
Cha terus merancau tak karuan, dia meraba-raba tubuh Irfan. Posisi mereka saat ini di dalam mobil. Pak Rahman supir pribadi Irfan diam saja diposisi depan. Irfan yang diperlakukan dengan begitu, menahan hasratnya. Bagaimana pun dia laki-laki normal. Cha mulai membuka baju Irfan, tapi Irfan menahannya. Dia gak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Sayang....,ayolah...,aq sudah gak tahan lagi, masukin aq bang...," rengek Cha dan dia menyambar bibir Irfan. Irfan lelaki supel, tapi tidak pernah pacaran. Dan ini adalah ciuman pertamanya bersama seorang perempuan.
"Oh ****...," umpat Irfan di sela ciuman. Irfan yang normal, gak tahan, akhirnya dia membalas ciuman Cha dengan lembut.
"Sayang....kenapa ciumannya berbeda, kok lebih enak terus lembut. Bibir sayang kenapa jadi tipis," Cha melepaskan ciumannya dan meneliti bibir Irfan yang berbeda dengan Binyu.
"Sayang, kamu kenapa makin cakeppp, kapan operasi pelastiknya, kamu tambah menggemaskan sayangggggg," rancau Cha yang mengelus-elus pipi Irfan.
Irfan yang diperlakukan seperti itu, senyum senyum sendiri melihat tingkah konyol Cha ketika mabok.
"Pak, bawa kami ke villa keluarga," kata Irfan menyuruh supirnya menjalankan mobilnya.
"Baik tuan," kata Pak Rahman. Mobil pun melaju meninggalkan villa maksiat itu.
Ditempat lain di dalam villa, Binyu yang merasa kepalanya sakit dan pusing, perlahan-lahan bangkit. Dia mencoba melihat sekeliling, pandangannya masih buram. Dia pun terduduk diam mengatur keadaan tubuhnya. Lalu dia melihat disampingnya ada wanita yang terbaring tanpa busana. Tapi Binyu tidak melihat kehadiran Cha. Dia pun tersentak kaget karena Cha tidak ada.
Binyu bangkit dari atas tempat tidur, dia langsung menggunakan pakaiannya dan melihat wanita-wanita yang tubuhnya masih polos.Tetep yang dicari tidak ada.
"Brengseeeek sialan....! Kemana dia, hei bangun..!" teriak Binyu lalu membangunkan teman-temannya.
"Ukhhh kepala qu puyeng," kata temen Binyu yang di sofa.
"Akhhhhh, pusaka qu masih tegang nih minta dipuasin lagi. Hei bangun...cepat puasin aq lagi," suruh teman nya yang satu kepada wanita yang tidur disampingnya, dan mereka melakukan lagi di depan yang lain tanpa rasa malu.
Binyu berlari keluar ruangan, dia mencari Cha terus. Dia terus berlari ke luar villa dan mencarinya ke dalam mobil, tetap gak ada juga.
"Siaaaaaal, kemana Lo brengseeeek," Binyu seperti orang kesetanan mengumpat-ngumpat nama Cha. Lalu Binyu kembali ke villa dan berpamitan sama temen-temen nya.
__ADS_1
"Gw cabut duluan bro, ada urusan. Lanjutin kesenangan kalian," kata Binyu yang berlalu ke mobil.
Teman-teman Binyu tidak ada yang menyahutinya karena mereka masih pada belom sadar.
Disisi lain, Irfan membawa Cha ke villa milik keluarganya. Di dalam mobil Cha terus menggerayangi tubuh Irfan sampai dengan meraba benda perkasa Irfan. Irfan yang menerima serangan seperti itu, hanya bisa menahan gairahnya. Dia terus berusaha menenangkan Cha, hingga mereka sampai di villa. Irfan buru-buru menggendong Cha masuk ke dalam villa dan menuju ke kamar. Kemudian Irfan membawa Cha ke kamar mandi untuk berendam di air hangat wangi aroma teraphy.
Cha langsung di masukkan ke dalam bathtub, lalu disiram pakai air shower. Lalu kain penutup tubuh Cha pun terlepas hingga terlihat tubuh polos Cha yang menggiurkan. Irfan menelan salivanya, dia berusaha tak tergoda. Cha yang merasa tubuhnya basah masih sedikit merancau.
"Kenapa gw di kolam renang? Air nya kenapa anget, apa banyak orang yang pipis di kolam ini ya, hadewww," Cha tidak ngeh kalau dia berada di bathtub.
Irfan yang mendengar kicauan Cha, merasa geli. Dia tersenyum melihat wajah polos nya Cha.
Setelah itu Irfan membungkus Cha dengan handuk dan di membawanya ke atas tempat tidur. Cha masih belom fokus dengan keadaannya hingga ketika dia duduk diatas tempat tidur, dia tersentak dan langsung mendongak ke depan.
"Aaaaaaaaaa, ka...kamu ke..kenapa bisa disini ha..! teriak Cha sambil celingak-celinguk melihat sekeliling ruangan.
"Jangan teriak-teriak Cha, sakit tau telinga gw, berisik tau," kata Irfan sambil mengorek-ngorek telinga nya.
"Gak usah ditutupin, gw udah lihat semuanya, cantik, mulus," goda Irfan sambil menaik-naikan kedua alisnya.
"Kurang ajar Lo ya, Lo udah apain gw ha...?" tanya Cha menatap Irfan dengan melotot.
"Yeeeeee belom juga diapa apain, masih dipandang doang kok," Irfan terus menggoda Cha. Wajah Cha tampak lucu di mata Irfan kalau lagi marah, sangat menggemaskan.
"Huhuhuhu, jahat banget sih Lo, ambil kesempatan dalam kesempitan, huhuhuhu," Cha menangis sedih.
"Busyet dah...gw cuma bercanda tau. Udah mending Lo pakai baju dulu, nih udah gw belikan tadi baju sekolah satu stel buat Lo, karena baju Lo, gw gak tau dimana," Irfan menyerahkan paper bag kepada Cha.
Cha langsung menerima nya dan memakainya di dalam kamar mandi. Setelah itu dia keluar kamar.
__ADS_1
"Udah yuk kita makan dulu, gw udah pesan online makanan, tenang aja gak gw racuni kok," canda Irfan. Dia langsung mengajak Cha menuju meja makan.
"Nih makan biar Lo ada tenaga buat ceritain semuanya ke gw," kata Irfan yang menyodorkan makanan buat Cha.
"Harus ya gw ceritain ke elo?" tanya Cha polos.
"Ya harus, karena gw yang udah nyelamaton Lo, udah yuk makan dulu. Setelah itu baru kita bicarakan diruang tv," Binyu memakan makanannya. Dia udah kelaparan karena harus mengurus Cha.
Cha pun mengangguk mengiyakan ajakan Irfan. Cha pun makan dengan lahap, karena perutnya terasa laper banget.
Selesai makan mereka menuju ruangan tv. Disana Cha dan Irfan duduk santai sambil menikmati minuman coklat.
"Nah sekarang Lo boleh cerita ke gw, kenapa Lo sampai bisa di villa itu dan pesta *** disana?" tanya Irfan.
Cha melongo mendengar Irfan mengatakan pesta ***. "Pesta ***?" gumam Cha yang terdengar oleh Irfan.
"Iya, pesta ***, apa Lo gak tau kalau kemaren diruangan itu ada tontonan live film blue," kata Irfan tajam menatap Cha.
"Gw benar-benar gak tau Fan, gw gak ngerti apa yang Lo bilang," kata Cha yang menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti.
"Ya udah Lo ceritain deh sama gw dari awal mula kejadiannya," Irfan mendesak Cha untuk menceritakannya.
Cha diam sejenak, dia gak mungkin menceritakan tentang ajakan pacarnya, tapi dia juga bingung mau cerita atau tidak. Cha menatap Irfan dengan kebingungan.
"Tenang aja Cha, gw gak akan ngomong kesiapa-siapa kok, percaya deh sama gw," kata Irfan yang ngerti akan kebingungan Cha.
"Awalnya, pacar gw minta ditemani untuk menghadiri pesta temannya yang memenangkan proyek, dan acara itu dilaksanakan pagi sampai sore, karena temannya yang punya acara akan berangkat malam nya keluar negri. Lalu dia datang jemput gw dan kami di villa. Emang awalnya gw agak curiga, tapi gw percaya sama dia. Di villa, ada beberapa wanita yang cantik-cantik dan gw pikir itu pasangan mereka masing-masing. Musik dugem pun dinyalakan disana. Gw ngelihat wanita-wanita itu berjoged sambil meliuk-liukkan badannya kearah laki-laki disitu.
Gw juga heran kenapa mereka menari seperti itu. Tiba-tiba salah satu temen wanita dateng menghampirin gw dan pacar gw, dia memberikan minuman tanda perkenalan. Minuman nya aneh, tenggorokkan gw panas. Kata pacar gw sih, itu minuman orang kaya, gw gak ngerti. Trus yang punya acara mengajak semuanya masuk ke dalam ruangan yang ada tempat tidurnya. Habis itu gw tidak begitu ngeh. Gw juga meminum minuman orang kaya itu lagi. Yang gw lihat wanita-wanita itu pada menari telanjang, dan gw udah gak sadar lagi. Yang ada gw ngerasa tubuh gw panas dan menikmati pemandangan itu," Cha menjelaskan detail kepada Irfan.
__ADS_1
"Dan Lo pasti tidak menyangka, kalau Lo hampir dinikmati oleh laki-laki yang gw gak tau apa cowok itu pacar Lo atau nggak. Gw ngelihat disana, laki-laki dan perempuan pada telanjang dan berhubungan badan, ada yang main bertiga dan ada juga yang saling berganti pasangan. Nah gw mencari Lo, pas ketemu gw lihat Lo berbaring diatas tempat tidur dengan keadaan telanjang dada, sedangkan cowok bersama Lo, sedang menggagahi wanita yang berada didekatnya. Setelah dia selesai, dia mencoba membuka celana Lo, disitu gw menghampiri dan memukulnya," kata Irfan ikut menjelaskan.
Cha menutup mulutnya gak percaya dengan cerita Irfan. Cha gak percaya kalau Binyu setega itu. "Ternyata Binyu sejahat itu?" gumam Cha tak percaya.