Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kenapa Harus Bolos..?


__ADS_3

Hai para pembaca setia novel qu...., gimana makin penasaran kah dengan cerita Cha..? Pengen tau kan bagaimana nasib Cha selanjutnya...


Yuk ikutin terus kisahnya dan jangan lupa kritik yang pedas-pedas diterima dan saran, komen serta dukungan nya terus ya....


Cha melamun di dalam kamarnya, dia merenung memikirkan kehidupannya. Dia berfikir "apakah ibunya tak sayang sama dia?" Cha yang masih remaja puber belum memahami tentang kehidupan. Dan tidak ada orang dewasa yang memberikan dia pengertian dan dukungan terhadap dirinya. Dia berjalan sendiri tanpa ada masukan dari kakak-kakaknya, sungguh menyedihkan kehidupan Cha.


Malam pun tiba, Cha yang masih menangis tak sadar kalau sudah malam. Tiba-tiba adiknya masuk ke dalam kamar dan melihat Cha yang sesenggukan karena menangis.


"Kak, masih sakit dipukul mama? Tanya adik Cha yang langsung duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat Cha.


"Kakak gak apa-apa kok dek," Cha menatap adiknya dengan teduh.


"Kakak kenapa pulang lama? Apa kakak sudah punya pacar? Sika kasihan lihat kakak dimarahin mama gitu," Sika memeluk kakaknya dan menangis.


"Jangan nangis, kakak yang salah dek, harusnya kakak gak pulang telat. Kamu takut ya lihat mama marah gitu, udah jangan sedih ya dek, kakak baik-baik aja kok," Cha mengelus-elus rambut adeknya untuk menenangkannya.


"Kak, Sika bosen lihat mama yang marah-marah terus. Kalau teman-teman Sika, mamanya gak kayak mama, suka marah-marah." kata Sika yang polos.


"Mungkin mama lagi banyak pikiran dek, makanya kalau mama marah sama kakak, mending kamu masuk aja ke dalam kamar ya, biar kamu gak takut dan sedih. Besok kakak belikan kamu coklat, mau kan?" tanya Cha lalu memeluk adeknya dengan menahan tangisannya.


Sika pun mengangguk tanda mau. Sika menoleh ke atas meja belajar Cha. Dia melihat ada pepar bag.


"Kak itu apa, dari mana?" tanya Sika yang melihat tas kertas itu.


"Oh itu hadiah dari teman kakak, bagus hadiahnya. Kamu mau lihat?" tanya Cha sambil mengambil kotak musik nya. Dan dia pun mengeluarkan kotak musik tersebut lalu menyalakan musiknya.

__ADS_1


"Wah....cantik banget kak, bagus, bagus. Tapi kenapa ada cowok dan ceweknya kak?" Sika heran kenapa harus ada sepasang laki-laki dan perempuan.


"Oh....itu tanda nya hadiah dari orang yang spesial, nanti kalau Sika udah besar juga paham," Cha pun tersenyum melihat adeknya yang masih kecil.


"Ayuk kak kita makan, Sika dah laper nih," Sika mengajak Cha untuk makan malam.


"Ayok dek, kakak juga udah laper banget." kata Cha. Mereka pun keluar kamar dan makan bersama. Cha hanya dekat dengan adek nya Sika, dan cuma Sika yang bisa diajak nya ngobrol. Cha tidak dekat sama kakak-kakaknya, karena mereka sibuk dengan masing-masing kehidupannya.


Esoknya Cha ke sekolah sendirian tanpa teman. Sampai disekolah Cha bertemu dengan Shanti. Wajah Cha terlihat lesu dan sembab karena menangis kemaren.


Shanti melihat Cha masuk kedalam kelas. Dia melihat Cha kurang semangat hari ini.


"Khemmm, Cha kenapa wajah Lo lesu begitu, ada masalah lo?" tanya Shanti yang memperhatikan Cha.


"Mmmm gw lagi males aja belajar Shan," jawab Cha singkat.


"Hemmm, ya gw kemaren pergi sama bang Binyu. Dan Lo tau Shan, hubungan gw sama Binyu membaik tapi gara-gara gw pulang telat, mama gw marah besar. Gw salah Shan, tapi kenapa mama gw harus menggunakan fisik memarahi gw," Cha menerawang kejadian kemaren saat dia di pukul dan dicubit serta di katain sama mamanya.


"Ya Allah Cha....! Ini paha mu kenapa, kok biru- biru begini?" Shanti kaget melihat paha Cha yang biru-biru karena cubitan. Shanti langsung memeluk sahabatnya itu dan mengelus punggung nya.


"Sabar ya Cha, mungkin mama Lo melakukan itu karena dia sayang sama Lo, dia gak mau Lo kenapa-napa diluar sana. Apalagi bokap Lo bisa dibilang pulang setahun sekali bahkan tidak pulang. Jadi Lo harus bisa ngertiin sikap mama Lo ya Cha," Shanti menasehati cha dan memberi kekuatan, bahwa masih ada sahabatnya yang bisa diajak nya curhat.


"Iya Shan, gw tau mama begitu karena khawatir gw kenapa-napa. Tapi apa harus dengan cara memukul dan mencubit gw Shan..?" tanya Cha datar.


"Ya seharusnya sih gak begitu Cha, tapi ya kita gak tau apa yang dipikirkan orang tua dengan keadaan yang seperti itu, ya kan," Shanti membenarkan ucapan Cha.

__ADS_1


"Oh ya Shan, kemaren ketika gw gak masuk, Lo dah sampaikan izin gw kan?" tanya Cha melihat Shanti.


"Iya, gw udah sampaikan kok Cha sama sekretaris kelas, Lo izin gak masuk. Cha gw mau kasih saran sama Lo, gw harap Lo jauhi Binyu, entah kenapa perasaan gw gak enak lihat dia. Lo udah mulai bolos sekolah, itupun karena Binyu. Sebentar lagi kita mau ujian lulusan sekolah, gw harap Lo tidak terbuai dengan Binyu," Shanti menasehati Cha agar dia bisa memilah-milah mana yang baik.


"Thanks ya Shan, Lo dah ngingetin gw. Oh ya Shan besok gw mau pergi sama bang Binyu, minta tolong lagi ya izini gw, please.....," Cha menunjukkan wajah melasnya sambil mengatupkan tangannya memohon bantuan Shanti.


"Gak mau, gw gak mau bantu Lo kali ini, Lo kelewatan Cha. Demi Binyu, Lo rela bolos sekolah. Apa Lo gak mikir gmn ujian Lo nanti, haa...!" Shanti marah melihat Cha yang sangat bodoh.


"Gw janji akan belajar dengan giat Shan buat ujian nanti, dan gw gak akan pulang telat lagi. Tolong ya Shan bantu gw kali ini," Cha terus memohon kepada Shanti.


"Minta tolong aja sama Pak PO****, pasti di bantu, gw gak bisa bantu," Shanti pergi berlalu meninggalkan mejanya Cha. Dia gak suka dengan sikap Cha yang lemah.


"Rasanya pengen di untel-untel itu si Cha mau aja di bualin sama si Binyu kupret itu", pikir Shanti kesal.


Cha merasa kesal sama Shanti karena tidak mau membantunya. "Teman apaan tuh, dimintai tolong malah dicuekin. Katanya sahabat tapi gak mau bantu, sebel gw liat Lo Shan," bathin Cha yang terus ngedumel melihat Shanti.


Jam istirahat, Shanti kekantin sendirian karena dia masih kesel sama Cha. Pas dikantin, Shanti bertemu sama Yoga dan Bimo.


"Shan, mana Cha? Kenapa Lo sendirian aja?" tanya Yoga yang berdiri dihadapan Shanti.


"Gak tau tuh, dikelas kali," jawab Shanti cuek sambil mengangkat bahunya.


"Shan, kemaren Cha bolos bareng Binyu ya? Kenapa harus bolos sekolah? Padahal kan bentar lagi mau ujian kelulusan sekolah," tanya Yoga yang pengen tau. Karena kemaren Yoga iseng-iseng ke rumah Cha pas sore hari dan gak sengaja dia melihat Cha dianter pulang sama Binyu ketika Cha tidak masuk sekolah.


"Tau dari mana Lo, Cha bolos bareng Binyu?" Shanti yang penasaran bertanya balik sama Yoga.

__ADS_1


"Kemaren sore gw jalan-jalan ke area rumah Cha, pas gw berhenti agak jauh dari depan gang rumahnya, gw ngelihat mobil Binyu. Lalu gw tungguin. Ternyata Cha keluar dari mobil itu. Gw sengaja gak nyamperin Cha, tar dikirain mata-matain dia. Gw cuma merhatiin dia dari dalam mobil aja, habis tuh gw cabut dari sono," Yoga memberitahukan kejadian kemaren.


__ADS_2