Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kecurigaan Cha


__ADS_3

Wah makin seru gak ya....., mudah-mudahan cerita nya bisa menghibur para penggemar novel ya....


Cerita nya ini aq ambil dari kisah seseorang yang pernah mengalami keadaan seperti ini. Tapi nama-nama yang ada di dalam cerita tidak semuanya sama.


Cerita ini saya tuangkan ke dalam tulisan agar bisa di baca para penggemar novel dan dalam cerita ini penulis ingin mengajak pembaca ikut terbuai dalam kisah yang dilalui Cha yang hidup dalam keluarga Broken Home.


Baiklah Yo-Lovers jangan lupa Vote, Komen, Kritik, Saran dan Like nya, biar penulis tau apakah cerita ini kurang seru atau seruuuu.


Yuk ikutin terus ya ceritanya.....


Malam pun tiba, seperti biasa Cha belajar di dalam kamarnya. Tiba-tiba handphone nya berdering, dia menoleh ke tempat tidur, lalu bangkit dari meja belajar menuju tempat tidur, dia melihat nama yang tertera di panggilan, ternyata Yoga yang menghubunginya.


"Assalamu'alaikum Ga, ada apa kamu tlp malem-malem. Gw lagi belajar nih..., kata Cha ogah-ogahan.


"Hehehe, cuma mau nanya, kamu udah maem belum? Kalau belum biar aq ajak makan diluar, mau gak Cha....?" tanya Yoga.


"Ya gak mungkin dong Ga, gw mana boleh keluar rumah kalau udah malem, bisa-bisa dimarahin nyokap, masa gara-gara makan diluar, gw harus nerima amukan duluan, kan gak enak Ga," kata Cha sambil mengecek tugas sekolahnya.


"Yaaaaaa, kirain bisa keluar. Tapi kamu dah maem kan Cha? Atau aq kirim online aja buat maem kamu, gimana?" tanya Yoga.


"Gak perlu Ga, gw dah maem kok. Oh ya Ga untuk acara Pentas Seni nanti, gw mau daftar buat tampil ya." kata Cha.


"Oh boleh, kamu mau nampilin apa Cha?" tanya Yoga penasaran.


"Gw mau nampilin bakat nyanyi dan dance, pengen aja buat ngeramein acara, hehehe" jawab Cha cengengesan.


"Ok tar gw suruh Bimo buat ngasih no pesertanya kamu. Oh ya Cha gw boleh nanya tentang cowok yang tadi siang, mmmm itu siapanya kamu ya?" tanya Yoga yang dari tadi udah gak sabaran.


"Mmmm dia, pacar gw Ga" jawab Cha merasa gak enakan.


"Maaf Ga, gw gak mau Lo punya harapan ke gw, dan gw mau Lo bisa jaga jarak sama gw mulai saat ini" bathin Cha.


Yoga yang mendengar penuturan Cha, bukannya malah mundur. Dia justru tambah semangat buat dapetin Cha. Baginya sebelum janur kuning melengkung, siapa saja masih punya kesempatan untuk menjadi pendamping Cha.


"Oh...., its ok Cha. Kita tetep jadi temen dekat" kata Yoga tanpa menyerah.


"Oh ya, emang Lo kenapa gak punya pacar Ga, bukannya banyak tuh ciwik-ciwik di sekolah yang naksir sama Lo Ga?" tanya Cha yang basa basi.

__ADS_1


" Gw cuma mau sama kamu cha" jawab Yoga dengan nada yang lembut dan mantep.


Cha salah tingkah mendengarnya. "Mmm, hehehe kita temen nan aja ya Ga" kata Cha malu-malu.


"Saat ini ya kita temen tapi tar lama-lama aq akan buat kamu jatuh cinta sama aq, Cha" kata Yoga dalam hati.


"Iya deh kita temen, tapi temen dekat, ok Cha. Ya udah udah malem, besok kita sambung lagi disekolah ya Cha, met bobok Cha qu.., mimpi yang indah bye..." kata Yoga menyudahi tlp nya.


"Iya ga bye..." jawab Cha singkat.


Cha melirik jam dinding nya ternyata sudah jam 22.00 malam. Dia pun mulai mengantuk. Cha tidak ingat dengan paper bag tadi siang. Dia pun tidur dengan nyenyak.


Di tempat lain. Yoga menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki tentang Binyu. Dia penasaran dengan wajah Binyu yang pernah dia lihat.


Yoga adalah Anak pertama dari keluarga Pratama. Dia pewaris satu-satunya perusahaan yang dijalani orang tuanya. Keluarga Pratama merupakan orang yang sangat berkuasa, sehingga banyak rekan bisnis perusahaan yang tidak bisa sepele dengan mereka. Yoga memiliki wajah yang tampan dengan kulit bersih serta tatapan yang tajam sehingga bisa menghipnotis para ciwik-ciwik yang melihat ketampanan nya.


Kembali ke Cha. Seperti biasa hari ini dia berangkat sekolah. Dia berpamitan sama mamanya. Ia pun berjalan ke depan gang menuju ke bus. Dia berharap di depan Binyu la yang menjemputnya, ternyata Yoga yang sudah standby berada di depan gang.


"Hai Cha..." Yoga melambaikan tangannya ke Cha.


"Kenapa, emang kamu lagi nungguin tuh pacar kamu ya?" Yoga balik bertanya.


"Eh ng..nggak, cuma heran aja kenapa gak ngasih tau kalau mau jemput." kata Cha ngeles.


"Pengen kasih kejutan aja, tapi kamu gak ada penyakit jantung kan hahahaha." Yoga terbahak-bahak ngeledek Cha yang wajah nya langsung manyun.


"Ih.....apaan sih Ga." kata Cha sambil memonyongkan bibirnya kesal.


"Udah yuk buruan berangkat tar kita terlambat lagi," Yoga menarik tangan Cha untuk masuk ke dalam mobil. Mereka pun berangkat berdua tanpa Shanti dan Bimo. Sepanjang perjalanan Cha memikirkan Binyu. "Hmmm kenapa bang Binyu gak jemput ya, ada apa?" pikir Cha yang melihat keluar jendela.


Tanpa sengaja dia melihat mobil Binyu berada diseberang jalan, dimana Binyu lagi menggandeng tangan seorang cewek yang hendak masuk ke cafe.


"Loh i..itu..itu bukannya bang Binyu ya, kok sama cewek gandengan, tapi gak mungkin bang Binyu jalan sama cewek lain, bukannya dia harus bekerja, tapi itu mirip banget sama bang Binyu." Cha berbicara sendiri tanpa mengalihkan pandangannya.


Yoga yang mendengar Cha bicara sendiri dan melihat arah pandang Cha, langsung nyeletuk


"Tuh Binyu sama siapa Cha?" tanya Yoga yang juga melihat nya.

__ADS_1


"Mana mana!" Cha pura-pura celingak-celinguk mencari keberadaan Binyu.


"Yang tadi tuh loh Cha pas kita lewat cafe tadi, kan ada Binyu sama cewek." Kata Yoga yang terus memojokkan Cha.


"Gak ada ah, gw gak lihat, emang tadi lo lihat bang Binyu ya, kenapa gak bilang, hmmm." Kata Cha berbohong.


"Oh....kirain kamu tadi ngelihat Binyu, karena tadi aq lihat Binyu lagi gandengan sama cewek lain, kayaknya tuh cewek sepantaran sama dia, tapi mesra banget ya kayak mereka itu pasangan." Kata Yoga yang memanas-manasin Cha biar jadi kompor meleduk.


"Masa sih, kok gw gak lihat ya, mungkin lo salah lihat orang kali. Bang Binyu kan sekarang lagi di kantor." kata Cha yang pura-pura gak tau.


Yoga pun tak melanjutkan pertanyaannya, dia lebih memilih diem, tapi bibir nya menyunggingkan senyuman puas. Sedangkan Cha dia diem sambil berfikir siapa cewek itu, kenapa mesra banget.


Akhirnya mereka sampai juga disekolah. Seperti biasa banyak para ciwik-ciwik yang melihat mereka berdua. Tapi Cha tidak perduli, yang ada dalam pikirannya hanya memikirkan pemandangan yang meresahkan hatinya tadi.


Dia sudah tidak sabar ingin bertanya sama Binyu nanti, tapi saat ini dia harus fokus belajar karena sebentar lagi kelulusan sekolah.


Yoga dan Cha pun masuk ke kelas masing-masing untuk belajar. Sampai tiba-tiba...


"Cha........!" teriak Shanti sambil berlari dan memeluk Cha.


"Idih ini bukan hutan, tapi sekolah, jangan teriak-teriak tau, tuh dilihatin sama anak-anak lagi." kesel Cha ngelihat tingkah Shanti.


"Eleh eleh, kok gw mencium aroma-aroma kekesalan nih, hayo ada apa sih Cha, pagi-pagi udah muka nya ditekuk begitu?" tanya Shanti tanpa memperdulikan pandangan sekitar mereka.


Cha menarik nafasnya yang terasa berat dan berkata, "Shan, tadi gw lihat bang Binyu lagi menggandeng tangan seorang cewek, mereka sepertinya mau sarapan ke cafe deh shan, tapi siapa ya Shan tuh cewek?" tanya Cha yang penasaran.


"Oh...Lo lihat juga ya." jawab Shanti.


"Maksud Lo, lihat juga apa ya Shan? Emang Lo juga tadi lihat Binyu ya?" tanya Cha yang melihat ke Shanti.


"Mmmm, bukan Cha, gimana ya mau ngomong nya, anu Cha, tadi Bimo cerita pas kami berangkat bareng. Kemaren malam pas Bimo lagi makan diluar sana Yoga, mereka melihat Binyu lagi makan malam berdua sama seorang cewek di cafe. Mereka kelihatan mesra seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling mengenal." kata Shanti yang merasa gak enak menceritakkannya.


"Loh perasaan tadi Yoga gak ada cerita ke gw, emang Bimo cerita begitu ke elo...?" tanya Cha.


"Iya Cha, tapi gw gak langsung percaya gitu aja sih, karena siapa tau mereka salah lihat, iya kan..." kata Shanti yang mencoba melunakkan hati Cha.


Cha pun terdiam mendengar penjelasan Shanti. pikirannya mulai tak tenang, dia mulai curiga dengan Binyu, apalagi semenjak pulang dari Ja*****, Binyu agak berubah, buktinya tadi malam dia tidak ada menghubungi Cha. Padahal Binyu sering menghubungi Cha kalau malam hari.

__ADS_1


__ADS_2