
"Emang Lo jam berapa ke sana Ga? Sini gw bisikin Lo," Shanti tiba-tiba menarik tangan Yoga untuk mendekat kepadanya.
"Aduh, pelan-pelan dong. Main tarik aja Lo," Yoga mendekatkan telinganya ke Shanti.
"Hussssst jangan berisik. Besok Cha mau bolos lagi sama Binyu. Lo bisa gak ngikutin dia besok pergi kemana, gw khawatir sama dia Ga," Shanti mengangguk melihat Yoga.
"Serius Lo Shan...!" Yoga gak percaya dengan perkataan Shanti.
"Hussssst berisik amat sih Lo Ga," Shanti memukul lengan Yoga menyuruhnya jangan ribut.
"Masa Cha mau bolos lagi Shan? Terus sekarang dia dimana? Gw mau ngomong sama dia," Yoga duduk dihadapan Shanti dan melirik sana-sini, tapi yang dicari tidak kelihatan.
"Ga, Lo jujur deh sama gw. Emang kemaren ntu pas kapan gitu, Lo ada masalah sama Cha? Kok kayaknya dia stress banget," Shanti menelisik wajah Yoga yang ternyata ganteng banget.
"Mmmm, gw gak ada masalah Shan, emang kenapa? Yoga menatap Shanti penuh tanya.
"Terus kenapa kemaren Bimo bilang Lo dihajar sama Binyu pas pulang sekolah. Pasti ada hubungannya dengan keadaan Cha kemaren kan...! Udah deh Ga, Lo suka ya sama Cha?" Shanti menaikkan dua aslinya bergerak-gerak.
"Hahahaha kayak detektif aja Lo Shan, ngorek-ngorek informasi sama gw," Yoga berdiri dari meja dan meninggalkan Shanti. Dia males membahas masalah pribadinya. Baginya kejadian dia sama Cha itu adalah rahasia mereka berdua.
"Isssssh Ga....gw blom kelar nih nanya nya!" Shanti kesal lihat kepergian Yoga yang belom jelas pembahasannya. "Awas aja Lo nanti kalau butuh gw, gw ogah nanggepinnya," gerutu Shanti dengan kesal. Dia pun menyantap makanannya dengan santai.
Kembali ke Cha. Saat ini dia berada dalam kelas. Dia memikirkan ucapan Shanti untuk tidak terpedaya sama Binyu. "Mmm, masa sih bang Binyu jahat. Dia sering ngasih gw hadiah, terus gak pernah ngomong kasar. Perlakuannya juga lembut, dimana jahatnya ya?" Cha bergumam sendiri sambil tangannya menopang didagu.
Teman-teman yang berada didalam kelas, melirik ke arah Cha. Mereka heran lihat Cha bicara sendiri.
__ADS_1
"Eh eh napa tuh Cha, ngomong sendiri, ihhhhhhh takuuut," kata temen cewek kepada teman satunya yang duduk di bangku depan.
"Mmmm stress kali, cewek kuper lagi menghayal, hahahaha," celetuk teman yang satunya.
"Hus jangan gitu, mana tau dia sedang berfikir gimana caranya menggaet ketua OSIS hihihi," temen yang satu nya cekikikan dan di balas teman yang lain ikut terbahak-bahak.
"Mana mau ketua OSIS sama cewek kuper gak jelas gitu," celetuk temen cewek yang lain.
Mereka tertawa-tawa mengejek Cha. Cha tidak sadar kalau sedang digunjing oleh teman-temannya karena dia sedang asyik melamun. Tiba-tiba Yoga datang ke dalam kelas dan menarik tangan Cha secara paksa.
"Yuk ikut aq sekarang juga, aq mau ngomong sama kamu," Yoga membawa Cha ke taman belakang sekolah. Disana gak terlalu ramai, tapi tetep ada aja yang melihat interaksi keduanya.
"Apa apaan sih Lo! Main tarik-tarik gw ke belakang sekolah lagi!" Sungut Cha dan menghempaskan tangan Yoga dengan kasar. Dia menatap Yoga dengan marah.
"Aq dah bilang Cha, jangan berhubungan lagi dengan Binyu. Kamu itu milik aq...tau gak sih..! Yoga menatap Cha dengan tajam.
"Sadar Cha...! Dia hanya menginginkan tubuh kamu, aq tulus sayang sama kamu Cha, percaya sama aq Cha," Yoga memegang kedua bahu Cha dan menatap nya intens.
Plakkkk sebuah tamparan mendarat di pipi Yoga. Yoga pun terkejut diam mematung. Dipegang nya pipinya yang terasa panas. Dia tersenyum dan berkata.
"Apapun yang kamu lakukan ke aq, aq tetap sayang sama kamu Cha. Suatu saat kamu akan menyadarinya Cha, mana yang tulus dan mana yang hanya ingin mempermainkan mu," Yoga pergi meninggalkan Cha dengan rasa terluka. Tapi dia tetap tidak bisa membuang rasa cintanya kepada Cha. Dia akan tetap mengawasi Cha dari jarak jauh. Dia gak mau Cha nantinya hancur karena laki-laki itu.
Cha yang masih berdiri menangis karena sudah melukai orang lain. Dia benci Yoga yang sudah menjelekkan Binyu. Padahal menurut Cha, Binyu laki-laki yang baik. Cha menghapus air matanya dan dia pun kembali ke dalam kelas. Dia tidak melihat keberadaan Shanti. Cha menyibukkan diri dengan membaca bukunya.
Singkat cerita Cha pulang sekolah sendirian. Dia memilih untuk tidak pulang bareng sama Shanti. Baginya Shanti terlalu over protect terhadap kehidupannya, makanya dia males ketemu Shanti.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Cha dipanggil adek nya.
"Kak, sini deh. Ada yang mau aq sampaikan," kata Sika yang mengajak Cha ke kamarnya.
"Ada apa dek, oh ya mama blom pulang ya? Kamu mau bilang apa?" tanya Cha singkat.
"Kak, tadi aq denger mama tlp nan sama papa, kayaknya papa mau pulang deh kak lusa. Tapi...," Sika menghentikan ucapannya.
"Tapi kenapa dek? Kok malah berhenti ngomongnya," Cha memperhatikan adek nya.
"Mmm, papa cuma 1 hari aja kak disini, karena harus melihat nenek dikampung. Habis itu langsung balik lagi berlayar," Sika menjelaskan semua yang dia dengar tadi.
"Terus mama gimana responnya? Apa mama ikut ke kampung sama papa?" tanya Cha penasaran.
"Gak ada yang boleh ikut kak, papa sendiri aja ke kampung. Mama marah-marah, dan berantem di tlp tadi," Sika menundukkan wajahnya yang sedih.
"Hmmm itu sudah biasa kan dek, kita jarang diajak ke kampung. Ya sudah biarkan saja. Lagian udah biasa kan papa seperti itu, jadi biarkan saja, mau pulang atau tidak bukan hal yang menggembirakan bukan," Cha mencoba menyemangati adek nya agar tidak bersedih.
"Iya sih kak, tapi...aq pengen main-main sama papa. Kita kan dah lama tidak jalan-jalan sama mama dan papa, kak," Sika mencoba mengutarakan keinginannya.
"Nanti kalau kamu udah besar bisa jalan-jalan bareng teman-teman kamu. Jadi sekarang kamu harus belajar giat biar bisa jadi orang sukses, gak usah pikirkan keinginan kamu, nih kakak kasih kamu coklat, biar gak sedih lagi," Cha mengeluarkan coklat dari dalam tasnya dan memberikan nya ke tangan Sika.
"Yeeeeee makasih kakak ku sayang....! Sika suka banget coklat ini. Besok-besok kakak belikan lagi ya Sika coklat yang lain. Ya udah Sika mau makan coklat dulu, makasih kakak emmuh emmuh," Sika mencium pipi Cha dengan semangat.
Cha terharu melihat kebahagiaan Sika yang hanya diberikan coklat. Begitulah anak kecil, kalau sedih dikasih hadiah pasti ceria kembali.
__ADS_1
"Kakak akan selalu memberikan kamu semangat dan kebahagiaan, walaupun kakak tidak merasa bahagia," gumam Cha di dalam kamar nya.