
Cha menyimpan kembali ponselnya dan berjalan kearah balkon. Dia menatap pemandangan gedung-gedung bertingkat serta rumah-rumah mewah dan kecil. Semua tampak dari balkon kamar Zain. Saat Cha asyik dengan penglihatannya, Zain datang menghampirinya dan memeluk Cha dari belakang.
"Kamu sedang mikirin apa Cha? Apa sudah menghubungi adikmu?" tanya Zain yang meletakkan dagunya di bahu Cha.
Cha sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zain. Sehingga dia tidak merasa terkejut dengan perlakuan Zain yang mesra.
"Sudah, tadi barusan aku menghubungi Sika. Dia lagi di sekolahnya. Aku bilang, nanti siang akan menjemputnya di sekolah," ucap Cha yang melirik Zain kesamping.
"Terus Sika gimana responnya?" tanya Zain.
"Dia terkejut saat aku bilang, kalau aku pulang ke Medan. Dia merasa senang, hahhh aku udah gak sabar Zain ingin bertemu dengannya," jawab Cha.
"Nanti kalau kamu sudah bertemu dengannya, sampaikan salam ku dari kakak iparnya," pesan Zain.
"Hehehe, akan aku sampaikan Zain."
"Ayo kita kebawah, aku sudah lapar Cha," ajak Zain.
"Iya, aku juga sudah lapar. Apa kamu tidak memberitahu Binyu untuk sarapan bareng?" tanya Cha.
Zain mengerutkan keningnya menatap Cha tak suka.
"Jangan berpikir kalau kamu curiga dan cemburu Zain!" tebak Cha yang mengerti arti tatapan Zain.
"Wajar aku cemburu sayang. Aku gak mau kehilanganmu. Ya aku tau, aku sedikit protect, tapi itu wajar kan sayang," ucap Zain membela diri.
"Aku hanya mencoba mengingatkanmu, bahwa dia adalah sahabat kamu Zain. Dan dia juga sudah mengatakan tidak akan mengkhianati kamu. Jadi jangan berpikir buruk lagi Zain," pinta Cha.
"Baiklah, aku akan menghubunginya dan mengajaknya sarapan bareng kita," ucap Zain.
Lalu Zain mengambil ponselnya dan menghubungi Binyu.
"Assalamu'alaikum Bin, ayo sarapan bareng. Kita ketemu di Restaurant bawah ya," ucap Zain.
"Wa'alaikumussalam Zain..! Ok Zain, aku akan segera turun ke bawah," balas Binyu.
Lalu tlp pun dimatikan. Zain kembali memasukkan ponselnya ke saku celananya.
"Ayo sayang, kita kebawah. Dia akan segera menyusul kita," ajak Zain.
"Iya Zain."
Mereka keluar dari kamarnya Zain dan berjalan kearah lift. Hingga lift terbuka, Zain dan Cha masuk ke dalam menuju lantai bawah.
Sesampainya di lantai bawah, Zain menggenggam tangan Cha menyusuri hotel menuju Restaurant. Disana belom ada tanda kehadiran Binyu.
__ADS_1
Zain mencari keberadaan Binyu, namun belom kelihatan juga. Kemudian Zain mengajak Cha duduk di meja dekat kolam ikan.
"Biar aku aja yang ambil sarapan buat kamu ya," ucap Zain yang ingin melayani Cha hari itu.
"Biar aku aja Zain. Masa kamu yang ngambilin. Gak enak ah Zain. Biar aku aja ya," balas Cha memohon.
"Udah biarkan kali ini aja Cha. Besok kita sudah tidak ketemu kan. Kamu sudah kumpul dengan keluargamu. Jadi hari ini aku ingin menemanimu dan melayaninya, ok!" pinta Zain dengan wajah memohon.
"Baiklah, tapi tetap aja Zain aku merasa gak enak."
"Dienakin aja ya. Aku ambil dulu sarapan buat kita."
Kemudian Zain beranjak dari kursinya dan berjalan menuju meja makan yang banyak menyajikan jenis sarapan pagi. Zain bingung mau memberi Cha sarapan apa. Di meja makan yang di hidangkan berupa nasi goreng, roti tawar beserta selainya dan makanan yang beraneka macam sayuran yang Zain tak ketahui namanya.
Zain sempat menoleh kearah Cha, memastikan Cha tidak memperhatikannya dari jauh. Dengan keputusan bulat, Zain mengambil nasi goreng yang biasa di makan buat sarapan.
Setelah selesai, Zain berjalan kearah meja mereka dengan membawa nasi goreng dan roti tawar. Kemudian Zain meletakkannya diatas meja mereka.
"Silahkan di makan cantik...!" ucap Zain.
"Terima kasih tampan," puji Cha dengan mengerlingkan sebelah matanya.
"Kamu sudah pinter genit sekarang ya Cha."
"Ya ya ya, kamu cepat banget belajarnya dan cepat pinternya," sindir Zain.
Saat mereka asyik ngobrol di selingi dengan canda tawa, dari arah depan Restaurant, terlihat sosok Binyu yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua.
"Wah udah langsung makan aja nih. Gak nungguin gw," celetuk Binyu saat melihat hidangan masing-masing.
"Habis kalau nungguin kamu kelamaan. Bisa kelaparan kami berdua," balas Zain kesal.
"Aku mau ambil sarapan dulu. Tungguin kalau kalian sudah selesai duluan ya," pinta Binyu sambil mengedipkan bulu matanya.
"Iya buruan ambil sarapan Lo," suruh Zain.
Binyu pun mengambil sarapannya di meja makan yang sudah di sediakan. Binyu mengambil nasi goreng seperti sarapan Cha.
Binyu tak begitu memperhatikan jenis sarapan apa yang di ambil oleh Cha. Dia mengambilnya dan berjalan kearah meja Zain dan Cha.
Zain melihat makanan yang dibawa Binyu. Ternyata sarapan Binyu sama dengan sarapan Cha. Zain sedikit cemburu karena melihat kesamaan itu. Namun Zain tidak mau memperlihatkannya di depan Cha dan Binyu.
"Gw makan dulu ya, udah laper banget nih," ucap Binyu.
"Ya udah makanlah yang banyak biar makin gemuk Lo Bin," sindir Zain.
__ADS_1
Karena saat ini penampilan Binyu tidak seperti dulu. Tubuhnya sekarang kelihatan sedikit kurusan. Dan wajah gantengnya sudah tidak seperti dulu. Karena kekurangan berat badan membuat Binyu kurang ganteng. Tapi dia tidak memperdulikannya.
Binyu terus mengunyah makanan yang di ambilnya. Sedangkan Zain dan Cha menatapnya dengan tak berkedip. Karena Binyu sangat cepat menghabiskan sarapan nasi gorengnya.
"Bin, cepat banget habisnya. Wah...benar-benar kelaparan ya Lo..!" ledek Zain.
"Kan gw udah bilang tadi sebelum kita ke kamar masing-masing. Gw sudah lapar Zain.....," kesal Binyu.
"Udah jangan berdebat, ayo buruan Zain di habiskan sarapannya. Karena aku harus bersiap-siap jemput Sika," potong Cha.
"Iya Cha. Nih udah mau habis," balas Zain.
Cha dan Binyu menunggu Zain yang menyelesaikan sarapan paginya. Setelah Zain menyelesaikan sarapannya, dia menatap Cha serius.
"Ayo, kamu mau siap-siap buat jemput Sika kan?" tanya Cha.
"Iya Zain. Ayo, tasku juga masih ketinggalan di kamarmu."
"Bin, gw keatas dulu. Lo bisa nungguin kita di lobby ya. Nanti aku akan mengantar Cha ke sekolah adiknya," info Zain.
"Apa gw gak boleh ikut Zain?" tanya Binyu.
"Lo mau ikut ngantar Cha ke sekolah adiknya?" tanya Zain.
"Bolehlah, dari pada gw sendirian bengong di kamar, lebih baik gw ikut sama Lo kan?" pinta Binyu.
"Ya udah Lo tunggu aja kita di lobby. Kami akan segera menyusul."
"Jangan terlalu lama kalian diatas. Gw gak mau di lobby sendirian lama-lama," ucap Binyu mengingatkan Cha dan Zain.
"Iya, kami gak lama. Lo tenang aja kalau mau ikut," balas Zain dengan tatapan kesalnya.
Lalu Zain dan Cha pergi meninggalkan Binyu sendirian di Restaurant itu. Sesampainya di dalam kamar, Cha mulai merapikan kembali covernya.
Kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan turun kelantai bawah.
Binyu melihat kedatangan Zain dan Cha. Dia pun langsung berdiri menunggu Zain dan Cha yang sedang berjalan kearahnya.
"Kita naik apa Zain?" tanya Cha.
"Aku sudah pesan dari hotel ini untuk menyediakan mobil yang bisa di gunakan oleh ku dan mengantarmu ke sekolah Sika," jawab Zain.
"Mobilnya sudah ada di depan kah?" tanya Cha lagi.
"Belom tau Cha. Aku coba tanyakan dulu sama Reseptionist nya dulu ya. Kamu tunggu aja di lobby ya."
__ADS_1