
Di Bandara, Zain dan Cha naik Pesawat pribadinya Zain. Cha merasa kaget karena Zain memiliki Pesawat pribadi.
"Ayo sayang, kita naik," ajak Zain yang mendampingi Cha naik keatas Pesawat.
"Iya Zain," balas Cha yang gugup.
Setelah mereka berada didalam Pesawat, Cha seperti orang ndeso yang tak pernah melihat isi dalam Pesawat yang memiliki interior super mewah.
"Ayo sayang, duduk disini. Kamu mau pesan apa?" tanya Zain saat mereka sudah duduk didalam Pesawat.
"Aku ngikut kamu aja Zain," jawab Cha yang merasa canggung.
Lalu Zain memesan makanan yang disukai Cha dan dirinya. Zain menarik Cha dan menyuruhnya duduk diatas pangkuannya. Cha pun terkejut karena Zain menariknya keatas pangkuannya. Lalu Zain memeluk erat pinggang Cha.
"Zain lepasin, gak enak dilihat yang lain," ucap Cha yang merasa gak nyaman.
"Gak ada siapa-siapa Cha. Anggap aja yang lain numpang, kita nikmati waktu berdua didalam Pesawat sebelum sampai ke Paris. Karena waktu yang kita tempuh lumayan lama," jelas Zain.
"Kapan kita akan sampai Zain?" tanya Cha.
"Besok kita baru sampai sayang. Jadi kita bebas mau ngapain aja disini," ucap Zain dengan senyum devilnya.
Cha yang mendengarnya kalau mereka besok baru sampai, diapun merasa takut karena terlalu lama di Pesawat.
Cha yang sedang melamun memikirkan kelamaan di Pesawat, dikejutkan dengan adanya sentuhan lembut di bibirnya. Dia pun tersentak dan melihat Zain sudah melu*** bibirnya dengan lembut. Cha berusaha melepaskan dirinya, namun sentuhan Zain membuatnya terbuai. Zain yang sudah membayangkan permainan panas di dalam Pesawat pribadinya, merasakan gairahnya bergelora.
Zain terus melu*** bibir Cha dengan lembut dan mereka lidah mereka saling bersahutan. Tangan Zain juga tak tinggal diam, dia mulai menjelajah ke area pegunungan sampai ke lembah kenikmatan Cha, hingga membuat Cha mengeluarkan suara merdunya. Dia terus membuat Cha merang**** dan mendapatkan pelepasan pertamanya.
"Gimana sayang, enak?" tanya Zain dengan suara seraknya.
Cha tak bisa menjawabnya dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Nafasnya masih memburu. Lalu Zain melepas pakaian Cha satu persatu. Dan Zain juga melepas pakaiannya sendiri. Cha tetap berada diatas pangkuan Zain. Zain terus melu*** bibir Cha. Dan jari tangannya terus keluar masuk di dalam lembah kenikmatan milik Cha. Cha terus mende*** tanpa memperdulikan yang lainnya. Hingga Zain mengarahkan Cha untuk duduk menghadap dirinya. Cha naik keatas pahanya Zain dan mulai mengarahkan senjatanya Zain ke lembah kewanitaannya hingga terjadilah penyatuan.
Zain terus menggempur Cha, menaik turunkan tubuh Cha hingga suara merdu dari mereka berdua terdengar diruangan itu. Mereka terus melakukannya sampai beberapa gaya dicoba hingga akhirnya Zain membawa Cha kedalam kamarnya yang super mewah tanpa melepaskan penyatuan mereka.
Zain meletakkan tubuh Cha diatas tempat tidur empuknya dan mulai menghentak-hentakkan senjatanya hingga Cha terus mende*** sampai akhirnya mereka melakukan pelepasan secara bersamaan,"
"Owhhhh Zaiiinn...!" de*** Cha saat pelepasan.
"Ahhhhhhhh Cha...!" de*** Zain saat bersamaan melakukan pelepasan.
__ADS_1
Mereka berdua terkulai diatas ranjang empuk milik Zain. Zain memeluk Cha dari samping dan mencium kening Cha.
"Tidurlah sayang, nanti aku akan bangunin kamu, kalau makanannya sudah datang," ucap Zain dan berbaring disampingnya Cha.
Lalu Zain menghubungi kokinya untuk menunda menyiapkan makanannya. Zain menyuruh kokinya menyiapkan makanan dua jam lagi. Karena dia ingin Cha tidur lama. Setelah mengatur jadwal makannya, akhirnya Zain ikut terlelap dalam tidurnya. Zain dan Cha tertidur karena letih.
Selang beberapa jam kemudian, Cha terbangun duluan. Dia melihat dirinya yang tanpa busana berada dalam pelukan Zain didalam selimut. Lalu Cha membangunkan Zain.
"Zain, ayo bangun! Aku laper banget Zain!" ucap Cha yang sudah merasa perutnya keroncongan.
Akhirnya Zain pun bangun dan melihat Cha yang duduk disampingnya.
"Kamu udah bangun sayang? Jam berapa ini?" tanya Zain yang ikut duduk disampingnya Cha.
Cha tidak tau saat ini jam berapa. Dia merasa tubuhnya sakit semua.
Lalu Zain memeluk Cha dari samping dan mencium pundak Cha yang polos.
"Kamu udah laper ya sayang, ayo kita makan dulu, habis itu kita olah raga lagi," ucap Zain dengan suara seraknya.
Zain tak puas-puasnya menggempur Cha. Apalagi saat ini mereka di dalam Pesawat pribadi Zain. Zain bebas melakukan apa saja didalamnya.
"Zain turunkan aku..! Aku gak mau mandi sama kamu, nanti kamu minta lagi," teriak Cha sambil meronta-ronta minta diturunkan.
"Kalau aku turunkan, kamu kan gak akan kuat berdiri sayang. Dan aku gak akan melakukannya saat ini. Karena kamu belom diisi vitamin dan tenaga. Jadi habis mandi kita makan dulu, habis tuh istirahat sebentar, lalu....," ucap Zain terputus dengan menggoda Cha.
"Aku gak mau, kamu senengnya mencuri kesempatan dalam kesempitan," ucap Cha protes.
"Ayolah sayang kita mandi bareng, aku gak akan melakukannya. Aku hanya ingin membantumu mandi dan mengirit waktu dan air, hehehe," balas Zain.
Cha pun diam, dia membiarkan Zain melakukannya. Zain sangat telaten memandikan Cha. Mereka pun mandi bersama. Setelah selesai mandi, Zain membawa Cha keluar dari dalam kamar mandi.
Cha dan Zain sudah berpakaian, dan sedang menunggu makanan datang kedalam kamar mereka.
"Permisi Tuan," ucap Pelayan yang membawa makanan.
"Silahkan," sahut Zain.
Lalu pelayan itu masuk dan meletakkan makanan yang baru selesai dimasak. Dan dihidangkan diatas meja. Setelah itu pelayan pun keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
"Ayo sayang kita makan, kamu sudah laper banget kan?" tanya Zain yang gemes melihat Cha.
"Iya Zain, aku laper banget nih," jawab Cha.
Lalu mereka menyantap hidangan yang sangat enak sekali. Cha benar-benar menikmati makanan yang lezat itu.
"Ini benar-benar enak banget Zain..!" seru Cha dengan mulut yang penuh.
"Iya sayang, ini semua aku pesankan khusus untuk kamu. Habiskanlah dan makan yang banyak. Karena waktu kita buat berdua sangat lama. Kita serasa bulan madu ya sayang," ucap Zain dengan senangnya.
Cha tak menanggapi ucapan Zain, dia lebih menikmati hidangan yang disajikan. Zain yang melihat Cha sangat menikmati makanannya, dia pun tersenyum.
"Kalau kamu jadi istriku sekarang juga, semua milikku akan menjadi milikmu sayang. Apapun akan kuberikan, bahkan nyawa sekalipun," bathin Zain.
Setelah selesai menikmati makanan yang dihidangkan, mereka duduk-duduk santai sambil menonton TV. Hingga malam pun larut dalam kegelapan. Akhirnya Cha dan Zain merebahkan tubuhnya diatas kasur dan mereka mulai memejamkan matanya.
Pagi pun menyapa dua insan yang sedang pulas dalam tidurnya. Zain mulai membuka matanya, dia melihat kearah Cha yang tidur disampingnya dengan pulas.
"Kamu cantik sekali Cha bahkan tanpa polesan sekalipun, kamu tetap mempesona sayangku," gumam Zain. Zain membelai lembut pipi Cha hingga ke bibir tipisnya.
Cha yang merasa ada pergerakan di wajahnya, mulai membuka matanya. Dia melihat Zain berada disampingnya dengan tubuh polos.
"Pagi sayangku!" sapa Zain dengan senyum menawannya.
"Pagi Zain," balas Cha.
"Gimana tidurnya? Apakah nyenyak?" tanya Zain.
"Ya Zain, aku nyenyak banget malam nih. Rasanya nyaman banget zain," jawab Cha.
"Ayo kita membersihkan diri bersama," tanpa permisi, Zain menggendong Cha masuk kedalam kamar mandi dan melakukan aktivitas hot didalam kamar mandi.
******* demi ******* terdengar didalam ruangan kamar mandi. Mereka berdua menikmati permainan di dalam. Hingga akhirnya mereka menuntaskan hasratnya dan segera membersihkan diri. Lalu Zain membawa Cha keluar dari dalam kamar mandi menuju sofa untuk makan.
"Ayo sayang kita bersiap-siap untuk sarapan. Kemungkinan beberapa jam kedepan kita akan sampai di Paris.
"Aku jadi deg-deg an Zain mau ketemu orang tua kamu. Aku takut mereka berpikiran yang tidak baik," ungkap Cha yang merasa tak percaya diri.
"Jangan berpikiran seperti itu sayang. Mereka orangnya asyik dan care. Kamu gak usah khawatir ya. Sebentar lagi makanan kita datang. Kamu cobain sarapan nasi goreng ala koki di pesawat pribadiku," ucap Zain.
__ADS_1
"Pasti lezat. Aku jadi gak sabar Zain pengen coba nasi gorengnya," balas Cha yang sudah kelaparan.