Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Menikmati malam di Bukit Bintang


__ADS_3

Cha pun tertawa mendengar ucapan kocak dari Papanya Zain. Zain bukannya merasa malu, dia malah lucu melihat Papanya yang bisa konyol didepan calon mantunya.


"Kenapa kamu malah tertawa, bukannya yang Papa katakan benar?" tanya Papanya bingung.


Zain tertawa karena mendengar ucapan Papanya yang menyebutnya bujang lapok. Dia merasa geli dan lucu karena Papanya kurang fasih berbahasa Indonesia, sehingga pengucapannya sangat lucu didengar.


"Jangan ledekin Papa kamu Zain!" protes Mamanya.


"Cha sayang, kapan main ke Paris? Tante pengen kenal kamu secara langsung?" Mamanya Zain sangat suka melihat Cha.


"Iya Tante, nanti kalau Zainnya tidak sibuk," balas Cha yang merasa tak enak karena harus menghindar dari keinginan Mamanya Zian.


"Sekarang aku lagi gak sibuk loh sayang, ayo ikut aku ke Paris!" sambung Zain saat mendengar dirinya dijadikan alasan.


"Ah, aku kan lagi kuliah Zain, belom libur semester," kilah Cha merasa malu.


"Baiklah sayang, Papa dan Mama akan tunggu kamu membawa Cha kesini."


"Baik Ma, pasti Zain akan membawanya," balas Zain.


Obrolan mereka berakhir, karena Papanya Zain harus mengantar istrinya ke salon. Sedangkan Zain dan Cha saling memandang. Zain mendekatkan dirinya dan langsung memeluk Cha dan menghadiahkannya sebuah kecupan singkat dibibir Cha.


"Ayo sayang sekarang kita bersiap-siap untuk keluar jalan-jalan. Aku harap kita hanya berdua saja perginya, karena aku tidak ingin diganggu yang lain," ucap Zain dengan arogannya.


"Baiklah, tapi aku bilang dulu sama Dewi ya dan Ibunya. Gimanapun mereka sudah menjadi keluarga bagiku disini Zain. Kamu tunggulah aku didepan ya," Cha langsung keluar dari kamarnya dan masuk kekamarnya Dewi.


"Wi, gw keluar dulu sama Zain ya. Kamu gak apa kan dirumah? Oh ya jangan pikirin Mbak Ani. Biarkan dia mau berbuat apapun. Aku akan menyuruh Zain meletakkan pengawalnya dirumah ini untuk berjaga-jaga," Cha memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Kamu hati-hati ya Cha. Besok pagi aku mau bicara sama kamu mengenai Mbak Ani. Karena aku takut dia akan membuat kita celaka," Dewi khawatir akan tingkah laku Mbak Ani.


"Iya Wi, kita akan bahas besok pagi ya. Sekarang aku nemani Zain dulu jalan-jalan."


Cha pergi keluar dari kamarnya dan berjalan kearah kamar Ibunya Dewi.


"Bu..Bu..sudah tidur ya?" tanya Cha dari luar kamar.


Ibunya Dewi membuka pintu kamarnya dan melihat Cha berdiri dihadapannya.

__ADS_1


"Blom nak."


"Bu saya mau keluar dulu sama teman saya. Tadi saya udah kasih tau Dewi. Nanti kalau kemalaman saya akan hubungi Dewi," Cha menyalami tangan Ibunya Dewi.


"Hati-hati ya nak Cha."


"Iya Bu."


Lalu Ibunya Dewi mengantar mereka keluar dari rumah. Kemudian dia masuk kedalam rumah kembali kekamarnya.


Zain dan Cha meninggalkan rumah menuju Bukit Bintang. Karena Zain suka sekali melihat cahaya-cahaya dari atas bukit.


Mereka sampai di sebuah cafe yang terletak di Bukit Bintang. Zain dan Cha masuk kedalam cafe dan memesan Capuccino panas untuk dua gelas. dan jagung bakar manis, pedas.


Zain sangat menikmati moment kebersamaan dengan Cha. Hingga kemudian Cha membuka percakapan diantara mereka.


"Zain, aku ingin ngomong sesuatu," ucap Cha takut-takut.


"Aku sudah tau apa yang ingin kamu ceritakan sayang. Dan nanti kita akan bahas di hotel. Saat ini biarkan aku menikmati indahnya malam yang penuh kerlap-kerlip lampu di bawah bukit," ucap Zain sambil dipaksa untuk tersenyum.


"Baiklah Zain."


Zain bisa mengetahui semua itu dengan mudah. Karena dia adalah orang yang sangat berkuasa di Negara Paris sana. Dia memiliki Perusahaan yang besar dan terkenal dengan kehebatannya. Namun semua itu tidak dia beritahukan dengan Cha. Dia ingin Cha merasa nyaman berada didekatnya.


Selama Cha diJogja, Zain memerintahkan orang-orangnya untuk mengawasi dan melindungi Cha dari orang-orang jahat. Saat ini Zain sedang menyelidiki siapa yang ingin membeli Cha dari Dino. Tentu itu semua tanpa sepengetahuan Cha.


"Waowww...mantep nih jagung bakarnya. Ayo sayang kita nikmati jagung bakar yang hot ini," Zain langsung memakan jagung bakar yang pedas manis.


"Hahaha, kamu seperti tidak pernah makan jagung bakar aja Zain," celetuk Cha.


"Thats right baby, aku memang tidak pernah makan jagung bakar. Dan ini rasanya enak banget."


"Masa sih Zain, kamu belom pernah makan jagung bakar?" Cha tak percaya dengan ucapan Zain. Baginya aneh saja orang tidak pernah makan jagung bakar.


"Kalau makanan yang dicampur jagung pernah sayang. Kayak makanan kesukaanku, Konchijeu alias Korean corn cheese yang berbahan utama berupa jagung dan keju.


__ADS_1


Ini adalah Konchijeu masakan Korea yang sangat terkenal. Konchijeu alias Korean corn cheese merupakan paduan unik dari kuliner ala Amerika-Korea. Sesuai namanya, hidangan ini memang berbahan baku jagung dan keju serta bahan-bahan pelengkap seperti mayones, sosis, bawang bombai, bahkan paprika.


"Aku belom pernah memakannya Zain!" ucap Cha yang sedang menikmati jagung bakarnya juga.


"Gampang, kalau kamu mau, aku suruh orang mengantarkan besok siang kekontrakan kamu, gimana?" tawar Zain.


"Ahhh tidak usah, aku gak mau ngerepotin kamu. Kapan-kapan aja kita memakannya."


"Baiklah sayang, sini mendekatkan denganku, aku akan memelukmu karena udara disini ternyata sangat dingin."


Cha menggeser duduknya mendekat ke Zain. Saat ini mereka menggunakan baju seadanya. Zain maupun Cha tidak membawa jaket ataupun sweeter untuk menghangatkan tubuh mereka. Makanya Zain menyuruh Cha mendekat kearahnya.


"Gimana, kamu sudah merasakan kehangatan dariku?" goda Zain.


Cha mengangguk malu dan kembali mengunyah jagung bakarnya.


"Kalau mau lebih hangat, nanti kita lanjutkan dihotel ya sayang," Zain mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Dasar mesum kamu nih."


"Kamu sering bilang aku mesum. Padahal kamu sangat menikmati permainanku. Hayo ngaku!" ledek Zain sambil senyum-senyum.


"Apaan sih kamu. Aku seperti seorang perempuan yang berselingkuh dari pacarnya. Dan selingkuhan aku itu ya kamu!" sewot Cha.


"Hahaha, apapun yang kamu katakan, aku Tidka perduli sayang. Yang penting saat ini kamu menjadi milikku. Dan kamu mau menjalaninya, sebab kamu tidak pernah menolak sentuhan yang aku berikan," Zain terus menggoda Cha dengan menaik-naikkan alisnya dan tersenyum puas.


"Iya juga ya, aku justru tidak pernah menolak sentuhan dari dia. Aku justru menerima dan menikmatinya. Ada apa dengan diriku ini. Kenapa aku jadi playgirl begini!" bathin Cha yang menatap Zain dengan diam


"Sayang, kenapa kamu malah menatapku? Kamu tuh sebenarnya sudah jatuh cinta denganku. Ayolah sayang, kamu jujur denganku. Benarkan jauh di lubuk hatimu, sudah menyimpan namaku?" tanya Zain sungguh-sungguh.


"A...aku...tidak tau Zain," jawab Cha bingung mau jawab apa. Karena dia memang sudah lama jatuh cinta dengan Zain. Sejak saat dimana Zain memberikan cincin tanda cinta dan lukisan tangan Zain. Namun dia takut kecewa Zain akan mempermainkannya. Dan dia juga sudah berjanji untuk menunggu Yoga kembali menemuinya di Indonesia. Itulah kenapa Cha selalu mengindahkan perasaannya.


"Hmmm, kamu itu susah banget untuk mengakui perasaanmu ke aku," cibir Zain.


"Udah ah jangan bahas itu mulu. Kita nikmati pemandangan dari sini yuk," ajak Cha yang sengaja menghindar pembahasan itu.


"Aku tau kamu menghindarinya. Kamu sudah tak jujur dengan perasaanmu syaang," bathin Zain tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita nikmati," balas Zain.


Mereka berdua asyik memandang pemandangan yang sangat indah dari Bukit Bintang dengan udara yang dingin. Zain memeluk Cha dari belakang, seperti tayangan Titanic, Jack memeluk Rose dari bekakang. Zain menghirup aroma tubuh Cha dari belakang. Dia sangat menyukai wangi lavender milik Cha.


__ADS_2