Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kenapa Harus Seperti Ini..


__ADS_3

Setelah mereka selesai membahas hubungannya, Cha pun mengajak Binyu pulang.


"Bang, yuk pulang, ini dah siang. Cha takut mama marah kalau pulang lama," Cha membenahi hadiah yang diberikan Binyu.


"Ntar lagi dong sayang...., abang masih pengen berduaan sama kamu sambil meluk kamu sayang, please...," Binyu memperlihatkan wajah memohonnya kepada Cha.


"Tapi Cha takut bang dimarahin mama," Cha berdiri bersiap-siap untuk pulang.


Tapi tiba-tiba Binyu menarik tangan cha. Cha yang gak siap langsung menimpa tubuh Binyu. Sungguh posisi yang menguntungkan bagi Binyu tapi tidak bagi Cha. Binyu langsung membalikkan posisi dengan Cha berada dibawah Binyu. Mereka saling tatap-tatapan. Binyu yang normal merasa posisi seperti ini tidak nyaman buat dia. Binyu langsung mel**** bibir Cha dengan kelembutan tapi menuntut. Cha merasa deg-deg an, Binyu terus melancarkan aksinya, tangan nya terus meraba paha Cha yang menggunakan rok, hingga berada di area ke******* nya Cha. Binyu mengelus nya dan menekan-nekannya. Cha yang setengah sadar langsung mendorong tubuh Binyu, Binyu pun jatuh ke samping.


Cha ngos-ngosan, mengatur nafasnya karena ciuman tadi. "Maaf bang, Cha gak bisa melakukannya," Cha tersendat-sendat ngomongnya karena gugup takut Binyu marah.


Binyu yang memang sudah merasa kesal, karena berhenti sebelum puncaknya merasa marah banget. "Arrrrgggggg sialan nih cewek, dia nolak gw. Mana lagi nih si rudal udah te****, brengsek nih cewek...!" Bathin Binyu. Binyu tak menjawab omongannya Cha, dia langsung bergegas ke kamar mandi menuntaskan hasratnya yang tertunda.


Cha yang gak ngerti, merasa heran dengan tingkah Binyu. "Kenapa bang Binyu ke kamar mandi, apa dia marah ya? Kenapa jadi begini...., apa yang harus gw lakukan..?" pikir Cha yang jalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi.


Binyu pun keluar dari dalam setelah menuntaskannya.


"Ekhemm, bang kenapa ke kamar mandi, abang sakit perut ya, atau marah sama Cha..?" tanya Cha kebingungan.


Binyu menatap Cha dengan tajam, dia ingin mengatakan kekesalannya, tapi dia harus menahannya karena dia harus memberi pelajaran sama Cha lain waktu. Kemudian Binyu merubah raut wajahnya dengan sedih dan bersalah.


"Sayang, maaf, maaf, maaf, abang udah kelewatan ya tadi sama kamu? Binyu balik bertanya menunjukkan rasa bersalahnya yang pura-pura.

__ADS_1


Cha memang tidak mau sampai Binyu kebablasan apalagi mereka hanya berdua di hotel. Cukup Yoga saja yang melakukannya dengan paksaan. Dia gak mau Binyu ikut-ikutan melakukan hal begitu.


"Cha harap abang bisa menjaga nya sampai kita memang benar-benar menikah. Cukup sekali kesalahan yang Cha lakukan, tidak untuk kesalahan kedua kalinya bang, Cha harap abang mau mengerti perasaan Cha." Cha menjelaskan dengan hati-hati agar Binyu tidak kecewa.


"Iya sayang, abang janji tidak akan melakukan hal yang lebih, tapi kalau dikit-dikit boleh ya sayang, janji kok gak akan lebih." kata Binyu yang menunjukkan jari kelingking nya.


"Mmmm, tapi gak berlebihan ya bang, harus pegang janjinya." Cha pun menautkan jari kelingking nya ke Binyu.


"Siiip" kata Binyu yang tersenyum penuh arti. Padahal dalam hati sudah merasa kesel ditolak begini. Tapi Binyu sabar menanti saat nya menikmati tubuh Cha.


Setelah itu mereka meninggalkan hotel. Cha dianter pulang sama Binyu hanya sampai depan gang.


"Cha besok abang gak anter kamu ya. Tapi lusa, abang mau ajak Cha jalan jalan ke puncak, mau ya sayang, kita ke kebun teh." kata Binyu.


"Masa Cha harus bolos lagi bang, Cha mau ujian minggu depan, kalau sering bolos bisa ketinggalan pelajaran," kata Cha yang cemberut.


"Iya deh bang, tapi jangan lama pulangnya, Cha takut sama mama. Nih aja Cha bakalan dimarahin mama karena pulang telat." kata Cha


"Udah gak usah dengerin mama kamu marah, biasa emak-emak pasti marah kalau anaknya pulang telat, itu tandanya mama kamu sayang sama kamu Cha...," Binyu memperdaya Cha dengan kata-kata bijaknya.


Cha pun keluar dari mobil Binyu dan melambaikan tangannya. Cha berjalan memasuki gang nya, tanpa ia sadari sudah ada yang memperhatikannya dari seberang jalan. cha merasa deg-deg an, takut kalau mamanya berada dirumah.


"Assalamu'alaikum ma...," kata Cha.

__ADS_1


"Bagus kamu ya, dari mana haa...Jam segini baru pulang, menggatal kau diluar sana, iya," mama Cha berdiri sambil berkacak pinggang.


"Nggak ma, Cha dari rumah teman," bohong Cha yang sudah ketakutan.


"Sini kau.., anak kurang ajar, makin lama makin gak benar kau ya..., mau jadi apa kau haa..., udah papamu gak ada dirumah, kau malah keluyuran. Mau jadi Lo*** kau diluar sana iya....!" teriak mama Cha penuh emosi. Cha dipukul dan dicubit sama mamanya.


"Ampuuum massa, Cha beneran dari rumah teman maaa," Cha mengadu kesakitan.


"Kau pikir mama percaya iya, udah ada orang bilang ke mama, kau di antar laki-laki pakai mobil, sama siapa kau, kau mau menjual diri iya...jawab....! Anak se*** kau ya..." mama Cha makin beringas marahnya.


"Udah ma, jangan dipukul lagi, kasihan kakak, ma," adik Cha datang membela Cha, dia pun ikut menangis melihat kakaknya dimarahin begitu.


"Diam kau, masuk kau ke kamar" kata mama Cha kepada adiknya.


Cha hanya diam gak berani beranjak sebelum disuruh mamanya masuk ke kamar. Dia pun menundukkan wajahnya ketakutan.


"Tetangga sudah banyak yang cerita ke mama ya, kau sering dianter laki-laki. Siapa laki-laki itu haa, udah mama bilang, belajar, belajar yang benar, jangan kau kegatalan dekat sama laki-laki, gak kau dengar juga. Malu mama diceritain sama tetangga. Apa kata orang, udah bapaknya jarang dirumah, anaknya kelayapan sama laki-laki. Seneng kau buat mama penyakitan," mama Cha terus mengoceh dan memukul Cha gak berhenti.


Cha menangis menerima perlakuan mamanya.


"Maaf ma, Cha gak akan ngulangi lagi, Cha gak akan telat pulang lagi. laki-laki yang nganter pulang itu teman sekolah Cha ma" Cha menjelaskan sama mamanya.


Udah masuk kau ke kamar, kalau besok-besok lagi kau pulang telat, awas kau ya ku usir kau dari rumah ini," ancam mama Cha.

__ADS_1


Cha langsung masuk ke kamar nya dan dia Mengganti baju sekolah nya. Di lihat nya bekas cubitan mamanya yang membiru di paha Cha dan lengan Cha. Rasanya sakit banget. Tapi ini lah akibatnya kalau Cha pulang telat.


Cha merasa sedih, kenapa harus seperti ini perlakuan yang didapatnya. Apa gak bisa mamanya bertanya baik-baik dan tanpa ada kekerasan. Cha menangis terus di dalam kamarnya.


__ADS_2