Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Ungkapan Perasaan Cha


__ADS_3

Dewi yang duduk disamping Cha, sesekali menutup mulutnya karena kaget saat mendengar cerita Cha. Lalu sesaat kemudian dia terharu dan meneteskan air matanya.


"Cha, kok sedih banget kisah Lo! hiks hiks hiks," Dewi memotong cerita Cha dengan menangis.


"Lah tadi katanya mau dengar kisah gw. Nih malah Lo mewek, gimana sih!" celetuk Cha sedikit kesal dengan Dewi yang menangis.


"Iya lanjut deh, hiks hiks hiks," ucap Dewi dengan suara sedihnya.


"Lo, tau Wi, Yoga itu yang pertama kali mengambil masa depan gw dan dia selalu ada buat gw. Saat gw sedih, saat gw ada masalah sampai kita berpisah karena masing-masing melanjutkan kuliah.


"Gw suka dengan Zain, dia ternyata bisa bucin abis ya sama Lo! Padahal awalnya dia itu jahat mau menikmati tubuh Lo. Tapi malah dia terjebak dengan pesona Lo," terang Dewi.


"Ya Lo benar Wi, gw juga gak nyangka kalau dia bisa klepek-klepek sama gw. Padahal gw kan gak pake pelet, hehehe," Cha merasa bangga dengan dirinya yang bisa membuat seorang Zain bucin.


"Kalau mendengar cerita Lo, gw lebih suka kalau Lo sama Zain. Dia lebih dewasa, bertanggung jawab dan romantis abis," Dewi memuji sosok Zain.


"Kapan dia kemari Cha? Gw jadi penasaran pengen lihat langsung orangnya." Dewi membayangkan sosok Zain yang ganteng banget.


"Awas Loh nanti naksir sama dia!" goda Cha.


"Emang kalau gw naksir sama dia, boleh Cha?" tantang Dewi. Dewi sengaja memancing emosi Cha untuk mengetahui perasaannya Cha.


"Yaaaa, itu sih hak nya Zain. Gw gak bisa melarang dia," jawab Cha yang kurang suka mendengar ucapan Dewi.


"Hehehe, gw tau Cha, sebenarnya Lo juga suka kan sama dia. Tapi Lo berusaha memungkirinya. Cha, gw cuma pesan sama Lo. Jangan mengharapkan sesuatu yang jauh dan tak jelas jika sudah ada tanda-tanda tak nyaman. Dan jangan sia-siakan sesuatu yang menjanjikan kebahagiaan didepan kita," Dewi merangkul sahabatnya itu dengan senyuman yang teduh.


"Makasih Wi, Lo selalu ngingetin gw," Cha pun membalas rangkulan Dewi sambil tersenyum juga.


"Ya udah, gw balik kekamar dulu. Besok kita harus nganter si Pita kesekolah," ucap Dewi yang berdiri dari selonjorannya.


"Iya gih sana istirahat," usir Cha sambil cengengesan.


Kemudian Dewi meninggalkan Cha yang masih duduk selonjoran dikarpet bulunya. Dia keluar dari kamar Cha dan melihat meja makan sudah kosong dan bersih.


"Ternyata Ibu sudah masuk kedalam kamar rupanya," gumam Dewi sambil melangkah masuk kedalam kamarnya. Dia pun mulai mengistirahatkan tubuhnya.


Berbeda dengan Cha, dia masih mengingat ucapan Dewi. Dia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan TV yang masih menyala.


Saat hendak memejamkan matanya, ponselnya berdering. Awalnya dia males mengambilnya karena pengen istirahat. Namun dia merasa tak nyaman jika tidak melihat siapa yang menghubunginya. Lalu Cha mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


"Rajin banget nih si Zain tlp. Apa dia gak punya kerjaan ya?" gumam Cha sedikit kesal.

__ADS_1


"Hallo, Assalamu'alaikum Zain!" sapa Cha. Cha tidak menyadari keadaannya saat ini. Dia sedang menggunakan baju tidur lingerie yang bertali satu dan transparan.


Saat Dewi bersama Cha tadi, Cha sudah menggunakan lingerie tapi ada lapisan luarnya seperti kimono yang tidak transparan. Dan saat ini Cha melepas luarannya karena mau tidur.


Lalu tanpa diduga Zain langsung melakukan VC. Zain juga tidak mengetahui keadaan Cha yang menggunakan lingerie.


Saat Video tersambung dan Cha melihat wajah Zain, Cha tersenyum tanpa sadar dengan tubuhnya. Berbeda dengan Zain yang diam terpaku melihat live yang membuat dia terang**** hingga membuat jakunnya naik turun. Dan senjata kebanggaannya mulai menegang.


"Sayang, k..kamu sengaja ya menggodaku?" ucap Zain terbata-bata.


"Yeee, sapa juga yang menggoda kamu Zain! Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Cha bingung.


"Sayang, kamu seksi banget! Nih senjataku udah berdiri minta ditembakkan," jawab Zain tanpa malu.


"Seksi..!!" Cha langsung memfokuskan layar ponselnya yang menampilkan dirinya menggunakan lingerie.


"Owhhhh ya ampuuun..!! Tutup mata kamu Zain!" Cha langsung meletakkan ponselnya dan memakai penutup luar lingerianya.


"Dasar Zain, mesum banget dia. Pakai bilang senjatanya minta ditembakkan, emang lagi tempur apa!" gerutu Cha yang merasa malu dengan penampilannya.


Lalu Cha mengambil ponselnya dan melihat Zain sedang mengelus-elus senjatanya.


"Oh ya ampuuun zain!!" teriak Cha sambil menutup matanya.


"Kamu ngapain megang senjatamu? Apalagi posisi duduk seperti itu!" protes Cha masih dengan menutup matanya.


"Sayang, kamu bantu aku ya buat dinginin senjataku! Kalau gak ditembakkan, dia akan kepanasan terus!" rengek Zain yang sudah merasa keubun-ubun.


"Dasar mesum! Udah pakai baju kamu, cepatan!" bentak Cha.


"Iya-iya aku akan pakai baju dulu, tapi gimana dengan senjataku yang berdiri tegak begini! Apa kamu gak mau menyapanya sayang?" goda Zain sambil tersenyum jahil.


"Dasar Zain mesuuum!!" teriiak Cha.


"Hehehe, kamu makin ngegemesin kalau teriak-teriak gitu. Awas aja nanti kalau aku ke Indonesia, akan aku buat kamu teriak-teriak dipangkuan ku," balas Zain dengan menyeringai.


"Udah cepetan, kamu mau ngapain VC an, aku mau tidur Zain. Capek dari tadi beres-beres," ketus Cha.


"Sayangku ini tambah galak aja semenjak ditinggal abang Zain," Zain terus menjahilin Cha hingga membuat Cha ngambek.


"Ya ampun Zain...hah, sabar-sabar," Cha mengusap-usap dadanya menahan marah.

__ADS_1


"Iya, aku cuma kangen aja sama kamu. Pengen lihat wajah kamu sayang sama ciuman selamat tidur dari kamu!" ucap Zain sambil menatap Cha lekat.


"Sekarang udah dilihat kan Zain! Trus apa lagi?" tanya Cha yang menahan ngantuknya.


"Kamu gak nanya, aku udah makan apa belom? Tega banget sih!" Zain pura-pura ngambek.


"Kamu udah makan Zain...?" tanya Cha.


"Hehehe, udah sayang. Kamu juga udah maem kan?" tanya Zain balik.


"Udah tadi bareng yang lainnya. Mmmm, kamu baru pulang kerja ya?" tanya Cha lagi.


"Iya sayang. Nih baru sampai trus langsung tlp kamu. Nih aja aku belom mandi, habis kangen sama kamu, makanya aku tlp dulu," jawab Zain.


"Pantesan keliatan jelek, rupanya belom mandi," celetuk Cha.


"Jelek gini tapi kamu suka kan sayang!" Zain menaik-naikkan alisnya menggoda Cha.


"Sapa juga yang suka!" bohong Cha.


"Beneran kamu gak suka! Berarti aku boleh dong naksir salah satu sahabat kamu!" Zain sengaja memancing Cha dan membuatnya jealous. dia pengen tau benar tidaknya Cha punya perasaan terhadapnya.


"Kenapa harus sama sahabatku! Cari sana yang lain," ketus Cha sambil membuang mukanya kearah lain.


"Ya udah aku cari yang lain aja, kamu izin kan kalau aku cari pengganti kamu?" tanya Zain sambil menahan senyum.


Cha mulai serba salah untuk menjawabnya. Dia gak mau Zain berpaling darinya. Tapi dia juga bingung dengan hatinya. Lalu Cha meneteskan air matanya.


"Kalau kamu cari yang lain, trus aku sama siapa Zain?" tanya Cha sambil menangis.


Seketika Cha menyadari ucapannya. Karena


Ini merupakan ungkapan yang memalukan bagi Cha. Secara gak langsung, dia menyatakan kalau dirinya gak mau kehilangan sosok Zain.


Zain yang mendengar pengakuan Cha, tersenyum bahagia dan senyum-senyum melihat sikap salah tingkah Cha.


"Apa-apaan tadi! Aku gak mau kehilangan dia! Ya ampuuun kenapa dengan bibirku ini, bisa-bisanya aku mengakuinya, bodoh-bodoh kamu Cha...!!" teriak Cha dalam hati.


"Ya udah sayang, aku senang mendengarnya. Kamu istirahat ya, met bobo sayang, emmmuach," Zain langsung mengakhiri VC nya tanpa menunggu balasan dari Cha.


Dia merasa senang saat mendengar Cha gak mau kehilangan dirinya. Sehingga Zain membiarkan Cha memikirkan ucapannya.

__ADS_1


Dan memang benar, Cha masih diam terpaku dengan ponsel masih digenggaman nya. Lalu dia menarik nafasnya dan seperti orang linglung, dia pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur lalu memejamkan matanya.


__ADS_2