Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Pertemuan Cha dengan Binyu.


__ADS_3

Tak berselang lama, mobil memasuki area perkarangan rumah kontrakan Cha. Saat mereka sampai dihalaman, ternyata sudah ada terparkir sebuah mobil bagus. Cha merasa heran dengan adanya mobil itu.


"Loh Cha, itu siapa yang datang ya?" tanya Dewi yang menoleh kearah Cha.


"Gak tau gw Wi," balas Cha menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa ada orang lain yang mengetahui keberadaan kalian sayang?" tanya Zain.


"Aku juga tidak tau Zain!" jawab Cha.


"Ya udah kita turun aja. Kita lihat siapa yang datang," ajak Cha yang penasaran dengan yang datang.


Mereka keluar dari mobil dan berjalan kearah depan pintu. Tiba-tiba Bu Marni keluar dari depan pintu.


"Tuan, tuan, itu ada tamu. Katanya sahabat Tuan Zain!" Bu Marni menghampiri Cha dan Zain. Memberitahu kedatangan seseorang di rumah itu.


Zain yang mendengar informasi dari Bu Marni, mengerti dengan apa yang disampaikan Bu Marni. Zain menatap kearah Cha. Lalu dia berkata.


"Cha, jika kamu bertemu dengan seseorang dimasa lalumu, apa yang kamu lakukan?" tanya Zain cemas.


"Maksudnya gimana ya Zain?" tanya Cha balik.


"Cha orang yang pernah ada dimasa lalumu, saat ini hadir kembali dimasa sekarang. Apa yang kamu lakukan jika dia berada dihadapanmu?" tanya Zain menatap mata Cha.


Cha langsung memutar memorinya ke masa lalu. Dia berusaha mencerna ucapan Zain yang mengatakan kehadiran orang yang berada di masa lalu.


Cha menatap Zain dengan tatapan bingung bercampur tak percaya serta adanya ketakutan.


"Binyu?" tanya Cha.


"Ya, orang yang saat ini berada didalam rumah itu adalah sahabatku Binyu, mantan kekasihmu dimasa lalu," jelas Zain sambil menatap cemas kearah Cha.


Cha terkejut mendengarnya. Ada rasa bingung, takut dan benci.


"Bawa aku dari sini Zain!" ucap Cha datar.


Saat Cha dan Zain hendak berbalik arah, Binyu datang dari dalam menghampiri mereka.


"Kenapa harus pergi Cha!" ucap Binyu yang menghentikan langkah Cha.


Seketika, Cha diam mematung mendengar suara yang didengarnya. Seperti ada sesuatu yang menahan kakinya untuk bergerak.


Lalu Binyu datang kehadapan Cha dan Zain dan tersenyum kearah Cha.


"Hai bro, sorry gw gak bisa nahan buat ketemu mantan kekasih gw," ujar Binyu dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Cha tidak mau menatap kearah Binyu, dia menutup matanya menahan rasa yang bercampur aduk.


Binyu saat ini sudah berada dihadapan Cha. Dia melihat orang yang pernah singgah dalam kehidupannya. Orang yang sudah disia-siakannya akibat dirinya yang masih menginginkan kebebasan. Binyu menatap Cha dengan intens. Dan Binyu tak henti-hentinya memandang wajah Cha yang semakin cantik.


Binyu pun ikut terpaku menatap kecantikan Cha yang semakin terlihat dewasa. Sekilas dia mengingat, bagaimana ciuman pertama Cha saat Binyu mengambilnya. Dia pun tersenyum mengingatnya.


"Hai Cha, apa khabar?" tanya Binyu yang sudah berada dihadapan Cha.


Cha ingin sekali menutup matanya terus dan tak ingin melihat kearah Binyu. Hatinya masih merasa kecewa karena dia sudah dipermainkan dulunya. Lalu perlahan-lahan Cha membuka matanya dan mereka pun saling menatap.


Cha terpaku saat melihat diri Binyu yang banyak berubah. Saat ini penampilan Binyu sangat dewasa, dengan menggunakan gaya casual tapi terlihat tampan.


"Kamu banyak berubah," ucap Binyu tersenyum miring.


Tiba-tiba Zain menarik lengan Cha menjauh dari hadapan Binyu. Binyu sempat terkejut melihat sikap Zain sahabatnya. Namun dia mengetahui bahwa sahabatnya itu suka sama Cha.


"Kenapa kamu Tatik lengan Cha, Zain!" seru Binyu.


"Ada perlu apa Lo kemari? Jangan coba-coba deketin Chl.


"Hei bro, santai...,jangan marah-marah gitu dong. Aku tidak akan bermain curang. Tapi aku akan berusaha membuat Cha kembali kepadaku," ucap Binyu percaya diri.


"Zain, bawa aku masuk kedalam kamar, aku mau istirahat sekarang Zain?" pinta Cha uang menarik tangan Zain.


"Cha, aku datang menemui jauh-jauh hanya untuk meminta maaf darimu. Aku tau, selama ini aku sudah berbuat jahat sama kamu. Tapi setiap orang tentu punya penyesalan diakhirnya. Dan itu terjadi denganku. Aku menyesal telah melepaskanmu Cha. Aku ingin memperbaiki segalanya dari awal. Maukah kamu memaafkan bang Binyu mu ini?" tanya Binyu penuh penyesalan.


Cha menarik nafasnya dengan dalam. Dia tidak mau menatap kearah Binyu. Lalu dia berkata.


"Aku sudah melupakan semuanya masa laluku. Dan aku tidak ingin masa laluku hadir dalam kehidupanku saat ini. Jadi pergilah dan jangan kembali," tekan Cha.


"Bagaimana aku tidak kembali Cha. Kalau ternyata selama ini aku tersiksa karena telah mencampakkanmu!" ucap Binyu penuh semangat.


"Sudahlah, aku sudah mencoba memaafkanmu dan tak ingin berhubungan dengan masa lalu ku yang tidak nyaman."


"Aku baru menyadarinya Cha. Kalau aku ternyata jatuh cinta dengan kepolosanmu dan kebaikanmu yang tulus. Maukah kamu menerimaku dalam kehidupanmu saat ini, walaupun hanya sebatas teman?" Binyu memohon dengan Cha.


"Maaf, aku tidak bisa menerima orang yang sudah hampir menghancurkan kehidupanku."


"Please Cha..., kasih Abang kesempatan lagi untuk memperbaiki yang lalu. Abang janji tidak akan membuat Cha menderita dan ketakutan," terang Binyu.


Cha melangkah masuk kedalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Sedangkan Zain menahan Binyu yang ingin mengejar Cha kedalam.


"Sudahlah Bin, Lo gak bisa maksain kehendak Lo. Biarkan Cha istirahat dan beri dia waktu," ucap Zain dengan bijak.


Binyu menatap kearah Zain. Dia melihat Zain yang sudah banyak berubah. Tidak arogan seperti dulu dan bersikap baik saat berbicara.

__ADS_1


"Ternyata Lo banyak perubahan ya Zain! Hebat Cha sudah merubah singa menjadi kuncing yang manis dan jinak, hahaha," ledek Binyu.


"Ya, Cha juga bisa merubah Lo dari laki-laki brengsek, jadi laki-laki bucin," balas Zain dengan tawa yang menggema.


Lalu Binyu mendekat kearah Zain dan dia langsung memeluk Zain dengan erat. Zain juga membalas pelukan Binyu. Pelukan persahabatan yang dulu dekat.


"Gw salut sama Lo, bisa dekat sama Cha saat ini," ucap Binyu saat melepaskan pelukannya.


"Gw belom bisa mendapatkan hatinya Bin. Dia masih mengingat laki-laki yang bernama Yoga," balas Zain.


"Yoga...! Maksud Lo cowok yang di masa SAMA Cha?" tanya Binyu.


"Lo tau?" tanya Zain balik.


"Tau, tapi ayo kita ngobrol dicafe dekat sini," ajak Binyu.


"Ayo," balas Zain.


Mereka pun pergi berdua. Dan Zain menitip pesan kepada Bu Marni, bahwa dia sedang pergi karena ada urusan. Mereka berdua pergi meninggalkan rumah Cha dan mencari cafe terdekat.


Setelah menemukan cafe yang pas buat mereka nongkrong dan ngobrol panjang, mobil berhenti dan parkir diarea parkiran cafe. Zain dan Binyu keluar dari mobil dan masuk kedalam cafe itu. Binyu mencari tempat duduk yang nyaman untuk bersantai.


"Kita kesana aja bro," ajak Binyu.


"Bolehlah," balas Zian.


Binyu berjalan duluan kearah tempat duduk yang dilihatnya. Dan Zain mengikutinya dari belakang. Setelah mereka duduk, Binyu memesan makanan ringan untuk menemani obrolan mereka.


"Lo kelihatan makin dewasa sekarang Bin?" tanya Zain saat melihat penampilan Binyu.


"Ya waktulah yang merubahnya dan juga keadaan Zain," balas Binyu tersenyum kecut.


"Gw yakin Lo sudah mengetahui tentang keberadaan gw disini," ucap Binyu.


"Heum."


"Gw gak nyangka bisa menemukan Cha di Kota ini. Dan langkah gw kesini tidak sia-sia."


"Apa selama ini Lo emang sudah tau tentang Cha diJogja?" tanya Zain.


"Tidak. Awalnya gw kemari untuk nemani teman gw yang ingin jalan-jalan. Saat dia mengajak ke tempat dunia hiburan, awalnya gw gak mau. Tapi dia maksa gw untuk ikut masuk kedalam. Dia ingin menghibur dan mengajak gw menikmati malam panas dengan wanita. Tentu gw menolak karena gw sudah tidak melakukan hal seperti itu lagi. Gw sudah bertaubat Zain! seru Binyu.


"Gw senang mendengarnya Bin, tapi...apa yang membuat Lo berubah? Dan bagaimana dengan calon istri Lo Anggita. Bukannya kalian akan menikah?" tanya Zain saat mengingat calon istri Binyu yang dijodohkan orang tuanya.


"Dia berkhianat dan selingkuh dari gw. Mungkin itu karma buat gw karena sudah menyakiti hati seorang gadis yang polos dan tulus mencintai gw," balas Binyu.

__ADS_1


__ADS_2