Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kencan Romantis di Jogja


__ADS_3

Sesampainya mereka di kostan baru, Zain dan Cha turun dari mobil.


"Akhirnya, aku bisa keluar juga dari rumah Shanti." Aku berharap tidak akan bertemu dengan dia, Zain," ucap Cha penuh sesal.


"Aku juga berharap seperti itu. Kamu tidak berurusan sama orang yang pengiri," sambung Zain.


Mereka berjalan memasuki kamar kostnya Cha. Zain membawa barang-barang yang diambil dari rumah Shanti dan barang belanjaan yang lainnya.


"Sayang, habis nih kamu harus kasih aku vitamin loh. Kan udah keluar tenaga nih," goda Zain sambil terus berjalan.


"Iya, tar aku belikan vitamin ya, atau minuman yang menambah energi," sahut Cha nyengir.


"Vitaminnya yang spesial dong sayang. Kalau itu, aku juga bisa beli sendiri," balas Zain kesal.


"Hehehe, trus vitamin nya apa dong Zain?" tanya Cha yang pura-pura gak tau.


"Ada deh tar malam. Kencan pertama kita diJogja. Aku ingin berkesan yang tak akan pernah dilupakan, ok!" jawab Zain tersenyum menatap Cha.


"Emang nya habis dari sini kita mau kemana Zain?" tanya Cha penasaran.


"Habis ini, kamu, aku antar ke salon untuk perawatan. Setelah itu, kamu akan dijemput sama bodyguard ku, agar kamu diantar ke tempatku," jelas Zain sembari meletakkan barang-barangnya Cha.


"Waowww, kamu tau aja Zain kalau aku butuh rileks untuk perawatan," balas Cha antusias.


"Tau dong. Lagian mau kencan harus fresh sayang. Karena aku ingin malam yang berkesan saat kencan pertama kita disini," ucap Zain yang menatap Cha intens.


Cha hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Zain. Dia membenahi barang-barang nya.


Tiba-tiba cha kaget mendengar ada suara ketukan dari luar kamar Cha.


"Tok Tok Tok Tok."


"Siapa itu Zain?" tanya Cha yang melihat ke arah Zain.


Zain pun berjalan menuju pintu kamar, dan mengecek siapa yang datang.


Ternyata orang suruhan Zain yang datang membawa tempat tidur pesanan Cha.


"Sayang tempat tidurnya udah datang. Aku suruh bawa masuk ya," ucap Zain sembari menyuruh pekerja yang bawa tempat tidur itu masuk ke dalam kamar.


"Bawa masuk sini aja mas," suruh Zain memberi instruksi.


"Siap mas!" sahut orang yang membawa tempat tidur itu. Orang itu masuk dan meletakkannya di tempat yang disuruh Cha.


"Udah, disini aja mas, makasih ya," ucap Cha tersenyum ramah.


"Udah beres ya mas?" tanya Zain.


"Iya mas udah. Kalau ada masalah bisa hubungi toko kami ya mas," jawab orang itu.


"Iya mas, makasih ya," ucap Cha sambil memberikan tips kepada orang itu.


"Makasih banyak ya mbak," balas orang itu yang menerima tips dari Cha.


Cha segera menutup pintu kamarnya dan kembali melihat tempat tidur barunya.


"Bagus Zain tempat tidurnya. Aku jadi gak enak sama kamu," ucap Cha yang merasa canggung.


"Jangan gitu sayang. Aku ikhlas kok melakukan semua ini. Kamu jangan sungkan ya sama aku. Kalau kamu ada apa-apa bilang sama aku. Aku pasti bisa bantu kamu," terang Zain sambil mengusap pipi Cha.


"Terima kasih Zain," balas Cha sambil memegang tangan Zain.

__ADS_1


"Aku sangat menyayangimu Cha. Walaupun kamu blom nerima aku, tapi aku tetap ada saat kamu membutuhkan ku," ucap Zain penuh kesungguhan.


Cha memeluk Zain erat. Dia pun merasa terharu dengan sikap Zain yang sangat perduli dan mau berkorban segalanya untuk dirinya. Hingga bening putih keluar dari sudut matanya dan membasahi baju kaos Zain.


Zain terus mengusap-usap rambut Cha dan memeluk nya dengan erat. Lalu Zain melepaskan pelukannya dan memegang pipi Cha dengan kedua tangannya.


"Kamu harus kuat, ketika aku tidak ada di sisi kamu. Jangan biarkan orang lain menindas kamu. Kamu bukan lagi Cha waktu SMA. Kamu udah mahasiswi yang beranjak dewasa. Jadilah orang yang kuat dan harus berani," ucap Zain yang memberikan semangat untuk Cha.


"He'um," balas Cha mengangguk sambil tersenyum.


"Kalau begitu sekarang, aku bantu kamu menata kamar ini agar terlihat rapi. Ayo semangat," ucap Zain sambil mencoel hidung Cha.


"Semangat," sambung Cha.


Mereka berdua mulai merapikan barang-barang yang sudah dibeli. Hingga waktu selesai sore harinya. Setelah selesai, Zain merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Cha.


"Hah, letih juga ya yanx," ucap Zain yang kecapean.


"Iya Zain. Ternyata capek juga ya merapikan semua ini," sambung Cha yang juga membaringkan tubuhnya disamping Zain.


Zain bangun, dia menyamping kan tubuhnya menghadap Cha. Dia merapikan rambut-rambut Cha yang di depan kening.


"Kamu tetap cantik walau dalam keadaan apapun," ucap Zain yang menatap intens ke arah Cha.


"Ah bisa aja kamu Zain gombalnya," balas Cha yang tersipu malu. Dia pun mencoba bangkit untuk duduk. Namun Zain menahannya.


"Mau kemana yanx?" tanya Zain yang menghentikan gerakan Cha.


"Mau duduk Zain. Ntar bahaya kalau aku tetap berbaring dekat kamu" jawab Cha ketus sambil melengos.


"Hahahahaha," Zain tertawa terbahak-bahak.


"Kamu pinter banget sekarang ya sayang. Udah gak polos lagi seperti kemaren," ledek Zain sambil mencium sekilas pipi Cha.


"Ya udah sekarang kita ke tempat perawatan. Biar kamu fresh dan enakan tubuhnya," ajak Zain.


"Ayo Zain," sahut Cha.


Mereka bangkit dari tempat tidur dan bergegas pergi meninggalkan kamar kost-kostan. Zain dan Cha berjalan ke arah mobil. Mereka berpas-pasan dengan anak-anak kost.


"Hai, penghuni baru ya?" tanya anak kost yang kamar nya berada disebelah kamar Cha.


"Iya, saya baru aja pindah," jawab Cha ramah.


"Oh...kenalin nama gw Melda," ucap Melda sambil mengulurkan tangannya.


"Oh.., nama gw Cha," balas Cha sambil menerima uluran tangan Melda.


"Dia siapa?" tanya Melda penasaran, yang dari tadi diliriknya.


"Oh dia...," ucapan Cha terpotong karena Zain langsung menjawab.


"Saya calon suami Cha," ucap Zain yang menyambung kata-kata Cha.


"Wah...kamu sudah mau nikah ya!" seru Melda tak percaya.


"Ih...Zain kamu apa-apaan sih," bisik Cha kesal.


"Iya, kami sudah mau menikah," jawab Zain singkat.


"Sorry ya Mel, kami masih ada urusan lain," ucap Cha yang ingin menghindar ke kepoan Melda

__ADS_1


"Oh iya silahkan," balas Melda dengan menatap Zain.


Mereka berlalu dari hadapan Melda dan masuk kedalam mobil.


"Idih matanya gak bisa dikondisikan tuh orang," celetuk Cha dengan suara pelan dan hanya Zain yang bisa mendengarnya.


"Hehehe cemburu ya sayang," ledek Zain senyum-senyum bahagia.


"Gak, sapa juga yang cemburu," bohong Cha.


"Kalau gitu, boleh dong kalau aku dekat sama Melda?" tanya Zain yang sengaja menggoda Cha.


"Awas aja kalau berani," hardik Cha.


Zain pun tertawa terbahak-bahak. Dia merasa puas dengan pengakuan Cha yang tak secara langsung mengatakan kalau dia juga punya perasaan. Zain merasa bahagia karena lambat lain Cha mulai memberikan tempat dihatinya.


Mereka pergi menuju sebuah salon yang yang terkenal dan bagus. Disana Zain dan Cha melakukan perawatan wajah dan tubuh. Hingga beberapa jam kemudian mereka selesai melakukan perawatan.


Cha tampil berbeda. Zain terpukau melihat penampilan Cha.


"Waowww sayang, kamu cantik banget. Aku jadi tidak ingin kamu berpenampilan seperti ini di depan orang banyak," puji Zain yang gak rela melihat orang yang dicintainya jadi perhatian orang.


Cha tersipu malu. Wajahnya merah merona karena dipuji oleh seorang Zain.


"Ah kamu bisa aja. Dasar pinter gombal," ucap Cha.


Mereka yang berada di salon, merasa iri melihat kecantikan Cha dan Zain.


"Duh pasangan yang serasi ya mbak," ucap pengunjung satu kepada pelayan salon.


"Iya mbak, cantik dan ganteng," balas pelayan itu.


"Aku jadi iri lihat keberuntungan perempuan itu," celetuk pengunjung yang lainnya kepada pelayan yang melakukan perawatan kepadanya.


"Jangan iri dong mbak. Mbaknya juga cantik kok," puji pelayan itu.


Zain dan Cha keluar dari salon dan berjalan kearah mobil. Mereka meninggalkan area salon dan menuju ke tempat yang sudah di tentukan Zain.


Di dalam perjalanan, Zain tak henti-hentinya menatap Cha.


"Bersyukur banget ya, bisa hidup bersama kamu Cha. Jadi pengen nikahin kamu. Sayangnya kamu masih sama dia. Kalau gak, sudah aku lamar kamu yanx," ucap Zain yang merasa kagum melihat kecantikan Cha.


"Hmmm, kamu itu ya, udah ah jangan bahas itu. Aku kan jadi malu. Lagian kenapa sih lihatin terus. Aku grogi tau Zain," ucap Cha jujur.


"Duh sayangku ini gemesin banget, pengen dilahap deh," balas Zain gemes.


"Emang makanan dilahap," hardik Cha.


"Iya, makanan lezat," sahut Zain sambil mencolek hidung Cha.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di sebuah hotel yang sangat terkenal di Jogja. Zain membawa Cha langsung memasuki kamar mewah yang sudah di pesan Zain.


"Yuk masuk, aku sudah siapkan malam romantis kita," ucap Zain yang mengajak Cha masuk ke dalam.


Cha pun melangkah masuk ke dalam kamar mewah itu.


"Wahhh Zain kenapa gelap begini?" tanya Cha penasaran.


"Aku sengaja mau kasih surprise buat kamu Cha," jawab Zain.


Setelah mereka masuk ke dalam, Zain membawa Cha ke arah teras kamarnya. Di teras itu sudah di dekorasi nuansa ungu.

__ADS_1


Tiba-tiba lampu menyala terang dan Cha melihat ke sekeliling tempat itu. Dia terpesona dengan pemandangan yang ada dihadapannya.


__ADS_2