Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Irfan Yang Menyelamatkan Cha


__ADS_3

Hari yang dinantikan tiba juga. Pagi ini Binyu sudah datang menjemput Cha di depan gang. Tidak hanya Binyu, tetapi ada laki-laki lain yang datang menunggu Cha, bedanya hanya tempat mereka parkir berjauhan. Dia adalah Irfan yang kemaren mengikuti Cha ketika pulang sekolah.


Cha yang sudah tau dan hafal mobil Binyu, dia pun langsung masuk ke dalam mobil. Binyu menyambut Cha dengan senyum yang mengembang.


"Sudah siap sayang, yuk kita ke puncak. Teman-teman abang sudah pada jalan ke sana bersama pasangan masing-masing," kata Binyu sambil menggenggam tangan Cha.


Sebelum nya Cha sudah mengabari teman kelas nya untuk izin tidak masuk karena tidak enak badan.


"Emang acara apaan ya bang, kenapa harus kepuncak?" tanya Cha.


"Acara teman abang, dia menangkan proyek, jadi dia ngajak pesta. Pokoknya kamu pasti happy sayang," jawab Binyu meyakinkan.


Cha pun diam tak banyak bertanya. Dia membayangkan akan ramai orang nanti disana. Dia tidak tahu kalau pesta itu adalah pesta ranjang, dimana masing-masing pasangan akan berhubungan di ranjang bersama dan bergilir. Karena para wanita yang hadir disana adalah penghibur yang sudah di bayar mereka kecuali Cha.


Akhirnya mobil Binyu sampai di sebuah Villa yang sudah disewa mereka buat pesta tersebut. Lalu Binyu turun dari mobil yang diikuti oleh Cha. Mereka masuk ke dalam Villa.


"Mmmm bang ini Villa siapa, kenapa sepi," Cha hanya melihat beberapa mobil yang parkir.


"Ini Villa teman abang, pesta nya hanya untuk teman-teman dekat aja sayang, udah yuk masuk," ajak Binyu menggandeng tangan Cha ke dalam Villa.


"Hai bro...., siapa tuh, cakep banget," sapa teman Binyu yang punya acara.


"Oh ya nih pacar gw, kenalin namanya Cha," Binyu memperkenalkan Cha terhadap teman-temannya. Mereka ada 5 orang beserta pasangan masing-masing.

__ADS_1


"Hai....,Cha memperkenalkan diri kepada teman Binyu.


"Husst bening juga, dapet dimana Lo, boleh dong gw coba ntar," bisik teman nya yang dari tadi memandang Cha dengan nafsu.


"Boleh asal Lo kasih imbalan yang sesuai, hahahaha," ledek Binyu kepada temannya.


"Serius Lo.....!! gw suka temen yang begini, saling berbagi kehangatan dan kenikmatan," kata teman Binyu sambil merangkul pundak Binyu dan terbahak-bahak.


Cha yang dari tadi berdiri didekat Binyu, tidak tau arti dari tawa mereka berdua. Disamping itu para wanita penghibur saling ngobrol bertukar pengalaman mereka diatas ranjang. Mereka tidak sungkan untuk membahas kegiatan panas mereka satu sama lain. Cha yang melihat penampilan mereka yang fulgar, merasa risih.


"Bang, Cha ngerasa gak nyaman disini. Kenapa perempuan-perempuan itu pakaiannya terbuka begitu ya?" tanya Cha polos.


"Duh sayang, kamu jangan maluin abang deh, itu biasa kalau lagi pada kumpul begini, pasti pasangan mereka tampil mempesona biar tidak memalukan pasangannya," bohong Binyu meyakinkan Cha agar tidak curiga dengan para wanita penghibur itu. Binyu sengaja tidak menyuruh Cha gabung bersama mereka.


Cha yang menyaksikkan pemandangan seperti itu merasa bergidik. Dia pun melirik kearah Binyu. Sayangnya Binyu pura-pura tak memperhatikan Cha, dia terus berjoget dihadapan Cha. Cha melihat aktifitas yang fulgar disana. Lantas Binyu mengajak Cha ke sofa untuk minum.


"Sayang yuk minum, abang haus banget nih," ajak Binyu. Binyu menyodorkan minuman jus jeruk kepada Cha. Tiba-tiba datang seorang wanita penghibur lainnya, dari tadi dia sudah melirik kearah Binyu. Dia sangat menginginkan Binyu, akhirnya dia mendatangi Binyu dan Cha. Lalu wanita itu memberikan minuman beralkohol kepada mereka berdua.


"Hai salam kenal, aq Nita," sapa wanita tersebut.


"Hai juga, gw Cha," Cha membalas nya. Binyu yang berada disamping Cha, melihat Nita dengan tatapan lapar, karena Nita menggunakan baju nampak belahan dadanya dan pahanya.


"Nah Cha, Binyu, yuk kita minum untuk salam perkenalan kita," Nita lantas memberikan dua gelas kepada mereka. Mereka pun bersulang lalu meminumnya. Cha yang tidak tahu menahu itu minuman apa, tanpa bertanya langsung meminumnya.

__ADS_1


"Uhuk uhuk," Cha terbatuk gara-gara minum minuman itu, tenggorokkannya terasa panas, dia sedikit mual, mulutnya terasa tidak nyaman.


"Maaf ini minuman apa ya? Kok rasanya aneh ya?" tanya Cha kepada Binyu.


"Sayang ini minuman orang kaya, ntar juga lama-lama kamu terbiasa kok," jawab Binyu sambil membelai pipi Cha. Tapi tangannya meremas bokong wanita tersebut.


Lalu teman nya dateng nyamperin mereka dan mengajak berkumpul didalam sebuah ruangan, dimana dalam ruangan tersebut sudah tersedia 3 tempat tidur dan sofa. Cha yang tidak ngeh, mengikut saja dengan Binyu.


Ketika masuk kedalam ruangan tersebut masing-masing pasangan saling bergandengan. Ada yang menggendong pasangannya, ada juga yang menggandeng pasangannya.


Cha heran, "kenapa didalam ada tempat tidur? Dan buat apa tempat tidur itu?"pikir Cha. Dia hendak bertanya sama Binyu, tapi Binyu terus berjoged karena music dugem. Lampu di ruangan itu juga tidak terang tetapi remang-remang.


Para wanita penghibur masih terus menggoyang goyangkan tubuhnya. Nita memberikan minuman beralkohol lagi kepada Cha dan Binyu. Dia mengajak Cha untuk berjoged ditengah-tengah. Cha yang mulai hilang kesadaran karena mabuk ikut berjoged. Dia menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Acara puncak pun dimulai, para wanita penghibur mulai menanggalkan satu persatu pakaian mereka hingga polos tanpa sehelai benang pun. Mereka menari telanjang meliuk liukkan tubuhnya dihadapan para lelaki. Para lelaki sudah berada di tempat tidur dan sofa. Sebagian dari mereka sudah menanggalkan baju bagian atas. Kemudian wanita tersebut mendatangi masing-masing pasangannya.


Sedangkan Cha menikmati pemandangan tersebut. Dia sudah tidak sadar, dia sudah mabuk. Lalu Binyu memberikan minuman terakhir yang beralkohol. Cha semakin tak karuan. Binyu mulai mendekati Cha dan mulai mel**** bibir Cha dengan rakus. Cha pun membalasnya. Lalu Binyu membawa Cha ke tempat tidur, dimana disitu sudah ada Nita yang menunggunya. Nita yang sudah polos tanpa sehelai benang pun menyambut Binyu dengan senyuman. Binyu mendorong Cha hingga jatuh ke tempat tidur, lalu dia naik ke atas tubuh Cha dan melu*** bibir Cha dengan rakus. Binyu yang sudah dikuasai gairah langsung membuka bajunya.


Nita memulai aksinya, dia meraba-raba rudal Binyu, dan membuka celana Binyu. Binyu mendesah karena ulah Nita. Lalu dia beralih ke Nita, dia pun melu*** bibir Nita dengan bringas. Sedangkan tangan nya meraba-raba gu**** kembar Cha, tangannya yang satu sudah menge*** area ke******** Nita. Nita pun mendesah. Saat ini Binyu dan Nita sama-sama polos, sedangkan Cha masih berpakaian, hanya saja baju kaos nya sudah tersingkap keatas.


Adegan demi adegan terus berlangsung. Ada yang sudah melakukannya, dan berganti pasangan. Bahkan ada yang sudah mencapai puncaknya. Sedangkan Cha, Binyu dan Nita masih pemanasan. Binyu menuntaskan hasratnya bersama Nita. Dia melakukannya bersama Nita dengan posisi dari belakang, sedangkan Cha menunggu giliran. Setelah Binyu menuntaskan hasrat nya kepada Nita, dia beralih ke arah Cha, Binyu pun mulai menanggalkan celana jeans Cha, hingga tersisa ****** ***** saja. Tapi tiba-tiba


Bughhhh bughhhh. Seseorang memukul Binyu yang sudah mabok sampai Binyu tergeletak tak sadarkan diri. Dengan beberapa pukulan Binyu sudah KAO. Tidak ada yang ngeh dengan kejadian itu karena mereka masing-masing sudah pada mabok dan sibuk dengan aktifitas panas mereka masing-masing. Kemudian orang tersebut menggendong Cha dengan membalutkan selimut ke tubuh Cha dan membawanya ke dalam mobil. Cha yang sudah mabok, merancau tidak karuan.

__ADS_1


Ternyata Irfan lah yang menyelamatkan Cha dari pesta ranjang tersebut. Karena dari awal Irfan sudah datang ke rumah Cha ingin berangkat ke sekolah bareng, tapi ternyata Cha sudah dijemput sama Laki-laki lain, Irfan pun mengikuti mobil yang di naiki Cha. Ternyata mobil tersebut menuju puncak. Irfan terus mengikutinya.


__ADS_2