Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Cha Di Culik


__ADS_3

Malam pun tiba, dimana Cha dan Sika makan bersama tanpa mamanya. Karena mamanya dari tadi habis pertengkaran, mengurung diri di dalam kamar.


"Kak, mama gak makan ya?" tanya Sika yang tidak melihat keberadaan mamanya.


"Kakak gak tau dek, mungkin mama masih sedih. Biarkan aja, nanti juga mama pasti makan. Ayok makan, habis makan kita main PS (PlayStation), mau gak?" tanya Cha yang berusaha menyenangkan Sika.


"Mau, mau kak...," Sika semangat mengunyah makanannya. Dia senang bisa main PS dikamar kakaknya.


Ketika mereka asyik mengunyah makanannya. Pintu kamar mamanya terbuka. Mamanya keluar dari kamar dengan wajah yang kusut dan tak bersemangat. Mamanya menghampiri mereka di meja makan.


"Udah makan kalian?" tanya mamanya sambil duduk di kursi makan.


"Ini udah mau selesai ma," jawab Cha yang menatap wajah sendu mamanya. Setelah itu tidak ada lagi percakapan hingga mereka selesai makan.


"Cha duluan ma, mau belajar lagi," kata Cha yang sudah selesai makan dan beranjak dari meja makan.


"Aq juga ma dah kelar makannya, mau ke kamar dulu ngerjain tugas," sambung Sika dan beranjak dari meja makan.


Mamanya hanya berdehem saja. Dia makan sendirian diatas meja makan. Tidak ada suami dan anak yang menemaninya. Dia berusaha menepis rasa kesedihan di hatinya. Baginya hidup harus terus dijalankan walau apapun yang terjadi.


Waktu terus berlalu hingga pagi pun tiba. Hari yang dinantikan Cha datang juga. Cha berangkat ke sekolah lebih cepat, dia ingin lebih santai dan tenang dalam menjalankan ujian nya.


Sekarang dia harus berani, tidak boleh takut. Cha mencoba berangkat sekolah melalui jalan depan gang rumahnya. Syukurnya tidak ada Binyu di depan, hingga membuat Cha tenang. Tapi Cha tidak menyadari ada seseorang yang memantaunya mulai saat ini. Cha mengabari Yoga bahwa dia sudah dijalan dan hampir sampai disekolah.


Secara bersamaan Cha dan Yoga sampai disekolah. Yoga melihat Cha yang berjalan dari halte bus menuju sekolah. Dia menunggu Cha di depan gerbang sekolah.


"Heum, kenapa gak berangkat bareng tadi yanx?" tanya Yoga yang sudah ada dihadapan Cha.


"Iya tadi pengen aja berangkat dari jalan depan gang rumah. Ternyata tidak ada Binyu disana," jawab Cha tersenyum.


"Sepertinya hari ini kamu semangat banget yanx?" Yoga memperhatikan wajah Cha yang riang.


Cha memang sengaja menyembunyikan kesedihan hatinya. Dia hanya ingin fokus sampai ujian selesai.


"Iya dong, kita harus semangat. Hari ini kan pertama kita mulai ujian, jadi harus semangat..! seru Cha sambil mengangkat keatas lima jarinya yang di kepal.


"Semangat...!" balas Yoga juga.


Mereka masuk ke sekolah berjalan beriringan. Sudah menjadi hal biasa siswa-siswi disekolah melihat pemandangan mereka berdua. Yoga mengantar Cha ke dalam kelas nya.


"Semangat ya yanx, mudah-mudahan ujian nya bisa dijawab semuanya," kata Yoga tersenyum.


"Heum, sama, kamu juga semangat ya Ga," balas Cha tersenyum.


Sebelum ujian dimulai, Cha menyempatkan waktu untuk membaca buku pelajarannya hingga guru pengawas ujian masuk ke dalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak...! Hari ini kita mulai ujian pertama ya. Silahkan ponsel diletakkan di depan meja saya. Waktu ujian hanya 45 menit saja ya," kata pak pengawas yang langsung membagikan soal ujiannya.


"Sebelum menjalankan ujian, mari kita berdo'a sesuai agama kita masing-masing," ucap pengawas yang mengajak siswa-siswa berdo'a sebelum ujian.


"Selesai, silahkan dikerjakan dan tidak pakai suara ya, waktu saya ingatkan lagi hanya 45 menit saja," pengawas ujian menyudahi do'a nya dan mengingatkan waktu mengerjakan ujian.


Semua siswa dengan tenang mengerjakan ujiannya. Termasuk Cha yang fokus dan tenang dalam mengerjakan soal-soalnya.

__ADS_1


Guru pengawas melihat kearah siswa-siswinya. Ia berjalan kesana dan kemari guna memantau siswa jika ada yang melakukan kecurangan. Tak terasa waktu sudah selesai. Dan pengawas menyuruh siswa-siswi mengumpulkan semua lembar soal dan jawabannya masing-masing ke meja pengawas. Dan setelah itu ujian berikutnya dilanjutkan.


Gak terasa waktu cepat sekali berlalu hingga selesai waktu ujian. Cha pun menyimpan peralatan sekolahnya kedalam tas. Kemudian dia bergegas pulang ke rumah. Saat ini dia ingin fokus buat belajar agar nilai ujian nya bagus ketika lulus sekolah.


Cha berjalan keluar sekolah tanpa Yoga dan Bimo. Karena pada saat ini Yoga maupun Bimo belom juga keluar dari dalam kelas. Cha terus berjalan menuju halte bus dekat sekolahnya. Tanpa disadari Cha bahwa ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang. Dan mobil itu berhenti tepat disamping Cha. Tiba-tiba dari dalam mobil keluar dua laki-laki berpakaian hitam menyamperin Cha yang berhenti berjalan.


Mereka mendekat ke arah Cha dan berkata "Ayok ikut sama kami," kata salah satu laki-laki yang langsung menarik Cha masuk ke dalam mobil bagian belakang.


"Lepaskan...., siapa kalian! Tolong.....!" teriak Cha yang memukul-mukul laki-laki berpakaian hitam.


"Diam!" bentak salah satu laki-laki tersebut.


Sedangkan teman nya menghubungi seseorang yang tidak diketahui Cha.


"Tuan, kami sudah menemukannya dan sekarang kami akan membawanya kehadapan anda," kata temannya yang satunya lagi.


"Siapa kalian...! Turunkan aq sekarang juga...!" Cha masih terus memberontak melawan kedua laki-laki tersebut.


"Diam...! Jangan banyak bicara atau saya bungkam mulutmu dengan kain ini," si laki-laki itu menunjukkan sebuah kain yang sangat kotor.


"Apa mau kalian? Saya mau dibawa kemana, hah?" tanya Cha yang ketakutan.


Tapi kedua laki-laki itu tidak ada yang menjawab pertanyaan Cha. Mereka fokus melihat ke depan.


Ditempat lain, di dalam sekolah, Yoga sedang sibuk mencari Cha. Dia tidak melihat Cha didalam kelasnya. Kemudian dia melihat ke kantin dan ke toilet juga tidak menemukan Cha. Dia menuju ke arah gerbang sekolah. Bimo yang melihat tingkah Yoga seperti kehilangan sesuatu, datang menghampirinya.


"Ada apa Ga, kenapa Lo seperti kehilangan gitu?" tanya Bimo kebingungan.


"Bim, Cha, Bim. Dia gak ada dimana-mana. Perasaan gw gak enak Bim," Yoga seperti orang kebingungan karena kehilangan Cha.


"Oh..Lo lihat gak dia ada dijemput sama mobil?" tanya Yoga antusias.


"Eh iya tadi dia sama laki-laki berpakaian hitam, eumm ada dua tadi gw lihat," jelas temannya yang tadi sempat melihat Cha dibawa laki-laki berpakaian hitam.


"APA..!! LAKI-LAKI BERPAKAIAN HITAM..!!"


Bima dan Yoga berbarengan berteriak kaget mendengar ucapan temannya.


"Iya, gw sempat ngejar sama yang lain, tapi keburu pergi mobilnya. Kami pikir dia dibawa sama cowok yang kemaren," kata temennya.


"Apa mungkin Cha diculik?" tanya Bimo spontan sambil menatap Yoga.


Yoga pun punya pikiran yang sama dengan Bimo. "Tapi siapa yang menculik Cha?" pikir Yoga yang masih dalam mode diam.


"Ga, nih gak bisa dibiarin, kita harus lapor polisi sekarang," Bimo mengguncang-guncang tubuh Yoga.


Di dalam mobil, Cha masih diam, dia tidak bisa bergerak karena tangannya diikat dan matanya ditutup dengan kain. Hingga mobil itu berhenti di sebuah tempat yang Cha tidak ketahui.


"Ayok turun," instruksi laki-laki itu kepada Cha.


"Awww, tunggu, ini dimana, kenapa kalian mengikat qu begini....," Cha masih saja terus memberontak.


"Udah jalan, nanti kamu juga tau," kata si laki-laki itu.

__ADS_1


Mereka membawa Cha ke sebuah rumah yang sangat megah. Di depan pintu mereka disambut dengan seorang pelayan rumah wanita yang sudah berumur.


"Siapa gadis ini?" tanya nya kepada kedua laki-laki itu.


"Tuan muda menyuruh kami membawanya kemari," jawab laki-laki itu.


"Gadis yang cantik, kenapa tuan muda bisa tertarik dengan perempuan yang masih sangat muda," gumam pelayan paruh baya tersebut.


Cha mendengar suara perempuan separuh baya itu bergumam. "Siapa ibu ini? Dan siapa tuan muda?" pikir Cha yang hanya bisa mendengar.


"Hei....lepaskan aq...!! Siapa kalian...lepaskan...!!" Cha berusaha memberontak dengan menggerak-gerakkan badan nya.


Mereka tak memperdulikan teriakan cha. Salah satu laki-laki itu menarik tangan Cha dan membawanya ke sebuah kamar yang mewah.


"Tuan..!" seru salah satu laki-laki yang memanggil tuan mudanya di dalam kamar.


Pintu kamar pun terbuka lebar. Mereka membawa masuk Cha ke dalam kamar tersebut. Cha tidak bisa melihat karena kondisi matanya saat ini masih dalam tertutup. Dia hanya bisa mendengar suara-suara orang berbicara.


"Tuan saya sudah menjalankan perintah anda," kata salah satu dari mereka.


"Heum, tinggalkan kami," kata tuan muda tersebut yang mengusir kedua laki-laki itu dari dalam kamar.


"Siapa kau?" tanya Cha dingin.


"Hai cantik, kita ketemu lagi," kata tuan muda tersebut.


"Siapa kau.....! Lepaskan penutup mata ku..Berani sekali kau menculik ku. Apa maunya, hah...! teriak Cha yang berusaha menyembunyikan ketakutannya.


"Hahahahaha........, sangat menarik," gumam tuan muda itu.


Cha terus berusaha membuka tali yang mengikat tangannya. Tapi tetap gak bisa lepas juga.


"Gimana ini.., kenapa masalah qu gak habis-habis. Apa yang akan terjadi dengan diriku...," bathin Cha yang sudah mulai ketakutan.


"Heumm sepertinya kamu sudah penasaran ya untuk melihat diriku yang sangat ganteng ini," tuan muda itu merasa percaya diri sekali mengatakan dirinya ganteng.


"Cuih...aq gak percaya dengan wajahmu yang kau bilang ganteng, sebelum penutup mata ini terbuka," Cha memprovokasi tuan muda itu.


Tapi bukannya terprovokasi, justru dia makin senang mendengar celotehan gadis cantik dihadapannya.


"Kenapa dia menyia-nyiakan perempuan cantik seperti mu, bodoh sekali dia," gumam tuan muda itu.


Cha masih dapat mendengar gumaman laki-laki itu karena mereka posisinya sangat dekat.


"Apa kamu tidak mengenal suaraku cantik..," bisik laki-laki itu ditelinga Cha.


Cha merasakan hembusan nafasnya yang maskulin. Bulu uduk nya meremang karena sentuhannya. Ya, Cha paling sensitif kalau tersentuh diarea telinga.


"Aq tidak mengenalmu, dan aq tidak ada urusan dengan kamu, jadi lepaskan sekarang juga," perintah Cha tanpa rasa takut. Padahal sebenarnya dia sudah khawatir dengan keadaannya.


Kira-kira siapa ya tuan muda yang dikatakan mereka. Penasaran kan....


Yuk simak terus cerita Cha yang makin seru...

__ADS_1


Jangan lupa kasih author vitamin terus ya.....


VOTE yang banyak, LIKE yang banyak dan HADIAH yang...banyak jangan lupa RATE nya ya... biar author punya energi buat berpikir dan berimajinasi buat cerita Cha.


__ADS_2