Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kemarahan Binyu dan Godaan Yoga


__ADS_3

Dia berlari tak tentu arah hingga akhirnya dia sampai di halte bus yang sepi. Cha tidak memperdulikan orang yang sedang melihatnya.


"Aaaaaaaaaa, kenapa jadi seperti ini....!" teriak Cha sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Syukurnya keadaan halte sedang sepi, jadi Cha bebas menangis.


"Apa yang harus gw lakukan, semua udah hancur, masa depan gw hancur..., sialan Lo Yoga...., kenapa Lo jahat sama gw, hahhhhh!" Cha terus meraung-raung di halte. Tanpa ia sadari sudah berdiri sosok yang sedang dia katai.


Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Yoga langsung ke kelas Cha. Tapi langkahnya kalah cepat dengan Cha yang langsung lari pulang. Sampai didalam kelas, Yoga hanya melihat Shanti yang bersiap-siap pulang. Yoga pun menyamperin Shanti.


"Shan, mana Cha..?" tanya Yoga melihat ke Shanti.


"Mau ngapain Lo nyariin dia?" jawab Shanti dengan mata menyelidiki.


"Aq mau bicara sama Cha, ada yang perlu kami bahas, ini penting Shan." kata Yoga tanpa basa basi.


"Sebenarnya ada apa antara kalian, tolong jujur Ga, gw nih sahabat nya Cha, gw gak mau cha menambah kesedihannya." kata Shanti emosi.


"Maaf Shan, aq gak bisa cerita, sorry aq harus menyusul Cha, aq gak mau dia kenapa-napa, aq duluan Shan," Yoga berlari keluar dari ruangan kelas Shanti.


Sampai diparkiran ketika hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Binyu datang dan langsung


"Bugh, brengsek Lo ya, Lo udah mengambil apa yang menjadi milik gw," Binyu langsung memukul wajah Yoga tanpa ampun. Yoga yang tak siap dengan serangan dari Binyu, tak sempat mengelak.


"Apa-apaan Lo, sialan, apa maksud Lo mukul gw?" tanya Yoga sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Lo udah merebutnya dari gw, Lo udah merebut masa depan Cha, gw akan kasih Lo pelajaran sialan....!" teriak Binyu langsung menyerang Yoga lagi dan tidak memberi kesempatan Yoga untuk berdiri. Binyu langsung melayangkan pukulan ke wajah Yoga.


Kali ini Yoga bisa menangkis pukulan Binyu, ternyata Yoga ahli beladiri sehingga dia mampu menjatuhkan Binyu.


"Gw mengambil masa depan Cha..haaaa.., kalau iya kenapa, Lo gak berhak melarangnya, karena dia bukan siapa-siapa Lo." kata Yoga yang mengejek Binyu sambil menghajar Binyu.


"Dia pacar gw tau....!" teriak Binyu yang berdiri dihadapan Binyu.


"Pacar, bukan calon suami kan..., Lo tenang aja gw akan bertanggung jawab dan akan menikahi Cha, jadi Lo mulai saat ini jauhi Cha, mengerti..!" ancam yoga dengan wajah menyeringai.


"Anak ingusan mau melawan gw, haaaa.., liat aja nanti Lo akan menyesal sudah berurusan sama gw, tunggu balasan gw." Binyu meninggalkan yoga dan kembali ke mobilnya. Didalam mobil, Binyu memukul-mukul stir mobilnya, bang*** Lo Ga..gw bakalan buat perhitungan sama Lo" kata Binyu penuh emosi.

__ADS_1


"Gw tunggu," kata Yoga menatap kepergian Binyu. Yoga pun bergegas pergi dari sekolah, dia menyusuri jalan mencari keberadaan Cha. Hingga dia melihat sosok yang dicarinya. Yoga pun berhenti dan langsung mendatangi Cha. Dia berdiri tepat dihadapan Cha.


Cha yang tidak menyadari kehadiran Yoga, terus menangis sambil menundukkan wajah nya hingga...


"Ekhem...," deheman Yoga membuat Cha menoleh keatas.


"Elo....ngapain Lo disini?" tanya Cha datar yang merasa kepalanya pusing.


"Ayuk pulang Cha, kita bicarakan ini didalam mobil" jawab Yoga dingin.


Cha tidak begitu memperhatikan wajah Yoga yang lebam. Lalu dia bangkit berdiri berhadapan dengan yoga hingga tak menyisakan jarak, sangat dekat. Cha bisa merasakan aroma khas tubuh Yoga.


"Kenapa wajah Lo Ga....?" tanya Cha terbelalak melihat wajah Yoga yang lebam biru. Cha menyentuh wajah Yoga


"Awwww sakit Cha..., ayok kita pulang, nanti gw ceritain didalam mobil," jawab Yoga sambil menarik Cha masuk ke mobil.


Mereka masuk ke dalam mobil. Mereka saling diam.


"Aq tadi ketemu Binyu di sekolah," kata Binyu memecahkan keheningan diantara mereka.


Yoga yang melihat Cha memegang kepalanya langsung memegang bahu Cha. "Kamu kenapa Cha, pasti kamu blom makan kan Cha, ya udah mending sekarang kita makan dulu, habis tuh aq anter kamu pulang," kata yoga yang segera melajukan mobilnya.


Suasana hening didalam mobil, Yoga fokus menyetir sedangkan Cha memilih untuk memejamkan matanya. Dia gak tau lagi apa yang harus dilakukannya, apakah mengemis cinta sama Binyu atau menerima Yoga yang sudah merenggut masa depannya.


Mobil pun sampai di sebuah Cafe yang tak jauh dari sekolah.


"Ayok Cha, kita makan dulu, aq gak mau kamu kenapa-napa." kata Yoga yang menarik tangan Cha agar keluar dari mobil.


"Gw bisa jalan sendiri, lepasin tangan Lo brengsek," kata Cha dengan menghempaskan tangan Yoga.


Yoga hanya bisa memandang Cha dari belakang, di menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keras kepala Cha.


"Kamu menarik Cha, kamu keras kepala tapi dibalik itu kamu manja, itu yang membuat qu jatuh cinta" Yoga bergumam sendiri.


Mereka memasuki cafe dan memilih duduk di pojokan yang susananya lebih tenang dan agak sepi.

__ADS_1


"Kamu mau pesan apa Cha?" tanya Yoga yang duduk di hadapan Cha.


"Gw mau nasi Ayam Lada Hitam aja dan Frozen Capuccino" kata Cha dengan sikap dinginnya.


"Mbak nih pesanan nya, tolong cepatan ya, karena udah laper banget," kata Yoga yang memanggil waiters nya. Si waiters senyum-senyum genit melihat Yoga, karena walaupun wajah Yoga lebam, tak menghilangkan ketampanannya yang blasteran.


Makanan pun tiba, Cha langsung makan dengan rakus tanpa menghiraukan keberadaan Yoga. Yoga hanya tersenyum melihat tingkah Cha yang menggemaskan.


"Manis banget" kata Yoga singkat.


Cha menghentikan tangan dan kunyahannya, dia melongo melihat ke Yoga.


"Apanya yang manis haaaa?" tanya Cha.


"Kamu yang manis Cha, menggemaskan sekali, jadi teringat kejadian tadi" kata Yoga menggoda Cha.


Cha langsung menyemburkan makanan dari mulutnya ke wajah Yoga. Dia terbahak-bahak melihat wajah Yoga yang kotor kena makanan campur sari.


"Hahahaha, wajah Lo wajah Lo itu jelek banget, kayak badut, kata Cha yang tidak bisa menahan wajahnya.


Yoga berdiri dan berpindah posisi duduk. Lalu dia duduk disebelah Cha dan langsung mendekap Cha dari samping, kemudian berbisik, "Tapi Lo menikmati nya tadi kan Cha, walaupun wajah qu kayak badut, kapan kita mengulanginya lagi sayang," goda Yoga yang menaikkan ditelinga Cha.


Cha mendorong Yoga, wajah nya merah seperti kepiting rebus. "Apa-apaan nih cowok, sempat-sempatnya dia menggoda gw, bodoh banget Lo Cha, kenapa Lo juga menikmati sentuhan Yoga, bego bego...pantas dia menggoda gw terus, lah gw nya pasrah dan menikmati permainannya, haisssss Cha.." Cha menggerutu dalam hatinya.


"Apa apaan sih Lo Ga, nempel-nempel kayak perangko, sana gw males dekat Lo" kata Cha yang membohongi dirinya sendiri.


"Apa aq harus mengulanginya Cha, bagaimana kamu memelukku, menikmati sentuhan qu sampai kita sama-sama berada dipuncak keni******" kata Yoga yang terus menggoda Cha. Dia mencoel-coel dagu Cha dan menaik-naikkan alisnya.


"Stoooop Ga....,bisa gak Lo diem!" teriak Cha dan menutup mulut Yoga dengan tangannya.


"Jangan ditutup dengan tangan dong sayang, tapi dengan ntu tuh..." Yoga menunjuk bibir Cha dengan memoyongkan bibirnya.


Cha makin kesel dengan tingkah Yoga. "Menyebalkan, udah ah gw mau makan nih.." kata Cha pura-pura, padahal dia merasa malu banget di goda gitu sama Yoga.


Yoga yang melihat tingkah Cha, senyum-senyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2