Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kencan Romantis Ala Binyu


__ADS_3

Binyu merencanakan sesuatu yang membuat Cha tak bisa melupakan seumur hidupnya. Ternyata Binyu sudah menjual Cha dengan sahabatnya yang kemaren mengadakan pesta ***.


Kilas balik kejadian di villa kemaren. Binyu yang tersadar dari tidurnya, mencari keberadaan Cha. Seharusnya Cha sudah berada di tempat tidur Zain. Tapi ternyata Cha menghilang dan Zain belom menikmati tubuh Cha. Binyu berlari kesana kemari dan memeriksa CCTV namun nihil tak terlihat keberadaan Cha dan tidak tau siapa yang membawanya kabur dari Villa.


Sebelumnya Binyu menghubungi sahabatnya yang kemaren mengadakan pesta.


"Ingat bin, Lo udah gw kasih uang nya, jangan sampai tuh cewek kabur lagi," kata teman Binyu yang bernama Zain.


Zain salah satu teman Binyu ketika mereka sama-sama kuliah di luar negeri. Kehidupan yang bebas, membuat mereka ikut dalam pergaulan bebas. Mereka sering melakukan kencan satu malam dengan wanita-wanita bayaran. Selain Zain, ada juga teman kuliah Binyu yang bernama Eko dan Rafli. Mereka berempat sering bersenang-senang dan berkencan dengan wanita-wanita bayaran.


"Sorry Zain, gw juga gak tau kenapa cewek itu bisa lolos kemaren. Dan sampai saat ini gw gak tau siapa yang membawa cewek itu dari villa kemaren. Tapi Lo tenang aja, besok Lo pasti akan menikmati tubuh cewek itu," jelas Binyu.


"Lo udah atur semuanya kan? Jangan sampai terjadi kesalahan seperti kemaren. Lo harus perketat penjagaan area Apartement gw besok. Gw gak mau cewek itu sampai lolos lagi. Kalau gak Lo harus ganti rugi dua kali lipat," tegas Zain. Dia ingin mencicipi tubuh belia Cha yang masih sempit.


"Gw udah atur semuanya. Gw pastikan semua berjalan dengan baik. Lo tunggu aja besok di dalam Apartement Lo," Binyu meyakinkan Zain agar mempercayainya.


"Ok gw tunggu besok, gw udah gak sabar, membayangkannya saja gw udah gila begini, bagaiman merasakannya, hahhh pasti nikmat," kata Zain sambil membayangkan Cha yang berada di bawahnya.


"Gila Lo ya, sampai segitunya Lo menghayalnya," Binyu terkekeh pelan.


"Udah gw mau lanjut ke kamar mandi, kejantanan gw udah tegang aja nih. Baru membayangkan udah tegang begini," Zain menyudahi ngobrolnya dan melemparkan ponsel nya keatas tempat tidur. Dia langsung menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya dengan menghayalkan bercinta dengan Cha.


Kembali ke Cha. Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Yoga dan Bimo menyamperin Cha di kelasnya.


"Cha, Lo dah siap kan?" tanya yoga yang memandang Cha dengan teduh.


"Sebenarnya gw takut Ga, ntah kenapa perasaan gw gak enak gini ya.. Gw harap ini terakhir gw bertemu dengan dia," Cha menatap yoga penuh arti.


Yoga menggenggam tangan Cha dan memeluk Cha. Memberikan ketenangan kepada Cha. Yoga berbisik, "aq akan selalu menjagamu yanx, percayalah tidak akan terjadi apa-apa," Yoga meyakinkan Cha dan membelai rambut Cha.


Sebelum Cha menuju keparkiran menemui Binyu. Yoga menyuruh Cha untuk menunggunya di dekat toilet cewek. Karena Yoga dan Bimo akan berganti pakaian terlebih dahulu. Setelah mereka selesai dengan ganti pakaian, Yoga menyuruh Bimo keluar duluan menuju parkiran motor. Sedangkan Yoga menyusul dari belakang. Setelah itu Cha keluar sendiri menuju parkiran mobil.


Itu rencana awal mereka. Agar tidak kelihatan sama Binyu kalau Yoga dan Bimo ikut memantau Cha dari jarak jauh nantinya.

__ADS_1


Cha keluar dari sekolah dengan jantung yang deg degan. Tubuhnya serasa lunglai, kakinya sebenarnya tidak kuat berjalan keluar menemui Binyu, tapi dia harus bisa melakukannya.


Ternyata Binyu sudah berada diparkiran mobil. Dia menunggu diluar mobil, matanya terus memantau siswa-siswa yang keluar dari sekolah. Termasuk memantau Yoga dan temannya. Binyu melihat Cha berjalan kearahnya. Dia melambaikan tangan nya kepada Cha dengan wajah yang semringah. Hatinya sudah menari-nari didalam sana. Mangsa sudah mulai masuk perangkap.


"Hai....sayang, gimana khabar kamu? Maaf ya abang sibuk banget belakangan ini," Binyu pura-pura merasa bersalah karena mengabaikan Cha beberapa hari belakangan ini.


"Baik bang, iya gak apa-apa kok bang. Cha juga lagi fokus belajar untuk persiapan lulusan sekolah nanti," kata Cha yang berusaha memendam rasa gugupnya.


Mereka masuk ke dalam mobil. Binyu menjalankan mobilnya menuju Restaurant yang ada di Apartement Zain.


"Oh ya sayang, kamu rencananya lulus sekolah mau lanjut kemana? Binyu berusaha mencairkan suasana agar Cha tidak banyak bertanya kepadanya.


"Mmmm belom tau bang mau lanjut kemana. Cha juga belom ada gambaran Universitas mana yang akan didaftarkan nanti," jawab Cha singkat.


"Oh..., ekhem, ngomong-ngomong Yoga dan temennya gak kelihatan Cha? tanya Binyu hati-hati.


Deg, "kenapa dia bertanya tentang Yoga ya...hmmm mencurigakan nih orang," pikir cha


"Kurang tau ya bang, sepertinya Yoga latihan basket bang, karena tadi pas Cha keluar, siswa-siswa pada berpakaian olah raga. kalau temennya emang dari tadi gak kelihatan. Mungkin sakit kali. Dari kemaren juga gak masuk," bohong Cha. Cha berusaha tenang menjawab pertanyaan Binyu.


"Kita mau kemana bang?" tanya Cha.


"Makan siang, abang udah siapkan tempat yang romantis buat kita makan siang di Restaurant mahal," Binyu memperlihatkan senyum termanisnya kepada Cha.


Cha yang melihat senyuman itu, rasanya mau muntah. "Menjijikkan" bathin Cha.


Cha diam, dia tidak merespon kata-kata Binyu. Dia terus mengirim pesan kepada Yoga. Cha pura-pura membaca buku pelajarannya. Padahal didalam tas Cha dia menghubungi Yoga. Sehingga yoga mendengarkan percakapan Cha.


Setelah setengah jam lebih menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di Apartement Zain.


"Wah....bagus banget, kita ke Apartement ya bang?" tanya Cha pura-pura polos. Dia sengaja berbicara kencang agar Yoga mendengarnya.


"Iya sayang, tapi kita makan di Restaurant nya. Kamu pasti senang deh, karena abang sudah mendekorasinya dengan sangat romantis," kata Binyu semangat, ntah semangat karena apa, Cha gak tau.

__ADS_1


"Hehehehe, abang romantis ya," puji Cha.


"Yuk ke dalam sayang." Binyu menggenggam tangan Cha dan masuk ke dalam menuju reseptionist. Sesampainya di reseptionist, Binyu memberi kode dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya reseptionist tersebut.


"Ya siang, saya tadi sudah pesan tempat di restauran. Apakah semuanya sudah selesai? Atas nama Tuan binyu," kata Binyu menatap reseptionist.


"Oh sudah Tuan, mari saya antarkan," reseptionist itu masuk bagian dalam ruangan membawa Binyu dan Cha.


"Silahkan Tuan, semua sudah disiapkan sesuai kemauan Tuan Binyu," reseptionist mempersilahkan Binyu ke dalam Restauran. Setelah mengantarkan Binyu, si reseptionist menemui supervisor nya guna mengingatkan pesanan Tuan Zain.


Seorang pelayan mengantarkan Binyu dan Cha ke tempat yang sudah di dekorasi indah.


"Mari tuan, semua sudah siap," kata pelayan tersebut.


Cha melihat sekeliling Restauran, tidak ada satupun pengunjungnya. Hanya mereka berdua dan para pekerja yang berseliweran. Binyu menangkap kegelisahan Cha, lalu dia berkata,


"Tempat ini sengaja abang sewa untuk kamu Cha. Abang mau memberikan hal yang terindah dan istimewa buat kamu," Binyu mengajak Cha menuju meja yang sudah disediakan dengan dekorasi yang sangat menarik.


"Apa katanya...! Memberikan hal yang terindah dan istimewa!!!, Hah gw aja udah mau muntah melihat wajahnya yang sok lembut," bathin Cha.


Cha tidak lupa untuk mengirim sharelok kepada Yoga. Ponsel Cha terus aktif sehingga Yoga terus mendengar percakapan mereka.


"Oh iya ini kan Apartemen, bagaiman bisa Yoga masuk kemari kalau tidak ada aksesnya, apalagi di depan penjagaannya ketat. Haduh gimana ini, gw jadi takut nih..," pikir Cha.


Cha terus memikirkan Yoga, hingga dia tidak sadar kalau Binyu mengajaknya ngobrol. Binyu yang melihat Cha bengong, langsung menggoyang-goyangkan tangan Cha. Cha tersentak dan melihat ke arah Binyu.


"Kamu kenapa sayang? Kok malah bengong gitu..Kamu pasti merasa seneng ya dengan kejutan dari abang?" kata Binyu dengan pedenya.


"Wuekkk, seneng...!!! gw tuh udah enek tau...," bathin Cha ngedumel.


"Hehehe, bagus bang dekorasinya, romantis," Akhirnya kata itu yang terlontar kan Cha.

__ADS_1


"Ceritanya kita kencan ya Cha? Kencan Romantis," kata Binyu mengedipkan sebelah matanya menggoda Cha.


__ADS_2