Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Bingkisan dari Ghani


__ADS_3

Cha sangat senang dan ingin segera memberi khabar terhadap Zain. Dia kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya. Lalu Cha mengirimkan pesan kepada Zain.


"Bang, aku udah minta izin sama Ibunya Dewi. Alhamdulillah Ibunya memperbolehkan Abang untuk ikut ke Klaten. Jadi nanti sore kita berangkat jam empat. Aku akan mempersiapkan segalanya," isi pesan Cha dan terkirim ke nomor Zain.


Zain yang sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa bagian, menerima pesan dari Cha. Namun dia tidak membukanya karena sedang fokus mendengar penjelasan dari bagian masing-masing divisi.


Sementara di kamar Ibunya Dewi, mereka masih membahas tentang Zain yang ikut bersama mereka.


"Bu, tidak apa-apakan kalau calon suaminya Cha ikut bersama kita ke Klaten?" tanya Dewi saat duduk di hadapan Ibunya yang sedang menjahit.


"Ibu tidak masalah nak. Hanya saja, Ibu khawatir kalau calonnya nak Cha kurang nyaman disana. Kamu tau kan kalau rumah sepupu Ibu tidak terlalu bagus. Takut saja kalau disana tidak seperti yang diinginkannya," jawab Ibunya menjelaskan.


"Dewi rasa, Cha dan Zain tidak mempermasalahkannya. Ibu tenang aja dan gak usah memikirkannya. Ibu harus happy saat disana," pinta Dewi.


"Oh ya nduk, kamu udah siapkan pakaian semuanya? Ibu belum sempat mengeceknya. Tadi pakaian Ibu di beresin sama Tika. Coba kamu cek lagi, apa semua sudah masuk pakaian Ibu," suruh Ibunya.


"Baik Bu, Dewi cek dulu ya. Ibu menjahit baju siapa itu? Apa ada orderan?" tanya Dewi yang melihat jahitan Ibunya.


"Iya, tadi Bu Marni tetangga kita minta di buatin baju untuk acara pesta nikahan sepupunya dua Minggu lagi. Tadi si bibi yang memberitahu Ibu kalau Bu Marni datang kemaren," jawab ibunya menjelaskan.


"Wah, sekarang Ibu sudah mulai banyak orderan ya. Tapi jangan di paksa ya Bu kalau sudah kebanyakan," ucap Dewi yang mengingatkan Ibunya.


"Iya, Ibu pasti memperhatikannya," balas Ibunya sambil menjahit dengan mesin jahitan.


Dewi mengecek pakaian yang sudah di beresin sama Tika. Ternyata Tika sangat teliti hingga setiap kebutuhan untuk disana sudah lengkap di dalam tas mereka.


"Wah Tika sudah pinter sekarang Bu. Lihat semua keperluan untuk disana sudah dimasukkan dan lengkap di dalam tas ini," tunjuk Dewi dengan senyuman.


Ibunya menoleh sebentar dan tersenyum ke arah Tika.


"Dia harus belajar mandiri ya nduk, apalagi sekarang kan kamu udah kelas 5 SD, jadi harus mulai belajar," ucap Ibunya yang senang melihat anaknya semakin besar.


"Iya Bu, Tika akan menjadi anak yang mandiri dan bijak seperti kak Dewi," balas Tika sambil melihat Kakaknya.


Dewi pun tersenyum mendengar pujian adiknya yang sangat disayanginya.


Di dalam kamar, Cha sedang menunggu balasan pesan dari Zain. Cha sedang duduk santai di sofa sambil menonton TV. Saat sedang asyik nonton, terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.

__ADS_1


"Non, ada nak Ghani di depan," panggil si bibi memberitahukan kedatangan Ghani.


"Ghani? Ada apa dia kesini? Hmmm cari masalah aja nih Ghani," gumamnya.


Lalu Cha berjalan ke arah pintu, dia membuka pintu kamar dan melihat si bibi.


"Orangnya dimana bi?" tanya Cha.


"Itu non lagi di depan teras," jawab si bibi.


Cha menoleh ke arah depan, dia bingung mau menemuinya atau tidak. Cha khawatir kalau Zain melihatnya, pasti akan terjadi perang besar.


"Bi, tolong panggilkan Dewi dong. Bilang di panggil sama saya ke kamar," suruh Cha.


"Baik non, saya panggilkan dulu ya."


Si bibi meninggalkan Cha yang masih berdiri di depan kamarnya menunggu ke datangan Dewi. Tak berapa lama, Dewi keluar dari dalam kamar Ibunya dan menghampiri Cha.


"Ada apa Cha manggil gw?" tanya Dewi heran.


"Wi, diluar sana ada Ghani yang baru datang. Dia mau menemui gw. Tapi gw gak mungkin menemuinya. Lo kan tau gimana Zain, bisa terjadi peperangan antara mereka," jawab Cha yang ingin meminta tolong sama Dewi.


"Iya, gw minta tolong Lo menemuinya. Bilang kalau gw sedang keluar. Kalau dia tanya kemana, ya Lo bilang aja gak tau ya Wi," jawab Cha.


"Ya udah, gw akan menemuinya. Sepertinya dia masih mengharapkan Lo Cha," ucap Dewi serius.


"Gw tau Wi, tapi sekarang Lo harus menemuinya. Gw gak mau dia masih disini saat Zain kembali," balas Cha.


Dewi pun mengangguk. Lalu dia berjalan keluar dan menghampiri Ghani.


"Eh ada kak Ghani. Ada apa kak Ghani kemari?" tanya Dewi yang pura-pura gak tau.


"Saya nyari Cha. Dia ada di dalam kan?" tanya Ghani percaya diri.


"Oh...Cha, tadi si bibi bilang ke aku, kalau ada kak Ghani. Kalau Cha sedang keluar kak sama calon suaminya. Kakak ada perlu ya?" tanya Dewi dengan wajah polosnya.


"Keluar?" tanya Ghani dengan menaikkan alisnya sebelah.

__ADS_1


"Iya keluar. Tadi bareng calonnya. Gak tau deh kemana," jawab Dewi."


"Bener Cha tidak dirumah?" tanya Ghani tak percaya.


Ghani yakin kalau Cha ada di dalam rumah. Ntah kenapa hati Ghani merasa sedih karena Cha tak mau menemuinya. Padahal, Ghani ingin menemuinya untuk berpamitan. Ghani akan pindah kuliah ke luar negeri ikut sama Omnya disana karena permintaan Papanya.


"Iya kak Ghani..., Cha lagi gak dirumah," jawab Dewi dengan memperlihatkan wajah seriusnya.


"Baiklah kalau gitu. Saya mau menitipkan sesuatu buat Cha. Tolong berikan ini untuk Cha. Sekalian salam buat dia ya," ucap Ghani.


"Apa ini kak?" tanya Dewi yang kepengen tau saat melihat bingkisan yang di berikan Ghani.


"Biar Cha aja yang buka karena ini buat Cha," jawab Ghani. Kalau gitu saya pamit dulu ya," pamit Ghani.


"Oh iya kak, makasih ya. Hati-hati dijalan," ucap Dewi.


Ghani meninggalkan Dewi dan berjalan ke arah mobilnya. Dia pun melajukan mobilnya kembali ke kostannya.


Sedangkan Dewi masih menatap bingkisan yang diberikan Ghani ke tangannya untuk Cha. Kemudian dia menoleh sekilas ke arah dalam rumah. Dewi pun membalikkan badannya dan berjalan ke arah dalam rumah. Dia langsung menemui Cha di kamarnya.


"Tok tok tok, Cha....!" panggil Dewi.


"Masuk aja Wi, gak di kunci kok," sahut Cha dari dalam kamar...


Dewi membuka pintu kamar Cha dan masuk ke dalam. Dia melihat Cha yang sedang asyik nonton TV.


"Hmmm, dia malah enakan nonton TV disini, gw yang menghadapi Ghani di luar," celetuk Dewi sambil duduk di samping Cha.


Dewi menyerahkan bingkisan dari Ghani ke meja di depan Cha.


"Nih dari Ghani buat Lo."


"Loh apa ini? Bingkisan buat apa? Perasaan gw lagi gak ulang tahun deh," ucap Cha sambil mengambil bingkisan Ghani.


Cha melihat-lihat bingkisan dari Ghani. Dia pun bingung kenapa Ghani memberikan ini kepadanya.


"Emang dia pesan apa sama Lo Wi?" tanya Cha.

__ADS_1


"Gak ada sih, cuma minta tolong kasihkan bingkisan ini ke Lo," jawab Dewi nyantai sambil nonton TV.


Cha masih terus menatap bingkisan itu dengsn pikiran yang bingung.


__ADS_2