Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kepulangan Cha ke Rumah


__ADS_3

Zain terkekeh mendengar umpatan dari sahabatnya. Dia sudah berhasil menang langkah dari Binyu.


Sungguh bodoh Binyu melepaskan Cha begitu saja. Banyak laki-laki yang menyukainya dan mereka bukan orang biasa, melainkan orang-orang hebat.


Binyu menatap Zain kesal dan menyunggingkan bibirnya sambil tertawa renyah.


"Ya Lo menang dari gw. Tp gw tetap berdo'a semoga Cha kembali dengan gw. Dan Lo tidak berhak menghentikan harapan gw. Walaupun gw harus menelan pahit akan terus melihat Lo bersama dengannya. Kita tetap sahabat," ucap Binyu tegar.


Zain menepuk-nepuk pundak Binyu memberikan semangat buatnya.


"Gw gak akan menghentikan keinginan Lo, asal tidak mengkhianati gw, ok!" jelas Zain.


"Gw mau istirahat dulu. Berdebat sama Lo menguras energi gw aja," ketua Binyu.


"Hahaha," Zain hanya tertawa terbahak melihat sikap kalah sahabatnya.


Mereka pun istirahat memejamkan mata menunggu malam tiba.


Waktu terus berjalan hingga malam berganti pagi. Pesawat akhirnya mendarat di Indonesia, tepatnya di kota Medan langsung.


Zain memberitahukan Cha dan Binyu bahwa mereka sudah sampai.


"Cha, kita sudah sampai. Lihat ini sudah di Indonesia," ucap Zain.


Cha tak percaya mendengar nya. Lantas dia membuka jendelanya dan melihat keluar. Cha menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Rasa sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Kebahagiaan akan bertemu dengan adik-adiknya dan kesedihan karena harus melihat kondisi Mamanya yang seperti itu serta mengingat kenangannya bersama Yoga.


"Cha, ayo turun. Si Binyu udah nungguin diluar," ucap Zain yang mengajak Cha keluar.


"Iya Zain, aku merasa senang akhirnya kembali ke Medan lagi," balas Cha.


"Kalau kamu senang, maka aku juga akan bahagia melihatmu senang Cha," ucap Zain dengan senyum menawannya.


Lalu mereka berdua menghampiri Binyu yang sudah menunggu di pintu keluar.


"Hmmm lama banget sih Zain...Tega benar ya biarin gw nungguin seperti penjaga disini," celetuk Binyu kesal.


"Hahaha, kamu itu Bin, segitu aja udah kesal. Kapan kamu bisa dewasa bersikap. Mana ada perempuan yang mau sama kamu kalau gak sabaran begitu," sindir Zain.


"Eits jangan coba-coba mengataiku ya Zain. Gini-gini banyak yang ngantri, kecuali Cha," ucapnya dengan suara pelan dan lemas saat menyebutkan nama Cha.


Zain dan Cha saling bertatapan. Cha berusaha tidak tertawa. Tapi Zain dia malah terbahak-bahak mendengarnya.


"Udah ayok kita ke hotel," ajak Zain.


"Zain, kalau ke Medan membuatku teringat kejahatan ku yang lalu. Apakah Lo gak mengingatnya?" tanya Binyu tanpa dosa.

__ADS_1


Zain menggerutu dalam hatinya, "Nih orang, mulutnya gak bisa direm apa ya, nyerocos blong gitu aja. Hah, jadi gak enak nih sama Cha," bathin Zain smabil melirik Cha.


Cha yang mendengarkan ucapan Zain, langsung wajahnya berubah menjadi sendu. Dia merasa sedih akan mengingat kenangan manis di sini. Bagaimanapun kenangannya bersama Yoga belom bisa dilupakan, atau bahkan tidak terlupakan. Namun dia tetap berusaha mengikhlaskan dan menjalaninya.


"Hei, malah diam aja Zain," tegur Binyu.


"Udah ayok kita ke hotel, dan jangan banyak bertanya," ucap Zain yang menyuruh Binyu bungkam.


Zain menggenggam tangan Cha menuju mobil yang akan membawa mereka ke hotel.


"Bisakah tidak membuatku menangis melihat pemandangan yang menyesakkan," tegur Binyu yang merasa sedih melihatnya.


"Tutup mata Lo jika gak mau melihat. Atau kembali ke Jakarta dan jangan ikuti gw," ucap Zain yang tak merasa bersalah.


"Tega banget sih Lo Zain sama gw! Nasib jadi mantan dan jomblo akut," balas Binyu.


Cha hanya menahan tawanya mendengar celotehan Binyu.


Sedangkan Zain dengan santainya melanjutkan jalannya menuju mobil. Setelah sampai di dalam mobil, mereka melanjutkan perjalanan ke hotel untuk bersih-bersih dan sarapan.


Perjalanan yang di tempuh ke hotel tak membutuhkan waktu yang lama. Jalanan yang dilewati juga tidak terlalu ramai ataupun macet. Hingga mereka sampai di sebuah hotel berbintang yang memiliki fasilitas terbaik di kota Medan.


Zain dan Cha serta Binyu keluar dari mobil dan memasuki hotel itu.


"Tidak apa-apa Cha. Aku hanya ingin memastikan keadaanmu disini. Kalau memang kamu baik-baik aja, aku akan kembali ke Paris," balas Zain.


"Zain, gw duluan ya ke kamar. Nanti kalau mau sarapan, khabari ya," pinta Binyu.


"Baiklah, nanti gw khabari kalau mau sarapan," balas Zain.


Binyu berjalan kearah kamar yang sudah di pesan. Dia meninggalkan dua sejoli yang sedang membahas sesuatu. Binyu sengaja duluan masuk ke kamarnya. Dia tidak ingin berlama-lama melihat keromantisan keduanya.


Sedangkan Zain dan Cha masih membahas tentang kepulangan Cha ke rumahnya.


"Cha, aku akan menunggu untuk beberapa hari ini di hotel. Kalau kamu ada masalah, langsung hubungi aku ya," ucap Zain mengkhawatirkan Cha.


"Iya Zain. Pasti aku akan khabari."


"Oh ya kapan kamu balik ke Jogja?" tanya Zain lagi.


"Belom tau Zain. Aku ingin menemani adik-adikku dulu di sini. Masalah kuliah, aku sudah izin sama pihak Kampus untuk tidak masuk," jelas Cha.


"Ya sudah, ayo kita ke kamar dulu untuk bersih-bersih. Gantilah bajumu dulu sebelum kembali ke rumah," ucap Zain.


"Iya Zain kamu benar. Aku harus mengganti bajuku."

__ADS_1


Lalu mereka berjalan kearah kamar yang sudah di pesan Zain. Setelah sampai, Zain dan Cha masuk ke dalam kamarnya.


Cha langsung meletakkan covernya di dalam kamar. Dia pun bergegas membersihkan tubuhnya biar terlihat segar. Setelah Cha menyelesaikan mandinya dan mengganti pakaiannya, giliran Zain yang membersihkan tubuhnya.


Saat Zain sedang mandi di dalam kamar mandi, Cha mencoba menghubungi adiknya Sika. Hingga berdering beberapa kali, akhirnya Sika mengangkat panggilannya.


"Assalamu'alaikum kak....!" sapa Sika dari seberang.


"Wa'alaikumussalam dek...! Gimana khabarnya?" tanya Cha yang senang mendengar suara Sika.


"Aku merindukan kakak. Kapan kakak pulang?" tanya Sika.


"Insyaallah kakak akan pulang. Kamu dimana dek?" tanya Cha penasaran.


"Aku lagi di Sekolah kak. Tapi nih lagi gak ada guru masuk ke kelas," jawab Sika.


"Jam berapa kamu pulang dek?" tanya Cha lagi.


"Ya biasalah kak, jam 13.40 pulangnya. Emangnya ada apa kak?" tanya Sika.


"Kalau hari ini kakak bisa pulang ke Medan, gimana dek?" tanya Cha.


"Oh ya....asyiiik....! Kakak beneran mau pulang hari ini?" tanya Sika penasaran.


"Iya gimana kalau kakak pulang hari ini?" tanya Cha ulang.


"Aku seneng banget kak....! Dirumah ada kak Ina nemani bungsu dan Mama," jawab Sika.


"Oh iya, kapan kak Ina kembali ke Medan?"


"Kemaren sih kak, sudah ada dua hari kak Ina di Medan," jawab Sika.


"Baiklah, nanti akan kakak khabari kalau sudah sampai di Medan ya," ucap Cha.


"Kakak benaran balik ke Medan? Apa Mama dan kak Ina tau kalau kakak balik ke Medan?" tanya Sika.


"Mereka gak tau kalau kakak balik ke Medan. Nanti kakak akan menemuimu di Sekolah saat pulang. Tunggu aja khabar dari kakak ya," ucap Cha.


"Asyiiik kakakku pulang...!" seru Sika dari seberang.


"Kalau gitu, kakak matikan tlp nya ya. Kamu tunggu kakak ya, Assalamu'alaikum," ucap Cha yang menyudahi obrolannya.


"Iya kak, Wa'alaikumussalam," balas Sika.


Obrolan pun selesai. Cha masih duduk di sudut tempat tidur menunggu Zain yang belom juga menyelesaikan mandinya.

__ADS_1


__ADS_2