
Halloooo semua penggemar setia novel....Semangat terus ya baca karya qu..
Jangan lupa kasih dukungan terus ya buat penulis..
Dan VOTE, LIKE, dan KOMEN nya serta HADIAH buat penulis biar makin seru ceritanya...
Yuk ikuti terus kisah Cha si gadis cantik, semakin seru, makin buat penasaran.
Yoga menatap mata Cha mencari kejujuran di dalam matanya.
"Ga, ke..kemaren gw hampir diper...kosa bergi..gilir sama Binyu dan temannya. Mereka mengadakan pesta ranjang atau pesta ***," Cha diam tidak sanggup meneruskan ucapannya.
Yoga menunggu lanjutan cerita Cha, walaupun sebenarnya dia sudah mengetahuinya, tapi dia ingin mendengar langsung dari orang yang disayanginya.
"Kenapa berhenti Cha, ayok teruskan Cha ceritanya, aq siap kok mendengarnya," kata Yoga meyakinkan.
Cha masih takut untuk menjelaskannya karena, kemaren shanti dan Yoga sudah melarangnya untuk bolos sekolah. Tapi dia tetep tidak mengindahkan peringatan mereka. Cha merasa malu atas sikapnya kemaren. Dia masih diam tak menjawab omongan Yoga, hingga.
"Cha, ngomong! Apa yang terjadi, kenapa diem aja, aq siap mendengarnya," Yoga memegang kedua pundak Cha dan menatap nya lembut.
"Maaf, gw tidak mendengarkan kalian waktu itu, gw mengikuti kemauan Binyu untuk bolos sekolah. Binyu membawa gw ke sebuah villa, dan disana ada beberapa teman Binyu. Selain itu ada juga beberapa perempuan. Gw di kasih minuman beralkohol dan obat perangsang," Cha menceritakan detail hingga Irfan yang menolongnya. Dia menatap Yoga yang diam saja, menunggu bagaimana respon Yoga.
Yoga pura-pura shock mendengar ceritanya, padahal sudah mengetahuinya. Ternyata Cha akhirnya jujur dan terbuka sama dia. Yoga pun tersenyum menatap Cha.
"Aq seneng kamu mau terbuka sama aq. Itu artinya kamu percaya sama aq, Cha. Hmmm kenapa tidak dari kemaren kamu ngomong, apa karena Irfan, kamu menjauh Cha?" tanya Yoga
"Nggak Ga, gw malu sama kamu, malu karena terlalu egois tidak mendengar kalian semua," jelas Cha.
"Aq senang kamu manggil aq sudah berubah menjadi kamu," senyum manis menghiasi wajah Yoga.
"Apaan sih Ga," Cha malu-malu dan membuang pandangannya kearah lain.
Yoga mengambil dagu Cha, dan mereka saling bertatapan hingga tak berjarak. Lalu Yoga memiringkan kepalanya dan melu*** bibir manis Cha. Cha kaget tapi merespon ciuman itu. Ciuman yang terasa lembut dan menggairahkan. Lalu Yoga melepas nya karena takut kebablasan lagi.
Yoga tersenyum dan mengusap bibir Cha dengan ibu jarinya.
"Manis, bibir kamu menjadi candu ku Cha," kata Yoga sensual.
Wajah Cha bersemu merah, malu tapi seneng di dalam hati.
"Apaan sih Ga, kamu aneh aja pakai cium segala, nih kan disekolah Ga," kata Cha yang pura-pura cemberut.
__ADS_1
"Berarti kalau gak disekolah kamu mau kan dicium," goda Yoga.
"Ogah ah, bisa-bisa bibir gw jontor keseringan dicium," kata Cha kesel.
"Tar kita pulang bareng ya, aq anter kamu kerumah, biar Binyu tidak ganggu kamu lagi yanx," kata Yoga.
"Oh ya hampir lupa," Cha menepuk jidatnya.
"Kenapa Cha, lupa apanya?" tanya Yoga
"Gw lupa cerita ke kamu, kalau hari ini Binyu mengajak ketemuan, dan dia akan menjemput gw disekolah nanti. Gw takut Ga, gw gak mau lagi ketemu dia, gimana Ga?" tanya Cha yang kebingungan.
"Terus kamu menyetujui hari ini pulang bareng dia?" tanya Yoga kesal.
"I...iya Ga, tapi gw sebenarnya gak mau. Gw mikirnya ketemu dia itu untuk menyelesaikan semua ini Ga," jelas Cha.
"Tidak perlu Cha..! Kamu gak usah lagi ketemu sama dia. Dia bajingan, bahaya kalau kamu ketemu dia, udah ya, pulang bareng aq aja. Tar aq pikirin gimana caranya kamu pulang sama aq tanpa diketahui dia," Kata Yoga menjelaskan.
"Makasih ya Ga, tar, gw tunggu dikelas ya pas pulang sekolah," kata Cha.
"Ya, ntar bel pulang sekolah, aq sama Bimo ke kelas mu. Ya udah sekarang kita balik ke kelas. Udah mau bel," kata Yoga mengajak Cha pergi dari taman.
"Cha, kamu gak ada hubungan kan dengan dia," Yoga menunjuk Irfan dengan tatapannya.
"Kenapa, kamu cemburu Ga? Dia emang ngajak gw pacaran. Orang sih cakep, gak kalah sama kamu," Cha sengaja membuat Yoga kesel dan cemburu.
"Ya udah gih masuk sana, tar lagi guru dateng," yoga berlalu dari sana menahan kesalnya. Dia tau Cha sengaja memanasinya. Tapi sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan nya di depan Cha, biar Cha penasaran.
Bener saja, Cha heran melihat Yoga yang tidak ambil pusing ucapan nya. Cha jadi kesel sendiri, karena Yoga tidak terpancing untuk cemburu. Lalu Cha masuk ke dalam kelas dan melirik ke arah Irfan.
Irfan yang melihat kehadiran Mereka di depan pintu kelas, pura-pura tak menghiraukan keberadaan mereka. Dia asyik dengan ponselnya. Sebenarnya dia tertarik sama Cha, tapi dia melihat Yoga sangat menginginkan Cha, dia pun mundur. Karena Irfan tidak mau ribut dengan Yoga.
Irfan dan Yoga adalah sepupuan dari mamanya. Dulu mereka sering bermain bersama, tapi semenjak orang tua Irfan pindah keluar negeri, mereka jadi jarang berkomunikasi. Tidak ada yang tau tentang hubungan Irfan dan Yoga. Hanya Kepala Sekolah yang tau karena merupakan kerabat dekat. Dan sekarang Irfan kembali ke Indonesia karena permintaan nenek mereka.
"Gimana Cha, kamu jadi ketemuan nanti sama Binyu?" Irfan mendatangi meja Cha, dan duduk diatas mejanya.
"Gak Fan, tadi gw udah ngomong sama Yoga, dan dia bakalan bantu gw buat menghindar dari Binyu," kata Cha mendongakkan kepalanya ke atas melihat Irfan.
"Oh, kamu ngomong juga ke Yoga. Mmm, apa pendapat dia tentang keadaan kamu?" tanya Irfan antusias.
"Ya Fan, gw udah ceritain semua sama Yoga, dia shock mendengarnya, tapi...dia tetep perduli sama gw. Nanti pulang sekolah dia yang akan anter gw pulang," kata Cha
__ADS_1
"Syukurlah kalau dia yang akan ngantar kamu pulang," Irfan kembali ke bangkunya karena guru masuk ke dalam kelas. Ada rasa kesel terhadap Yoga, karena dia selalu saja lebih unggul dari Irfan.
Bel pulang berbunyi, Irfan dan Cha bersiap-siap untuk pulang. Irfan nyamperin Cha.
"Cha jadi pulang bareng Yoga?" tanya Irfan memastikan.
"Iya Fan, jadi nih gw lagi nunggu orangnya," kata Cha.
"Ya udah gw tungguin kamu ya, sampai Yoga dateng kemari," Irfan duduk di depan meja Cha menunggu kedatangan Yoga.
Tiba-tiba Yoga dateng bersama Bimo. Mereka masuk kedalam kelas. Yoga melihat Irfan sekilas dan beralih menatap Cha.
"Cha udah siap, yuk kita pulang," ajak Yoga tanpa menghiraukan tatapan Irfan.
"Ya udah Cha, gw balik duluan. Kamu hati-hati tar pulang," Irfan melirik Yoga.
"Jaga Cha dengan baik, awas kalau Lo sampai nyakitin perasaan Cha, gw bakalan rebut dia dari Lo, ngerti Lo sepupu terbaik gw," bisik Irfan ditelinga Yoga dengan pelan, tapi masih terdengar oleh Bimo, namun Cha tak mendengarnya.
Irfan berlalu menepuk pundak Yoga dengan tersenyum dan berlalu dari hadapan mereka bertiga.
"Cha, sebelum kita ke arah parkiran, mendingan ganti dulu baju kamu dengan baju cowok. Nih tadi aq minta Bimo membeli yang baru buat kamu. Dan ini topi punya qu bisa kamu pakai. Nah ini juga kaca mata untuk kamu pakai buat melengkapi penyamaran kamu. Tar sebelum sampai rumah kamu, kita singgah kerumah qu buat kamu ganti baju. Memang agak merepotkan, tapi nih jalan terbaik, karena ini ide penyamaran kamu yang sudah kami pikirkan " kata Yoga memberikan pakaiannya.
Mereka menuju ke toilet, Cha masuk ke toilet wanita, sedangkan Yoga berjaga di depannya. Setelah berganti pakaian, Cha keluar dari toilet menghampiri Yoga dan Bimo.
Yoga takjub melihat penyamaran Cha yang sangat pas seperti cowok, cowok cakep ala Cha.
"Walaupun penampilan kamu seperti cowok, tapi kamu tetep cantik," goda Yoga.
"Hmmmm, puji terusssss," sambar Bimo
"Hehehehe, emang benar kan Bim, Cha itu cantik walaupun penampilannya seperti cowok," kata Yoga sambil tersenyum.
"Iya Cha, penampilan Lo membuat Binyu tidak tau, apalagi Lo pakai topi," kata Bimo meyakinkan.
"Udah yuk kita pulang sekarang, udah mau sepi. Jangan sampai sepi ketika kita keluar. Nanti Binyu memperhatikan kita," kata Yoga.
Yoga merangkul pundak Cha seperti merangkul teman cowok. Dia sengaja melakukan itu agar Binyu mengira Yoga jalan sama temen cowok. Dan Bimo berada disamping Cha, pura-pura sedang menelpon. Agar Binyu tidak curiga.
Mereka bertiga berjalan ke arah parkiran, ternyata tak jauh dari mobil Yoga, ada Binyu yang berdiri di depan mobilnya. Binyu sempat melirik ke arah Yoga. Yoga sengaja tak melihat, dia pura-pura asyik mengobrol dengan Cha. Cha tampak ketakutan, tapi Yoga berusaha menenangkannya dengan merangkulnya dengan erat.
Binyu memicingkan matanya melihat mereka bertiga, dia terus memandang mereka hingga masuk ke dalam mobil.
__ADS_1