Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kata sayang


__ADS_3

Cha dan keluarganya mengantar keluarga Zain ke depan teras. Ada kebahagiaan yang terpancar dari mata Mamanya Cha.


Setelah keluarga Zain pergi meninggalkan rumah Cha, Mama dan tetangga Cha kembali ke dalam rumah.


Sedangkan Cha kembali ke dalam kamarnya. Hatinya saat ini sedang menari-nari kegirangan karena kedua keluarga sudah memutuskan hari pernikahan mereka. Wajah Cha merah merona saat mengingat Zain menggodanya di sela acara berlangsung. Cha pun senyum-senyum sendiri.


Lalu Cha masuk ke dalam kamarnya dan langsung duduk di depan cermin. Dia menatap wajahnya yang memperlihatkan kegembiraan.


Sementara di luar kamar Cha. Mama dan tetangga Cha sedang berbincang.


"Kak, itu tadi calon suami Cha ya?" tanya Bu Eli.


"Tampan banget ya kak. Wah beruntung banget ya Cha bisa ketemu sama mahluk tampan begitu," sambung Bu Tri.


"Iya, Alhamdulillah Tri, Eli. Kakak senang, kalau anak Kakak menikah. Biar mereka ada yang menjaganya," balas Mamanya Cha.


"Keluarganya juga keliatan baik dan menyayangi Cha ya kak," ucap Bu Eli.


"Iya kak, kelihatan tadi kalau keluarga laki-laki itu menyayangi Cha. Hebat ya kak, Cha bisa mendapatakan laki-laki tampan begitu," timpal Bu Tri.


"Ah kalian ini bisa aja memuji anak Kakak."


"Oh ya kak, gimana dengan Abang? Apa dia gak di kasih tau?" tanya Bu Tri.


"Gak usahlah Tri, lagian kan udah ada Kakak laki-laki Cha yang di pesantren. Nanti dia aja yang menjadi walinya," jelas Mamanya.


"Loh kenapa seperti itu kak?" tanya Bu Tri yang kepo.


"Iya, maklumlah Tri, Abangmu kan berlayar, jadi gak bisa pulang secepatnya," bohong Mamanya Cha.


Mamanya Cha tidak memberitahukan kepada tetangganya sehingga tidak ada yang tau kalau Mamanya Cha sudah berpisah dengan suaminya.


"Apa gak bisa ya kak di minta cuti gitu. Kan ini hari pernikahan anaknya," pancing Bu Tri terus.


"Gak bisa Tri, nanti pas nikahnya, biar video call aja sama Papanya," balas Mamanya Cha yang sedikit gugup.


"Mana yang terbaik ajalah ya kak. Yang penting pernikahannya bisa berjalan dengan lancar ya kak," ucap Bu Eli.


"Aamiin Li." balas Mamanya Cha.


"Oh ya Li, Tri. Kemungkinan Kakak dan anak-anak akan pindah ke Jogja. Rumah ini akan Kakak jual biar kami tinggal di Jogja aja. Pengen nyari suasana baru," ucap Mamanya Cha.


"Kenapa begitu kak? Kok mendadak gitu? Emang udah ada yang mau beli rumah ini kak?" tanya Bu Tri.

__ADS_1


Bu Tri tetangga yang paling suka ngerumpi di saat belanja untuk masakan. Dia akan sangat senang membahas keluarga lain jika ada informasi yang menyenangkan di dengarnya. Apalagi sekarang, sumbernya langsung dari orangnya. Ini akan menjadi berita heboh di daerah rumah Cha.


"Duh kak, kami pasti kesepian di sini. Secara Kakak kan orang lama yang tinggal di lokasi kita ini. Pasti ibu-ibu sini pada kehilangan," ucap Bu Tri.


"Insyaallah kalau ada rezeki, kami main kesini Tri. Asal kalian masih tinggal disini juga," balas Mamanya Cha.


Tak lama kemudian, Ina menghampiri mereka di ruang tamu.


"Bu Tri, itu dicariin sama si Heny, katanya dia mau pergi," ucap Ina yang memberitahu.


Ina saat itu berada di halaman sedang menyiram bunga. Tiba-tiba, anaknya tetangga yang Ibunya bernama Tri, mencarinya. Lalu dia meminta tolong untuk menyampaikan kepada Ibunya untuk segera pulang.


"Oh iya Na, makasih ya Na," balas Bu Tri.


"Oalah Tri, si Heny mau kemana udah sore begini?" tanya Bu Eli.


"Biasalah kak, mau jalan sama teman-temannya mungkin," jawab Bu Tri.


"Mamanya Cha, aku balik dulu ya," pamit Bu Tri.


"Iya Tri, makasih banyak ya Tri udah mau bantuin Kakak. Nanti Kakak suruh Sika ngantar makanannya ke rumah ya," balas Mamanya Cha.


"Alah kak gak usah repot-repot lah. Aku balik dulu ya."


"Iya Tri," balas Bu Eli.


Bu Tri putra pergi meninggalkan rumah Cha. Dan tinggallah Bu Eli dan Mamanya Cha.


"Kak, apa gak sebaiknya di kasih tau sama Abang tentang pernikahan Cha?" tanya Bu Eli.


Mamanya Cha hanya percaya sama Bu Eli mengenai keadaan rumah tangganya. Karena Bu Eli karakter orang yang tak suka membuka aib orang lain. Sehingga Mamanya Cha percaya untuk terbuka terhadapnya.


"Gak usahlah Li. Lagian kami udah berpisah. Gak ada lagi yang perlu di ketahui ya tentang anak-anak ini. Dia juga gak pernah perhatian sama anak-anak ini," jelas Mamanya Cha.


"Terus rumah ini kapan kak dijual?" tanya Bu Eli.


"Abangmu minta secepatnya. Tapi sebelum terjual, Kakak akan mempersiapkan segalanya Li," jawab Mamanya Cha.


"Bakalan sepilah kak disini. Apalagi aku, gak ada lagi tempat ngobrol. Kalau selama ini kan, aku ngobrol sama Kakak. Tapi kalau Kakak pergi, ya gak ada teman ngobrol," ucap Bu Eli dengan wajah sedihnya.


"Gimana lah Li, semua Cha yang minta. Dia menginginkan Kakak dan adiknya untuk melupakan masa lalu. Dan menjalani hidup baru di Jogja," jelas Mamanya.


"Gak nyangka ya kak, Cha yang duluan menikah. Jodohnya ternyata datangnya cepat," ucap Bu Eli.

__ADS_1


"Iya Li, Kakak aja gak nyangka Dnegan semua ini," balas Mamanya Cha.


Sementara di dalam kamar, Cha sedang ngobrol dengan Zain. Setelah keluarga Zain pergi meninggalkan rumah Cha, mereka langsung kembali ke Hotel. Saat itu Zain langsung menghubungi Cha.


"Cha, aku senang akhirnya tidak sia-sia perjuanganku untukmu. Kita akan segera menikah," ucap Zain di seberang sana.


"Zain, makasih untuk semuanya. Aku benar-benar bersyukur mendapatkanmu," balas Cha.


"Aku juga bersyukur mendapatkanmu sayang. Kapan kamu balik ke Jogja untuk menyelesaikan semuanya?" tanya Zain.


"Mungkin lusa Zain," jawab Cha.


"Aku antar kamu ya ke Jogja. Kita bareng, setelah itu aku akan kembali ke Paris," pinta Zain.


"Aku gak mau ngerepotin kamu Zain. Kamu sudah terlalu lama meninggalkan Perusahaanmu. Apa tidak masalah meninggalkannya terlalu lama?" tanya Cha balik.


"Tidak sayang, Papa masih menghandle nya. Jadi kamu jangan mengkhawatirkan nya ya," jawab Zain.


"Kemana Oma, Mama dan Papa sekarang?" tanya Cha.


"Mereka ada di kamarnya. Nanti malam kami akan jalan keluar. Aku merindukanmu sayang," ungkap Zain.


"Kita harus aja ketemu sayang," ucap Cha yang membuat Zain terkejut.


Baru kali ini Cha melontarkan kata sayang terhadap dirinya. Dan ini merupakan hal yang menggembirakan bagi Zain. Karena kata-kata ini yang selalu di nantikan Zain keluar dari bibir manis Cha. Dan sekarang dia telah mendengarnya langsung. Betapa senang dan bahagianya hati Zain, ketika mendengarnya.


"Zain, kamu baik-baik aja kan?" tanya Cha.


Cha tau, Zain pasti sangat gembira ketika mendengar ucapannya. Dia pun menjadi salah tingkah saat kata sayang meluncur bebas dari bibirnya.


"Ah nggak kok sayang. Aku lagi bahagia hari ini. Bahagia yang double aku dapatkan," jawab Zain.


"Apa itu Zain?" tanya Cha penasaran.


"Nanti aku akan sampaikan. Saat kita bertemu. Sekarang aku mau mandi dulu ya sayang, nanti malam, aku akan menghubungimu lagi," ucap Zain.


"Iya Zain, aku akan menunggumu," balas Cha.


"Assalamualaikum sayang, emmmuach," ucap Zain yang memberikan kecupan melalui ponselnya.


"Wa'alaikumussalam sayang, emmmuach," balas Cha.


Akhirnya obrolan selesai. Cha berdiri dan dia menari-nari kegirangan sambil berputar-putar. Suasana hatinya sangat bahagia saat ini.

__ADS_1


__ADS_2