cha mengambil buku diary yang pernah dikasih sama Binyu. Dia pun menulis menuangkan kesedihannya di dalam buku diary.
Ban****, 12 ****** 2***
Hai Dairy....
Tau gak hari ini aq sedihhhh banget. Hari ini aq dimarahin sama mama karena kesalahan ku. Awal mulanya karena aq bolos sekolah dan pergi sama bang Binyu. Aq seneng karena bang Binyu ngajak aq jalan-jalan ke puncak dan kebun teh. Kenapa aq merasa seneng, karena...hanya bang Binyu yang mau ngajak aq jalan-jalan, sedangkan papa qu tidak pernah ada waktu untuk mengajak jalan-jalan. Jangan kan jalan-jalan, pulang aja setahun sekali bahkan lebih.
Dairy qu...
kemana aq harus mengadu, cuma Allah SWT dan kamu tempat aq mencurahkan isi hatiku. Aq sudah membuat kesalahan. Aq menerima ajakan bang Binyu untuk kepuncak, tapi malah aq menerima ganjaran atas perbuatan qu. Bang Binyu sudah berhasil meniduri qu. Aq benci tubuh qu, kenapa semua laki-laki jahat.....apa mereka hanya mau tubuh qu. Mama qu marah banget karena aq pulang telat dan ketahuan bolos. Karena guru qu dateng kerumah.
Tau gak Dairy....
Aq dicubit mama qu, aq dipukul mama qu bahkan aq dijambak mama qu setelah itu aq dikurung di dalam kamar mandi dalam keadaan gelap.
Sediiiih banget ya aq, kejam sekali hukuman yang diberikan mama qu kepadaku. Hahhh udah ya dairy aq laper mau makan dulu, lagian aq juga udah lelah, nanti aq curhat lagi.
By Dairy...qu
__ADS_1