Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Meminta Izin Dengan Mama Shanti


__ADS_3

Sampailah mereka di Malioboro. Ina dan Shanti memarkirkan motornya tepat di depan Mall Malioboro.


"Disini aja ya kita parkirnya, biar gak kejauhan nanti kalau pulang," kata Ina kepada yang lainnya.


"Ngikut aja kak," sahut Shanti.


"Wah....rame banget ya Shan, mata gw langsung gatel nih pengen di cuci," canda Cha.


Shanti yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak.


"Lo, kayak singa yang baru keluar dari kandangnya, bawaannya lapar, kalau singa lapar makanan, lah kalau Lo lapar mata hahahaha," ledek Shanti sambil terbahak-bahak.


Ina hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan mereka berdua.


"Hati-hati kalau disini, banyak copetnya," Ina memperingati keduanya.


Cha dan Shanti mengangguk saja. Mereka pun jalan bersama. Ina berjalan di depan, sedangkan Shanti dan Cha jalan bergandengan.


"Eits tunggu, mau makan dulu atau mau belanja nih?" tanya Ina kepada keduanya.


"Mmm makan aja deh kakak. Biar semangat tar jalannya," jawab Cha.


"Setuju kak, kita makan aja dulu, baru jalan-jalan," timpal Shanti.


"Kita makan di Mall nya aja ya," ajak Ina.


"Siip," jawab Cha dan Shanti berbarengan.


Mereka bertiga memasuki sebuah Mall yang ada di Malioboro. Cha merasa sangat senang melihat banyak nya yang jualan beraneka batik di dalam Mall. Akhirnya mereka memasuki Restauran di lantai 2.


Ina mengajak keduanya untuk duduk di dekat pintu masuk aja. Mereka duduk dan mulai memesan makanannya.


"Cha, Lo mau beli apa aja nanti emang nya?" tanya Shanti.


"Banyak Shan, kalau bisa semua deh gw beli hahaha," canda Cha.


"Oh ya Shan, dah berapa lama di Jogja?" tanya Ina yang menyela guyonan mereka.


"Eh kenapa gak," jawab Shanti yang tidak ngeh dengan pertanyaan Ina.


"Kakak tanya, kamu di Jogja sudah lama?" tanya Ina lagi dengan kesal.


"Oh...,nggak kak baru beberapa bulan aja di sini," jawab Shanti merasa tak enak.


"Kenal sama Cha dimana?" tanya Ina lagi dengan penasaran.


"Saya kan rumahnya dekat dengan rumah Cha. Itu loh kak, masa kakak gak tau," jawab Shanti.


"Itu loh kak, gang nya di depan gang rumah kita," timpal Cha yang menjawab keingin tahuan kakaknya.


"Oh...maklum ya Shan, kakak kan habis selesai SMA langsung ninggalin Kota Medan, jadi gak kenal sama teman-teman Cha," ngeles Ina yang pura-pura gak tau.


"Ah gak apa-apa kok kak, nyantai aja," balas Shanti dengan senyuman.


Setelah beberapa menit mengobrol, akhirnya pesanan mereka datang juga.


"Yeeeeee, pesanan gw datang!" seru Cha senang.


"Waowww...manteb nih Cha. Yuk makan, dah laper berat nih," ucap Shanti yang langsung mengambil makanannya.


"Eh kak makan duluan ya, laper banget nih," ucap Shanti kepada kakak Cha.


"Ya silahkan Shan," balas Ina. Lalu pesanan Ina pun datang. Dia juga mulai menikmati makanannya.


Cha dan Shanti terus berbicara sambil mengunyah makanan diselingi canda dan tawa. Hingga makanan yang mereka makan tandas tak bersisa.


"Ahhhh, kenyangnya..!" seru Cha sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Iya nih Cha, gw juga kenyang banget," timpal Shanti yang ikut-ikutan mengelus perutnya. Setelah itu mereka berdua pun tertawa berbarengan karena tingkah konyol yang mengelus perut.


"Gimana, mau sekarang atau sebentar lagi kita jalannya?" tanya Ina.


"Mmmm, sekarang aja deh kak, takut keburu sore," balas Shanti.


Setelah Ina membayar makanan nya. Mereka pergi meninggalkan Restauran tersebut. Mereka menuruni eskalator untuk ke lantai 1. Sampai di lantai satu, mereka mulai melihat-lihat pameran aksesoris dan batik.


"Wah, Shan, gw mau beli ini deh," Cha menunjukkan sandal batik yang unik.


"Wah bagus tuh Cha, gw mau yang ini aja deh," balas Shanti yang tidak mau kalah.


"Kak, mau yang mana? Mumpung ke Jogja nih..," saran Cha kepada Ina.


"Kakak yang lain aja, gak tertarik dengan sandal," jawab Ina sambil melihat-lihat baju batik.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkan mereka. Ketiganya mulai menyusuri lorong yang kanan kirinya berjualan batik. Dan ada juga toko-toko sepanjang lorong tersebut. Cha memborong semua keperluan yang dibutuhkannya. Akhirnya sampailah mereka di toko yang sangat terkenal di Malioboro yaitu Hamzah Batik yang dulunya adalah Mirota Batik


"Wah...keren banget...," ucap Cha yang merasa takjub ketika masuk ke Hamzah Batik.


"Iya, banyak banget perubahannya," sambung Ina.


"Udah, nanti Lo juga bakalan sering kesini kok," ucap Shanti.


"Iya Shan, gw benar-benar takjub. Pernak pernik yang unik, batik yang berkualitas, aksesoris yang lucu dan unik, buat gw bener-bener takjub," jelas Cha.


"Udah ah yuk kita belanja, udah gatel nih tangan pengen beli ini, beli itu," ajak Ina kepada mereka berdua.


Cha jadi gregetan dengan banyak nya yang menarik perhatiannya.


"Duh jadi pengen semua nih di beli Shan..., bener-bener gila gw Shan lihat nya," ucap Cha yang sedang kebingungan.


"Ya udah beli aja semuanya gih, mumpung banyak duit hehehe," canda Shanti yang cengengesan melihat kebingungan Cha.


"Wah Shannn, gw mau beli ini.., unik banget..," Cha menunjuk wangi-wangian aromatherapy yang banyak pilihan.


Ina juga tak kalah heboh karena banyak perubahan yang ditampilkan. Ina bingung mau membeli apa saja, baginya semua yang ada di dalam ingin di belinya.


"Udah borong aja semuanya kak In, celetuk Shanti dari belakang.


"Iya nih Shan, pengennya sih di borong semua," jawab Ina sambil melihat-lihat aksesoris.


Shanti juga membeli beberapa yang diinginkannya.


Cha belum puas memilih-milih, karena banyak yang menggoda matanya.


"Benar-benar nih, menggoda selera semuanya," bathin Cha.


Mereka berada di dalam Hamzah Batik menghabiskan waktu 3 jam hanya untuk belanja. Cha akhirnya selesai juga belanjanya, begitu juga dengan Ina dan Shanti. Mereka selesai juga belanjanya. Setelah itu Ina mengajak Shanti untuk menginap di Hotel bersama mereka.


"Shan, ikut kami aja yuk ke Hotel, nginep nemani kami," ajak Ina.


"Tapi kak, aq blom ijin sama mama dan eyang, gimana dong," jawab Shanti.


"Gimana kalau kita ke rumah kamu dulu, minta izin sama mama kamu buat nemenin kita tidur di Hotel. Setelah itu, baru kita ke Hotel. Gimana?" tanya Ina yang melihat ke Shanti.


"Iya Shan, ayolah temani kami. Gw pengen banyak cerita nih ke Lo, buanyakkk banget," ucap Cha sambil kedua tangannya membentuk lingkaran keluar.


"Iya deh, tapi kita kerumah aq dulu ya kak, pamit sama mama dulu," ajak Shanti.


Mereka pun keluar dari Hamzah Batik menuju tempat parkiran. Sepanjang jalan mereka juga menyempatkan untuk belanja. Hingga mereka sampai di tempat parkiran. Namun sebelum ke rumah Shanti, Ina mengajak Shanti singgah ke Hotel untuk meletakkan barang belanjaan mereka. Dan jarak dari tempat parkir tidak jauh dengan Hotel mereka menginap.


Sesampainya di Hotel, mereka langsung menuju masuk kamar tempat mereka.


"Yuk Shan, gw letakkan dulu ya barangnya, habis tuh kita kerumah Lo. Lagian Lo kan gak bawa baju ganti," ucap Cha.


"Heum," jawab Shanti.

__ADS_1


Ina membuka pintu kamar. Mereka bertiga masuk ke dalam.


"Hahhhhh, rebahan dulu ya Shan, capek gw," ucap Cha yang merasa kakinya pegal-pegal.


"Iya nih gw juga Cha capek, enak nih ngadem dulu disini," sambung Shanti.


Ina mulai merapikan barang-barang belanjaan punya dia sendiri. Sedangkan belanjaan Cha dibiarkannya tergeletak di sofa begitu saja.


Sesudah merapikan barang belanjaannya, Ina bergegas menuju ke kamar mandi. Dia membersihkan dirinya, karena merasa badannya lengket akibat keringatan.


Setelah selesai dengan ritual mandinya yang lumayan lama, Ina ikut bergabung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Hahhh nyamannya," bathin Ina.


Karena kecapean, mereka tidak sadar akhirnya tertidur hingga sore hari. Cha tersentak kaget karena bunyi tlp. Cha langsung bangun terduduk, melihat asal suara dering tlp.


"Sepertinya itu bunyi dari ponsel Shanti deh. Waduh pasti dia dicariin mamanya nih," ucap Cha. Lalu Cha membangunkan Shanti.


"Shan, bangun...! Tuh ponsel Lo berdering. Cepatan angkat, sapa tau dari mama Lo, bangun Shannn!" teriak Cha di dekat telinga Shanti.


Shanti terkejut, langsung berdiri, menoleh kesana kemari seperti orang kebingungan.


"Woyyyy, ponsel Lo berdering tuh..angkat...," sembur Cha ke depan wajah Shanti agar dia sadar sepenuhnya.


"Eh semprul, buat kaget aja deh Lo Cha," kesal Shanti yang masih dalam mood kurang konsen.


"Itu ponsel Lo berdering, coba lihat sapa tau dari mama Lo..," ulang Cha lagi.


Shanti pun berjalan ke arah sofa dan mengambil tasnya. Lalu dia melihat ponselnya. Ternyata benar ada beberapa panggilan yang masuk. Akhirnya Shanti menghubungi kembali no yang tlp.


"Assalamu'alaikum ma," sapa Shanti.


"Wa'alaikumussalam, oalah nak...,kamu saiki neng endi..?" tanya mama nya. ( Oalah nak, kamu sekarang lagi dimana?).


"Iya Bu, aku saiki karo kancaku. Lan aku arep mulih karo kanca-kanca ku, Bu," jawab Shanti. ( Iya Bu, aku sekarang bareng temanku. Dan sekarang aku mau pulang kerumah bareng teman-temanku).


"Oh...ya wis. Hati -hati di jalan ya nak," kata mama Shanti.


"Inggih Bu..," jawab Shanti. Lalu tlp di tutup. Shanti mengajak Ina dan Cha ke rumahnya karena mama nya sudah menunggu.


"Ayok Cha, kak, kita berangkat sekarang," ajak Shanti.


"Ya udah ayok. Aq mandinya nanti aja deh. Kak Ina dah mandi ya?" tanya Cha yang melihat kakaknya sudah bersih dan ganti baju.


"Iya dong...," sahut Ina....


Tanpa banyak berdebat, akhirnya mereka keluar dari Hotel menuju rumah Shanti. Dari hotel jarak rumah Shanti tidak terlalu jauh. Di sepanjang jalan, tidak ada yang membuka percakapan antara Cha dan Ina.


Sedangkan Shanti menjadi pemandu dia berada di depan Cha dan Ina. Mereka berdua terus mengikuti kemana Shanti membawa motor. Hingga beberapa jam kemudian, motor sampai di tempat tujuan yaitu rumah Shanti.


Mereka memarkirkan motornya dihalaman rumah Shanti. Ternyata mama Shanti sudah menunggu kedatangan mereka. Mamanya tersenyum menyambut mereka.


"Selamat datang nak di rumah Shanti," sapa mama nya dengan ramah.


"Ayok Cha, kak masuk. Kenalkan ini mama ku," Shanti memperkenalkan mamanya kepada mereka berdua.


Cha dan Ina menyalim tangan mamanya Shanti. Dan disamping mamanya ada eyang putri Shanti.


"Oh ini toh, kancamu Shan?" tanya eyang nya sambil menatap satu persatu.


"Inggih eyang. Cantik-cantik kan eyang," puji Shanti yang melirik ke arah Cha.


"Iyo. Ayuk masuk kedalam," ajak mama Shanti.


Cha dan Ina masuk ke dalam mengikuti mamanya dan eyangnya. Sebelum melangkah masuk, Cha terlebih dahulu mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum," ucap Cha sambil melangkah masuk.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam. Silahkan duduk dulu ya, biar dibuatin minum nya," jawab mamanya .


"Shan, rumah Lo unik banget ya," puji Cha yang kagum dengan ukiran pintu rumahnya.


__ADS_2