
Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Cha bersiap untuk pulang. Gak ada angin, gak ada hujan, Yoga menarik tangan Cha keluar kelas menuju parkiran. Cha tidak memberontak, dia mengikuti kemana Yoga membawanya. Mereka masuk kedalam mobil.
"Ga, kenapa sih Lo main tari-tarik mulu, gak enak tau dilihat temen-temen," kata Cha yang kesel dengan sikap Yoga.
"Maaf Cha, kalau aq ajak kamu baik-baik, pasti kamunya gak mau, ya begini deh aq buat, kan jadi ngikut," Yoga tersenyum melihat Cha.
Cha diam aja dan pura-pura ngelihat ke arah jalanan. Yoga merasa gemes dengan sikap Cha yang salah tingkah.
"Cha, kita jadian ya..,aq gak bisa melupakan perasaan ku sama mu Cha. Padahal aq udah berusaha buat ngejauhin kamu, tapi...tetep gak bisa Cha," Yoga menggeleng kan kepalanya dan menatap Cha dengan teduh.
"Ga, gw dah bilang kan tadi, sorry gw gak bisa. Tolong hargai keputusan gw," tegas Cha.
"Apa karena cowok itu, kasih aq kejelasan Cha," Yoga menatap mata Cha, mencari tau kebenarannya.
Cha menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia menunduk kan wajahnya, tak mampu memandang wajah Yoga.
"Lantas karena apa Cha, aq tau kamu juga punya perasaan yang sama kan Cha dengan ku? Jawab Cha...," Yoga menggenggam tangan Cha, dan tangan satunya membelai wajah Cha.
Cha melihat ke arah Yoga dan berkata," gw ingin fokus sekolah dulu Ga, dan saat ini gw tidak ingin mencintai siapapun. Karena gw masih takut untuk berhubungan dengan siapapun," jawab Cha tegas.
"Kalau begitu biar aq mencoba untuk dekat dengan mu walaupun tanpa status pasangan, kita teman, gimana? tanya Yoga antusias.
Cha berfikir, "kenapa harus seperti ini, salahkah jika aq mencintainya, mencintai cowok yang juga dicintai sahabatnya sendiri,"
"Jawab Cha..!" Yoga menunggu respon Cha.
"Heum, kita temanan. Sekarang anter gw pulang kerumah," Cha melepaskan genggaman tangan Yoga.
"Baik, teman tapi mesra kan," bisik Yoga ditelinga Cha, Yoga senyum-senyum merasa senang akhirnya Cha mau membuka diri terhadapnya.
Cha melotot kesal melihat Yoga. "Apa apaan dia, teman tapi mesra? Kayak judul lagu aja," pikir Cha dan tersenyum sekilas.
Akhirnya mobil Yoga melaju ke rumah Cha. Dalam perjalanan yang memakan waktu sebentar, mereka hanya diam ditemani alunan musik romantis. Cha hanyut dalam pikirannya, sedangkan Yoga fokus menyetir namun sesekali melirik ke arah Cha.
Di tempat lain, Irfan buru-buru ke parkiran. Dia mengejar Cha, tapi gak ketemu.
"Cepat banget mereka perginya, kemana mereka," pikir Irfan yang menyusuri area parkiran. Dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Cha. Akhirnya Irfan memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Yoga dan Cha akhirnya sampai di depan gang rumah Cha. Sampai saat ini Cha belum menceritakan kejadian kemaren, dia takut Yoga akan memberi pelajaran terhadap Binyu.
"Cepet banget sampainya, padahal masih ingin berlama-lama dengan kamu Cha," Yoga mulai berani menggoda Cha.
__ADS_1
"Besok juga ketemu," jawab Cha ketus.
"Besok berangkat bareng ya Cha. Kan kita udah lama tidak bareng. Oh ya Cha, gimana Khabar Shanti?" tanya Yoga.
"Mmmm kenapa dia menanyakan Shanti? Jangan-jangan dia juga suka sama Shanti. Kalau suka sama Shanti kenapa deketin gw," pikir Cha yang mengerutkan keningnya sambil menatap Yoga.
Yoga menyentil kening Cha, dia ngerti dengan apa yang ada dipikiran Cha.
"Gak usah mikir yang aneh-aneh Cha. Tadi Bimo nanyain aq, tolong tanyakan ke kamu, gmn khbr Shanti. Dan Bimo nitip pesan minta no Shanti. Kalau kamu gak keberatan, besok disekolah aq suruh Bimo nemui kamu, biar dia aja yang langsung minta no Shanti," kata Yoga panjang kali lebar menjelaskannya.
"Ya udah besok gw kasih no nya ke Bimo. Besok kita bareng berangkat," Cha mengiyakan ajakan yoga buat berangkat bareng besok. Cha pun keluar dari mobil Yoga, dan mengucapkan terima kasih untuk tumpangan nya.
Yoga kegirangan, dia meninju-ninju tangan nya ke udara. Dia gak percaya, hubungannya dengan Cha semakin membaik. Yoga pun melajukan mobilnya meninggalkan area rumah Cha. Tanpa disadarinya ada sosok cowok lain yang menatap ke mobilnya dengan tatapan amarah.
Cowok itu adalah Binyu. Binyu sengaja Dateng ke area rumah Cha. Dia ingin mencari tau siapa yang membawa Cha kabur dari Villa kemaren. Dan tadi dia melihat Cha keluar dari mobil Yoga. Binyu berasumsi bahwa Yoga lah yang sudah membawa Cha. Binyu tidak tau kalau ada cowok lain yang mencoba mendekati Cha yaitu Irfan.
Rasa kesel dan marah membuncah menjadi satu. Karena dia melihat Cha dianter Yoga.
"Sialan tuh bocah....! Awas Lo ya Ga udah merusak kesenangan gw kemaren, gw bakal buat perhitungan sama Lo," Binyu berbicara sendiri di dalam mobilnya. Setelah itu mobilnya pun pergi dari kawasan rumah Cha.
Sesampainya Cha di dalam rumah, dia bertemu papanya.Ternyata papanya sudah balik dari kampung.
"Tadi jam 10 papa sampai. Itu papa bawa oleh-oleh dari nenekmu dan paman-paman mu, mereka titip salam," papa Cha berdiri menuju meja makan lalu memperlihatkan oleh-oleh yang dibawa.
"Wah banyak juga ya pa, mmmm, mama kemana pa?" Cha melihat sekeliling tapi rumah terlihat sepi.
"Kata Sika tadi mamamu keluar sama adekmu ke tempat Tantemu," jawab papa nya.
Cha manggut-manggut, lalu dia berjalan menuju kamar Sika. Cha membuka pintu kamar Sika, ternyata Sika di dalam bersama temennya bermain.
"Eh kak, baru pulang ya? Tanya Sika.
"Iya Sik, lah ada temen kamu ya, mmm siapa namanya. Kemari sama sapa dek?" Tanya Cha kepada sahabat Sika.
"Tadi dianter mama, kak. Nanti Mika dijemput mama lagi kak," jawab teman Sika yang bernama Mika.
"Oh ya sudah. Udah pada makan belom..?" tanya Cha lagi kepada kedua bocah.
"Udah kak barusan kami makan, udah gih sana kakak ganti baju, bau tau..wuek," ledek Sika kepada kakaknya.
"Enak aja bau, wangi begini dibilang bau. Bilang aja ngusirrrr," kata cha, lalu meninggalkan kamar adiknya. Cha pun masuk ke kamar nya. Dia tidak memperdulikan kehadiran papanya yang berada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Papanya terlihat sedang menonton televisi. Lalu tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Assalamu'alaikum...," kata orang yang berada diluar.
"Wa'alaikumussalam, siapa ya," kata papa Cha yang melihat orang di depan pintu.
"Cha nya ada om, saya teman nya Cha," kata orang tersebut.
"Oh....teman nya Cha," papa nya membukakan pintu dan melihat orang tersebut.
"Saya Yoga, Om teman sekolah Cha. Tadi lupa mengembalikan buku Cha, keburu Cha nya pulang," kata yoga beralasan.
"Oh, bentar om panggilkan Cha nya dulu ya, silahkan duduk dulu," kata papanya Cha, kemudian masuk kedalam rumah menuju kamarnya Cha.
"Cha...., itu ada temen kamu didepan," panggil papa nya.
"Temen..?? Siapa? Perasaan gak pernah ada temen gw kemari kecuali Shanti ataupun kerja kelompok. Apa jangan-jangan bang Binyu ya," pikir Cha yang keheranan. Cha pun keluar kamar lalu menuju ruang tamu, dia mengintip dari balik gorden, melihat siapa tamu tersebut.
Ternyata Yoga, "Mau apa dia kemari, perasaan tadi dia udah balik, kenapa sekarang kemari..? Cha berpikir, kok berani yoga kerumahnya.
"Ekhem, ekhemm, ngapain Lo kemari," tanya Cha ketus.
"Ya nemuin kamu Cha. Ada yang mau aq kasih," kata yoga sambil memicingkan matanya sebelah menggoda Cha. Yoga menyerahkan buku pelajaran yang didalam nya ada kertas surat puisi dan Yoga juga memberikan setangkai bunga mawar yang harum kepada Cha.
"Eits jangan dibuka disini, tar aja di buka di dalam kamar kamu, kalau disini gak enak," kata yoga tersenyum.
"Emang ok ni buku ada apanya? tanya Cha penasaran.
"Dikamar aja Cha lihatnya. Aq gak bisa lama-lama ya, papa kamu mana, aq mau pamit," kata yoga.
"Pa......,papa.., nih temen aq mau pulang!" teriak Cha dari luar. Kemudian papanya Cha keluar dan menemui Yoga.
"Eh om, saya mau pamit pulang, saya cuma mau nganter buku Cha doang kok om," kata Yoga sambil menyalami papanya Cha.
"Oh...iya," jawab papanya Cha singkat.
"Assalamu'alaikum Om, Cha," Yoga pergi meninggalkan rumah Cha.
Papanya Cha langsung masuk ke dalam rumah. Sedangkan Cha masih diam berdiri. Dia melihat setangkai bunga mawar merah pemberian Yoga, lalu dia mencium bunga tersebut.
"Hummm harumnya seger," kata Cha.
__ADS_1