
Setelah mereka selesai makan, Yoga tiba-tiba menggenggam tangan Cha.
"Cha, gimana kamu mau kan hidup bareng aq, maaf kalau aq melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan sekarang, tapi...aq gak punya pilihan Cha, aq jatuh cinta sama kamu, kamu harus menjadi milikku seutuhnya" kata Yoga menjelaskan semuanya.
"Apa Lo bilang haaaa, maaf, enak banget Lo ngomong gitu, gara-gara perbuatan Lo, gw putus sama Binyu, tau gak Lo!" bentak Cha yang mendadak emosi.
"Ngapain kamu harapkan laki-laki itu lagi, dia udah mengkhianati kamu Cha, kamu sendiri kan yang udah melihat dia jalan sama perempuan lain, kenapa gak kamu tanya kan siapa perempuan itu." kata Binyu memandang Cha dengan tajam.
"Gimana gw mau cerita, dia malah bertanya kenapa gw menangis." Cha meremas jari tangannya karena bingung.
"Terus kamu jawab apa Cha...?" tanya Yoga.
"Gw...gw bilang maaf, karena gw gak pantes buat lagi buat bang Binyu" Cha menundukkan wajahnya dengan sedih.
"Cih pantes, karena itu dia menghajar qu" kata yoga.
"Maksud Lo, jangan bilang wajah Lo begini karena bang Binyu?" tanya Cha memandang wajah Yoga.
Yoga pun mengangguk tanda bahwa ya Binyu lah yang telah melakukan ini semua.
"Dia mengatakan, kenapa harus aq duluan yang melakukan itu ke kamu, dan seharusnya dialah yang melakukannya duluan" kata Yoga menjelaskan apa yang diucapkan Binyu.
"Maksud Lo apa? Apa Binyu juga akan melakukan hal yang sama dengan Lo ke gw, apa seperti itu Ga...,jawab...," Cha mengguncang-guncang tubuh Yoga.
"Aq gak ngerti Cha apa maksud dari perkataan Binyu. Udah lah gak usah kamu pikirin dia lagi Cha. Kasih aq kesempatan Cha untuk membuatmu bahagia, aq janji gak akan melukai hatimu Cha" kata yoga sambil menggenggam tangan Cha.
"Kasih gw waktu, gw mau fokus buat sekolah dulu Ga, anter gw pulang sekarang Ga" Cha berdiri dan berjalan meninggalkan Yoga menuju parkiran. Yoga buru-buru mengeluarkan uang dari dompetnya dan berlari mengejar Cha.
Yoga mengantar Cha pulang kerumahnya.
"Besok kita berangkat bareng ya Cha" kata yoga.
"Gak usah Ga, gw mau sendirian dulu, please...jangan ganggu gw dulu Ga" Cha pun turun dari mobil, dan berjalan ke rumahnya.
__ADS_1
Yoga hanya bisa menatap punggung Cha dari belakang, dia berharap Cha akan bisa membuka hatinya untuk nya. Dia pun berlalu meninggalkan area rumah Cha.
Disisi lain ternyata Binyu dari tadi sedang menunggu Cha tak jauh dari depan gang rumahnya. Dia memantau keberadaan Cha. Bahkan dia melihat Cha dianter pulang sama Yoga.
"Awas Lo Cha, Yoga aja bisa melakukannya, gw juga harus bisa mencicipinya, gw gak akan melepaskan Lo begitu aja," pikir Binyu yang menyeringai tersenyum menakutkan. Lalu dia pun meninggalkan area rumah Cha.
Keesokan paginya Cha yang tidak menahu tentang keberadaan Binyu, kaget melihat Binyu menjemputnya. " Kenapa Binyu ada disini...bukannya dia sudah memutuskan gw?" tanya Cha dalam hati.
"Binyu menyamperin Cha, ayok ikut abang, kita harus bicara Cha" kata Binyu sambil menarik tangan Cha masuk ke mobil.
"Tapi Cha harus sekolah bang, tar pulang sekolah aja kita ngomong," kata Cha yang bingung dengan sikap Binyu.
"Abang mau kita baikan lagi Cha, makanya kita harus bicara" Binyu menyetir mobilnya menuju ke penginapan. Cha tidak tau kalau Binyu membawanya ke penginapan. Dia hanya menuruti apa kata Binyu saja.
Mereka memasuki hotel. Cha yang tidak mengerti, hanya pelengak pelengok melihat sekeliling.
"Loh bang kita ini dimana?" Cha melihat sekelilingnya yang banyak kamar.
"Kenapa harus ke hotel bang? Kita kan bisa ke cafe habis pulang sekolah" kata Cha.
"Kalau dicafe terlalu rame, tidak privasi. Tapi kalau di hotel kita bebas mau ngobrol apa aja," Binyu berkilah agar Cha tidak curiga.
"Oh...." Cha mengangguk-anggukan kepalanya saja.
Binyu pun memesan kamar. Binyu memarkirkan mobil nya dan mengajak Cha masuk ke dalam hotel.
"Tapi....Cha kan pakai seragam sekolah bang, gak mungkin Cha masuk, apa kata orang yang melihat nya" kata Cha yang masih duduk dalam mobil.
"Nih, kamu ganti baju nya dan roknya, abang tunggu di lobby" Binyu memberikan paper bag yang berisi baju ganti yang sudah disiapkannya dari kemaren.
"Mmmm, sejak kapan bang Binyu menyiapkan semua ini, ah sudahlah, gw gak mau berburuk sangka," pikir Cha yang kemudian mengganti bajunya. Lalu dia keluar dari mobil menuju lobby. Cha pun menghampiri Binyu yang duduk di lobby.
"Udah selesai, ayuk kita ke atas" Binyu langsung menggenggam tangan Cha sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Cha menurut aja diajak sama Binyu. Mereka pun masuk kedalam lift dan menuju kamar yang sudah dipesan. Pintu lift terbuka, Binyu langsung mencari no kamarnya. Setelah ketemu, mereka masuk ke dalam kamar. Binyu langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Cha hanya diam mematung di depan pintu sambil meremas jarinya.
"Cha..sini kita istirahat dulu, kamu mau pesan apa biar abang pesan kan" kata Binyu sambil menepuk pinggir kasur.
"Eh...a..anu bang, Cha udah sarapan tadi dari rumah" Cha tetep tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
Binyu langsung berdiri dari tempat tidur dan menuju ke arah Cha berdiri lalu menarik tangan Cha agar mau duduk di tempat tidur. Sebenarnya Cha merasa ketakutan karena dia tidak pernah ke hotel. Tapi dia tidak bisa menolak pesona Binyu.
"Mmmm bang kita gak ngapa-ngapain kan disini? Cha gak mau lama-lama disini. Lagian Cha jadi bolos sekolah. Cha harus ngirim pesan dulu ke Shanti agar di izini sama guru yang masuk kelas" kata Cha menjelaskan. Lalu dia mengambil handphonenya dan mengirim pesan ke Shanti.
"Iya sayang, kita gak lama kok, nanti pas siang kita balik, kan kamu pulangnya siang" kata Binyu. Binyu tidak mau buru-buru, dia akan membuat Cha yang menginginkannya, tentunya dengan bantuan obat perangsang. Tapi tidak untuk hari ini, hari ini dia hanya memberikan sedikit terapi kenikmatan sedikit.
"Abang pesan kan minuman dan cemilan ya sayang, abang belom makan nih" Binyu menunjukan wajah lapar nya.
"Iya bang, habis tuh Cha pengen ngobrol sama abang" jawab Cha.
Setelah memesan makanan dan pesanan pun datang, Binyu makan dengan cepat dan lahap, karena memang dia belom sarapan pagi. Selesai makan, Binyu mendatangi Cha yang berdiri di balkon. Dia memeluk Cha dari belakang.
"Mmmm rambut Cha harum banget, abang suka wanginya. Abang rindu banget sama kamu Cha." Binyu mengendus- endus bahu Cha.
"Eh bang jangan seperti ini, gak enak dilihat orang" kata Cha salah tingkah.
"Gak ada yang lihat sayang, cuma kita berdua disini, Binyu membalikkan tubuh Cha dan menghadap ke Binyu. Binyu langsung melu*** bibir kenyal Cha dengan rakus. Tangan nya mengelus-elus rambut Cha. Cha yang tidak pengalaman, bingung mau bagaimana.
Kemudian Binyu mengangkat tubuh Cha dan mendudukinya diatas pangkuannya. Cha merasa tak nyaman dengan perlakuan Binyu, dia berusaha turun, tapi di tahan oleh Binyu.
"Sayang biar seperti ini ya, abang pengen memeluk kamu, rasanya abang tenangggg banget kalau meluk kamu Cha" kata Binyu yang menyandarkan kepalanya di bahu Cha.
Cha diam tak menjawab, dia merasa jantungnya berdegup kencang, ini baru pertama kali dia diperlakukan seperti ini.
"Sayang.., abang mohon maafkan atas sikap Abang kemaren ya, abang ingin kamu hanya menjadi milik abang, menjadi orang yang paling abang cintai seumur hidup abang, jangan tinggalin abang ya sayang" Binyu memulai gombalnya.
Cha yang mendengar penuturan Binyu, merasa tersanjung dan hatinya berbunga-bunga.
__ADS_1