
Haiiiiiiiiii para pecinta Noveltoon. Yo Yo Yo, gimana nih dengan cerita yang aq buat, mudah-mudahan bisa menghibur dan ambil pelajarannya dari kisah ini. Karena disetiap kehidupan terutama yang hidup dalam keluarga Broken Home tentu memiliki alur kisah yang berbeda-beda. Dan semua itu tergantung bagaimana kita menghadapi dan menjalaninya.
Jangan lupa ya kasih LIKE, HADIAH dan KOMEN serta VOTE nya. Hehehe pokoknya komplit deh.
Yuk ikutin terus ya kisah Cha.., makin seru....!!!!
Zain melangkah ke arah pintu dan membuka pintunya sedikit.
"Ada apa mengganggu kegiatan saya?" tanya Zain yang sudah berhasrat.
"Ini pak saya membawakan pesanan yang dipesan Tuan Binyu untuk anda," kata pelayan tersebut dengan pasti.
Zain mengernyitkan keningnya, menatap pelayan pria yang datang mengantarkan minuman. Lalu Zain membuka pintunya dan Pelayan tersebut langsung
"BUGHH"
Beberapa pukulan mendarat ke wajah Zain. Zain yang tak siap, tersungkur kebelakang dan jatuh ke lantai. Lalu pelayan tersebut menarik tangan Zain dan memegang kedua tangannya lalu mengikatnya dengan tali yang sudah di persiapkan nya dan temannya. Zain yang sudah setengah mabuk tidak bisa melawan.
Pelayan tersebut berlari menuju tempat tidur, dia melihat Cha yang ingin mencoba membuka bajunya sendiri, dengan langkah cepat, pelayan itu menggendong Cha. Cha yang sudah bernafsu meraba-raba dada si pelayan. Sedangkan temannya memegang Zain agar tidak kabur. Pelayan itu buru-buru keluar dari kamar Zain dan menuju kamar pribadinya yang ada di Apartement itu.
Ya dia adalah Yoga yang menyamar menjadi pelayan mengantar minuman. Awalnya Yoga mendapat WA sharelok dari Cha. Dia melihat nama Apartemen yang akan didatangi Cha dan Binyu. Ternyata Apartement itu milik salah satu omnya yang saat ini berada di Belanda.
Yoga lantas menghubungi omnya untuk meminta akses masuk ke sana. Dia menceritakan tentang sesuatu hal yang harus diselesaikan. Dengan sigap Yoga menemui resepsionis dan mengatakan tujuannya. Sebelumnya Om nya Yoga langsung menghubungi orang kepercayaannya yang ditugaskan di Apartement itu untuk membantu keponakannya yang bernama Yoga.Tanpa hambatan, Yoga mulai menyusun siasat. Dia menyamar menjadi pelayan restauran. Ketika Cha dan Binyu berdansa, Yoga dan Bimo sudah berada di dalam restauran tersebut. Dia melihat gelagat aneh pada diri Cha. Yoga tidak langsung menyergap Binyu, dia menunggu apa yang akan dilakukan Binyu. Ternyata Binyu membawanya ke salah satu kamar di Apartemen tersebut.
Ketika Yoga ingin melabrak Binyu di dalam kamar tersebut, tiba-tiba Binyu keluar tapi tidak dengan Cha. Lalu Yoga meminta info pemilik kamar tersebut kepada resepsionis. Setelah dia mendapatkan informasi, dia pun memikirkan cara untuk masuk kedalam. Hingga tercetus dari Bimo ide masuk ke dalam dengan menyamar sebagai pelayan yang mengantarkan minuman pesanan Tuan Binyu.
Yoga dan Bimo berjalan ke arah kamar tersebut, lalu Yoga menekan bel nya, namun tidak direspon hingga bunyi yang ketiga baru pintu dibuka sedikit. Yoga melihat laki-laki hampir telanjang. Pikirannya sudah berkecamuk, dadanya sesak, amarah nya sudah membuncah. Setelah mengatakan pesanan dari Binyu, baru pintu di buka lebar. Tanpa menunggu lama, Yoga langsung memukul wajah Zain hingga beberapa pukulan dan Zain tersungkur.
Setelah menghajar Zain, Yoga langsung membawa Cha ke salah satu kamar yang memang sudah disediakan pamannya untuk Yoga sebagai hadiah ulang tahunnya kemaren. Dan akhirnya dia menggunakannya.
"Bim, ayo cepat keluar dari sini. Lo pergi ke lobby atau restauran pantau keberadaan Binyu," Yoga terus berjalan sambil menggendong Cha.
"Sayang, ayok lakukan. Kenapa kamu pakai baju lagi hah?" tanya Cha yang sudah terangsang.
"Sabar Cha bentar lagi kita sampai," Yoga berusaha membawa Cha ke kamarnya.
__ADS_1
"Yoga, ini kamu kan? Aq gerah banget. Dari tadi pengen buka baju. Teman Binyu udah buka baju duluan, giliran aq mau buka, dia malah pergi. Aq udah gak kuat," kata Cha yang terus menggeliat di gendongan Yoga.
"Sadar Cha, kita gak bisa melakukan nya lagi!" kata Yoga.
"Tolong Ga, bantu aq, aq kepengen Ga...!" kata Cha.
Akhirnya mereka sampai di kamar Yoga dan langsung masuk ke dalam. Cha turun dari gendongan Yoga, dia langsung membuka seluruh bajunya hingga tanpa benang sehelai pun. Yoga yang melihat pemandangan itu menelan salivanya. Cha yang merasa haus belaian, dia mendekati Yoga dan menggerayanginya dan melu*** bibir Yoga penuh gairah. Yoga pun membalasnya hingga dia tidak bisa menahan hasratnya. Sampai terjadilah pergumulan diatas ranjang antara mereka. ******* demi ******* terdengar di ruangan itu. Tak ada kata puas, mereka terus melakukannya sampai kelelahan, Cha membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Yoga memeluk Cha dan mengecup keningnya.
"I Love U Yanx," bisik Yoga sambil memeluk Cha.
"Syukur yanx, kamu belum diapain mereka, kalau tidak, aq merasa paling bersalah dan tidak akan bisa memaafkan diri qu sendiri," gumam Yoga. Dia menatap wajah Cha yang cantik.
Yoga melihat jam dinding, dia turun dari tempat tidur dan menghubungi Bimo.
"Bim, gimana? Apa Binyu masih di bawah?" tanya Yoga.
"Ga, tadi ketika aq menuju restauran, aq lihat dia sedang berbicara dengan salah satu laki-laki berbaju hitam. Sepertinya laki-laki itu memberitahukan keadaan diatas tadi. Lo tadi tidak ketemu dengan Binyu kan? Tadi gw lihat dia buru-buru bersama beberapa bodyguard nya," Binyu menjelaskan keadaan dibawah.
"Tenang Bim, orang suruhan gw udah membersihkan debu-debu yang menghalangi gw. Dan sekarang mereka gw suruh berjaga di bawah. Nanti kalau gw sama Cha turun, kami melewati jalan lain yang tersembunyi. Hanya gw dan om gw yang tau. Lo lebih baik ke parkiran aja nunggu khabar dari gw," Yoga menyudahi ngobrolnya dengan Bimo.
Kemudian Yoga menghubungi Omnya untuk memintanya menghapus atau mengedit CCTV yang ada di Apartement. Hingga jejak mereka tidak kelihatan. Setelah semua beres, yoga kembali merebahkan tubuhnya disamping Cha. Dia memeluk Cha dengan erat, hingga dia pun terlelap.
"Aaaaaaaaaa," Cha menendang tubuh Yoga sekuat tenaga hingga Yoga jatuh kelantai.
GEDEBUG
"Awwwww pinggang ku sakit...!! teriak Yoga yang kesakitan.
"Hahhh Yoga...! Haduh kenapa bisa begini..! Apa yang terjadi Ga?! Kenapa kita bisa dikamar berdua?" tanya Cha kebingungan. Dia langsung turun dari tempat tidur dan membantu Yoga untuk duduk di tempat tidur.
"Haduh yanx...kira-kira dong kalau menendang, sakit nih bokong ku yanx," Yoga bersikap manja.
Cha yang menutup tubuhnya dengan selimut, merasa panik.
"Mana Ga, mana, biar diobatin. Lebih baik kita kerumah sakit. Aq gak mau dituduh menghajar anak orang," kata Cha polos.
__ADS_1
"Gak usah ke rumah sakit yanx, disini aja ngobatinnya!" seru Yoga yang mengakali Cha.
"Oh...kalau begitu hubungi dokternya Ga, biar segera datang kemari," Cha masih bersikap polos gak ngerti maksud dari kata Yoga.
"Yanx, kamu aja jadi dokternya. Obatin bokongku yang kamu tendang ya...," pinta Yoga dengan wajah memelas.
"Hahhhhh, maksudnya apa? Apa aq harus menyentuh bokongnya, iuh....Eh tunggu-tunggu. kenapa aq gak pakai baju? Tadi...tadi dia tidur disebelah ku!! OMG....!!" pikir Cha dengan bibir terbuka.
"Yanx, kenapa bibirnya terbuka gitu? Oh...
i see, i see. Kamu minta dicium ya...," goda Yoga sambil mencubit gemes pipi Cha.
"Awwww kenapa dicubit Ga...! Sakit tau," Cha cemberut, kesel dengan tingkah Yoga.
Yoga terkekeh-kekeh melihat wajah Cha yang menggemaskan baginya. Hingga dia lupa apa yang terjadi diluar sana. Tiba-tiba ponsel Cha berdering. Cha mencari-cari ponselnya. Ternyata tasnya ada di sofa. Dia berjalan menuju sofa dan mengambil ponselnya. Cha kaget melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Siapa yanx?" tanya Yoga yang mendatangi Cha.
"I..itu si Binyu yang menghubungi," kata Cha ketakutan.
"Udah gak usah diangkat yanx, biarkan saja. Biar dia penasaran sama keadaan kamu," Yoga melingkarkan tangan nya di pinggang Cha.
"Gimana kalau dia datang kerumah Ga, dan memberi tahu mama tentang kejadian ini?" Cha melepas pelukan Yoga dan segera memungut bajunya.
"Udah yanx, kamu tenang aja. Aq udah atur semuanya. Jangan khawatir ya, semua akan baik-baik aja. Sekarang kita siap-siap pulang, sebelum laki-laki itu ke rumah kamu," Yoga pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan berpakaian.
"Kamu tunggu disini dulu, biar aq pakaian dulu dikamar mandi. Ingat jangan diangkat, ok! tegas Yoga seraya masuk ke kamar mandi.
Ditempat lain, Binyu sedang dihajar sama Zain hingga babak belur. Zain marah besar karena mangsanya kabur.
"Bodoh......brengsek Lo Bin.....!!!! Gw udah bayar mahal buat Lo....bang***....cuih....Katakan siapa yang sudah menyelamatkan nya , hahhh!" teriak Zain meluapkan emosinya dengan berkata kasar kepada Binyu.
"Gw gak tau Zain..., sumpah gw udah atur semuanya dengan baik," Binyu melihat kearah Zain sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Keparat tuh cewek...!! Ini pasti ada yang tidak beres. Gak mungkin pelayan itu bisa bebas di Apartement mewah ini? Pasti dia bukan orang sembarangan. Lo cari tau siapa dia, cepetan! teriak Zain ke wajah Binyu.
__ADS_1
"Awas Lo ya Cha, gw akan terus buat hidup Lo gak tenang. Gara-gara Lo gw kena bogem," bathin Binyu.
Binyu pergi dari kamar Zain. Dia menemui bodyguard nya untuk mencari info tentang kejadian yang terjadi barusan.