Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Rasanya Udah Gak Sabar


__ADS_3

Hayoooo, seru gak ya ceritanya..., makin penasaran kan dengan alur cerita yang saya buat... Nih masih cerita awal nya saja dan belum masuk ke tahap kedua nya. Ceritanya masih panjang loh..... Jadi kudu sabar ya menunggu kelanjutannya.


Jangan lupa like, komen, votenya dan kritik nya ya...Saya senang kalau ada yang mengkritik novel saya, karena itu membuat saya semakin pinter untuk memberikan cerita yang bagus hehehehe.😆😆


Malam pun tiba. Cha makan bareng malam ini bersama mama dan adek-adeknya. Cha melirik ke arah mamanya, dia ingin sekali bertanya apakah benar papanya akan pulang. Tapi dia takut membuat mamanya marah kalau ditanya tentang kepulangan papanya. Setelah berpikir akhirnya Cha memberanikan diri untuk bertanya.


"Mmmm, ma, kapan papa pulang?" Cha memandang mamanya yang sedang mengunyah makanan.


"Kenapa kau tanya papamu, mau dia pulang atau gak, gak usah ditanya," jawab mama Cha dengan ketus.


"Tapi tadi kata Sika, papa lusa mau pulang ya ma? Enak dong ma bisa jalan-jalan kita nanti," Cha pura-pura tidak tau tentang papanya yang akan kekampung nantinya.


"Udah makan aja kau, gak usah banyak bicara. Kau belajar yang bener bentar lagi mau ujian kau kan? tanya mama Cha yang menghindari pembahasan tentang suaminya.


"Iya ma, Minggu depan kami ujian kelulusan sekolah," Cha melanjutkan makan nya tanpa bertanya lagi tentang kepulangan papanya.


Setelah selesai makan, Cha mencuci piring. Kemudian dia masuk ke kamar Sika untuk mengajarkan adeknya belajar sebentar, setelah itu dia pun belajar dikamarnya.


Di dalam kamar Cha mulai belajar. Tiba-tiba handphone nya berdering. Dia melirik handphone nya sekilas, lalu dia melanjutkan belajarnya. Namun sekejap dia tersadar teringat akan janjinya besok nemani Binyu jalan-jalan. Cha pun bergegas mengambil handphone nya dan mengecek panggilan tadi. Ternyata tertera nama Binyu dilayar handphone nya. Ketika dia hendak menghubungi kembali, tiba-tiba handphone nya berdering lagi dan muncul nama Binyu. Cha pun buru-buru mengangkat tlp nya.


"Assalamu'alaikum bang, maaf tadi Cha lagi ngajarin adek belajar dikamar sebelah. Jadi gak denger abang tlp," kata Cha menjelaskan.


"Wa'alaikumussalam sayang, gak apa-apa kok. Abang seneng kamu mau ngajarin adek kamu belajar. Abang cuma ngingetin besok kita jadi ya jalan-jalan ke Pun*** ya sayang, abang udah nyiapin semua keperluan kita nantinya," Binyu udah gak sabar menanti hari esok.

__ADS_1


"Iya bang, tapi Cha boleh minta tolong gak sama abang?" tanya Cha.


"Minta tolong apa sayang? Binyu balik bertanya


"Buatkan Cha surat izin sakit bang atau ada urusan keluarga gitu. Karena Shanti gak mau ngizinin Cha lagi untuk bolos sekolah. Jadi besok kita ke sekolah Cha terus surat nya abang titipkan sama temen Cha yang satu kelas, gimana bang?" tanya Cha. Cha berharap Binyu mau membuatkan surat izinnya.


Binyu pun terdiam, dia berpikir apakah menuruti kemauan Cha atau tidak. "Hmmm nyusahin aja nih bocah. Tapi gak apa demi tujuan gw, gw harus nuruti apa katanya," pikir Binyu seperti itu.


"Iya sayang, malam nih abang buat ya biar besok kita anter ke sekolah kamu. Malam nih kamu harus istirahat dan siapkan stamina kamu, karena besok kita akan berolah raga," Binyu menyeringai diseberang tlp.


"Maksudnya berolah raga apa bang? Apa kita harus bawa baju training buat olah raga?" tanya Cha polos.


"Hehehe besok kan kita seharian di luar dan menjelajahi kebun teh, makanya abang bilang olah raga sayang," Binyu cengengesan di seberang tlp.


"Dasar bocah, gak tau dia maksud dari olah raga. Besok kamu akan menikmati surga dunia sayang," bathin Binyu kesenangan.


"Iya sayang met bobo, mimpiin abang ya sayang qu...muach...," Binyu memberi kecupan palsu nya kepada Cha dan menutup tlp nya.


Cha pun kembali melanjutkan belajar nya sebentar. Setelah itu dia pun bergegas tidur. Cha juga udah gak sabar mau jalan-jalan besok ke kebun teh. "Hmmmm rasanya pasti menyenangkan jalan-jalan berdua sama pacar di kebun teh," Cha senyum-senyum sendiri sambil membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan akhirnya dia pun tertidur.


Pagi ini Cha pamit berangkat sekolah sama mamanya. Wajahnya terlihat ceria tidak seperti biasanya. Mama dan adek nya yang melihat Cha bersemangat sekolah merasa heran.


"Kenapa wajah kau ceria sekali hari ini? Apa karena papamu mau pulang besok, iya? tanya mama Cha keheranan melihat keceriaan Cha.

__ADS_1


"Nggak ma, Cha lagi seneng aja karena lusa ada acara Pentas Seni disekolah ma dan Cha ikut diacara tersebut," jelas Cha singkat lalu pamit sama mamanya dan melangkah pergi. Dia tak menghiraukan apa jawaban mamanya selanjutnya, Cha langsung nyelonong pergi.


Mamanya yang hendak berbicara malah tidak jadi karena langsung ditinggal pergi. Mamanya menatap kepergian Cha dengan perasaan gak enak. "Mmm kenapa perasaanku gak enak begini ya..., ada apa ini? Haaa mudah-mudahan ini hanya perasaan gak nyaman aja karena besok suamiku pulang," pikir mama Cha yang tetap menatap kepergian Cha.


Didepan gang ternyata Binyu sudah menunggu. Tapi selain Binyu ada juga mobil lain yang menunggu agak jauh dari mobil Binyu. Ya siapa lagi kalau bukan Yoga yang pengen tau apakah benar kata Shanti tentang Cha yang mau bolos lagi.


"Hai sayang, yuk berangkat. Abang udah siapin semuanya. Nih surat yang kamu minta, coba di cek. Biar kita ke sekolah kamu," Binyu menyerahkan surat izin tersebut dan melaju ke sekolah Cha.


"Iya pas nih bang, hehehe makasih ya bang udah bantuin Cha buat surat. Tar kita nunggu aja diparkiran, nanti kalau ada teman Cha satu kelas, abang samperin aja. Bilang abang ini abang Cha yang dipesantren ya," Cha memberikan surat tersebut kepada Binyu.


Sampai diparkiran sekolah, mereka memantau siswa-siswi yang dateng. Dibelakang mobil Binyu, mobil Yoga parkir tapi agak berjarak dan terhalangi mobil lainnya. Dia melihat Cha dianter ke sekolah.


"Dasar tuh Shanti ngebohongi gw aja, katanya Cha bolos lagi. Nih nyatanya Cha masuk sekolah. Awas aja Lo Shan, gw pites Lo dah berani-berani fitnah Cha," Yoga berbicara sendiri di dalam mobilnya. Lalu dia pun masuk kedalam sekolah. Dia gak tau bahwa Cha hanya ke sekolah hanya mau menitipkan surat izin kepada temannya saja.


Akhirnya teman sekelas Cha ada yang lewat. Binyu pun menyamperinnya dan memberikan surat tersebut kepada teman Cha. Lalu dia pun bergegas masuk ke mobil dan mengacungkan kedua jempol nya tanda beres urusan. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Pun***.


Mobil Binyu memasuki area penginapan yang disampingnya ada kebun teh.


"Loh bang kita ngapain kesini? Katanya mau ke kebun teh, kok jadi ke hotel lagi," kata Cha yang kebingungan.


"Sayang tuh lihat kebun teh nya ada disebelah penginapan, kita masuk dulu ke hotel letakin barang-barang kita, habis tuh baru kita jalan-jalan ke kebun teh sambil makan jagung bakar, mau kan...," Binyu mencoba mengalihkan pemikiran Cha.


"Oh....gitu toh. Iya deh yuk kita masuk ke hotel. Cha udah gak sabar pengen metik teh," Cha menatap takjub sekeliling area hotel yang dikelilingi kebun teh. Dia pun bergegas turun dan masuk kedalam hotel.

__ADS_1


Binyu tersenyum menyeringai melihat Cha. Dia juga sudah bersemangat sekali, rasanya dah gak sabar pengen cepat-cepat menikmati Cha.


Cha masuk ke dalam hotel, dan dia Mengganti baju sekolahnya dengan baju santai yang sudah dibawanya.


__ADS_2