
Dukung terus ya Karya Novel saya ini....Jangan lupa kasih LIKE sebanyak-banyaknya dan HADIAH yang banyak serta VOTE dan Komennya ya..
Semangat terus bacanya, karena ceritanya juga makin seru....
Ikutin terus ya cerita kisah tentang Cha anak dari keluarga Broken Home.
Mereka berdua menghabiskan waktu dengan bersantai diruang tamu sambil menikmati coklat panas. Yoga sangat dekat sama mamanya. Bisa dibilang dia anak mama tapi mandiri.
Malam pun tiba. Yoga belajar didalam kamarnya. Setelah belajar dia teringat untuk menghubungi Cha, menanyakan tentang cerita tadi siang. Lalu dia mengambil ponselnya kemudian menghubungi Cha. Namun yang dihubungi tak kunjung mengangkat tlp nya. Hingga beberapa kali Yoga mencoba akhirnya Cha menerima panggilannya.
"Assalamu'alaikum Cha," kata Yoga
"Wa'alaikumussalam Ga, sorry kelamaan ngangkat ponselnya," kata Cha yang baru selesai dari kamar mandi.
"Iya gak apa yanx. Gimana, kamu sudah belajar malam ini?" tanya Yoga
"Iya dari tadi sore aq udah belajar. Dan malam aq lanjut lagi belajar. Kamu gimana, udah selesai belajarnya?" tanya Cha balik.
"Nih baru aja kelar yanx," jawab Yoga singkat.
"Oh ya, aq mau ngucapin terima kasih ya, udah bantu untuk memecahkan masalah qu kemaren. Akhirnya mama tidak lagi mempermasalahkan hal itu," kata Cha malu-malu ketika mengatakan hal itu.
"Syukurlah yanx, aq seneng dengernya. Dan semoga si Binyu tidak datang lagi kerumah kamu ya yanx," Yoga merasa seneng bisa mendengar suara Cha yang riang diseberang tlp.
"Iya Ga, aq juga berharap nya seperti itu. Syukurnya tadi Dewi bisa menjawab pertanyaan mama qu dengan tenang. Padahal aq tau dia sudah ketakutan karena terlihat dari wajahnya yang pucat tadi. Apalagi ketika minta ngobrol sama Bimo yang ngaku sebagai Binyu. Besok aq mau traktir kalian makan di cafe luar ya?" harap Cha dengan semangat.
"Iya terserah kamu aja yanx. Yang penting kamu bahagia," kata Yoga.
"Oh ya bentar lagi kita ujian. Gimana, apa kamu sudah punya rencana mau kuliah dimana Ga?" tanya Cha penasaran.
DEGH
"Bagaimana ini, masa aq cerita sekarang. Bisa-bisa Cha gak konsentrasi nanti pas ujian. Gak, kayaknya nanti aja, aq tahan dulu untuk tidak ngasih tau dia," bathin Yoga yang terdiam di seberang tlp.
"Hei Ga, kenapa diam? Kamu masih disitu kan? Halloooo!" teriak Cha yang keheranan.
"I..iya Cha, masih kok. Tadi minum dulu. Lagi kehausan ngobrol terus hehehe," alasan Yoga karena gugup.
"Oh..., kamu rencananya mau lanjut kuliah kemana Ga nanti?" tanya ulang Cha.
"Mmmm, aq lanjut kuliah di kedokteran Cha. Karena Papa pengen aq masuk fakultas kedokteran," jawab Yoga.
"Wah bagus itu Ga, keren masuk kedokteran. Aq do'ain deh biar berjalan lancar," kata Cha senang.
"Makasih yanx, kalau kamu mau lanjut kuliah dimana rencananya yanx?" tanya yoga kembali.
"Aq pengen kuliah di Jawa sana Ga, pengen bebas, menjadi diri sendiri dan tidak dikekang," kata Cha.
"Emang mau ambil jurusan apa yanx?" tanya Yoga.
"Aq dari dulu pengen ambil Sastra Jepang biar bisa ke Jepang. Karena impian qu pengen ke Jepang," kata Cha sambil membayangkan Negara Jepang.
__ADS_1
"Bagus itu, aq do'ain juga biar kamu lulus ambil Sastra Jepang," Yoga memberikan dukungannya kepada Cha.
"Iya makasih Ga. Ya udah, aq mau tidur. Dah ngantuk juga nih, dari tadi belajar, jadi nih mata udah gak bisa diajak kompromi," Cha merasa matanya udah ngantuk banget.
"Ya udah met tidur yanx, jangan lupa berdo'a, mimpiin aq ya emmmuach," Yoga memberikan kecupan sayang melalui ponselnya.
"Met tidur juga ya Ga, mimpi yang indah. Aq matiin ya tlp nya," Cha langsung mematikan ponselnya. Setelah ponselnya mati dia memberikan kecupan sayang melalui ponselnya yang sudah mati.
"Mimpiin aq juga ya Ga, emmmuach," gumam Cha dihadapan ponselnya.
Dia pun beranjak ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya hingga terlelap.
Hari ini Cha berangkat ke sekolah dengan wajah yang riang. Seperti biasa dia berangkat bareng Yoga. Yoga menjemput Cha ditempat biasa. Didalam mobil, Yoga terus menggenggam tangan Cha. Tidak ingin melepaskannya. Hingga mereka sampai disekolah.
Ketika mereka berjalan dari parkiran, ada seseorang yang memperhatikan mereka. Dia kesal melihat kemesraan Cha dan Yoga. Hingga tanpa sadar dia memukul stir mobilnya.
"Sialan...ternyata mereka makin nempel aja, pasti gara-gara dia, Cha menjauh dariku. Aq gak akan melepaskanmu Cha, sampai kapanpun," gumam orang tersebut yang tak lain adalah Binyu.
Yoga dan Cha masuk keruang kelas masing-masing. Mereka memulai pelajarannya hari ini dengan hati yang bahagia. Bahagia karena masalah Cha akhirnya selesai. Tiba-tiba ponsel Cha bunyi pesan masuk. Cha membuka tasnya dan melihat pesan masuk nya. Dia terkejut dan senang karena yang ngirim pesan adalah sahabatnya Shanti.
"Hai Cha, apa khabar? Sepertinya Lo udah ngelupain gw ya. Hmmm pasti karena Yoga ya? kata Shanti.
Cha membalasnya. "Alhamdulillah, gw baik kok Shan. Lo sendiri gimana di Jogja betah kah?" tanya cah penasaran.
"Dijogja enak Cha. Gw betah disini. Orangnya baik-baik, trus banyak cowok-cowok cakep. Ayo Lo kesini aja kuliahnya biar bareng gw lagi!" Shanti mengajak Cha agar kuliah dijogja.
"Hahaha, Lo mah mikirnya cowok mulu. Gw pertimbangkan ya usulan Lo boleh juga," kata Cha.
"Iya iya tar gw pertimbangkan. Pokonya ntar gw kasih tau deh, gw kuliah dimana. Udah ya Shan, tuh pak guru liatin gw mulu. Bye...," Cha menyudahi berbalas pesan nya sama Shanti.
Dia kembali fokus mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Hingga bel istirahat berbunyi. Cha males ke kantin, dia memilih untuk diam di dalam kelas membaca buku.
Yoga yang sudah berada dikantin. Berpikir kalau Cha akan datang ke kantin. Namun yang ditunggu tak datang juga. Akhirnya dia pergi ninggalin Bimo yang lagi enak menyantap baksonya.
"Bim, gw ke kelas Cha dulu. Kenapa dia gak ke kantin ya?" pikir Yoga.
"Lah gw ditinggal nih. Hmmm bucin-bucin. Ya udah Lo bayarin nih bakso gw," kata Bimo dengan entengnya.
"Ya elah....bialangnya minta ditraktir, pakai mau ngambek segala," kesel Yoga.
"Hehehe tau aja," Bimo cengengesan sambil terus menyantap baksonya.
Yoga beranjak dari tempat duduk nya dan menuju kasir. Setelah itu dia menuju ke kelas Cha. Di dalam kelas, dia melihat Cha yang fokus membaca buku. Yoga masuk ke dalam dan duduk disebelah Cha.
"Kenapa gak ke kantin yanx?" tanya Yoga yang melihat Cha dari arah samping.
"Lagi males aja Ga, lagian aq dah sarapan tadi. Nih aq bawa cemilan roti," Cha menyodorkan roti ke pada Yoga.
Yoga pun mengambil roti tersebut dan memakannya dengan lahap.
"Udah jangan diporsir banget yanx belajarnya. Kasihan tuh kepala diisi terus dengan bacaan," canda Yoga.
__ADS_1
"Oh ya nanti kita jadikan makan di cafe luar? Si Bimo kira-kira udah ngabari Dewi gak ya buat makan di cafe?" tanya Cha yang menatap Yoga.
"Udah, tadi tuh si Bimo aq tinggalin dikantin. Tadi aq sama Bimo berada dikantin. Aq pikir kamu ke kantin, eh tau nya gak nongol juga. Ya aq tinggal Bimo disana," kata yoga masa bodo'.
"Kasihan tau ditinggalin gitu, gak solid banget sih kamu," celetuk Cha.
"Ya aq khawatir sama kamu, kenapa gak ke kantin. Gitu loh yanx. Hmm, apa kamu gak suka di samperin ya?" tanya Yoga jutek.
"Hehehe, maaf. Bukannya gitu Ga, aq gak enak aja sama Bimo. Kalian kan sahabatan, tar dikira aq ngerebut kamu lagi," kata Cha merasa gak enakan.
"Oh...nyantai aja yanx, Bimo orangnya baik kok. Dia ngertiin aq banget," jawab Yoga.
"Ga, kayaknya tadi aq lihat mobil Binyu deh diparkiran," kata Cha sambil memandang Yoga.
"Iya aq tau kok yanx, ada dia didalam mobilnya," kata Yoga dengan santai.
"Loh kamu tau juga Ga? Kenapa gak bilang ke aq?" Cha kaget ternyata Yoga juga tau.
"Buat apa bilang ke kamu! Lebih baik tidak usah memperdulikannya lagi kan yanx! Gak usah berurusan sama dia lagi," nasehat Yoga.
"Iya sih, tapi ntah kenapa perasaan qu gak nyaman aja, kalau dia masih suka memantau qu," kata Cha.
"Anggap aja, dia penggemar kamu yanx," canda Yoga supaya Cha tidak memikirkannya lagi. Mereka berbicara membahas Binyu tiada henti hingga bel masuk berbunyi. Yoga kembali ke kelas nya.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Bel pulang sekolah berbunyi. Yoga, Bimo dan Dewi sudah menunggu Cha di depan kelasnya. Mereka berempat berjalan menuju parkiran. Namun tak disangka mereka dihadang dengan Binyu.
"Cha, abang mau ngomong sama kamu," kata Binyu dengan ekspresi serius dia menarik tangan Cha.
"Gak mau...,kita udah gak ada urusan lagi tau!" bentak Cha. Hingga beberapa siswa-siswi melihat kearah mereka.
"Kamu masih pacar abang! Ayok ikut abang!" bentak Binyu juga tak perduli dengan Yoga dan kawannya.
"Hei jangan sentuh Cha," bentak Yoga juga dan menghempaskan tangan Binyu dari Cha.
"Lo jangan ikut campur anak ingusan. Cha....ayok ikut abang! kita ngomong baik-baik!" Binyu sengaja teriak agar siswa-siswi yang lewat mendengar keributan yang terjadi.
"Jangan buat keributan disekolah kami ya," kata Yoga dengan tenang. Dia menarik Cha kebelakang dan menyuruh Dewi membawanya ke dalam mobil dan mengunci mobil dari dalam.
Binyu berusaha menarik tangan Cha, tapi terhalang oleh genggaman tangan Yoga di lengannya.
"Awas Lo brengsek! Dia pacar gw! Siapa Lo yang ikut campur hah," teriak Binyu sambil mendorong bahu Yoga.
"Gw calon suaminya. Lo mau ngomong apa, hah... Kami akan segera menikah. Jadi Lo jangan ganggu dia lagi," tantang Yoga tak perduli didengar teman-temannya.
"Hahaha, jangan ngaku-ngaku Lo calon suaminya. Jelas-jelas dia tidak suka sama Lo. Cha banyak cerita tentang Lo ke gw," Binyu sengaja memanas-manasin Yoga.
"Gw gak ngaku-ngaku. Dia akan gw bawa keluar negeri. Kami akan tinggal disana. Jadi jangan coba-coba mendekatinya. Kalau tidak gw akan lapor ke polisi semua kejahatan Lo terhadap Cha, paham," ancam Yoga yang tak mau kalah.
Binyu kaget dan melotot melihat Yoga. Wajahnya mengeras menahan emosi.
"Lo pikir gw takut. Silahkan lapor kalau Lo punya buktinya," tantang Binyu balik.
__ADS_1
"Lebih baik Lo pergi dari sini. Jangan buat keributan disekolah ini. Sebelum Lo dihajar sama siswa-siswa disini," ancam Yoga.