Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kedatangan Zain menjadi surprise


__ADS_3

Cha sangat senang bisa ikut dengan Dewi ke Klaten. Apalagi melihat pernikahan adat Jawa yang berbeda dengan adatnya Cha.


Ketika Cha sibuk dengan persiapannya yang mau ke Klaten, pintu kamarnya di ketuk dari luar.


"Non, ada tamu di depan..!" panggil si bibi memberitahu.


"Loh siapa malam-malam gini yang datang?" gumam Cha bingung.


Cha berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu dia membuka pintu kamar dan melihat si bibi.


"Siapa bi tamunya? Perasaan saya sedang gak ada janji deh sama orang lain," ucap Cha yang masih bingung.


"Orangnya sudah di depan Non, dia langsung masuk ke dalam Non. Sekarang sudah berada di ruang tamu," balas si bibi.


"Apa...! Ruang tamu..! Loh kok bisa bi, kasih masuk orang sembarang?" tanya Cha yang sedikit kesal.


"Maaf Non, saya gak bisa menahannya. Dia memaksa ingin bertemu Non Cha," jawab si bibi dengan wajah tenangnya.


"Ya ampun bi...., gimana kalau orang itu jahat. Udah bisa suruh pulang aja, bilang saya gak dirumah," geram Cha.


"Baik Non," si bibi melangkah ke ruang depan meninggalkan kamar Cha.


Cha heran dengan sikap si bibi yang sembarangan memasuki orang tak di kenal ke dalam rumah.


Lalu Cha kembali masuk ke dalam kamarnya, dia melanjutkan aktifitasnya yang mengemas pakaiannya. Cha asyik dengan kegiatannya sehingga dia tak menyadari kalau pintu kamarnya sudah terbuka lebar dan seseorang masuk ke dalam.


Cha yang fokus dengan barang-barang bawaannya tak menyadari kehadiran seseorang di dalam kamarnya.


Seketika orang itu sudah berada di belakang Cha dan menutup kedua mata Cha dari belakang punggungnya.


"Eh siapa ini....! Siapa kamu? Tooolooong!" teriak Cha ketakutan sambil mencoba melepaskan tangan orang itu.


"Lepaskaaaan..., bibi toloooong...Dewiiii, ada orang masuk kamar gw.....!" teriak Cha ketakutan.


Cha terus memberontak melepaskan tangan orang itu. Lalu tangan itu pindah ke bibir mungil Cha menutup mulut Cha. Lalu dia berbisik.


"Sayang, apa kamu tidak merindukanku?" tanya orang itu yang tak lain adalah Zain.


Cha merasakan bulu kuduknya merinding karena orang itu berbisik di tempat yang sensitif di tubuh Cha. Lalu Cha tersadar mendengar suara yang sangat familiar namun sedikit berbeda.


"Zain, benarkah ini Zain..?" tebak Cha yang merasa tak percaya.

__ADS_1


"Siapa Zain, hah.., apa kamu selingkuh dariku sayang?" tanya Zain yang membuat suaranya sedikit berbeda.


Zain sengaja membuat kejutan dengan Cha. Dia ingin mengerjai Cha dengan suara yang berbeda. Zain datang ke Jogja mendadak karena ada tugas yang harus di selesaikannya.


Begitu Zain sampai di Jogja, dia langsung menemui Cha. Namun dia harus memberikan kejutan yang membuat Cha merasa kesal.


"Si--siapa i--ni?" tanya Cha gemetaran. Cha ketakutan luar biasa. Dia menangis ketakutan karena ada laki-laki yang tak di kenal masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu lupa denganku sayang? Oh ayolah cantik, coba kamu ingat-ingat," balas Zain yang menahan tawanya.


"K--kamu siapa...! Aku gak kenal sama kamu. Kenapa kamu bisa masuk ke dalam?" tanya Cha sambil menangis.


Zain gak tega melihat Cha yang sudah menangis ketakutan. Lalu dia membalikkan tubuh Cha dan tersenyum melihat wajah Cha yang sedikit pucat.


"Sayang, ini Abang," ucap Zain sambil memegang dagunya Cha.


Cha terbengong, ada rasa senang dan bahagia. Namun ada juga rasa marah yang menggelora membuat Cha memukul-mukul dada zain geram.


"Zaaaainnn.....kamu kelewatan! Aku gak suka di perlakukan seperti ini!" bentak Cha yang sedikit emosi.


Zain langsung menarik tubuh Cha dan memeluknya dengan erat. Cha menangis tersedu-sedu dalam dekapan Zain.


"Kamu jahat Zain..., datang gak ngabari, malah ngerjain aku, hiks hiks hiks," ucap Cha disela tangisannya.


"Kangen sih, tapi juga kesal dengan sikap Abang yang jahil. Abang kapan sampainya?" tanya Cha sambil melepaskan pelukannya.


"Tadi begitu sampai, Abang langsung kemari. Kenapa kamu tadi gak mau nemui Abang?" tanya Zain.


"Maksudnya?" tanya Cha balik.


"Iya, tadi kan si bibi udah bilang kalau ada tamu di ruang depan. Kenapa kamu gak mau menemui Abang?" tanya Zain ulang.


"Mana mungkin aku menemui orang yang tidak aku kenal bang. Kalau dari awal si bibi ngasih tau kalau yang datang itu kamu, pasti aku samperin," jawab Cha membela diri.


"Hehehe, sayang, kamu udah makan?" tanya Zain.


"Udah, tadi makan sama Dewi dan Ibunya. Emang Abang belum makan?" tanya Cha balik.


"Belum, Abang mau makan diluar sama kamu. Yuk temani Abang makan di luar," ajak Zain.


"Boleh, kebetulan, aku pengen jalan-jalan keluar sana."

__ADS_1


Lalu Zain melihat pakaian Cha yang sedang berantakan di atas tempat tidur dan tas besar.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Zain mengerutkan keningnya.


"Oh iya, aku lupa ngasih tau Abang. Besok aku mau ikut sama Dewi ke Klaten untuk menghadiri pesta pernikahan keponakan Ibunya. Aku pergi ke sana selama 3 hari bang," jawab Cha menjelaskan.


"Wah kalau gitu, Abang juga ikut ya. Pengen melihat acara pernikahan Jawa," pinta Zain.


"Apa! Abang mau ikut? Yeeee, mana mungkin. Dewi pasti gak akan ngasih bang," balas Cha.


"Loh kenapa gak ngasih? Boleh ya sayang..., Abang pengen melihatnya," pinta Zain yang mencoba membujuk Cha.


"Coba nanti aku bilang ke Dewi ya bang. Mudah-mudahan dia ngebolehin Abang ikut," balas Cha.


"Ya udah, kalau gitu kita pergi sekarang. Perut Abang udah keroncongan," ajak Zain sambil memegang perutnya.


Cha sangat bersemangat malam ini karena kedatangan Zain yang tiba-tiba. Cha langsung bersiap-siap untuk pergi menemani Zain makan malam.


"Bang, aku mau menemui si bibi dulu. Tadi aku sempat marah-marah sama dia karena memperbolehkan orang lain masuk ke dalam rumah," ucap Cha sebelum mereka keluar dari dalam kamar.


"Mmm, baiklah, Abang akan tunggu di kamar kamu aja ya. Nanti kalau sudah selesai, cepatlah kembali karena Abang gak bisa menahan lapar terlalu lama," balas Zain.


"Kalau gitu lebih baik kita pergi sekarang. Besok aja aku menemui bibi. Dari pada kamu kenapa-napa," ajak Cha yang tidak mau kekasihnya ini sakit.


"Ayo kita berangkat."


Zain dan Cha keluar dari kamar. Ternyata si bibi masih membersihkan ruang makan. Cha melihat si bibi dan memanggilnya.


"Bi....," panggil Cha.


"Iya Non," sahut si bibi.


"Bi, saya minta maaf atas kejadian tadi. Habis bibi bersekongkol dengan Zain ngerjain saya," ucap Cha tulus.


"Maaf Non, saya hanya mengikuti perintah Tuan Zain," balas si bibi.


Cha langsung menoleh ke arah Zain sambil mendelik kan matanya.


"Ya udah, kami mau keluar dulu ya Bi. Mungkin tidak kembali kesini. Besok pagi saya dan Cha akan kembali. Saya bawa kunci cadangan saja ya Bi. Bibi tidak perlu menunggu kami," jelas Zain.


"Baik Tuan," balas si bibi.

__ADS_1


Lalu Cha dan Zain keluar dari dalam rumah. Mereka pergi menggunakan mobil yang dibawa oleh bodyguard Zain.


Mobil pun pergi ke jalan raya dimana banyak lesehan yang bertebaran dengan banyak pengunjung. Cha dan Zain benar-benar menikmati perjalanan mereka sebelum sampai ke tujuannya.


__ADS_2